Kamis, 29 Agustus 2013

Sekelumit Kisah Kesejahteraan Eks GAM Yang Terjajah Dan Tidak Diakui Oleh Pemerintah Daerahnya Saat Ini

Foto : Latihan Militer GAM Saat Masa Konflik Di Aceh Silam

Aceh Utara – Konflik bersenjata melawan desentralisasi, kesewenang-wenangan dan ketidak adilan Pemerintah Indonesia di Aceh berkobar setelah Hasal Tiro mendeklarasikan Aceh Merdeka 4 Desember tahun 1976.

15 Agustus 2005 RI dan GAM kembali berdamai meskipun tidak mendapat apa-apa termasuk keadilan bagi korban pelanggaran HAM. Senjata GAM dipotong AMM dan TNI ditarik dari Aceh, GAM pun kembali menjadi sipil biasa.

Delapan tahun pasca perang melawan ketidak adilan mantan kombatan menguasai parlemen dan Pemerintah Aceh. Sementara eks kombantan GAM dikampung-kampung terus termarginalkan dari kesejahteraan dan pembangunan.

Meskipun perut kosong mereka sangat focus dengan perjuangan untuk mendapatkan kemerdekaan setelah diberdaya tetap sabar menanti kemenangan. Rata-rata mantan kombatan GAM yang menjadi sipil biasa dipedalaman Sawang dan Nisam sebagai daerah hitam saat perjuangan, mereka umumnya terabaikan dari kesejahteraan.

Mereka tetap saja duduk diwarung kopi untuk berdebat dari perjuangan bersenjata hingga perang urat saraf,dan membahas misi untuk pencitraan partai yang ditemani oleh kopi pancung dan rokok mengutang.

Sementara pekerjaan tidak begitu jelas, apapun dilakoni “asal halal”, beberapa orang di Kecamatan Nisam kegiatannya hanya mengupah dan menjadi buruh di lahan pertanian orang lain dan tinggal dirumah tidak layak huni. Disamping fisik mantan pejuang ini pun tidak bisa bekerja keras akibat bahu dan tangan yang ditembus peluru.

Sulaiman bin Tgk Budiman (Tgk Selangke) (38) salah satu diantara sekian banyak GAM yang masih “terjajah” ekonominya. Dia adalah mantan GAM berasal dari Gampoeng Menasah Alue Kecamatan Nisam, Aceh Utara.

Sulaiman, memiliki seorang istri yang dikarunia 4 orang anak. Dia bergabung dalam Gerakan Aceh Merdeka (GAM) pada tahun 2002 dalam kelompok pasukan Cicem Ujeun-Ujeun yang di komandoi oleh Alm Ma’andah. Dia juga aktif sebagai intelijent GAM disaat para pasukan TNI masuk ke Gampong-gampong untuk melakukan pengepungan sarang awak ateuh (GAM).

Saat perang dihutan-hutan dia sering berpindah-pindah, dan sempat kehilangan dari pasukan atau pimpinannya akibat diserang hingga lari berlawanan arah. Dia pernah juga bergabung dengan pasukan Pirangha, Pasukan Rawon dan Pasukan Ulee Jama’ah yang beranggota 5 orang.

Pada saat 4 Kompi ini bergabung, mereka di kepung oleh pasukan TNI 112 di Teupin Reusep Kecamatan Sawang, Aceh Utara, pada Maret 2004, dia tertembak di pergelangan tangan sebelah kanan dan juga bahu sebelah kiri. Dalam keadian itu 8 kawannya meninggal, mereka adalah Tgk Bidin, Apa Oei, Cot-cot (Ramli), Siloen , Belot Dua, Mentri Hasan dan 2 orang lainnya.

Satu minggu kemudian pergelangan tangan dan bahun kiri nya yang tertembak mulai membusuk, ia sakit-sakitan hingga tiga bulan, tubuhnya sangat lemas akhirnya tangkap TNI 112.

Bersama TNI 112 dia disiksa dan diobati, tidak lama kemudian 15 Agustus 2005 perdamaian pun tiba, dia kembali ke keluarganya dengan fisik yang tidak sempurna lagi.

Setelah pengalaman pahit dialami saat perang, Sulaiman (38) alias Tgk Seulangke, meskipun semasa konflik dia sering bergabung dalam 3 kelompok pasukan GAM, baik pasukan Ticem Ujeun-ujeun, Pirangha, dan Pasukan Rawon, namun sekarang dia tidak diakui sebagai GAM.

“sekarang saya tidak di akui sebagai eks kombatan walaupun badan dan tangan saya cacat karena kena peluru pasukan TNI” Kata mantan kombatan GAM itu di kediamannya, Kamis, 29 Agustus 2013.

“ untuk bertahan hidup saya dan keluarga sehari-hari, saya bekerja sebagai pengumpul barang bekas (pileh Broek-Broek) dengan penghasilan yang sangat kurang dan tergantung barang bekas yang berhasil di kumpul untuk di jual ke toke (agen broek-broek) barang bekas” Curhat pasukan perjuangan ini.

Dia juga mempunyai satu orang istri dan 4 anak, anak yang pertama berumur 14 Tahun dan dia putus sekolah akibat biaya, anak yang ke 2 berumur 10 tahun kelas 3 SD, dan yang ke 3 berumur 8 Tahun sedang menempuh pendidikan kelas 2 SD, dan yang keempat baru berumur 1 tahun digendong oleh ibunya.

Sumber : acehbaru.com |

Emas Naik Menjadi Rp 1.717.525 per mayam, Warga Ramai Jual Emas

BANDA ACEH - Harga emas sejak sepekan terakhir mengalami kenaikan cukup tajam. Kamis (29/8) kemarin, harga emas di pasaran Banda Aceh dilaporkan sudah mencapai Rp 515.000 pergram, atau Rp 1.717.525 per mayam.

Dampaknya, tren pasar juga ikut berubah. Jika sebelumnya (ketika harga emas jatuh) banyak warga Banda Aceh yang melakukan aksi borong emas, sekarang justeru kebalikannya. Warga ramai-ramai menjual emas ke pasar.

“Akibat harga emas yang terus naik, masyarakat banyak yang menjual emas. Apabila pada masa harga emas turun, tren membeli emas meningkat, sekarang justeru tren penjualan emas oleh masyarakat yang meningkat,” kata pemilik toko emas di Jalan Tgk Chik Pante Kulu, Pasar Aceh, Banda Aceh, Jal kepada Serambi, kemarin.

Daya beli masyarakat Banda Aceh saat ini diakuinya menurun drastis. Kalau dipersentasekan, masyarakat yang menjual emas mencapai 90 persen, dan hanya 10 persen yang melakukan pembelian emas.

“Peningkatan penjualan emas ini sangat gencar terjadi dalam minggu ini. Sehari bisa kita bisa menerima 500 gram emas masyarakat,” sebut Jal.

Hal yang sama juga disampaikan pedagang emas lainnya di kawasan yang sama, Adli. Dia mengaku sangat jarang melayani warga yang menjual emas, namun dalam minggu ini ia mengaku banyak meladeni penjualan emas oleh masyarakat.

“Untuk pembelian dalam minggu ini sangat minim, hanya dua atau tiga orang yang membelinya untuk investasi, itupun orang-orang tertentu. Tapi kebanyakan masyarakat kita sedang tidak punya banyak uang, jadi salah satu caranya menjual emas untuk memenuhi kebutuhan hidup,” ujar Adli.

Realisasi Anggaran APBA Aceh 2013 Masih 30 %, Wagub Mualem Cek Langsung Proyek 2013 Di Sejumlah Daerah

Foto : Wagub Mualem dan Kepala P2K saat meninjau proyek APBA di Pidie

Pidie - Wakil Gubernur Aceh Muzakir Manaf mulai hari ini akan melakukan kunjungan kerja ke sejumlah daerah di Aceh. Kunjungan tersebut dalam rangka melihat langsung kondisi realisasi kegiatan APBA 2013, Kamis 29 Agustus 2013.

Turut serta bersama Wagub Mualem, Kepala Dinas Kesehatan dan Ketua P2K Taqwallah, Kepala Bappeda Abubakar A Karim, Kepala Dinas Cipta Karya, Bina Marga dan sejumlah instansi terkait serta rombongan lainnya.

Pantauan ATJEHPOSTcom sejak pukul 07.00 WIB pagi tadi di kediaman Wagub Mualem, sejumlah pejabat dari instansi terkait mulai berdatangan. Sedangkan pada sisi lain staf Pemerintah Aceh terlihat sibuk mempersiapkan kendaraan yang akan dipakai oleh rombongan.

Masing-masing mobil yang digunakan diberikan tanda atau nomor urutan sesuai dengan fungsi masing-masing.

Kunjungan hari ini dimulai dari Kota Banda Aceh menuju Kabupaten Pidie. Menurut data jadwal kunjungan, di kabupaten itu Wagub Mualem akan melihat kondisi proyek pembangunan Rumah Sakit Umum Pidie. Proyek tersebut dikelola oleh Dinas Cipta Karya dan Dinas Kesehatan.

Dari Pidie kemudian rombongan Wagub menuju Pidie Jaya untuk melihat proyek APBA 2013, Pembuatan kapal 40 GT Jangka Buya dan pembangunan SMU Unggul Pidie Jaya. Masing-masing proyek dikelola oleh Dinas Kelautan dan Perikanan, Dinas Pendidikan dan Cipta Karya dan Dinas.

Setelah dari Pijay, perjalanan dilanjutkan menuju Kabupaten Bireun. Proyek pembangunan pelabuhan rakyat Kuala Raja di bawah Dinas Perhubungan ditargetkan menjadi tempat persinggahan rombongan.

Memasuki wilayah Pase sebagai tempat akhir lawatan hari pertama, Wagub Mualem akan melihat langsung dua paket pekerjaan yang dikelola oleh Dinas Pertanian, Pendidikan dan Cipta Karya. Kedua paket tersebut antara lain, proyek pembangunan saluran usaha tani Cot Trieng dan Pembangunan SLB Lhokseumawe

Wagub Aceh Marah Besar Karena Sejumlah Proyek Otsus di Pidie Lamban, Namun Saat Di Tanyai Nasib Bendera Aceh " No Comment ! "

* Sementara itu, ditanya hasil akhir terkait bendera Aceh, Wagub Aceh Mualem dengan suara lantang langsung menjawab, " no comment". Malah sempat dua kali mengucapkan no comment dengan nada keras. ujar Muzakkir Manaf menjawab Serambinews.com saat mengunjungi RSUD Sigli, Pidie, Kamis (29/8/2013).

SIGLI - Wakil Gubernur Aceh, Muzakkir Manaf menilai proyek pembangunan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sigli terkesan lamban dikerjakan. Rekanan diharap mempercepat kerja dan sesuai kualitasnya.

"Harusnya bangunan di sana sudah masuk tahap cor, tapi yang kita lihat baru pasang bata. Kita minta rekanan bisa mempercepat kerja. Tapi tidak asal-asalan," ujar Muzakkir Manaf

Kunjungan Muzakir Manaf di Pidie cuma setengah jam, tiba sekira pukul 11.15 WIB dan bertolak ke Pidie Jaya pukul 11.45 WIB, Kamis (29/8/2013).

Nota Dinas Direktur RSUD Sigli, Erlina AMd Keb kepada Serambinews.com mengatakan ada delapan item proyek didanai otsus tahun 2013 di rumah sakit itu. Tiap proyek berkisar sekira Rp 400 hingga Rp 500 juta per proyek

Rabu, 28 Agustus 2013

Jumat 30 Agustus 2013 nanti, Pembahasan Kewenangan Aceh Dan Status Bendera Aceh Dilanjutkan Lagi Di Jakarta

"Kami (pemerintah dan pihak Aceh) sudah sepakat, pertemuan pertama nanti diselenggarakan 30 Agustus nanti. Materinya masih umum saja," ujar Mendagri Gamawan Fauzi

JAKARTA - Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) memastikan, pembahasan wewenang pemerintah Aceh dan Qanun Nomor 3 Tahun 2013 tentang Lambang dan Bendera Aceh akan dimulai lagi Jumat (30/8) mendatang di Jakarta. Pembahasan masih hanya akan bersifat umum.

