Tampilkan postingan dengan label Guest Posts. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Guest Posts. Tampilkan semua postingan

Senin, 17 Juni 2013

100 Peserta Ikut Lomba Geulayang Tunang Di Aceh Utara

* Geulayang Tunang Tersebut Di Sponsori Oleh Partai Aceh ( PA ) Matang Kuli, Dan Berlangsung Selama 10 Hari ( 17 Juni s.d 27 Juni 2013)

Foto : Peserta layangan tunang di Matangkuli, Aceh Utara

Aceh Utara - Warga Matangkuli kembali menggelar kontes geulayang tunang di areal persawahan Desa Jeumpa, Kecamatan Matangkuli, Aceh Utara, pukul 15.00 WIB pada Senin 17 Juni 2013. Kegiatan itu ikut didukung Penuh Oleh Partai Aceh wilayah Matangkuli.

Ketua Panitia Pelaksana Jafaruddin mengatakan kontes itu dilaksanakan selama sepuluh hari, terhitung sejak hari ini (red-Senin) hingga 27 Juni 2013 mendatang.

“Total peserta mencapai 100 orang dari tiga kecamatan, yakni Matangkuli, Tanah Luas dan Lhoksukon. Tadi siang acara dibuka langsung oleh Muspika setempat,” ujarnya.

Kontraktor Stop Pembangunan Meuligo Wali Nanggroe Aceh

Kontraktor Stop Pembangunan Meuligo Wali Nanggroe Aceh Karena Belum Ada Kepastian Pembayarannya Dari Pemerintah Aceh

* Kontraktor Minta Kepastian Anggaran dan Pelunasan Utang Dari Pemerintah Aceh

Foto : Pembangunan Meuligo Wali Nanggroe Aceh Sedang Dalam Pengerjaan Tahap Ke II Dari Realisasi Fisik 100 %

BANDA ACEH - Proyek pengerjaan pendopo wali nanggroe tahap II senilai Rp 6,4 miliar sudah terhenti sejak April 2013 kemarin. Pihak kontraktor (PT Rine Romauli Raya) sengaja menghentikan proyek tersebut sampai ada kepastian pembayaran dari Pemerintah Aceh.

Di samping itu, kontraktor juga menagih utang pelaksanaan proyek tahap I dimana dari total nilai kontrak Rp 35,4 miliar (2010-2012), pembayaran yang telah dilakukan sebesar Rp 33 miliar sehingga masih tersisa Rp 2,4 miliar lagi.

Hal itu terungkap saat anggota Pansus I DPRA yang terdiri dari Darmuda (PA), Mawardi Aly (PAN) dan Siti Aisyah (PD), meninjau lokasi pembangunan Gedung Pendopo Wali Nanggroe itu di Desa Blang Manyang, Kecamatan Lamreung, Kabupaten Aceh Besar, Minggu (16/6).

“Kalau dilihat secara kasat mata, gedung induk memang sudah selesai, tapi belum kelihatan sempurna karena masih banyak fasilitas lainnya yang belum terpasang, seperti lampu dan fasilitas lainnya,” kata Darmuda.

Selain itu, ditengah kondisi cuaca yang hampir setiap hari hujan, genangan air juga terlihat di beberapa ruangan sehingga dikhawatirkan akan membuat kerusakan semakin besar, dan biaya yang diperlukan untuk memperbaikinya juga akan lebih besar lagi.

“Pembangunan pendopo wali nanggroe ini harus dituntaskan hingga fungsional. Sebab kalau tidak diselesaikan dan diterlantarkan seperti sekarang ini, maka untuk menyelesaikannya nanti membutuhkan dana yang lebih besar lagi,” ujarnya.

Ia meminta Dinas Cipta Karya Aceh selaku dinas teknis yang bertanggungjawab agar melakukan penghitungan kembali terhadap pekerjaan yang harus dilakukan dan dituntaskan, kemudian mengalokasikan anggaran sesuai dengan pekerjaan yang akan dikerjakan.

“Pansus I DPRA minta Dinas Cipta Karya Aceh untuk melakukan pengusulan anggarannya kembali dalam Perubahan APBA 2013 nanti agar pada tahun 2014 gedung itu sudah fungsional,” ujar Darmuda.

Mahasiswa Kedokteran UNAYA Gelar Bakti Sosial

Mahasiswa Kedokteran UNAYA Gelar Bakti Sosial Untuk Masyarakat di Aceh Jaya

* Supri Nyakdin selaku Steering Commite kegiatan. “Semoga ke depannya kegiatan yang sama dapat diteruskan oleh adik adik kami dengan dukungan yang sama dari pemerintah sehingga masyarakat dapat merasakan secara langsung bakti yang dilakukan oleh mahasiswa kedokteran Universitas Abulyatama,” ujarnya

Foto : Bakti sosial mahasiswa FK Unaya

Calang - Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Abulyatama mengadakan bakti sosial di Kecamatan Pasie Raya, Kabupaten Aceh Jaya.

Kegiatan ini secara resmi dilepas oleh bapak Wakil Bupati Aceh Jaya bertempat di kantor bupati pada hari sore Jumat, 14 Juni 2013. Kegiatan yang bertemakan “we can we share” ini berlangsung dari tanggal 14-17 Juni 2013, dengan kegiatan berupa penyuluhan, pengobatan gratis, pemberian sembako, gotong royong, cek kolestrol, asam urat dan gula darah serta puncaknya berupa khitanan masal.

Kegiatan ini berlangsung cukup meriah dan terlihat antusiaisme dari mahaswa, yang mengadakan baksos dan juga alumni mahasiswa yang juga turut ikut membantu mensukseskan acara tersebut.

Ketua panitia kegiatan, Yudhi melalui rilis yang diterima Minggu, 16 Juni 2013 mengatakan kegiatan ini mendapatkan antusiasme masyarakat. Lebih dari 250 orang dari masyarakat yang mengikuti kegiatan dari awal hingga selesai dan juga mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada pihak Yayasan Abulyatama, dan pihak-pihak yang terkait, khususnya kepada pemerintah aceh jaya yang telah membantu demi terlaksanakanya kegiatan ini.