Dia mengatakan, pihaknya telah menunjuk lima orang dari pemerintah sebagai anggota tim yang akan membahas persoalan itu. Di sisi lain, katanya, pihak Aceh juga diminta menunjuk lima orang. "Mereka sudah tunjuk lima orang juga. Tapi kami belum tahu siapa saja. Yang pasti dari pemerintah provinsi dan DPR Aceh," lanjut Gamawan.

Sebelumnya, Direktur Jenderal Otonomi Daerah Kemendagri Djohermansyah Djohan mengatakan, pemerintah telah menyusun jadwal pembahasan tentang rancangan peraturan pemerintah (RPP), rancangan peraturan presiden (Rperpres) dan Qanun Lambang dan Bendera Aceh.

Disampaikannya, pembahasan polemik bendera dan kewenangan Aceh ditargetkan dapat selesai sebelum 15 Oktober mendatang. "Harapannya sih, sebelum Oktober sudah selesai semua," lanjut Djohermansyah.

PKA-6 Di Banda Aceh Akan Dibuka Presiden SBY Pada 20 September 2013

Pekan Kebudayaan Aceh (PKA) 6 dijadwalkan akan dibuka Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Jumat (20/9) petang di Taman Ratu Shafiatuddin, Banda Aceh.

BANDA ACEH - Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh, Adami Umar dalam rapat teknis pembukaan PKA-6, Selasa (27/8) kemarin membahas secara detail kegiatan pembukaan, mulai penyambutan tamu hingga ke pertunjukan budaya.

Dalam pertemuan yang dihadiri Kepala Kesbang Linmas Aceh, M Nasir Zalba SE, Ketua PHRI Aceh, Teuku Bachrumsyah, Kadisbudpar Aceh Adami Umar menjelaskan selain menyangkut atraksi budaya dan kehadiran trio gajah Aceh dari Saree, Aceh Besar, juga membahas menyangkut kehadiran sejumlah duta besar dari negara sahabat.

Pada saat pembukaan, setelah pembacaaan ayat-ayat Quran, juga dikumandangkan shalawat badar, penyerahan kembali piala juara PKA-5 ke Gubernur Aceh Zaini Abdullah, dan aneka pertunjukan kreasi dan seni budaya Aceh.

Sementara itu, di tempat terpisah, ketua bidang publikasi, dokumentasi, dan promosi PKA-6, Iskandar bersama Kadis Budpar Adami Umar dan Kepala Biro Humas Pemda Aceh, Nurdin F Jos, membahas tentang kesiapan publikasi dan promosi acara budaya lima tahunan tersebut.

Iskandar yang juga Kepala Badan Investasi dan Penanaman Modal (Baimprom) Aceh menyebutkan masalah promosi PKA harus sesegera mungkin dilakukan. Pihaknya akan segera menyiapkan baliho, spanduk, striker, dan juga melakukan jumpa pers dengan wartawan. “Kita berharap semua pihak mendukung acara lima tahunan ini,” ujar Karo Humas Pemerintah Aceh, Nurdin F Jos.

Mualem Hadiri Pelantikan Praja IPDN (Sebelumnya STPDN) Se - Indonesia Di Jatinangor, Bandung

Foto : Foto : Wakil Gubernur Aceh Muzakir Manaf di acara IPDN, Rabu 28 Agustus 2013

Bandung - Wakil Gubernur Aceh Muzakir Manaf atau Mualem menyempatkan diri bertemu langsung dengan calon purna muda Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) asal pendaftaran Aceh, Rabu 28 Agustus 2013, di kampus IPDN Jatinangor, Bandung.

Mualem juga menyempatkan diri bersilaturahmi dengan orang tua dan wali peserta pendidikan IPDN asal Aceh.

Ia mengimbau para calon pamong praja muda yang akan lulus dan yang masih menempuh pendidikan agar mengedepankan disiplin, kecakapan, kesetiaan, serta dedikasi tinggi dalam mengambil peran tugas di lingkungan unit kerja nantinya.

"Suatu saat saudara-saudara akan bekerja di daerah masing-masing. Bekerjalah dengan baik," pesan Mualem.

Diberitakan sebelumnya, Wakil Gubernur Aceh Muzakir Manaf atau Mualem menghadiri upacara pengukuhan pamong praja muda Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) di Jatinangor, Bandung, Jawa Barat, Rabu 28 Agustus 2013.

Upacara yang dimulai pukul 09.00 wib itu dihadiri Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono yang bertindak sebagai inspektur upacara. Sementara Bupati Simeulue Riswan dipercayakan sebagai komandan upacara Pelantikan IPDN Se - Indonesia.

Dari data yang diperoleh, praja IPDN asal Aceh pada angkatan ke-20 berjumlah 72 orang

Waka POLRI Menganggap Serius Ancaman ASNLF/Aceh Merdeka Yang Akan Merekrut Anggota Baru GAM

* Selain persoalan keamanan, Aceh juga masih rawan dengan belum matinya ide separatisme di beberapa kalangan terutama mantan kombatan. Menurut pengakuan salah seorang mantan kombatan di wilayah Wak Leeng, Kabupaten Aceh Tamiang, bahwa 2 tokoh GAM dari Swedia akan berkunjung ke Aceh untuk melakukan konsolidasi dan perekrutan anggota. Ungkap Inspektur Jenderal Suparni Parto

Foto : Inspektur Jenderal Suparni Parto

Jakarta - Kepala Badan Intelijen dan Keamanan (Kabaintelkam) Polri yang baru dilantik pada 16 April 2013, Inspektur Jenderal Suparni Parto akan memfokuskan kerjanya pada pelaksanaan Pemilihan Umum 2014. Suparni mengatakan akan melakukan deteksi dini kerawanan yang ada di sejumlah daerah, antara lain di Aceh.

Sebelumnya, pada Juni 2013, sebuah kelompok yang mengklaim akan memperjuangkan kemerdekaan Aceh telah mengeluarkan siaran pers yang ditandatangani Abu Sumatera, salah seorang jubir kelompok tersebut, berisi keprihatinan terhadap kondisi politik, ekonomi dan sosial di Aceh. Kelompok ini menilai kesenjangan politik, ekonomi dan sosial terjadi akibat adanya kebijakan dan sistem dari Pemerintah Indonesia yang merupakan negara penjajah bangsa Aceh. Hal ini tidak terlepas dari upaya segelintir elite politik Aceh yang masih mau bekerja sama dengan Pemerintah Indonesia.

Oleh karena itu, kelompok ini meminta seluruh komponen bangsa Aceh untuk menyatukan visi dan misi dalam memperjuangkan hak penentuan nasib sendiri dengan cara yang sesuai norma dan hukum internasional. Kelompok ini bahkan telah membuka perwakilan di Kab. Aceh Tamiang. Tegas Inspektur Jenderal Suparni Parto

Selasa, 27 Agustus 2013

Anggota DPRA Sesalkan Pengoroyokan Kadis Syariat Islam Langsa

Anggota DPRA Sesalkan Pengoroyokan Kadis Syariat Islam Langsa Karena Ada Sebagian Masyarakat Yang Tidak Suka Di Tegakkannya Syariat Islam

Foto : Ilustrasi Pengeroyokan

Banda Aceh – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) Tgk Makhyaruddin Yusuf menyesalkan aksi pengeroyokan terhadap Kepala dinas Syari’at Islam Kota Langsa Ibrahim Latif dan anggotanya saat membubarkan pesta keyboard di Gampong Karang Anyar, Kecamatan Langsa Baro, Kota Langsa, Minggu (25/8/2013) malam lalu.

“Kepala Dinas Syariat Islam dan Personel WH dikeroyok dan dipukuli saat menjalankan tugasnya menegakkan Syari’at Islam di Kota Langsa. Ini sudah kelewatan, seharusnya semua pihak menghormati tugas-tugas dari Dinas Syariat Islam dan WH,” sebut anggota Komisi E DPR Aceh tersebut, Selasa (27/8/2013) via siaran persnya.

Tgk Makhyaruddin Yusuf mengatakan apa yang menimpa Kepala Dinas Syariat Islam dan WH merupakan bentuk pelecehan terhadap pelaksanaan Syariat Islam di Kota Langsa. Ia berharap ada tindakan tegas terhadap para pelaku sehingga menjadi peringatan bagi pihak lain untuk tidak mengulangi aksi-aksi premanisme terhadap petugas.

“Ini kan sudah berulang kali terjadi di Kota Langsa, sebelumnya kita juga masih ingat ada kasus pelemparan botol minuman keras terhadap petugas saat melakukan patroli rutin,” lanjut Politisi PKS asal Dapil Langsa, Aceh Tamiang dan Aceh Timur ini.

Makhyaruddin menambahkan, pihaknya mendukung penuh komitmen Walikota Langsa untuk menegakkan syariat Islam di daerah tersebut. Ia juga mengapresiasi keberanian dari dinas Syariat Islam dan WH kota Langsa dalam menegakkan Syariat Islam. Menurutnya, saat ini Kota Langsa merupakan salah satu daerah yang paling serius menegakkan Syariat Islam di Provinsi Aceh.

“Semoga kasus ini tidak menyurutkan langkah Dinas Syariat Islam dan WH langsa dalam melakukan tugasnya,” lanjutnya lagi.

Selain itu, Makhyaruddin juga berharap kepada Dinas syariat Islam dan WH dalam menjalankan tugasnya untuk selalu berkoordinasi dengan pihak keamanan. ”Perlu ada koordinasi dengan pihak kemanan, supaya peristiwa seperti ini tidak terulang lagi,” pungkasnya

Bupati Aceh Timur Ancam ‘Karantina’ PNS Nakal di Makodim

PNS Di Aceh Timur Banyak Yang Bolos Kerja, Bupati Aceh Timur (Rocky) Ancam ‘Karantina’ PNS Nakal di Makodim

Foto : Ilustrasi PNS Yang Kena Razia Satpol PP Di Warkop

Aceh Timur – Bupati Aceh Timur Hasballah M Thaib atau yang akrab disapa Rocky mengancam akan ‘mengkarantinakan’ PNS yang tidak disiplin atau PNS nakal di Markas Komando Distrik Militer (Makodim) 0104 Aceh Timur di Langsa.

Terobosan tersebut dilakukan guna melatih dan menanam kedisplinan para PNS nakal di 24 kecamatan atau pun di sejumlah SKPK di Pemkab Aceh Timur, termasuk di Sekretariat Daerah Kabupaten (Setdakab) setempat.

“Gagasan ini akan kita lakukan jika jajaran PNS tidak terjadi perubahan dalam bekerja. Jadi, Pak Dandim Aceh Timur (Letkol Inf Mujahidin) menyediakan tempat di Makodim untuk melatih kedisiplinan PNS Aceh Timur yang tidak mampu lagi dibina oleh BKPP,” kata Bupati Hasballah M Thaib, ketika menyampaikan sambutan Rapat Koordinasi Unsur Muspika se- Kabupaten Aceh Timur di Aula Serbaguna Idi, Selasa (27/8/2013).

Ia menambahkan, hal tersebut akan dilakukan setelah badan pengawas melakukan evaluasi yang telah dimulai sejak Juli lalu, baik terhadap PNS di SKPK ataupun di kecamatan-kecamatan.