Sejumlah Kepala Dinas di Aceh Utara 'Stres'

Sejumlah Kepala Dinas di Aceh Utara 'Stres' Hadapi Banyaknya Mafia Proyek Yang Kerap Mengancam Mereka

Kepala Dinas Cipta Karya, Ir Arifin Hamid : Saya Heran Kenapa Pihak Berwajib dan Aparat Hukum Hanya Diam Saja, Apakah Mereka Takut Sama Mafia Tersebut ?

Foto : Ilustrasi Salah Satu Proyek Jembatan Yang Masih Dalam Tahap Pembangunan

Lhoksukon- Kepala Dinas di Aceh Utara 'stres' hadapi sekelompok orang yang disebut-sebut mafia proyek. Sekelompok orang itupun datang menemui Kepala Dinas dengan maksud meminta proyek. Seperti halnya yang terpantau The Globe Journal di Dinas Kesehatan Aceh Utara baru-baru ini.

Tidak sedikit Kepala Dinas di jajaran Aceh Utara itu menjerit menjalankan program Pemerintah Aceh saat ini. "Mereka mengaku dari tim ekonomi. Saya tidak pernah tau apa itu tim ekonomi. Mereka langsung minta proyek dari dinas," demikian yang diakui Kadis Kesehatan M Nurdin MKes, beberapa waktu lalu.

Rata-rata kata dia, kepala jajaran dinas tidak tau harus melakukan apa terhadap kondisi yang demikian.

Pihaknya malah sudah tidak mampu lagi jadi kepala dinas jika setiap harinya selalu didatangi belasan preman, bahkan puluhan. Kehadiran satu kelompok itu bukan hanya pengalaman pertama, namun kesan yang telah berulang kali terjadi. Akan tetapi, takut untuk dipermasalahkan.

Hal serupa juga pernah diungkapkan Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Aceh Utara, Razali, S.Pd. "Kepala Dinas saat ini stres, karena puluhan tamu datang minta proyek," katanya belum lama ini.

Kepala Dinas Cipta Karya, Ir Arifin Hamid juga demikian. Ia mengatakan hal yang sama, pihaknya pernah didatangi belasan preman mengaku mantan kombatan sedang membicarakan permintaan paket proyek dari ratusan juta rupiah hingga miliaran.

Kondisi tersebut justru meresahkan para kepala dinas setempat. Pihaknya meminta pihak yang berwenang ada jalan maupun solusi untuk menertibkan para mafia-mafia itu.

Minggu, 16 Juni 2013

Hujan Badai Akan Landa Aceh Hingga September 2013

BMKG Aceh : Hujan Badai Akan Landa Aceh Hingga September 2013

* Kabar ACEH : Bagaimanakah Kondisi Cuaca Di Tempat Tinggal Anda Saat Ini ? 

Banda Aceh - Hujan disertai angin kencang akan melanda beberapa wilayah di Provinsi Aceh hingga September 2013 mendatang. Demikian disampaikan staf BMKG Stasiun Blang Bintang, Aceh Besar, beberapa waktu hari yang lalu kepada sejumlah wartawan.“Menurut perkiraan, paling parah cuaca seperti ini akan terjadi pada bulan Juni. Kondisi ini terjadi disebabkan karena tekanan rendah di daerah tropis seperti Indonesia,” ujar Khairul.

Berdasarkan perkiraan BMKG, kata Khairul, dari awal bulan Mei hingga September mendatang beberapa wilayah di Provinsi Aceh akan terus mengalami angin kencang disertai hujan. Moson barat daya atau yang sering disebut musim barat oleh para nelayan itu, sebutnya, memang terjadi setiap tahun dan frekwensi anginnya tidak menentu.“Ini merupakan musim kemarau, tidak berarti tidak ada hujan. Malah frekuensinya lebih tinggi khususnya di wilayah Aceh,” jelasnya.

Lebih lanjut dikatakannya, tinggi gelombang di perairan Aceh diperkirakan akan mencapai 3,5 meter dengan kecepatan angin 0.7 hingga 40 km/jam. Semetara ketinggian gelombang di perairan Utara dan timur Aceh diperkirakan mencapai 0.5 hingga 2.0 meter dan tinggi gelombang di barat dan selatan Aceh diperkirakan terjadi 0.75 hingga 2.5 meter.“Kita mengingatkan agar warga selalu waspada karena akan terus terjadi hujan beserta angin kencang dengan frekuensi yang tidak

Kementrian Agama RI dan Muhammadiyah Kemungkinan Berbeda Keputusan Pada Penetapan Awal Ramadhan 1423 Hijiriah/ 2013 Masehi

* Hasil Perkiraan Perhitungan Sementara Yang Dilakukan Oleh Pemerintah dan Tim Lajnah Falaqiah NU Pada 10 Juli 2013,Muhammadiyah Sudah Resmi Menetapkannya Pada 9 Juli 2013.

Jakarta - Hari awal bulan puasa Ramadan tahun ini yang dilakukan warga Muhamadiyah dengan Kemenag Bekerja Sama Dengan Nahdlatul Ulama berpotensi berbeda. Jika Pimpinan Pusat Muhamadiyah telah menetapkan awal Ramadan 2013 jatuh pada 9 Juli mendatang, Nahdlatul Ulama dan Kementerian Agama masih menunggu rukyat yang akan dilaksanakan pada 8 Juli mendatang.

Kepala Sub-Direktorat Pembinaan Syariah dan Hisab Rukyat Kementerian Agama RI, Ahmad Izzudin, memperkirakan, berdasarkan perhitungan yang dilakukan oleh pemerintah dan tim Lajnah Falaqiah NU, awal Ramadan baru akan jatuh pada 10 Juli 2013. "Karena pada 9 Juli itu diprediksi ketinggian hilal masih di bawah ufuk," kata Izzudin, Ahad, 16 Juni 2013.

Pengasuh Pondok Pesantren Darunnajah, Semarang, ini memperkirakan rukyat yang dilakukan pemerintah pada 8 Juli tidak akan berhasil melihat hilal.

Dari perhitungan hisab, pada Senin, 8 Juli, dari Sabang sampai Merauke, ketinggian hilal masih di bawah 1 derajat. "Bahkan di beberapa daerah hilalnya di bawah nol atau minus," kata Izzudin. Karena itu, awal Ramadan diprediksi jatuh pada 10 Juli. Puasa Ramadan juga diperkirakan hanya 29 hari.