Petani Pidie Panen 30 Ton Bawang Merah

"Hasil panen ini diperoleh atas bantuan modal usaha dari Kementerian Pertanian sebanyak seratus juta," kata Ketua Kelompok Tani Nurul Huda Muhammad Saman

SIGLI - Kelompok Tani Darul Huda yang beranggotakan 25 orang asal Kecamatan Simpang Tiga Kabupaten Pidie, berhasil memanen 30 Ton Bawang dari garapan dua hektare lahan mereka. Hasil panen tersebut diharapkan dapat memenuhi kebutuhan pasar lokal di wilayah Pidie.

Bantuan modal bantuan usaha tersebut, kata Saman, dipergunakan kelompok tani binaannya mulai dari pengadaan bibit, pengolahan lahan, pupuk, hingga pemerilaharaan tanaman bawang yang mereka garap.

"Setiap satu hektare menghabiskan bibit sebanyak 1 ton, dengan total biaya sebesar 50 juta untuk keseluruhannya yang digunakan hingga masa panen," jelas Saman.

"Apa yang telah kami lakukan setidaknya dapat memicu petani lainnya di Pidie, dimana mereka tetap bisa menamam walaupun lahannya kekurangan air. Dengan begitu, petani tetap akan diuntungan meski tidak menanam padi," imbuhnya.

Sementara itu Bupati Pidie Sarjani Abdullah saat menghadiri panen tersebut mengharapkan hasil panen bawang merah petani Pidie dapat memenuhi stock pasar lokal.

"Panen bawang lokal ini sangat membantu pedagang dan masyarakat untuk memenuhi stock bawang local. Selain akan menguntungkan petani, harga bawang local saat ini cukup bersaing dengan bawang impor," ujarnya..

"Dengan adanya bawang lokal, setidaknya kebutuhan bawang di pasar lokal akan terpenuhi dan harga juga terkendali,"tambahnya.

Rakyat Timor Leste Menyesal Merdeka dari Indonesia !

Hamdi Muluk : Rakyat Timor Leste Menyesal Merdeka dari Indonesia !

* Konflik politik yang terus-menerus terjadi di Negara Timor Leste menunjukkan bahwa untuk mendirikan sebuah negara itu tidak mudah, Karena Butuh Sumber Daya Manusia yang Handal dan Tidak Terpengaruh Dengan Tekanan Politik Dari Negara Lain, "Tegas Psikolog politik dari Universitas Indonesia (UI), Hamdi Muluk

Foto : Warga Negara Timor Leste Dan Bendera Negaranya

JAKARTA - "Setelah keluar dari Indonesia, hingga kini elit Timor Leste terus saja berseteru untuk berbagai hal. Secara psikologi politik, ini menunjukkan bahwa membentuk suatu negara itu tidak mudah. Bahkan dari berbagai pernyataan elit Timor Leste, terlihat rasa penyesalan setelah berpisah dengan Indonesia," kata Hamdi Muluk, di gedung DPR, Senayan Jakarta, Senin (26/8).

Mereka lanjut Hamdi, baru saat ini sadar kalau membikin suatu rumah besar itu ternyata sulit. Beda saat mereka masih di NKRI. Menurut Hamdi, semuanya disediakan. dan Setelah Lepas Dari NKRI Semua Fasilitas Indonesia, Mulai Inventaris, Barang dan Bangunan Serta Infrastruktur Milik Indonesia Wajib Di Kembalikan.

DPRA Aceh Bantah Tukar Bentuk & Warna Bendera Aceh

DPRA Aceh Bantah Tukar Bentuk & Warna Bendera Aceh dengan Kewenangan Aceh dan Pengesahan Qanun Wali Nanggroe

BANDA ACEH - Wakil Ketua Komisi A DPRA Nurzahri membantah tegas adanya kesepakatan Pemerintah Aceh dengan Pemerintah Pusat mengenai perubahan Bendera Aceh.

Hal itu dikatakan Nurzahri menanggapi isu yang beredar dikalangan masyarakat, dimana berhembus kabar bahwa Pemerintah Aceh akan merubah desain Bendera Bulan Bintang.

Hingga saat ini, Nurzahri menjelaskan, Pemerintah Aceh maupun DPR Aceh belum berniat untuk merubah bentuk atau desain dari Bendera Aceh. " ujar Nurzahri.

Namun, Nurzahri menambahkan, dalam pertemuan terakhir dengan sejumlah pihak dari kalangan pusat, terdapat sejumlah masukan-masukan positif mengenai Lambang dan Bendera Aceh, yang telah ditetapkan dalam Qanun No 3 Tahun 2013 tersebut.

Jika masukan tersebut resmi dari Pemerintah Pusat, kata Nurzahri, maka Pemerintah Aceh bersama DPR Aceh akan membahas masukan tersebut.

"Sampai hari ini belum berencana merubah, Kami masih mendengar masukan dan melihat kondisi di lapangan seperti apa," imbuh Nurzahri.

Senin, 26 Agustus 2013

Wagub Aceh Muzakir Manaf Menilai Peran Politik Bagi Kaum Perempuan Di Aceh Terabaikan

Wagub Aceh Muzakir Manaf Menilai Peran Politik Bagi Kaum Perempuan Di Aceh Terabaikan Terutama Rendahnya Keterwakilan Perempuan Di Kursi DPRK/DPRA

* Ia mengatakan kedepan tidak ada lagi diskriminasi terhadap kaum perempuan Aceh Sebagai contoh, dijelaskan diskriminasi itu dapat dilihat dari keterwakilan perempuan Aceh di parlemen saat ini. Ujar Muzakir Manaf

BANDA ACEH – Wakil Gubernur Aceh Muzakir Manaf menilai kaum perempuan di daerahnya masih mengalami diskriminasi terutama di pentas politik.

“Meski kita memiliki sejumlah regulasi yang memberi perlindungan kepada perempuan, tapi diskriminasi terhadap kaum hawa itu masih ada,” katanya di Banda Aceh

Di DPRA misalnya dari sebanyak 69 anggota legislatif hanya empat orang perempuan. Sedangkan legislatif DPRK di 23 kabupaten dan tercatat 45 kursi keterwakilan perempuan dari total sebanyak 645 kursi yang tersedia.

“Hanya 6,8 persen keterwakilan perempuan dari seharusnya 30 persen kursi perempuan di DPRK di seluruh Aceh,” kata Wagub menambahkan.

Namun, Muzakir Manaf menyebutkan empat faktor yang membuat perempuan Aceh kurang berperan dalam pembanguan di provinsi ujung paling barat Indonesia itu.

Pertama, adanya kesenjangan gender dalam hal akses, manfaat dan partisipasi dalam pembangunan serta penguasaan terhadap sumber daya, terutama pada tatanan antar provinsi dan antar kabupaten/kota.

Kedua, Wagub menyebutkan rendahnya peran dan partisipasi perempuan di bidang politik, jabatan publik dan bidang ekonomi.
Selanjutnya ketiga yakni rendahnya kesiapan perempuan dalam mengantisipasi dampak perubahan iklim, krisis ekonomi, bencana alam, konflik dan terjadinya penyakit.

Faktor keempat yang membuat perempuan Aceh kurang berperan dalam pembangunan karena ketidakpedulian kaum hawa terhadap peningkatan kapasitas.

“Semua hambatan itu selayaknya kita hilangkan, sebab di era modern sudah tidak zamannya perempuan diidentikkan dengan sumur, dapur dan kasur,” kata Muzakir Manaf.

Karenanya, dibutuhkan peran aktif tokoh perempuan Aceh yang mampu meruntuhkan hambatan tersebut

Minggu, 25 Agustus 2013

Tim WH Dihujani Lemparan Batu

Foto : Ilustasi Keyboard Di Langsa

LANGSA - Tim Wilayatul Hisbah (WH) dan petugas dari Dinas Syariat Islam Kota Langsa, Jumat (23/8) malam kembali dihujani lemparan batu oleh sekelompok masyarakat penikmat hiburan tunggal (kibor) karena membubarkan kegiatan yang melanggar Syariat islam dan mengangkangi imbauan Muspida Kota Langsa tersebut, di Desa Sidoreja dan Meurandeh Kloneng, Kecamatan Langsa Lama.

Kepala Dinas Syariat Islam (DSI) Kota Langsa, Drs H Ibrahim Latif MM, yang memimpin langsung penertiban kibor malam itu kepada Serambi Sabtu (24/8) mengatakan, sebelum pembubaran acara hiburan kibor itu dilakukan secara paksa, terlebih dahulu telah meminta pemilik rumah Ponimin, warga Desa Sidorejo untuk menghentikan kegiatan yang melanggar syariat Islam itu.

Tapi pemilik rumah bersikeras untuk melanjutkan pertunjukan yang menampilkan penyanyi wanita yang memakai pakain minim yang sangat bertentangan dengan syariat Islam tersebut. Namun, akhirnya suasana semakin memanas dan hingga pemilik rumah dan warha pecandu hiburan organ tunggal itu mencacimaki petugas dengan kata-kata tak senonoh.

“Mereka bersikeras tak mau menghentikan acara kibor itu, dan mencaci-maki kami terus. Bahkan terjadi tolak-menolak antara pemilik rumah dan personel WH. Dalam suasana itu, sesekali anggota kita dilempari batu pengunjung,” katanya Ibrahim Latif.

Ibrahim Latif menduga, pertunjukan itu dibekingi oleh orang kuat, sehingga pemilik rumah nekat menggelar kibor ini hingga tengah larut malam. Padahal, sesuai imbauan Muspida Kota Langsa, kibor tidak dibenarkan diadakan pada malam hari, kecuali pagi hingga sore hari pukul 18.00 WIB.

Saat suasana terus memanas, anggota Polsek Langsa Timur yang ikut memback-up tim antimaksiat itu, juga tak bisa berbuat banyak. Bahkan perangkat gampong yang hadir untuk menjelaskan aturan pertunjukan kibor, juga tak dihiraukan pemilik rumah tempat berlangsungnya kibor. Namun akhirnya sekitar pukul 23.00 WIB kibor berhenti dengan sendirinya, setelah listrik padam.

Pada malam itu juga, tim kembali melanjutkan menertibkan pertujukan kibor di Gampong Meurandeh Kloneng, dan di sana tim antimaksiat juga mendapat perlakuan yang sama. Para pengunjung hiburan yang dilaksanakan di rumah Sunardi yang juga Tuha Peut Desa Meurandeh Kloneng tersebut melempar tim dengan batu. Hujan batu itu tak membuat tim surut, justru sekitar pukul pukul 23.30 WIB, kibor sedang berlangsung seru-serunya dengan biduanita berpakaian seksi berhasil dihentikan tim.

Namun ketika tim pulang, sekelompok pemuda yang menunggu di jalan justru kembali melampiaskan amarahnya dengan lemparan batu terhadap tim WH. Dan beberapa petugas mengalami luka lebam karena terkena lemparan batu dari pengunjung hiburan terlarang tersebut.

Protes Aksi Penurunan Bendera Bintang Bulan oleh Aparat

Protes Aksi Penurunan Bendera Bintang Bulan oleh Aparat, Ratusan Kader PA Kibarkan Bendera Bintang Bulan Di Depan Kantor DPC Partai Aceh

Foto : kader Partai Aceh mengibarkan bendera bintang bulan di kantor DPC Partai Aceh di Gampong Beusa, Kecamatan Peureulak Barat, Aceh Timur.

PEUREULAK – Ratusan kader Partai Aceh (PA) mengibarkan Bendera Bintang Bulan di depan Kantor DPC Partai Aceh di Gampong Beusa, Kecamatan Peureulak Barat, Aceh Timur. Aksi tersebut sebagai akumulasi kekecewaan kader PA kepada aparat yang menurunkan Bendera Bintang Bulan tersebut.

Amatan Serambi, ratusan kader PA dan juga masyarakat dari berbagai desa di kecamatan itu berkumpul sambil membawa Bendera Bintang Bulan dan mengibarkannya. Aksi mereka sebagai bentuk protes terhadap aparat keamanan yang menurunkan bendera tersebut. Hingga kemarin beberapa Bendera Bintang Bulan masih berkibar di depan Kantor PA Gampong Beusa.