Meski begitu, Izzudin meminta agar umat Islam menunggu hasil sidang isbat yang dilakukan pemerintah.

berdasarkan perhitungan hisab yang dilakukan tim Lajnah Falaqiah NU, bulan Syakban akan istiqmal atau penuh 30 hari. "Karena sempurna 30 hari, maka awal Ramadan akan jatuh pada 10 Juli," kata Adnan.

Sebelumnya, Muhammadiyah telah memutuskan awal Ramadan tahun ini jatuh pada 9 Juli mendatang. Keputusan itu didasarkan atas perhitungan hisab hakiki wujudul hilal dan hasil musyawarah Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah.

Muhammadiyah juga sudah memutuskan Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1434 Hijriah akan jatuh pada 8 Agustus 2013.

Tahun Depan ( 2014) UKG Sertifikasi Guru Terakhir

* Selanjutnya Di Tahun 2015 Guru Yang Belum Sertifikasi Wajib Ikut Kuliah Di PLPG Selama 2 Tahun Di FKIP/ Fak. Tarbiyah Masing-masing Daerah

JAKARTA - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan(Kemendikbud) akhirnya memasang target penuntasan tanggungan mensertifikasi ratusan ribu guru. Mereka menargetkan sertifikasi guru tuntas tahun depan.

Selanjutnya proses sertifikasi guru langsung menyatu dengan perkuliahan calon guru di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) bertajuk pendidikan dan latihan profesi guru (PLPG).

Kepala BPSDMPK-PMP (Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pendidikan dan Kebudayaan dan Penjaminan Mutu Pendidikan) Kemendikbud Syawal Gultom menuturkan, pelaksanaan sertifikasi ini merupakan aman dari undang-undang guru dan dosen. "Kita targetkan tahun depan itu sertifikasi guru yang terahir," kata dia.

Syawal menuturkan sertifikasi guru tahun depan dipakai untuk menampung guru-guru yang tidak lolos mengikuti sertifikasi tahun ini. Dia mengatakan jika peserta sertifikasi tahun ini diseleksi menggunakan tes bernama uji kompetensi guru (UKG). Tes ini sudah masuk pekan kedua.

"Kita menggunakan sistem tes karena kuota sertifikasi kalah besar dibandingkan jumlah guru yang harus disertifikasi," kata dia. Syawal menegaskan jika sistem penetapan calon peserta sertifikasi murni menggunakan passing grade hasi UKG. Kemendikbud tidak memakai lama masa kerja sebagai acuan kelulusan masuk sertifikasi guru tahun ini.

Syawal mengatakan para guru tidak perlu cemas dengan sistem UKG tahun ini. "Intinya kami tidak menerapkan sistem lulus atau tidak lulus. Tetapi kita pakai model prioritas," tandasnya.

Catatan Kemendikbud menyebutkan bahwa UKG tahun ini diikuti tidak kurang dari 700 ribu orang. Tetapi kuota sertifikasi guru 2013 sebesar 350 ribu saja. Itu artinya hampir bisa dipastikan separus peserta UKG tahun ini dinyatakan gugur dan akan diikutkan sertifikasi tahun depan.

Syawal mengatakan bahwa UKG tahun ini degalar secara online, tidak menggunakan kertas ujian lagi

Aceh Mangkuk Nasinya Indonesia, Karena Penanaman Padi Paling Produktif Sumbernya Dari Aceh

BULOG : Aceh Mangkuk Nasinya Indonesia, Karena Penanaman Padi Paling Produktif Sumbernya Dari Aceh

* Aceh sebagai mangkuk nasi Indonesia. BULOG membeli beras dengan jumlah Murah dari Aceh. Sebagai tambahan, pihak perantara ( Pemodal Luar Aceh ) mengumpulkan produk beras dan mengirimnya ke Medan untuk diolah lebih jauh sebelum kemudian dijual dengan harga lebih tinggi, Jadi Masyarakat Petani Aceh Masih Hidup Dalam Keterbatasan Karena Tidak Ada Kilang Padi Berstandar Internasional DI Aceh.

Banda Aceh - Aceh adalah wilayah dengan populasi rendah jika dibandingkan dengan ukuran geografinya. Sehubungan dengan ini, kegiatan-kegiatan pertaniannya, terutama pembudayaan beras, mencakupi area yang luas.

Pemerintah Indonesia Harus menyediakan kilang padi berstandar Internasional, Jika Tidak Aceh Tidak Berkembang Produktivitas Ekonomi pada Sektor beras, Karena murah di tampung ke Luar Aceh.

Oleh karenanya, Aceh diakui sebagai salah satu provinsi penanaman beras paling produktif di Indonesia. Areanya terbentang dari sekitaran Banda Aceh hingga Aceh timur termasuk dari wilayah pesisiran hingga kecamatan di pedalaman.

Walaupun begitu, harus diperhatikan bahwa sektor beras pada awalnya tidak dikelola oleh produsen-produsen besar, sebaliknya dikomando oleh produsen-produsen kecil dan menengah seperti pabrik bisnis keluarga yang dipupuk dengan usaha sendiri.

Sebagaimana yang tersebut dalam data-data yang telah diterbitkan, hampir 80% lapangan pertanian hanya diairi oleh kondisi iklim normal, dan hanya 20% lainnya yang dialiri dengan sungai-sungai layak berbasis sistem irigasi.

Mereka harus menemukan solusi praktis yang akan memudahkan kehidupan orang-orang kampung tanpa merampas kehidupan mereka di tanah kelahiran atau menjadikan mereka terlunta-lunta di sekitaran kota sebagai orang-orang tanpa akar, Jadi pemerintah Indonesia Harus menyediakan kilang padi berstandar Internasional, Jika Tidak Aceh Tidak Berkembang Produktivitas Ekonomi pada Sektor beras, Karena murah di tampung ke Luar Aceh.

Ketika Aceh mungkin akan segera menghadapi pencapaian tinggi dari proses produksi pertanian, pihak-pihak terkait perlu menyibukkan diri untuk menemukan pemecahan-pemecahan dan memberikan arahan yang benar bagi perubahan sosial.

Tanpa diragukan ini menjadi sebuah aspek unik masyarakat Aceh dalam menangani persoalan-persoalannya dan tentu akan menjadi model bagi masyarakat-masyarakat dari wilayah sekitar dengan persoalan yang sama atau di dunia secara global

Oleh Mehmet Ozay, Pendiri Pusat Kebudayaan Aceh dan Turki (PuKAT)

Senin, 17 Juni 2013 Harga Produk Kemasan dan Kebutuhan Sembako Di Aceh AKan Naik Dampak Rencana Pemerintah Menaikkan Harga BBM

* Termasuk Susu Formula dan Susu Kaleng

BANDA ACEH - Harga produk-produk kemasan di Aceh dalam beberapa hari ini dipastikan akan naik serentak. Di antara yang akan mengalami kenaikan adalah susu formula untuk bayi dan susu kaleng.

Kenaikan ini melanjuti kenaikan harga barang yang telah berlangsung sejak sebulan terakhir, sebagai dampak dari rencana pemerintah yang akan menaikkan harga bahan bakar minyak (BMM). Sebelumnya, kenaikan telah terjadi pada telur ayam broiler, mi instan, dan minyak goreng kemasan.

“Kalau sekarang harga masih normal. Senin besok (17/6) baru kita terima daftar harga baru untuk produk kemasan. Jadi harga akan naik Senin nanti,” kata Abubakar Usman, pemilik Pante Pirak, salah satu usaha retail terbesar di Aceh, kepada Serambi, Sabtu (15/6).

Harga susu formula untuk bayi dilaporkan naik dari Rp 29.000 menjadi Rp 32.000, sementara susu kaleng naik dari Rp 7.000 menjadi Rp 8.000. “Kenaikan terjadi sejak sepekan terakhir,” ujar salah seorang pedagang, Siti

RESEP KUE APAM PIDIE ( MARTABAK MANIS ACEH )

Apam Pidie, adalah peganan sejenis kue dadar yang sering ditemukan dijajakan di pinggir jalan di Aceh. Rasanya yang enak dan manis dan paling lezat bila masih hangat dan baru saja di masak.

Di Aceh kue Martabak Manis ini dinamakan apam pidie. Martabak manis yang terkenal di antaranya adalah Apam Pidie, Aceh dengan berbagai variasi isi dan rasa, seperti kacang tanah, wijen, coklat, durian, keju, pisang, kismis dan sebagainya.

BAHAN :
500 g tepung terigu protein sedang
660 ml air 1/2 sdt ragi instan
1 sdt baking powder
2 butir telur ayam, kocok lepas
125 g gula pasir
1/2 sdt garam halus
1 sdm margarin, dilelehkan 1/4 sdt bubuk/pasta vanili

BAHAN ISI :

100 g keju parut atau bisa juga diganti dengan kacang tanah cincang sangrai (tergantung selera) Coklat butir (meses)secukupnya 60 ml susu kental manis

CARA MEMBUAT :

1. Semua bahan, kecuali air dan baking powder, dicampur dan diaduk rata. Kemudian tuang air sedikit demi sedikit sambil terus diaduk hingga tercampur rata.
2. Kocok adonan dengan mixer selama 5 menit, diamkan 40 menit. Tambahkan baking powder, aduk rata.
3. Panaskan wajan datar antilengket beralas tebal yang beroles sedikit margarin. Tuang adonan, ratakan. Masak hingga terbentuk gelembung-gelembung. Tutup dan masak hingga matang. Angkat. 4. Olesi permukaan martabak manis dengan margarin, taburi keju parut atau kacang tanah cincang sangrai dan susu kental manis. Lipat menjadi dua sehingga berbentuk setengah lingkaran. Dinginkan.
5.Potong-potong, martabak manis siap dihidangkan.

Untuk 40 potong (+/- 4 loyang)

Selamat Menikmati

Kabar ACEH

Pangdam IM Aceh Tetap Masih Aman dan Terkendali

Pangdam IM: Walaupun Ada Beberapa Kejadian Penculikan dan Penembakan, Aceh Tetap Masih Aman dan Terkendali

* Kodam IM akan terus memantau lebih intensif perkembangan di Aceh dan terus berkoordinasi dengan Polri guna menciptakan rasa aman, nyaman, dan tenteram dalam lingkungan masyarakat.

Banda Aceh - PANGDAM Iskandar Muda (IM) Mayjen TNI Zahari Siregar menyatakan kondisi Aceh masih kondusif, meski sempat ada pekerja asing (Malcom) yang diculik di Aceh Timur, Selasa (11/6), namun sudah dilepaskan penculiknya dua hari kemudian. Menurut Pangdam, penculikan itu kemungkinan terjadi karena miskoordinasi antara pihak perusahaan dengan masyarakat.

Ia berharap kasus ini menjadi kasus penculikan terakhir di Aceh, seperti yang diutarakan Wakil Gubernur Aceh, Muzakir Manaf kepada Serambi. Jenderal bintang dua itu menjelaskan bahwa menjelang pelaksanaan Pemilu 2014,

Pangdam menyampaikan hal itu kepada wartawan di Banda Aceh, , seusai meresmikan taman bermain sekaligus taman obat-obatan dan buah di lokasi bekas rumah Pangdam IM yang terbakar setahun lalu. Taman itu dinamakan Taman Sejahtera.

Inilah Biografi Singkat Pemangku Wali Nanggroe Aceh 2012 - 2019

Inilah Biografi Singkat Pemangku Wali Nanggroe Aceh 2012 - 2019 : Malik Mahmud

* Malik Mahmud Lahir Tahun 1939 (74 Tahun) Dan Dibesarkan Di Singapura, Semenjak MoU Helsinky Beliau Baru Menginjakkan Kakinya Ke Aceh, Dan Sampai Saat Ini Status Keluarganya Belum Menikah.