Seorang Pengurus PA, Tgk Muhammad alias Amat Lumbeng kepada Serambi mengatakan, “Jika pihak keamanan masih
menganggap bendera separatis, silakan tangkap anggota DPRA. Jangan takuti kami lagi, karena ini adalah hak kami,” tegas Amat Lumbeng.

Seorang warga Gampong Alue Bu, Kecamatan Peureulak Barat, Syeh Kuna Ben Adam mengatakan, warga Aceh sangat menginginkan bendera tersebut segera berkibar. “Rakyat sudah tidak sabar lagi untuk mengibarkan Bendera Bintang Bulan secara resmi,” katanya

Niken KDI Tampil Di Penutupan Piasan SeniDi Taman Sari Banda Aceh

Foto : Niken KDI Tampil Pada Piasan Seni Banda Aceh, Sabtu Malam 24 Agustus 2013 di Taman Sari.

Banda Aceh- Pentolan KDI 5, Niken tampil pada malam penutupan piasan seni Banda Aceh. Dalam penampilan kali ini, kekasih juru bicara Partai Aceh Fachrul Razi tersebut membawakan lagu berjudul Negeri Laskar Pelangi.

"Lagu tadi judulnya Negeri Laskar Pelagi. Lagu ini ditulis sendiri oleh Andrea Hirata," ujarnya.

Niken mengaku sangat senang bisa tampil dalam piasan seni kali ini. Piasan seni baginya merupakan ajang silaturahmi bagi para seniman di Aceh. "Tadi sempat jalan-jalan ke stan. Semuanya temen-temen jadi saling silaturahmi lagi," ungkapnya.

Baginya acara kumpul para seniman tahun ini jauh lebih bagus dan lebih berkembang. "Tahun lalu saya dapat internal magazine diabudpar ada piasan seninya. Dan malam ini jauh lebih bagus," ungkapnya

Sabtu, 24 Agustus 2013

Pembangunan Lanjutan Jalan Lamno-Jantho Dianak Tirikan Oleh Era Gubernur Zaini Abdullah

* Salah seorang Tokoh Pemuda Lamno, Ipen Ld, Sabtu (24/8) melalui DiliputNews.com meminta perhatian serius dari Pemerintah Provinsi sekarang untuk menyelesaikan terhadap kelanjutan pembangunan jalan provinsi lintas Lamno-Jantho

ACEH JAYA – Pembangunan jalan lintasan Lamno -Jantho, yang dirintis sejak tahun 2008 lalu hingga kini belum selesai dikerjakan. Meskipun beberapa waktu lalu, Pemerintah Aceh telah melanjutkan pembangunan jalan tersebut, namun pembangunan terkesan dianak tirikan.

Keberadaan jalan tersebut sangat dinantikan masyarakat wilayah Pantai Barat-Selatan Aceh sebagai jalan alternatif bila tiga gunung lintas Lamno-Banda Aceh terganggu yakni Gunong Geurutee, Gunong Kulu, dan Gunong Paro.

Sehingga dengan keberadaan jalan itu bisa memperlancarkan arus transportasi dan mempersingkat jarak tempuh serta dapat meningkatkan perekonomian dengan memudahkan pasarkan hasil pertanian.

”Jangan dianak tirikanlah pembangunan jalan itu,karena sewaktu-waktu dilintas Lamno longsor, bisa mengambil jalan alternatif Lamno-Jantho sehingga tidak menimbulkan kemacetan,” pintanya.

Dikatakan Ipen, bukan saja penduduk Aceh Jaya saja, akan tetapi penduduk wilayah pantai barat selatan Aceh meliputi Aceh Barat, Nagan Raya, Abdya, Aceh Selatan, Subulussalam, Aceh Singkil, dan Simeulue yang akan menggunakan jalan itu untuk menuju ibukota Provinsi Aceh .

“Tidak ada keseriusan dari Pemerintah Aceh dalam membangun jalan itu,hingga saat ini jalan lintas lamno-jantho belum selesai,” ungkap ipen.

Ipen mengaku, jalan lintas Lamno-Jantho sepanjang 45 km, hanya sekitar 15 km lagi yang belum tembus. Pembangunan jalan Lamno – Jantho tersebut merupakan proyek multiyear dibangun mulai tahun 2008 dengan target bisa rampung pada tahun 2011. Namun kenyataan di lapangan pembangunannya hanya setahun saja dan tidak ada kelanjutannya lagi.

Padahal seluruh angota DPRA Aceh sudah sepakat untuk mengalokasikan dana untuk jalan tersebut baik Eksekutif dan legislatif sependapat bahwa jalan tersebut harus sudah tembus dan dilalui kendaraan pada akhir tahun 2014.

“DPRA sudah sepakat tentang dana yang dialokasikan,namun pembangunan jalan itu sangat terbilang lambat dan dianak tirikan,” jelasnya.

Menurut Ipen, jalan Jantho-Lamno memiliki nilai strategis tersendiri bagi masyarakat Aceh Besar, terutama Kota Jantho. Karena dengan adanya jalan tersebut, akan membuat ibu kota Aceh Besar yang saat ini bagaikan kota mati bisa hidup kembali dan aktivitas sektor perekonomian akan bisa berkembang.

”bagi warga aceh besar sendiri pastinya akan meraih rezeki kalau jalan itu sudah tembus dengan berjualan disepanjang jalan alternative itu” ujar Ipen.

Sementara bagi warga Barat Selatan Aceh akan cenderung melintasi jalan itu dari pada melewati via Geureutee yang kondisinya saat ini sudah cukup parah dan rawan longsor. Jalan sepanjang 42 kilometer tersebut direncanakan menjadi jalan alternatif jika sewaktu-waktu lintas Banda Aceh-Meulaboh yang melintasi Gunong Geureute, Gunong Kulu, dan Gunong Paro, terganggu

MUI Tolak Ajang Miss World Di Indonesia

MUI Tolak Ajang Miss World Di Indonesia Pada September 2013 Nanti Karena Mempertontonkan Aurat Perempuan

JAKARTA - Majelis Ulama Indonesia menolak penyelenggaraan kontes Miss World yang akan digelar di Bali dan Jakarta, Indonesia, September nanti. Acara kontes ratu sejagat itu menghabiskan dana sangat besar sehingga dinilai mubazir.

"Pemilihan Miss World merupakan bentuk kontes kecantikan yang tidak sesuai dengan budaya Indonesia, karena lebih menampilkan budaya negara lain, sehingga di mata masyarakat Indonesia terkesan merendahkan, melecehkan budaya bangsa seperti mempertontonkan aurat perempuan," ujar Ketua Bidang Kerjasama Internasional MUI Muhyidin Junaidi di kantornya,

Muhyidin menyebut Miss World cenderung menampilkan dan mempertontonkan perilaku kemewahan dan glamour. "Ini kontraproduktif di tengah masyarakat Indonesia dan dunia ketiga yang masih mengalami kesulitan ekonomi," ujar dia.

Ajang Miss World 2013 akan berlangsung pada 4-26 September 2013 di Jakarta dan Bali.

Truk Fuso Bermuatan 4 Ton Ganja Terguling

Truk Fuso Bermuatan 4 Ton Ganja Terguling di Simpang Beutong Pidie, Namun Polisi Kehilangan Jejak Supir Truk Tersebut Karena Berhasil Melarikan Diri

* Saat ini, Kasat menjelaskan, Polres Pidie akan melakukan penyelidikan, untuk mencari supir truk yang melarikan diri tersebut

Foto : Truk Fuso nomor polisi BK 8400 BU yang mengangkut empat ton ganja terbalik di Jalan Banda Aceh-Medan, Kecamatan Muara Tiga, Pidie, Sabtu 28 Agustus 2013.

Sigli - Satu unit truk Fuso nomor polisi BK 8400 BU yang mengangkut empat ton ganja terbalik di Jalan Banda Aceh-Medan, persimpangan letter S tower, Simpang Beutong, Kecamatan Muara Tiga, Pidie, Sabtu 24 Agustus 2013.

Truk ditemukan dalam keadaan ringsek berat dan telah ditinggalkan supirnya sekitar pukul 05.00 WIB. "Di lokasi ditemukan bercak darah, diduga sopir melarikan diri dengan kondisi luka berdarah," ujar Kasat Narkoba AKP Aiyub mewakili Kapolres Pidie AKBP Sunarya SIK.

AKP Aiyub mengatakan, barang bukti sekitar empat ton ganja telah dibawa ke Mapolres Aceh Besar. Menurutnya, truk pengangkut ganja itu adalah target dari Polres Aceh Besar.

Temuan itu, kata Aiyub, berawal dari penangkapan dua pengendara sepeda motor yang mengangkut 20 kilogram ganja dari arah Banda Aceh di kawasan Lamkabu, Kecamatan Seulimum, Aceh Besar.

Lalu, kata dia, polisi mendapat informasi ada satu unit truk pengangkut ganja sedang melintas dari Banda Aceh menuju Medan.

Ternyata benar, di persimpangan leter S Simpang Beutong ditemukan truk terbalik dalam keadaan ringsek berat di sebelah kiri jalan. Di dalamnya ada sekitar empat ton ganja bersama karung yang berisi dedak pakan ternak.

Petugas dari Satuan Narkoba dan Satuan Lalu Lintas Polres Pidie, kata AKP Aiyub, tiba di lokasi sekitar pukul 08.00 WIB, dan di sana sudah ada petugas dari Polres Aceh Besar.

"Kita telah berkoordinasi dengan Polres Aceh Besar dan menunggu petunjuk dari Dir Narkoba Polda Aceh tentang siapa yang akan mengeksekusi kasus itu," ujar AKP Aiyub

Karnaval Pawai Di Banda Aceh

Foto : Karnaval HUT ke 68 RI di Banda Aceh Tadi Sore, Sabtu, 24 Agustus 2013 Di Banda Aceh

Banda Aceh - Ribuan warga Aceh memadati Bundaran Jalan T. Alaidinsyah depan Pendopo Gubernur, Sabtu usai siang, 24 Agustus 2013. Mereka menyaksikan pawai karnaval yang diselenggarakan Pemerintah Aceh merayakan HUT Kemerdekan RI ke-68.

Pantauan ATJEHPOSTcom, warga tumpah ruah menyesaki lintasan jalan tersebut. Sementara karnaval dimeriahkan semua instansi pemerintah, swasta, juga organisasi masyarakat di lingkungan Pemerintah Aceh dan Pemko Banda Aceh.

Karnaval diisi dengan penampilan menarik seperti mobil yang dihias dan dimodifikasi sedemikian rupa. Selain itu ada pula anak-anak SD,SMP dan SMA sederajat memakai baju kebudayaan dari berbagai daerah di Indonesia.

Kemunculan Buaya Di Kampung Lampageu, Kec. Peukan Bada Aceh Besar

Foto : Ilustrasi Buaya

ACEH BESAR - Warga Gampong Lampague, Kecamatan Peukan Bada, Kabupaten Aceh Besar resah dengan kemunculan dua ekor buaya di rawa-rawa kampung itu. Mereka meminta Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) segera menangkapnya, untuk menghindari jatuhnya korban.

Sejumlah warga mengaku dalam beberapa hari terakhir sering melihat buaya itu muncul di rawa Ujong Pancu yang letaknya persis di ujung daratan Pulau Sumatera. Rawa yang letaknya sekira 15 meter dari laut itu berada di kaki gunung Ujong Pancu atau sekira dua kilometer dari permukiman warga.