Nama Malik Mahmud yang sebenarnya: Malik Khaidir Mahmud. Pegawai pendaftaran kelahiran di Singapore tidak tau bagaimana mengeja Khaidir, maka ditulis Hayther atau Haythar. Penggunaan kata Al pada namanya, rekaan PA saja. Orang Aceh suka nama ke arab"-an (Al-Biruny). Malik lahir dan dibesarkan di Singapore. Yaitu Pada Tahun 1939, Ia Menghabiskan sebagian besar hidupnya di perantauan mengikuti orang tuanya yang bekerja sebagai saudagar di Singapura. Baru menginjak Aceh setelah penandatanganan MoU.

Ia sempat bekerja sebagai pegawai pencatatan dan kelahiran sipil, lalu terdaftar sebagai Tentara Marinir Singapura akibat Program Wajib Militer yang diberlakukan di negara tersebut.

Ibunya berasal dari Lampreh, Lambaro. Ayahnya, Haji Mahmud, berasal dari Lampuuk, Banda Aceh, asli Aceh, lari ke Singapura ketika mau ditangkap Belanda (Mujahidin) Pada Tahun 1925. Al-Marhum pedagang Aceh yang hebat, sangat kaya, punya tanah di mana" di Singapore. Haji Mahmud adalah gembong DI, sangat bersahabat dengan Teungku Ilyas Leube dan Teungku Daud Bereu'eh. Hubungannya dengan Hasan Tiro hampir seperti anak.

Hasan Tiro selama DI sangat rapat dengan keluarga Mahmud, terutama dengan Amir Rashid (abangnya Malik, salah seorang Mentri GAM). Haji Mahmud (Ayah Malik Mahmud) sangat berjasa pada masyarakat Aceh di Singapore, dan juga bagi orang Melayu, dikenal sebagai Ayah Aceh. Ketika terjadi racial clash di Singapore, orang Melayu seluruh Geylang lari berlindung ke rumahnya. Orang" Aceh Kongsi, Permi, Permai (perusahaan2 besar Aceh di Malaya), banyak mendapat kontak awal di luar negeri melalui Haji Mahmud.

Malik Mahmud punya banyak sepupu di Indonesia. Raja Kopi Indonesia, almarhum Mustapha ("Van Mook"), adalah salah seorang sepupunya dari pihak ayah.

Saat pertemuan di Stavanger, Nur Djuli mengusulkan kepada Hasan Tiro untuk mengangkat Malik Mahmud menjadi Perdana Menteri dan Zaini Abdullah sebagai Menteri Luar Negeri Neugara Acheh. Kesepakatan itu tertuang dalam Deklarasi Stavanger pada hari minggu, 2 Juli 2002.

Setelah Wafat Muhammad Hasan Tiro, Atas Kesepakatan Sebagian Pihak Petinggi GAM Malik Mahmud Di Angkat Menjadi Pemangku Wali Nanggroe, Dan Tepat Hari Jumat, 2 November 2012, Malik Mahmud Menjadi Pemangku Wali Nanggroe Periode 2012-2019. Dan Sampai saat Ini Beliau Belum Berkeluarga (Belum Menikah).

Dalam Qanun Wali Nanggroe ini, wali nanggroe merupakan pemimpin adat. Di antara tugasnya adalah mengukuhkan parlemen Aceh dan kepala Pemerintahan Aceh secara adat, memberikan pandangan, arahan, dan nasehat kepada eksekutif dan legislatif.

Kabar ACEH

Partai Hanura Aceh Akan Rangkul Partai Aceh ( PA )

Partai Hanura Aceh Akan Rangkul Partai Aceh ( PA ) Untuk Berkoalisi Demi Membangun Aceh Yang Lebih Sejahtera Ke Depan

"Karena Hanura Aceh merupakan salah satu partai politik pendukung Partai Aceh pada Pilkada yang lalu. Maka dari itu, kamiakan bersanding dengan Partai Aceh untuk membangun Aceh secara bersama-sama menjadi lebih baik," ujar Syafruddin.

Foto : Ketua DPD Hanura Aceh Syafruddin Budiman

BANDA ACEH - Ketua DPD Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) Aceh, Syafruddin Budiman mengatakan, dirinya menargetkan Hanura Aceh masuk dalam 6 besar pemenang Pemilu, dari 15 partai politik peserta pesta demokrasi di Aceh yang akan berlangsung April 2014 mendatang. Partai Hanura yang merupakan pendukung Partai Aceh (PA) pada Pilkada sebelumnya, akan bersanding dengan PA untuk bersama-sama membangun Aceh.

"Kami tidak muluk-muluk, kami hanya menargetkan Hanura Aceh masuk 6 besar pemenang Pemilu nanti, Jika berhasil, itu saja sudah sangat Alhamdulillah," kata Syafruddin kepada acehonline.info belum lama ini.

Jika dipercayai masyarakat nantinya, Syafruddin menjelaskan, Para wakil Hanura di Parlemen akan mendukung setiap program Pemerintah Aceh untuk masyarakat.

"Jika dia (caleg) berbuat baik dan bisa menarik simpati masyarakat, maka rakyat tentu akan memilih putra terbaik di daerahnya sendiri," imbuhnya.

Dengan terpilihnya putra daerah di setap Dapil di Aceh, Syafruddin menambahkan, maka mereka (caleh Hanura daerah untuk DPRA) akan memperjuangkan aspirasi masyarakat, sesuai keinginan dan yang dibutuhkan masyarakat di wilayahnya.

"Karena Hanura adalah Hati Nurani Rakyat jadi harus mengetahui dan juga merasakan apa yang rakyat rasakan," imbuhnya.