Dahriani (25) warga Lampague mengatakan, dirinya terakhir kali melihat buaya itu muncul menjelang siang tadi. "Tadi ramai-ramai orang di sini, dia muncul di semak-semak itu. Kemarin juga kami melihatnya," katanya saat berbincang dengan Okezone di sekitar rawa

Mulanya terlihat hanya seekor dengan ukuran badan diperkirakan mencapai dua meter. Belakangan warga melihat ada seekor lagi dengan tubuh lebih kecil yang diduga anaknya muncul bersama sang induk. Buaya itu hanya muncul sebentar, kemudian kembali masuk ke semak-semak dalam rawa.

Dia menduga buaya itu selama ini bersembunyi di balik rawa-rawa dan hidup dengan memangsa binatang-binatang yang ada dalam rawa atau ayam-ayam mati yang dibuang ke rawa itu. Di samping rawa ini ada lokasi peternakan ayam, dimana penjaganya sering membuang ayam yang mati ke rawa itu.

Menurutnya selama ini aktivitas warga mencari nafkah di gunung dan melaut belum terpengaruh dengan kemunculan buaya. "Tetapi kami khawatir juga dengan keselamatan orang yang melintas dekat rawa ini, apalagi kalau sampai masuk ke kampung," ujarnya.

Anggota DPR Aceh Desak Pemerintah Aceh Segera Salurkan Beasiswa Anak Yatim / Piatu Dan Cairkan Dana Hibah Mesjid Di Aceh

“ Kami Juga Mendesak Gubernur Aceh Segera Cairkan dana hibah Mesjid Di Aceh, pembangunan dan Operasional masjid pun menjadi terhambat,” ungkap Jamaluddin T Muku.

BANDA ACEH – Anggota DPR Aceh Jamaluddin T Muku mendesak Gubernur Aceh segera menyalurkan bantuan beasiswa kepada ribuan anak yatim piatu di provinsi itu.


“Kami mohon segera disalurkan. Anak-anak yatim piatu di daerah menanti bantuan beasiswa untuk sekolah dari Pemerintah Aceh,” ungkap Jamaluddin T Muku di Banda Aceh

Sebelumnya, Pemerintah Aceh mengalokasikan dana bantuan beasiswa dalam APBA 2013 sebesar Rp117,738 miliar. Bantuan beasiswa tersebut diberikan kepada 116.604 anak yatim piatu di Aceh.

Selain itu, Jamaluddin T Muku juga mendesak Gubernur Aceh segera menyalurkan dana hibah dan bantuan sosial lainnya. Sebab, tidak sedikit penerima dana hibah harus menghentikan aktivitasnya karena ketiadaan anggaran.

Seperti untuk masjid, sebut anggota Fraksi Partai Demokrat DPR Aceh itu, banyak masjid yang pembangunannya terhambat karena dana hibah dari Pemerintah Aceh belum disalurkan.

Kecuali itu, Jamaluddin T Muku juga mengajak Pemerintah Aceh melakukan efisiensi anggaran. Anggaran-anggaran yang dianggap boros harus dialihkan untuk meningkatkan perekonomian masyarakat.

“Seperti anggaran perjalanan dinas, terutama untuk anggota dewan. Kami menghitung anggaran ini terlalu boros. Sebaiknya dikurangi dan dialihkan untuk kepentingan langsung masyarakat,” kata Jamaluddin T Muku

Nilai Tukar Rupiah 1 US Dollar (Rp. 11.502,-), Harga Emas Di Aceh Ikut Melonjak Naik, Kini 1 Mayam (3,3 Gram) Rp. 1.630.000,-

Banda Aceh - "Kalau untuk emas hiasan murni kita jual Rp 1.630.000 (1 mayam = 3,3 gram). Itu udah siap ongkos. Tapi kalau harga pasarannya, tanpa ongkos Rp1,6 juta," kata Nasrul, penjaga toko emas Mutiara di kawasan Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh

Sementara untuk emas 22 karat dijual Rp435 ribu per gram. Harga tersebut, kata dia, belum termasuk ongkos. "Jika harga beli, Rp 1.550.000 per mayam," katanya.

Sementara pantauan ATJEHPOSTcom untuk harga jual emas perhiasan di beberapa toko lainnya nyaris seragam di atas Rp1.6 juta. Seperti halnya di toko emas Mega, Pasar Aceh.

"Harga jual Rp 1.610.000 per mayam. Itu belum ongkos," ujar pemilik toko Mega

Jumat, 23 Agustus 2013

Polisi: Penetapan Juragan (Ketua DPRK Nagan Raya ) Sebagai Tersangka Sesuai Prosedur

Polisi: Penetapan Juragan (Ketua DPRK Nagan Raya ) Sebagai Tersangka Sesuai Prosedur, Namun Kami Masih Belum Memeriksanya Karena Terkendali Surat Izin Dari Gubernur Aceh Yang Belum Juga Keluar.

“Soal Juragan bicara apa pun itu hak beliau. Tapi yang pasti, polisi punya dasar yang kuat untuk menetapkannya sebagai tersangka. Semuanya telah sesuai prosedur,” terang Andi.

MAKMUE - Kapolres Nagan Raya melalui Kaur Bin Ops (KBO) Reskrim, Ipda Tri Andi Dharma menyatakan, penetapan status tersangka terhadap Samsuardi alias Juragan, Ketua DPRK Nagan Raya, bukanlah penetapan yang gegabah dan asal-asalan.

Ia tambahkan, begitu nanti surat izin pemeriksaan Juragan diperoleh Polres Nagan dari Gubernur Aceh, maka saat itu juga aparat penegak hukum langsung memanggil Ketua DPRK Nagan Raya itu untuk dimintai keterangan.

Di sisi lain, kasus dugaan penculikan dan penganiayaan Riki dan Fadil (20) gara-gara pergi jalan-jalan satu mobil dengan Maya Purnama Sari, istri Juragan, mulai didapat info baru yang sifatnya penting. Bahwa polisi sudah mendapat info akurat, mobil jenis Nissan X-Trail yang digunakan pelaku untuk meculik Riki dan Fadil ternyata sudah dijual pelaku.

Motif dijualnya secara mendadak mobil yang merupakan milik Dedi, warga Jalan Gajah Mada, Lorong Kijang, Meulaboh, Aceh Barat itu, diduga untuk menghilangkan barang bukti kejahatan yang dilakukan sejumlah pelaku pada Senin, 8 Juli lalu terhadap Riki dan Fadil.

“Informasi yang menyebutkan bahwa mobil Nissan X-Trail ini sudah dijual pelaku sudah kita terima. Namun, polisi tetap saja tak mudah percaya dengan laporan itu,” kata Ipda Tri Andi Dharma.

Menurutnya, informasi dijualnya mobil barang bukti kejahatan itu masih ditelusuri kebenarannya, sebab ada info dari (salah satu tersangka) bahwa mobil itu merupakan mobil rental.

Selain masih mencari mobil yang tiba-tiba raib itu, pihak kepolisian juga masih mencari sejumlah tersangka yang masih buron. Dari 15 orang yang diduga terlibat, empat di antaranya sudah ditangkap terpisah.

Pelaku yang diduga terlibat dalam penculikan dan penyiksaan Riki cs ini adalah Din Abadi, Muhammad Jabar, Dedi, Teuku Anwar, dan seorang aparat desa, Abdullah Basyah, keuchik di kampung Juragan, Gampong Alue Ie Mameh, Kecamatan Kuala, Nagan Raya. Semua mereka sudah ditahan di mapolres setempat, yakni di Kompleks Perkantoran Suka Makmue.

Kalaupun nantinya Juragan saat diperiksa akan mengadukan Riki cs ke polisi dengan tuduhan mengganggu istrinya, maka polisi tetap akan memproses kasus ini sesuai aturan yang berlaku. “Bukankah semua orang memiliki hak yang sama di muka hukum untuk mendapatkan keadilan,” tunkas Ipda Tri Andi Dharma.

Terpisah, Ketua DPRK Nagan Raya Samsuardi alias Juragan yang secara khusus menghubungi Serambi, Rabu (21/8) sore, mempersilakan wartawan media ini untuk memberitakan apa pun persoalan tentang dirinya, jika nanti ditemukan bukti keterlibatannya dalam kasus penculikan dan penyiksaan dua pemuda yang merupakan kawan sejak SMP istrinya itu. “Silakan tulis berita apa pun tentang saya, saya tak akan marah, seperti selama ini,” kata Samsuardi.

Realisasi APBA 2013 Baru 30 %, Wagub Aceh Akan Pantau Kegiatan APBA 2013 Di Seluruh Aceh

Foto : Wagub Mualem saat memimpin rapat APBA beberapa waktu lalu.

Banda Aceh - Wakil Gubernur Aceh Muzakir Manaf atau yang akrab disapa Mualem akan memantau kegiatan yang bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Aceh (APBA) 2013 di seluruh Aceh dalam waktu dekat ini. Kegiatan ini bertujuan untuk mempercepat penyerapan APBA 2013.

Informasi ini disampaikan Kepala Biro Humas Setda Aceh, Nurdin F. Joes, kepada ATJEHPOSTcom, Jumat pagi 23 Agustus 2013.

“Yang akan turun ini Pak Wagub Mualem. Kemungkinan dari 29 Agustus hingga 4 September di seluruh Aceh,” ujar Nurdin.

Menurut dia, saat turun nanti Wagub Mualem akan ditemani oleh staf dari unit kerja Percepatan dan Pengendalian Kegiatan (P2K) Aceh. Selain itu, ada juga sejumlah wartawan yang akan menyertai rombongan.

Anggaran Perjalanan Dinas Pemerintah Aceh Kuras APBA Aceh


(GeRAK) Aceh : Anggaran Perjalanan Dinas Pemerintah Aceh Kuras APBA Aceh, Pos Anggaran Ini Naik 200 % Dari Tahun Sebelumnya (2012)

"Seperti biaya penginapan, pada tahun 2012 lalu untuk luar daerah Rp 650.000, sedangkan sekarang naik sampai dengan Rp 1.810.000," tukas Kadiv Kebijakan Publik, Gerakan Anti Korupsi (GeRAK) Aceh, Isra Safril

Banda Aceh - Gerakan Anti Korupsi (GeRAK) Aceh menyoroti kebijakan anggaran perjalanan dinas Pemerintah Aceh yang dinilai boros. Menurut GeRAK, Keputusan Gubernur Nomor 090/460/2013 tentang Satuan Biaya Perjalanan Dinas yang merupakan revisi dari Keputusan Gubernur Aceh Nomor 090/688/2012 telah membebani Anggaran Pendapatan Belanja Aceh (APBA).

"Ini merupakan program yang menghabiskan APBA pada tahun anggaran 2013," kata Kadiv Kebijakan Publik, Gerakan Anti Korupsi (GeRAK) Aceh, Isra Safril

Lanjutnya, ada anggaran perjalanan dinas yang meningkat drastis dari tahun yang lalu. Demikian juga terjadi peningkatan anggaran perjalanan dinas Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh meningkat tajam pada tahun 2013.

"Ada terjadi peningkatan yang signifikan, seperti contoh biaya transportasi pada tahun 2012 untuk luar daerah Rp 125.000 meningkat menjadi Rp 300.000," tukasnya.

Demikian juga seperti biaya penginapan luar daerah pada tahun 2012 hanya Rp 350.000, naik menjadi Rp 370.000 sampai dengan 904.000 tahun 2013. "Ini sangat jelas menunjukkan biaya perjalanan dinas tersebut meningkat tajam dan bukti nyata adanya pemborosan anggaran di Pemerintah Aceh," tuturnya.

Demikian juga anggaran perjalanan dinas untuk Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) juga cenderung meningkat, sebut Isra. Biaya perjalanan dinas untuk anggota DPRA pada Tahun 2013 disetarakan dengan Ketua/Wakil Ketua DPRA/Sekretaris Daerah Aceh, padahal pada Tahun 2012 lalu, standar biaya perjalanan Dinas bagi Anggota DPRA sama dengan PNS Tingkat / Golongan IV.