Aceh Sekarang Di Pimpin Preman

Dr. Husaini Hasan (MP GAM) : Aceh Sekarang Di Pimpin Preman, Hukum Di Aceh Sudah Di Kuasai Oleh KPA/PA, Dan Wali Neugara Aceh Yang Sebenarnya Itu Bukan Malik Mahmud

* Wali Neugara Aceh Adalah Sebutan Aslinya, Bukan Wali Nanggroe, Kemudian Yang Sebenarnya Di Tunjuk Oleh Hasan Tiro Untuk Menggantikannya Adalah Tgk. Ilyas Leube Bukan Malik Mahmud

Jakarta - Mantan Menteri Pendidikan GAM/ ASNLF dan MP GAM Dr. Husaini Hasan Tampil di Acara Nama & Peristiwa TV One Tadi sore jam 16.00 WIB. Dr. Husaini Hasan mengungkapkan Bahwa Aceh sekarang itu sudah terkontaminasi oleh politik kekuasaan Kelompok dan hanya lingkungan sekitar mereka saja, jadi tidak ada persatuan seperti masa perjuangan GAM Dulu,

Juga beliau menyatakan Ada Beberapa Kasus Yang Sampai Detik Ini Belum Di Tangani Karena Pihak Penegak Hukum Di Aceh Takut Untuk Mengusutnya Yaitu :

1. Kasus Penembakan Tokoh Aceh ( Mantan Rektor IAIN Ar Raniry Safwan Idris, Mantan Rektor Unsyiah Dayan Dawood, Brigjen HT Johan, mantan Wagub Aceh, Dll)

2. Pemukulan Khatib Jumat Di Pidie dan Kasus lainnya

Ada beberapa solusi yang di sampaikan Dr. Husaini Hasan untuk mengatasi konflik internal KPA/PA/ ASNLF dan Kisruh Bendera dan Lambang Aceh :

1. Satukan Kembali Semua Tokoh GAM dulu, Jadi tidak ada lagi perbedaan yang muncul akibat ketidak adilan antara sesama Pejuang GAM, Yaitu Dengan Mengumpulkan Kembali Semua Tokoh dan Mantan Pejuang GAM Untuk Duduk bersama kembali demi menata Aceh yang lebih baik kedepan

2. Jangan Libatkan GAM Cantoi (Anak Muda) dan Tokoh Baru Di KPA / PA, Karena Mereka Generasi Muda dan Tidak Tahu Sejaran dan Bukan Pejuang GAM Dulu.

2. Bendera GAM itu tidak layak di jadikan Bendera Aceh Di Bawah NKRI, dan akibat yang di timbulkan dari penunjukan bendera tersebut melanggar Sumpah GAM Tahun 1976. Jadi sebaiknya Di Usulkan Bendera yang lain yang sesua dengan Aceh Sekarang, karena Di bawah NKRI.

Di akhir dialog di TV One, MP GAM Tersebut ingin Penyelesaian Masalah Di Aceh agar di selelesaikan segera dan tidak berlarut-larut, dan Hukum Di Aceh Harus lebih berani menindak yang salah tanpa ada intimidasi dan rekayasa hukum, karena Rakyat Aceh sudah lelah dengan konflik, Konflik Bersenjata, Politik, dan Ekonomi yang kian tidak menentu.

Kisah Husna, Bermula Dari Modal Jualan Pisang Goreng, Beralih Ke Bisnis Tas Impor Dengan Keuntungan Rp. 12 Juta/Per Bulan

* Selama di toko Bambi Bags Collection di Jalan T. Iskandar Nomor 53-54, Lambhuk., omzet penjualan kian meningkat. Tercatat, bulan pertama di toko, ia meraup laba bersih Rp6 juta. Keuntungan ini terus meningkat pada bulan-bulan setelahnya. Kini, keuntungan Husna mencapai Rp12 juta sebulan.

Banda Aceh - Lemari kaca yang berdiri di samping kanan dan kiri depan toko itu tak ubahnya seperti gerbang. Kedua lemari memuat tas wanita aneka warna dan model. Lampu mini warna kuning dan putih sebagai penerang dalam lemari menambah kesan glamor.

Sementara di dalam toko, ratusan tas juga terpajang rapi di rak kaca yang menempel di dinding. Bahkan, setiap gantungan di belakang toko terpajang tas aneka merek tenar seperti Gucci, Luis Vitton, Prada, dan Webe.

Pajangan berbagai model tas dengan warna-warna kontras ini terdapat di Bambi Bags Collection. Ini salah satu toko grosir tas impor dan lokal di Banda Aceh. Letaknya di Jalan T. Iskandar Nomor 53-54, Lambhuk.

Husna membuka usaha itu sejak 2010. Mulanya, Husna hanya penjual pisang goreng di Jalan Teungku Daud Beureueh, depan Prodia Banda Aceh. Usaha jualan tas digelutinya ketika ia pergi ke Jakarta bersama temannya pada Oktober 2010.

“Nah waktu di sana, kita jalan-jalan ke Tanah Abang. Di sanalah atas saran teman, saya memanfaatkan uang Rp3,5 juta belanja tas cewek untuk dijual kembali di Banda Aceh,” ujar Husna.

Modal Rp3,5 juta, waktu itu Husna membawa sekitar 50 buah tas berbagai model. Di benak Husna kala itu, ia ingin menjualnya untuk ibu rumah tangga, mahasiswi, dan remaja putri.

Tiba di Banda Aceh, sambil berjualan pisang goreng, Husna melego tasnya. Mulai dari keluarga dekat, teman, hingga pelanggan pisang goreng menjadi pembeli tasnya waktu itu.

Sebulan lebih, tas Husna ludes terjual. Dari sini ia melihat prospek berjualan tas cukup menjanjikan. Husna bertekad kembali mengumpulkan modal dari laba usaha pisang goreng.

Februari 2011, Husna kembali terbang ke Jakarta untuk berbelanja tas. Kali ini, jumlah tas yang ia beli mencapai ratusan. Ia pun memanfaatkan rumah kosnya sebagai tempat menjual tas. “Waktu itu, setiap ibu-ibu langganan pisang goreng, saya ajak ke rumah untuk melihat-lihat tas yang saya bawa pulang. Hampir semua mereka membeli tas waktu itu,” ujar ibu dua anak ini sambil tersenyum.

Pada 1 Januari 2013 ia menyewa toko di Lambhuk yang kemudian diberi nama Bambi Bags Collection. Di sini ia tak lagi menjual tas secara eceran, tetapi dalam jumlah banyak.

Selama di toko, omzet penjualan kian meningkat. Tercatat, bulan pertama di toko, ia meraup laba bersih Rp6 juta. Keuntungan ini terus meningkat pada bulan-bulan setelahnya. Kini, keuntungan Husna mencapai Rp12 juta sebulan.

Menurut Husna, keuntungan yang didapat karena tas yang dijualnya berkualitas, baik lokal maupun impor. Dari semua tas itu, Husna mengaku tidak mengambil untung banyak. Untuk tas merek lokal, harganya kisaran Rp90 ribu hingga Rp120 ribu, sedangkan merek impor dijualnya antara Rp300 ribu hingga Rp650 ribu.

Keberhasilannya dalam bisnis, kata Husna, pelajaran dari beban hidup yang pernah ia tanggung sebelumnya. “Itu makanya, saya terus berusaha apa pun cobaannya. Yang jelas dalam berbisnis, saya lebih memilih mengejar omzet keseluruhan daripada mengejar untung per satuan,” ujar Husna

Dinas Peternakan Pidie : Harga Daging Meugang Puasa Tahun Ini Rp. 120.000,- / Kg atau Rp. 130.000,- / Kg

* Menurut drh. Ernida, harga daging meugang tidak bisa ditekan lagi, karena hewan yang disembelih tersebut adalah ternak lokal. Harga kerbau per ekor Rp7 juta-Rp10 juta yang beratnya rata-rata 100 kilogram dan sapi Rp5 juta-Rp8 juta dengan berat sekitar 80 kilogram.

Foto : Suasana Meugang Tahun 2012

Pidie - “Persedian ternak sapi dan kerbau untuk daging meugang yang akan datang mencapai 1.343 ekor siap dipotong,” kata Kepala Bidang Kesehatan Hewan Dinas Pertanian dan Perternakan Pidie, drh. Ernida, Jumat, 14 Juni 2013.

Ernida menyebutkan, dari 1.343 ternak itu, 381 sapi dan 962 kerbau. Kata dia, permintaan ternak terbanyak untuk daging meugang tahun lalu di Kecamatan Kota Sigli, Mutiara, Indrajaya, Sakti dan Grong-Grong.

“Perkiraan kita harga daging meugang kali ini tidak akan jauh beda dengan meugang sebelumnya, Rp120 ribu hingga Rp130 ribu per kilogram,” ujarnya.

Selain sapi dan kerbau, kata Ernida, untuk daging meugang juga tersedia kambing dan domba siap potong sebanyak 936 ekor dengan harga daging sekitar Rp.80 ribu per kilogram. Sedangkan persedian unggas mencapai 22.360 ekor dengan perkiraan harga Rp38 ribu per kilogram.

Jumat, 14 Juni 2013

Kerjasama Gerindra dan Partai Aceh

Gerindra Aceh : Kerjasama Gerindra dan Partai Aceh Diawali Semangat Mengusung Prabowo Subianto Sebagai Capres RI 2014 Nanti

“Gerindra membidik semua provinsi, termasuk Aceh untuk memperoleh suara terbanyak pada pemilu mendatang,” ujar Khalid dalam sambutannya pada acara pengukuhkan pengurus DPC Partai Gerindra Lhokseumawe, di Hotel Lido Graha, Lhokseumawe, Kamis, 13 Juni 2013.

Lhokseumawe - KETUA Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Gerindra Aceh, T.A Khalid menyatakan proses afiliasi Gerindra dengan Partai Aceh diawali semangat mengusung Prabowo Subianto sebagai calon Presiden RI.

Khalid menyebutkan, Gerindra memilih PA sebagai partner dalam pemilu dilakukan dengan banyak pertimbangan. Selain tawaran mengusulkan kader PA maju sebagai calon anggota DPR RI lewat Gerindra, kata dia, juga karena PA menguasai basis massa di Aceh. “Itu terbukti dengan perolehan suara dalam jumlah besar pada Pemilu 2009. Jadi, PA adalah Gerindra, Geridra adalah PA,” katanya.

Ia menyatakan partai yang dipimpinnya untuk tingkat Provinsi Aceh berbeda dengan partai nasional lainnya. “SK pengurus yang dikukuhkan hari ini, hana meujan mate (tidak dipastikan sampai kapan berlaku), mungkin saja besok pagi sudah tidak berlaku lagi. Pergantian bisa dilakukan kapan saja, namun tentu ada proses dari DPC, DPD sampai DPP,” kata Khalid.

Acara pengukuhan DPC Partai Gerindra Lhokseumawe dimeriahkan atraksi sulap dan tarian Seudati Inoeng dari grup seni Geunta Seuramoe. Pengurus yang dikukuhkan, Riswan Isnu (ketua), Abubakar (sekretaris), Hj Siti Nurliah (bendahara) dan sejumlah pengurus lainnya.

Sebelum DPC Lhokseumawe, TA Khalid mengukuhkan pengurus DPC Partai Gerindra Aceh Utara, yaitu T Moni Alwi (ketua) dan Abdul Halim (sekretaris)

Dana Otsus Berlimpah Aceh Tempati Provinsi Termiskin Ke Lima Di Indonesia

Data BPS : Dana Otsus Berlimpah ( 27 Trilyun Selama 5 Tahun Yang Lalu), Aceh Tempati Provinsi Termiskin Ke Lima Di Indonesia

* Padahal menurut Armiadi, Aceh tergolong sebagai provinsi paling banyak menerima bantuan, baik DAU, DAK, Otsus, dana bagi hasil migas, dana tambahan bagi hasil migas, dana rehab-rekon, bantuan luar negeri (multidonor fund), dan dana reintegrasi.

Inilah Peringkat 5 Besar Provinsi Termiskin Di Indonesia :

1. Papua, (976,4 ribu jiwa/30,66%),
2. Papua Barat (223,2 ribu jiwa/27,04%),
3. Maluku (338,9 ribu jiwa/20,76 %)
4. NTT (1 juta jiwa/ 20,41 %.
5. Aceh (876,6 ribu jiwa/18,58 %).

Banda Aceh - Armiadi Musa mengulas kemiskinan di Aceh. data Badan Pusat Statistik (BPS), pada tahun 2012 berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Aceh menempati peringkat ke lima sebagai Provinsi termiskin di Indonesia. Aceh berada di bawah Papua, (976,4 ribu jiwa/30,66%), Papua Barat (223,2 ribu jiwa/27,04%), Maluku (338,9 ribu jiwa/20,76 %) dan NTT (1 juta jiwa/ 20,41 %. Sementara Aceh sebanyak (876,6 ribu jiwa/18,58 %).