Hal yang miris lagi, adanya penambahan uang representatif bagi Anggota DPRA yang sebelumnya hanya antara Rp 200.000 (Dalam daerah) - Rp300.000 (luar daerah), meningkat drastis menjadi Rp 800.000, untuk setiap anggota DPRA. "Itu belum lagi alokasi uang makan, uang saku," imbuhnya.

Oleh karena itu, GeRAK meminta Gubernur Aceh untuk mencabut dan merevisi Peraturan Gubernur No 090/460/2013 tentang Satuan Biaya Perjalanan Dinas. "Ini penting direvisi, karena telah membuat terjadinya celah pemborosan anggaran," pintanya.

Bila tidak segera direvisi, GeRAK Aceh menilai masa kepemimpinan Pemerintahan Zaini Abdullah-Muzakir Manaf akan menyebabkan krisis kepercayaan dari masyarakat. "Kalau itu dicabut, kelebihan anggaran tersebut bisa dialokasikan untuk kepentingan kesejahteraan masyarakat," tutupnya.

Kelelahan Saat Ikut Seremonial 17 Agustus 2013 Silam, Doto Zaini Abdullah Kini Jalani Perawatan di Jakarta


Banda Aceh - Gubernur Aceh dr Zaini Abdullah sedang menjalani perawatan medis di salah satu rumah sakit di Jakarta. Hanya saja, Kepala Biro Humas Pemerintah Aceh Nurdin F Jose menyebutkan masalah medis yang dialami dr Zaini bukanlah perkara besar yang harus dikhawatirkan oleh masyarakat Aceh.

"Memang ada sedikit perawatan. Beliau agak lelah. Waktu 17 Agustus kemarin, sepertinya semua orang bisa melihat itu. Tapi nggak usah khawatir," ujarnya melalui telpon selular, Kamis (22/8/2013).

Sebelumnya jelas Nurdin, dr Zaini sudah diperiksa oleh tim dokter pribadinya. " Katanya seperti ada penyumbatan di bagian perutnya. Tapi beliau sehat," tukas Nurdin kembali.

Harga Emas Di Aceh Terus Melonjak Pasca Lebaran, Naik Menjadi Rp 1.597.000/ Per Mayam

Harga Emas Di Aceh Terus Melonjak Pasca Lebaran, Naik Menjadi Rp 1.597.000/ Per Mayam

BANDA ACEH - Harga emas di kawasan Banda Aceh, Rabu (21/8) dilaporkan mulai menggeliat naik menjadi Rp 484.000/gram. Harga ini meningkat Rp 44.000 dari harga pada Rabu (14/8) lalu di posisi Rp 440.000/gram.

“Harga emas memang saat ini mulai naik dari harga sebelumnya. Kenaikannya mungkin dipengaruhi oleh naiknya harga emas dunia, Naik Menjadi Rp 1.597.000/ Per Mayam” kata Ijal pedagang emas di Jalan Tgk Chik Pante Kulu

Ijal mengaku, sejak dua minggu terakhir, permintaan emas sepi, bahkan kebanyakan dari masyarakat mulai menjual emas. “Rata-rata alasannya untuk menutupi hutang dan memenuhi keperluan anak-anaknya sekolah dan kuliah,” tambahnya.

Pedagang emas lainnya, Ferdi juga menyebutkan, harga emas saat ini naik dari Rp 440.000 menjadi Rp 484.000 per gram. “Kalau sekarang pembelian mulai sepi, sehari bisa dihitung orangnya. Orang yang datang sekarang rata-rata untu menjual. Beda ketika harga emas jatuh kemarin itu, kita saja sangat kewalahan dengan pembeli yang datang,” katanya

DPRA Aceh Sampai Saat Ini Belum Bahas Raqan Jinayah

"Sebenarnya, pansus yang membahas rancangan qanun jinayah ini sudah tersebut. Hanya saja, pimpinan pansusnya belum ada," ujar Abdullah Saleh.

BANDA ACEH - Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) hingga kini belum membahas rancangan qanun atau raqan jinayah. Namun, Badan Legislasi DPRA optimis raqan tersebut selesai sebelum masa persidangan 2013 berakhir.

"Raqan jinayah ini merupakan prioritas program legislasi 2013. Namun, raqan ini belum dibahas," kata Ketua Badan Legislasi DPR Aceh Abdullah Saleh, Selasa (20/8) di Banda Aceh.

Belum dibahasnya rancangan qanun jinayah ini, Abdullah Saleh menjelaskan, karena terbentur dengan pembentukan panitia khusus atau pansus yang bertanggung jawab membahasnya.

Selain rancangan qanun jinayah, kata dia, ada juga rancangan qanun hukum acara jinayah. Badan Legislasi DPR A diberi wewenang membahas rancangan qanun hukum acara jinayah.

"Persentase pembahasannya sudah mencapai 40 persen. Kami yakin sebelum masa persidangan 2013 berakhir, rancangan qanun ini bisa disahkan," imbuhnya

Rabu, 21 Agustus 2013

Samsuardi ( Juragan ) Ketua DPRK Nagan Raya dari Partai Aceh Jadi Tersangka Pemukulan 2 Warga

Resmi : "Juragan" Samsuardi Ketua DPRK Nagan Raya dari Partai Aceh Jadi Tersangka Pemukulan 2 Warga.

*Samsuardi alias Juragan sejak sepekan terakhir hingga kemarin menghilang dari Nagan Raya.

BANDA ACEH - Tim Penyidik Polres Nagan Raya ternyata sudah menetapkan Ketua DPRK Nagan Raya, Samsuardi alias Juragan sebagai tersangka dalam kasus penculikan dan penganiayaan Riki dan Fadil (20), teman dekat istrinya, Maya Purnama Sari (22) pada 8 Juli lalu di kebun sawit Juragan. Namun, Kapolres Nagan belum menyurati Kapolda Aceh untuk meminta izin pemeriksaan Juragan sebagai tersangka kepada Gubernur Aceh.

Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrim Um) Polda Aceh, Kombes Pol Benny Gunawan menyampaikan hal itu menjawab Serambi kemarin saat menanggapi pernyataan Kepala Biro Hukum Setda Aceh, Edrian SH bahwa pihaknya maupun Gubernur Aceh belum menerima surat Polres Nagan Raya maupun Polda Aceh untuk mengizinkan pemeriksaan Juragan sebagai saksi, seperti diberitakan koran ini kemarin.

“Hasil koordinasi penyidik kami di sini dengan pihak Reskrim Polres Nagan bahwa pemeriksaan Juragan sebagai saksi oleh Polres setempat sudah dilakukan, bahkan yang bersangkutan sudah ditetapkan sebagai tersangka. Nah, sekarang surat permohonan pemeriksaan Juragan sebagai tersangka dari Kapolres Nagan kepada Dirreskrim Um atas nama Kapolda yang belum kami terima,” kata Kombes Pol Benny.

Karena itu, menurut Benny, sudah pasti Biro Hukum Setda Aceh belum menerima surat permintaan izin kepada gubernur itu. Sebab prosedurnya setelah Dirreskrim Um menerima surat permintaan ini dari Kapolres Nagan, maka Dir Reskrim Um atas nama Kapolda menyurati Gubernur Aceh minta diizinkan memeriksa Ketua DPRK itu dengan melampirkan beberapa dokumen terkait perkara ini.

“Jadi, saat ini Polres Nagan sedang menyiapkan surat permohonan izin pemeriksaan dimaksud ke kami. Selanjutnya, kami yang menyurati Gubernur Aceh, biasanya Gubernur membalas surat itu dengan memberi izin pemeriksaan ketua DPRK atau anggota DPRK yang tersangkut persoalan hukum,” jelas Benny didampingi Kabid Humas, Kombes Pol Gustav Leo dan Kasubdit II, Kompol Sigit Ali Ismanto.

Ditanya lebih detail peran Juragan dalam perkara ini, Kombes Pol Benny mengatakan Polres Nagan-lah yang lebih mengetahuinya atau keterlibatan Juragan baru diketahui lebih jelas setelah ia diperiksa sebagai tersangka.

Menurut catatan Serambi, dengan ditetapkan Juragan sebagai tersangka, berarti sudah enam orang berstatus tersangka dalam perkara ini. Lima tersangka sudah ditangkap sebelumnya adalah Abdullah Basyah (keuchik di kampung Juragan), Din Abadi, dan Muhammad Jabar. Kemudian, pada 13 Agustus 2013, polisi menangkap lagi dua tersangka yang diyakini sebagai saksi kunci, yaitu Dedi dan Raja Lila. Sedangkan sebelas lainnya masih buron.

Seperti diketahui, Riki dan Fadil adalah dua pemuda yang mengalami cedera dan harus dirawat intensif di Medan, Sumatera Utara, karena disiksa. Keduanya dipukuli ramai-ramai setelah ketahuan pergi jalan-jalan satu mobil dengan istri Juragan, Maya Purnama Sari. Maya sendiri mengaku tak punya hubungan asmara dengan Riki maupun Fadil, kecuali sebatas teman sejak SMP.

* Juragan Menghilang dari Nagan
Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Nagan Raya, Samsuardi alias Juragan sejak sepekan terakhir hingga Senin (19/8) kemarin menghilang dari kabupaten itu. Ia absen dari keharusan menjalankan kewajibannya sebagai ketua di lembaga legislatif itu, sehingga tugasnya harus diambil alih oleh wakil ketua dewan.

Informasi yang dihimpun berbagai sumber di lingkungan DPRK Nagan Raya maupun saudara dan koleganya di Banda Aceh kemarin menyebutkan bahwa sekitar tiga-empat hari lalu ada yang melihat Juragan berada di Banda Aceh. Setelah itu ia bertolak ke Malaysia.

Kapolres Nagan Raya, AKBP Gunawan Eko Susilo SIK yang dikonfirmasi Serambi kemarin siang mengaku belum tahu bahwa Ketua DPRK setempat Samsuardi alias Juragan sudah seminggu tak berada di wilayah Nagan. Ia juga tak dapat kabar kalau ternyata Juragan sudah terbang ke Malaysia.

INFO LOWONGAN CPNS 2013

Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) telah menyusun jadwal seleksi penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) jalur umum. Menurut jadwal yang dirilis Kementerian PAN-RB itu, pengumuman dan pendaftaran penerimaan CPNS jalur umum pada 2013 akan dilaksanakan pada 1-20 September mendatang.

Adapun pelaksanaan ujian Tes Kompetensi Dasar (TKD) dan Tes Kompetensi Bidang (TKB) akan dilaksanakan pada 29 September untuk pelamar umum yang mengunakan sistem komputer atau Computer Assested Test (CAT), untuk yang menggunakan Lembar Jawaban Komputer (LJK) bagi pelamar umum dan Tenaga Honorer Kategori II dilaksanakan 3 November, dan untuk CPNS yang berasal dari jalur sekolah kedinasan akan dilaksanakan pada antara September – Oktober, tahun ini.
Pada minggu pertama sampai minggu keempat November akan dilaksanakan pengolahan hasil TKD dan TKB, selanjutnya pada minggu keempat November dan minggu ketiga Desember akan dilakukan pengumuman hasil seleksi CPNS.

TAHAPAN PELAKSANAAN TES CPNS 2013
PENETAPAN PERSETUJUAN RINCIAN FORMASI INSTANSI : 20-30 AGUSTUS
PENGUMUMAN DAN PENDAFTARAN PENERIMAAN CPNS : 1 – 20 SEPTEMBER
PELAKSANAAN UJIAN TKD DAN TKB
CAT PELAMAR UMUM : 29 SEPTEMBER
LJK PELAMAR UMUM DAN TH K2 : 3 NOVEMBER
SEKOLAH KEDINASAN : SEPTEMBER – OKTOBER
PENGOLAHAN HASIL TKD DAN TKB : 3 – 4 NOVEMBER DAN 27 NOVEMBER – 13 DESEMBER
PENGUMUMAN HASIL SELEKSI CPNS : MINGGU IV NOVEMBER – MINGGU III DESEMBER
PEMBERKASAN DAN PENETAPAN NIP : MULAI MINGGU II DESEMBER

Contoh Soal CPNS Clik Disini

Info Lebih Lanjut Clik Disini

Selasa, 20 Agustus 2013

Dua Warga Jatuh Ke Dalam Alur Sungai Bersama Sepeda Motornya

Jembatan Rawamas Di Aceh Timur Rusak Berat, Dua Warga Jatuh Ke Dalam Alur Sungai Bersama Sepeda Motornya

* “Sepeda motor petani tambak itu terperosok akibat lantai jembatan yang rusak parah, keduanya bersama kendaraannya langsung tercebur dalam alur sungai. Beruntung mereka selamat dan telah kembali ke rumahnya di Seuleumak,” ujar seorang warga Teupin Pukat, siang tadi.

* Foto : Jembatan Rawamas Di Aceh Timur

Aceh Timur - Kecelakaan kembali menimpa warga saat melintasi jembatan rusak di Dusun Rawamas, Desa Teupin Pukat, Kecamatan Nurussalam Bagok, Aceh Timur. Kali ini, dua petani tambak jatuh bersama sepeda motor ke dalam alur sungai di bawah jembatan itu, Senin, 19 Agustus 2013.

Informasi diperoleh ATJEHPOSTcom menyebutkan, kejadian tersebut dialami dua petani warga Desa Seuleumak Muda, Kecamatan Nurussalam, sekitar pukul 03.00 WIB dinihari tadi. Saat itu keduanya menggunakan satu sepeda motor melintasi jembatan tersebut saat pulang dari tambak.

Geuchik Teupin Pukat, Baharuddin mengatakan ia sangat prihatin dengan musibah dialami warga desa tetangganya tersebut. “Kerusakan jembatan itu sudah sejak lama, sebelumnya beberapa kali jatuh kendaraan, namun sampai sekarang belum diperbaiki atau dibangun ulang oleh Dinas PU,” ujarnya.

Ia berharap bupati Aceh Timur meninjau ke lokasi dan meminta Dinas PU segera membangun jembatan itu. Sebab, kata dia, jembatan tersebut saban hari dilintasi ratusan warga yang beraktivitas dis ektor pertanian, perikanan dan lainya . “Mesti bangun yang layak agar tidak jatuh korban lainnya,” kata Baharuddin

Wartawan Dilarang Sebut Bendera Aceh Sebagai Bendera GAM

Abdullah Saleh : Wartawan Dilarang Sebut Bendera Aceh Sebagai Bendera GAM, Itu Bendera Rakyat Aceh Yang Resmi Bukan Bendera GAM !

BANDA ACEH - “Saya meminta rekan-rekan wartawan media cetak dan ektronik untuk tidak menyebut lagi Bendera Bulan Bintang sebagai Bendera GAM,” ungkap Abdullah Saleh kepada DiliputNews.com.

Menurut Adullah Saleh, Bedera Bulan Bintang yang dikibarkan oleh masyarakat selama ini bukan Bendera GAM, akan tetapi adalah Bendera Aceh yang ditetapkan dengan Qanun Aceh No.3 Tahun 2013 Tentang Bendera dan Lambang Aceh.

“Pengesahan Qanun ini oleh DPRA dilakukan secara aklamasi oleh seluruh Partai Politik yg memiliki wakilnya di DPRA,” ujarnya.

Berdasarkan Qanun Aceh tersebut pengibaran Bendera Aceh justru berdampingan dengan Bendera Merah Putih dan pengibarannya secara resmi harus diawali dengan pengibaran Bendera Merah Putih.

Masyarakat telah mampu bersikap tegas dan cerdas segala hal-hal yang dapat memperkeruh situasi keamanan, sosial politik di Aceh. Tegasnya.

Walau tetap tegas membela hak-hak Aceh sesuai dengan MoU Helsinky, Pemerintah Pusat dengan Pemerintah Aceh telah sepakat utk menciptakan masa cooling down terhadap qanun Bendera Aceh hingga 15 Oktober 2013.

Bau Mayat Mulai Tercium Dari Masjid-masjid Di Kairo, Mesir

Info Internasional :

Bau Mayat Mulai Tercium Dari Masjid-masjid Di Kairo, Mesir Karena Demonstran Bertahan Di Mesjid Dari Gempuran Militer Mesir

Foto : Mayat Warga Mesir Yang Justru Berjajar Di Masjid

KAIRO - Biasanya masjid-masjid di Kairo dipenuhi jamaah yang berjajar membentuk shaf untuk shalat. Namun, setelah pertumpahan darah yang terjadi pada Rabu (15/8), mayat pendukung Muhammad Mursi yang justru berjajar di masjid.

Dalam laporan Al-Jazeera, Kamis (15/8) waktu setempat, bau mayat tercium dari dalam masjid. Di Nasr city, Masjid al-Iman berubah menjadi kamar mayat setelah kekerasan yang menewaskan sedikitnya 525 orang.

Mayat dibungkus dengan kain kafan dan balok es ditempatkan di sekitarnya. Sebagian mayat tersebut memiliki luka tembak. Tapi, sejumlah mayat lain hangus terbakar dan membuat anggota keluarga sulit mengidentifikasi.

Warga Kairo, Samr Badredeen, datang ke masjid Al Iman untuk memakamkan anggota keluarganya. Namun, dia sulit untuk mengenali mayat yang hangus terbakar.

"Mereka membunuh suami saya dan mereka membakar tubuhnya. Saya tidak dapat menemukannya," ujar Badredeen.

Dia mengatakan suaminya tidak memiliki senjata. Suaminya, Aymen Mohamed Zakayadeen (45), merupakan teknisi listrik dan ayah dari empat orang anak yang berusia 5-12 tahun.

Beberapa orang yang ikut dalam demonstrasi menuliskan namanya di tangan mereka. Sehingga jika serangan terjadi, mayat mereka bisa diidentifikasi.

Nama-nama mereka ditulis di papan. Mayat-mayat itu menunggu untuk dikubur.

Warga Mesir lainnya, Marwan Saber, terpisah dari saudaranya, Omar, saat kekerasan yang dilakukan pasukan keamanan terjadi. Saber menemukan Omar yang seorang teknisi tertembak di dadanya di dalam kemah.

Di Aceh Jaya, 4 Remaja Juga Ditangkap Oleh Aparat TNI / POLRI Karena Turunkan Merah Putih

* Dandim Aceh Jaya, Letkol Yugo Widirgo yang ditanyai Serambi di sela-sela peringatan HUT ke-68 RI mengatakan, siapa saja yang menurunkan atau mencabut bendera yang sudah dikibarkan harus ditangkap. Para pelaku yang ditangkap di kawasan Darul Hikmah telah diserahkan oleh TNI kepada pihak kepolisian untuk diproses lebih lanjut.

Foto : Anggota polisi dan TNI mengamankan empat remaja di Mapolres Aceh Jaya yang ditangkap aparat keamanan di Desa Blang Dalam, Kecamatan Darul Hikmah, Sabtu (17/8/2013)

CALANG – Empat remaja Krueng Tho, Kecamatan Darul Hikmah, Kabupaten Aceh Jaya ditangkap aparat keamanan karena diduga mencabut bendera Merah Putih yang dikibarkan di pinggiran jalan. Salah seorang pelaku mengatakan, dia mengambil bendera tersebut untuk dipasang di rumah.

Informasi yang diperoleh Serambi menyebutkan, keempat remaja Krueng Tho berinisial masing-masing HD (20), JM (19), MS (22), dan JN (19) mencabut bendera Merah Putih yang sudah dipancangkan pada tiang di sepajang jalan Desa Blang Dalam, Kecamatan Darul Hikmah, sekitar pukul 03.00 WIB dini hari, Sabtu (17/8).

“Saya mengambil bendera itu hanya untuk saya pasangkan di rumah saya, sehingga saya mengambilnya. Saya mengaku salah dan tidak akan mengulangi lagi,” kata JN didampingi tiga rekannya, HD, JM, dan HS sambil berharap mereka segera dibebaskan

Dana Otsus Aceh 2014 Naik 2 Trilyun, Yakni Menjadi Rp 8,1 Trilyun

* “Selama ini masyarakat bertanya-tanya tentang penggunaan dana otsus, Kenapa Tidak Adil dan Menyeluruh ? Jadi Pemerintah Aceh Harus terbuka tentang Penggunaan Dana Otsus dan Harus Tepat Sasaran “ kata Mirwan Amir Anggota DPR RI Dari Aceh ( Partai Demokrat)

Foto : Wagub Aceh Meninjau Proyek Otsus

JAKARTA - Dana Otonomi Khusus (Otsus) Aceh 2014 untuk 2014 mencapai Rp 8,1 triliun atau mengalami peningkatan signifikan dibanding 2013 sebesar Rp 6,1 triliun.

Besaran dana Otsus Aceh--termasuk Papua dan Papua Barat--disampaikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam Rapat Paripurna DPR RI untuk mendengarkan pidato pemerintah atas RAPBN 2014, di Gedung DPR/MPR, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (16/8).

Seperti diketahui, Aceh pertama sekali menerima dana Otsus pada 2008 sebesar Rp 3,5 triliun, 2009 Rp 3,7 triliun, 2010 Rp 3,8 triliun, 2011 Rp 4,4 triliun, 2012 Rp 5,4 triliun, dan 2013 Rp 6,1 triliun.

Dana Otsus diberikan berdasarkan perintah UUPA yang besarannya setara 2 persen dari Dana Alokasi Umum (Nasional) selama 15 tahun dan setara 1 persen DAU Nasional pada lima tahun berikutnya.

Enam bidang pemanfaatan dana otsus meliputi pembiayaan pembangunan dan pemeliharaan infrastruktur; pemberdayaan ekonomi rakyat; pengentasan kemiskinan; pendanaan pendidikan; sosial; dan kesehatan.

Secara terpisah anggota DPR RI asal Aceh, Mirwan Amir mengatakan, Pemerintah Aceh harus benar-benar bisa memanfaatkan dana otsus dengan optimal. “Selama ini masyarakat bertanya-tanya tentang penggunaan dana otsus, “ katanya.

Menurut Mirwan, harus bisa dijelaskan kepada masyarakat tentang peruntukkan dana otsus. “Jangan sampai dana tersebut seolah-olah menguap begitu saja, karena pemanfaatannya tidak tepat,” kata politisi Partai Demokrat ini. “Dana Otsus harus memberi dampak langsung kepada kesejahteraan masyarakat Aceh pascakonflik dan tsunami,” kata Mirwan

PANGKOSTRAD Gelar Upacara HUT RI Secara Khusus Di Kampung Mantan Panglima GAM Muzakir Manaf

Perkuat Kecintaan NKRI Di Aceh, PANGKOSTRAD Gelar Upacara HUT RI Secara Khusus Di Kampung Mantan Panglima GAM Muzakir Manaf (Gampong Cot Kafiratun, Seunuddon, Aceh Utara)

* Saya Bangga Pada Rakyat Aceh, Gatot menyebutkan bahwa orang Aceh adalah pejuang yang tak pernah meminta imbalan apapun. Bahkan diawal kemerdekaan, rakyat Aceh telah membuktikan kecintaanya kepada Republik dalam bentuk pemberian sumbangan untuk membeli pesawat terbang pertama bagi Indonesia." Ungkap Letjen TNI Gatot Nurmantyo

Foto : Panglima Komando Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad) Letjen TNI Gatot Nurmantyo

Lhoksukon - Panglima Komando Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad) Letjen TNI Gatot Nurmantyo, mengaku sangat bangga kepada orang Aceh. Sebab, antusias masyarakat Aceh terhadap perdamaian dan NKRI masih begitu tinggi. Hal itu diakuinya usai mengikuti upacara HUT RI ke 68 di Gampong Cot Kafiratun, Seunuddon, Aceh Utara, Sabtu (17/08/2013).