Selama ini banyak juga program kemiskinan di Aceh tapi jarang berhasil. Baitul Mal menawarkan solusi alternatif lain, yaitu zakat. Zakat bisa mengentaskan kemiskinan agar distribusi harta itu adil. “Jadi, kalau mau mengentaskan kemiskinan di Aceh, sebenarnya kita tidak perlu harus meminjam ke luar negeri, cukup dengan mengelola potensi zakat secara maksimal”, tegas Dosen Fakultas Syariah IAIN Ar-Raniry ini.

Namun, selama ini menurut Armiadi realisasi penggalian potensi zakat, infak, dan sedekah masih sangat minim disebabkan lemahnya regulasi zakat di Aceh. Menurutnya, banyak perusahaan yang tidak bayar zakat. Banyak juga yang tidak menyalurkan zakat ke Baitul Maal Aceh sehingga pengelolaan potensi zakat di Aceh selama ini menjadi tidak maksimal.

Di sisi lain, ia mengatakan, banyak orang kaya di Aceh yang tidak mau membayar zakat dengan alasan masih khilafiyah. Mereka berlindung pada pendapat yang menyatakan harta mereka tidak wajib dizakati, padahal mereka orang kaya.

“Kalau kita ingin mengentaskan kemiskinan di Aceh, pemerintah harus memperkuat regulasi zakat di Aceh, jika regulasi kuat, kita hanya butuh waktu dua tahun saja untuk mengentaskan kemiskinan di Aceh,” ujarnya

Kisah Abuwa Min, Pahlawan Adipura (Penghargaan Kebersihan) Kota Banda Aceh

Kisah Abuwa Min, Pahlawan Adipura (Penghargaan Kebersihan) Kota Banda Aceh

* Abuwa Min mengatakan, yang paling tidak menghargai kebersihan di kota ini adalah para pengguna jalan. Seenaknya, kata dia, mereka membuang sampah sembarangan.

Banda Aceh - Lalu-lalang kendaraan di Jalan Sudirman, Kecamatan Banda Raya, Banda Aceh, tak menganggu lelaki tua itu, Rabu sore, 12 Juni 2013.

Sebatang rokok daun nipah disulutnya. Matanya menerawang jauh, seperti menembus seliweran kendaraan bermotor yang dengan deru suaranya saja terasa memusingkan kepala. Tapi pria itu duduk santai seperti tak peduli.

“Ada perlu apa?” tanyanya saat ATJEHPOSTcom mengajaknya bicara.

Namun saat disinggung soal Piala Adipura yang baru saja diraih Banda Aceh untuk keenam kalinya, pria tua ini terkekeh.

“Orang mana tahu Adipura itu diperoleh bagaimana. Yang orang tahu kan, kota mereka bersih, layak dapat Adipura,” ujarnya sembari sambil menyeka dahi setelah membuka topi warna coklat yang lusuh.

Namanya M Amin, warga Ulee Kareng, Banda Aceh, yang telah lama bekerja menjadi penyapu jalan. “Banyak yang panggil saya Mat Amin. Tapi sering juga dipanggil Abuwa Min,” ujarnya sambil terkekeh lagi.

Saat ditanya tahun lahirnya, ia menggeleng sembari berujar, “Umu lon paleng na 60 thon. Kureueng na, leubeh tan. Bek ka tanyong thon lahee, hana teucatat. Nyang na lon ka lhee droe cuco, aneuk limong (Umur saya 60 tahun. Jangan tanya tahun lahir, tidak tercatat. Yang jelas, saya sudah punya tiga cucu, anak lima).”

Dua tahun terakhir ini, ia berkutat di sepanjang jalan lingkup Kecamatan Banda Raya. Selama bekerja, ia menerima gaji sebagaimana mestinya. Walaupun jika dihitung-hitung, menurutnya, serba tak cukup. Tapi setidaknya bisa mengepulkan asap dapur keluarga.

Saat Banda Aceh menjuarai Adipura, ia pernah dua kali mendapat bonus Rp1 juta dan Rp1,5 juta. Untuk yang satu ini, menurutnya, walau Banda Aceh telah mendapat gelar Adipura keenam kali, bonus diterimanya secara bergiliran. “Kalau setiap juara uangnya dibagi semua, mana cukup.”

"Kamu tahu, yang tak habis pikir lagi, orang yang bawa mobil. Buka kaca, buang tisu, botol minuman seenaknya saja. Pernah juga saya dapati ibu-ibu naik mobil mewah, buka kaca mobil, buang sue jagong di jalan. Itu saya ingat sekali. Dia buang tepat di depan saya selagi menyapu di jalan ini.

Syariat Islam Di Aceh Beri Kami Kenyamanan dan Ketenangan

Pembina Masyarakat (Pembimas) Katolik, Baron Ferison Pandiangan : Syariat Islam Di Aceh Beri Kami Kenyamanan dan Ketenangan, Terimakasih Aceh

* Bahkan dengan pemberlakuan Syariat Islam di Aceh, semakin menjamin warga non muslim dalam beribadah. Menurutnya toleransi beragama di Aceh sudah terawat dengan baik. Ungkap Baron Ferison

BANDA ACEH - Pembina Masyarakat (Pembimas) Katolik, Baron Ferison Pandiangan menyebut pemberlakuan Syariat Islam di Aceh telah memberi kenyamanan pada pemeluk agama lain.

Hal itu dikatakan Baron dalam acara silaturrahmi wartawan dengan jajaran Kanwil Kemenag Aceh, di Aula Kakanwil Kemenag. Di hadapan para wartawan Baron menegaskan, dirinya menyatakan tidak merasa terusik sedikit pun dalam melaksanakan ibadah di Aceh.

Sebelumnya Kakanwil kemenag Aceh, Ibnu Sakdan melalui Kasubbag hukum dan kerukunan umat beragama, Juniazi mengatakan, kerukunan umat beragama di Aceh tetap terjaga dengan baik.

Hanya saja Juniazi mengatakan, kadang kala ada kelompok tertentu yang mencari cari kelemahan Syariat Islam dijadikan bahan untuk pelemahan. Padahal pelaksanaan syariat Islam tidak ada sedikitpun mengusik hak umat agama non muslim untuk beribadah.