"Mereka menjual gelang dan harta lainnya secara sukarela untuk membeli pesawat terbang yang pertama bagi Indonesia," ujar Gatot bangga.

Terkait dengan soal bendera, Gatot menyebutkan, Aceh yang selama ini disebut-sebut bermasalah karena persoalan bendera, ternyata aman-aman saja.

"Aceh aman-aman saja. persoalan bendera tidak berpengaruh," imbuhnya.

Sabtu, 17 Agustus 2013

Kemeriyahan HUT RI ke 68 Gp. Seuneubok

Meriahkan HUT RI Ke - 68, Pemuda Gp. Seneubok Kabupaten Aceh Barat melaksanakan Perlobaan Turnamen Layang Yang bercorak Merah Putih.

Foto : Turnamen Layang

Meulaboh - Untuk memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia ke-68 tahun Sabtu, 17 Agustus Pemuda Gampong Seneubbok Kec. Johan Pahlawan Kabupaten Aceh Barat melaksanakan Turnamen Layang yang dikuti oleh sekitara 30 Peserta

Mekanisme perlobaan : layang yang di guanakan harus bercorak Merah putih 

selama perlobaan berlangsung banyak layang peserta yang putus akan tetapi antuasias dalam memeriahkan Hut RI ke 68 Cukup Besar . 


Ketua Panitia Turnamen Sdr m. Ali mengatakan pelaksanaan perlobaan tersebut bertujuan mempersatukan anak muda dan menumbuhkan rasa cita akan tanah air.

Nasionalisme Rakyat Aceh


Pangdam IM Apresiasi Nasionalisme Rakyat Aceh, HUT RI Lebih Meriah Karena Rakyat Aceh Antusias Mengibarkan Bendera Merah Putih

“Luar biasa. Saya sangat gembira dan terharu. Ternyata upacara pada tahun ini lebih meriah dibandingkan dengan tahun lalu. ,” ungkapnya Pangdam Iskandar Muda Mayjen TNI Zahari Siregar

Foto : Pangdam Iskandar Muda Mayjen TNI Zahari Siregar

Banda Aceh- Peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-68 dipimpin oleh Gubernur Aceh, Zaini Abdullah pada tahun ini dinilai lebih meriah daripada tahun sebelumnya. Penilaian tersebut disampaikan oleh Pangdam Iskandar Muda Mayjen TNI Zahari Siregar usai upacara peringatan detik-detik proklamasi di
Lapangan Blang Padang Banda Aceh, Sabtu (17/8/2013).

Kemeriahan acara pagi tadi terlihat dari banyaknya warga Kota Banda Aceh yang berkumpul untuk menyaksikan peringatan kemerdekaan negara ini. Selain peserta upacara yang terdiri dari pegawai negeri sipil, TNI dan SKPA dalam lingkungan pemerintah, masyarakat juga ikut serta menyaksikan upacara tersebut.

Saat ditanyai mengenai rasa nasionalisme rakyat Aceh, Pangdam Iskandar Muda mengatakan bahwa masyarakat Aceh punya rasa nasionalisme yang luar biasa. “Sebenarnya mereka punya jiwa nasionalisme dibawah NKRI. Bagus sekali,” ungkapnya.

Dia juga berterima kasih kepada masyarakat Aceh karena telah ikut serta memeriahkan perayaan HUT RI Ke-68 ini. Tidak hanya itu, Pangdam IM juga berterima kasih pada masyarakat yang ikut mengibarkan bendera merah putih di Aceh

Bulan Bintang Dikibarkan Bergandengan dengan Merah Putih

LHOKSUKON - Di Kota Pantonlabu, Kecamatan Tanah Jambo Aye, Aceh Utara, bendera Bulan Bintang dikibarkan bergandengan dengan bendera Merah Putih Jumat (16/09). Sejak pukul 18.00 WIB, tampak segerombolan pemuda dengan menggunakan sepedamotor berkonvoi membawa bendera Bulan Bintang bersama tiangnya. Kemudian mereka mengibarkan bendera Aceh itu berdampingan dengan bendera Merah Putih.

Sepanjang jalan mulai di Desa Cempeudak, Rawang Itek, Samakurok dan bahkan dalam Kota Pantonlabu, Aceh utara terlihat tiga warna bendera berkibar dihempas angin. Masing-masing satu bendera Merah Putih dan dua bendera Bulan Bintang yang disebut bendera Aceh yang telah disahkan dalam Qanun dan bendera Partai PA.

Seperti di Terminal Pantonlabu, jalan Perdagangan, Jalan Tgk Chik Ditiro, jalan Tgk Chik Ditunong dan jalan teladan, juga terlihat puluhan bendera berlambang bulan bintang berkibar bergandengan dengan bendera merah putih. Sampai berita ini ditulis wartawan serambinews.com pukul 22.30 WIB masih berkibar di beberapa tempat, bahkan ke daerah desa pedalaman.

“Kami memasang bendera bulan bintang tak mengganggu bendera Merah putih, kami juga ingin memeriahkan HUT RI secara kebersamaan,” jelas seorang pemuda.

Kecuali itu, ribuan Bendera Merah Putih berkibar sepanjang jalan Negara Banda Aceh-Medan di Lhoseumawe dan Aceh Utara dalam rangka HUT RI yang ke-68. Bukan hanya di Kota Kecamatan, tapi juga ke desa pedalaman berkibar setiap rumah penduduk, Jumat (16/8). Bahkan sampai ke desa pedaalaman Tanah Jambo Aye dan baktiya, Kabupaten Aceh Utara terlihat ribuan bendera merah putih berkibar meliuk-liuk diudara dihempas angin.

Air Mata Janda Yang terabaikan

8 Tahun Sudah Damai Di Aceh, Namun Air Mata Janda Korban Konflik Masih Terabaikan

* Namun, Bupati Aceh Utara Muhammad Thaib alias Cek Mad ketika ditanyai acehonline.info seakan bungkam dan tidak memperdulikan persoalan rakyatnya yang menderita itu.
"Tanya aja kepada dinas, saya belum tau," kata orang nomor satu di Aceh Utara tersebut sembari terus berjalan keluar dari Gedung DPRK.

Foto : Gubuk Reot Yang Tak Layak Huni Milik Korban Konflik Mursyidah (40), warga Cot U Sibak Kecamatan Lhoksukon Kabupaten Aceh Utara

Aceh Utara - Delapan tahun sudah perdamaian Aceh berjalan, namun hingga kini masih banyak janda-janda korban konflik di Aceh Utara yang belum mendapat bantuan.

Sepertinya halnya Mursyidah (40), warga Cot U Sibak Kecamatan Lhoksukon Kabupaten Aceh Utara, dimana ia mengaku selama ini belum pernah menerima bantuan apapun dari Pemerintah.

Kepada acehonline.info, Kamis (15/8) sore, Janda tiga anak itu menceritakan soal kepedihan yang dialaminya, semenjak ditinggal Almarhum suaminya bernama Nurdin.

"Selama ini saya menjadi tulang punggung keluarga mencari nafkah, untuk membiayai ketiga buah hati saya yakni Cut Putriani (17), Hendra Gunawan (13), dan Irfan Fadila (14), yang ketiganya masih duduk di bangku sekolah," ujar Musyidah.

Dalam membesarkan ketiga buah hatinya, Musyidah Musyidah hanya memiliki sebuah gubuk reot yang tak layak huni berukuran 6x7 meter. Dinding sebelah barat dan selatan dipasangkan bambu, serta sebelah utara ditempel tikar tripal bewarna biru. Rumah yang telah miring dan nyaris rubuh itu, juga hanya beratapkan rumbia dan dan berlantai tanah.

"Jika musim hujan rumah saya bocor, dan hujan air masuk kedalam rumah," cerita Musyidah seraya meyuguhkan air putih untuk melepas dahaga.

Dengan kondisi sepeti itu, Mursyidah mengaku tidak pernah mendapatkan bantuan dari pemerintah.

Ia berharap, para pemimpin di Aceh untuk dapat membuka mata, dan tergugah hatinya untuk dapat menyalurkan bantuan kepadanya.

"Saya berharap pemerintah dapat membangun rumah untuk saya, dan membiayai sekolah ketiga anak saya hingga selesai kuliah, agar kami tidak terus hidup dalam kemiskinan," imbuh Mursyidah seraya meneteskan air mata.

Sementara itu, Bupati Aceh Utara Muhammad Thaib alias Cek Mad ketika ditanyai acehonline.info mengenai bantuan untuk janda korban konflik, Jumat (16/8), di Geding DPRK Aceh Utara, seakan bungkam dan tidak memperdulikan persoalan rakyatnya yang menderita itu.

"Tanya aja kepada dinas, saya belum tau," kata orang nomor satu di Aceh Utara tersebut sembari terus berjalan keluar dari Gedung DPRK.

Meriahkan HUT RI Ke - 68

Meriahkan HUT RI Ke - 68, KODAM Iskandar Muda Targetkan Sejuta Merah Mutih Berkibar Se - Antero Wilayah Di Aceh

* Guna mewujudkan hal tersebut, pihaknya akan membagi-bagikan bendera merah putih untuk semua masyarakat Aceh. Ungkap Kapendam Iskandar Muda, Kolonel Arh Subagio Irianto Di Banda Aceh

Foto : Bendera Merah Putih Yang Di Pasang Di Aceh Timur, Tepatnya Sekitar Jalan A Yani dan bahu jalan sepanjang Jalan Medan-Banda Aceh di Langsa.

Banda Aceh - Untuk memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia ke-68 tahun Sabtu, 17 Agustus besok. Kodam Iskandar Muda menargetkan pengibaran satu juta bendera merah putih di Provinsi Aceh. guna mewujudkan hal tersebut, pihaknya akan membagi-bagikan bendera merah putih untuk semua masyarakat Aceh.

Mekanisme pembagian itu dilakukan dengan beberapa cara, ada dibagikan di jalan raya oleh anggota TNI dan kepolisian disetiap daerah di Kabupaten kota di Aceh dan ada juga yang dititip kan melalui kepala-kepala desa atau geuchik gampong untuk di bagikan kepada warga.

Sejak beberapa hari ini, pemerintah, Polda Aceh, LSM dan Kodam ikut membagi-bagikan bendera merah putih kepada masyarakat di berbagai daerah. Subagio mengaku tidak memiliki data berapa jumlah bendera yang telah dibagikan.

"Kita mengimbau kepada masyarakat untuk memeriahkan HUT RI dengan mengibarkan bendera (merah putih) sebanyak-banyaknya. Kami punya program (pengibaran) satu juta bendera," kata Kapendam Iskandar Muda, Kolonel Arh Subagio Irianto, yang di tanyai The Globe Journal di sela-sela persiapan uapaca bendera besok pagi di Blangpadang Banda Aceh.

Kapengdam menolak asumsi yang mengatakan kalau geakan pembagian sejuta bendera ini untuk mengantisipasi pengibaran bendera bulan bintang bertepatan dengan delapan tahun penandatanganan MoU damai antara RI dan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) yang diperingati kemarin Jum’at 15 Agustus.

"Tidak..tidak…tidak benar itu, ini hanya untuk memeriahkan HUT kemerdekaan," tukas Subagio Kapengdam Iskandar Muda.

Bendera merah putih kini sudah berkibar di sejumlah daerah di Aceh, menyusul adanya imbauan pengibaran sang saka merah putih jelang HUT RI. Di sepanjang Jalan Nasional Banda Aceh-Medan, merah putih kini berkibar di kiri kanan jalan depan rumah warga. Hal serupa juga terlihat di Kota Banda Aceh.