Rabu, 28 Agustus 2013

Waka POLRI Menganggap Serius Ancaman ASNLF/Aceh Merdeka Yang Akan Merekrut Anggota Baru GAM

* Selain persoalan keamanan, Aceh juga masih rawan dengan belum matinya ide separatisme di beberapa kalangan terutama mantan kombatan. Menurut pengakuan salah seorang mantan kombatan di wilayah Wak Leeng, Kabupaten Aceh Tamiang, bahwa 2 tokoh GAM dari Swedia akan berkunjung ke Aceh untuk melakukan konsolidasi dan perekrutan anggota. Ungkap Inspektur Jenderal Suparni Parto

Foto : Inspektur Jenderal Suparni Parto

Jakarta - Kepala Badan Intelijen dan Keamanan (Kabaintelkam) Polri yang baru dilantik pada 16 April 2013, Inspektur Jenderal Suparni Parto akan memfokuskan kerjanya pada pelaksanaan Pemilihan Umum 2014. Suparni mengatakan akan melakukan deteksi dini kerawanan yang ada di sejumlah daerah, antara lain di Aceh.

Sebelumnya, pada Juni 2013, sebuah kelompok yang mengklaim akan memperjuangkan kemerdekaan Aceh telah mengeluarkan siaran pers yang ditandatangani Abu Sumatera, salah seorang jubir kelompok tersebut, berisi keprihatinan terhadap kondisi politik, ekonomi dan sosial di Aceh. Kelompok ini menilai kesenjangan politik, ekonomi dan sosial terjadi akibat adanya kebijakan dan sistem dari Pemerintah Indonesia yang merupakan negara penjajah bangsa Aceh. Hal ini tidak terlepas dari upaya segelintir elite politik Aceh yang masih mau bekerja sama dengan Pemerintah Indonesia.

Oleh karena itu, kelompok ini meminta seluruh komponen bangsa Aceh untuk menyatukan visi dan misi dalam memperjuangkan hak penentuan nasib sendiri dengan cara yang sesuai norma dan hukum internasional. Kelompok ini bahkan telah membuka perwakilan di Kab. Aceh Tamiang. Tegas Inspektur Jenderal Suparni Parto

2 komentar:

  1. Pemerintah Indonesia bagaimana melihat dengan keprihatinan kondisi politik, ekonomi dan sosial di aceh dengan kesenjangan politik, ekonomi dan sosial, Pemerintah Indonesia tidak bisa mengambil sikap dari kekerasan dan kesewenang - wenangngan dalam mengatasi hal ini di aceh perlu cerdas dalam mengambil langkah sesuai dengan kondisi politik, ekonomi dan sosial yang tengah terjadi di aceh, adapun keprihatinan dan kesenjangan yang tengah terjadi di aceh sekarang ini yang perlu cerdas dalam menyelesaikan,..

    BalasHapus
  2. menurut saya pemerentah indonesia tidak seriyus menang gagapi masalah aceh aceh selalu ditipu oleh indonesia wajar kalaw aceh ingin pisah kalaw dari dasar sejarah aceh merupakan negara yang mardeka diakuwi oleh belanda .indonesia tidak pernah diakui oleh belanda karena indonesia tidak pernah mardeka melawan blanda.

    BalasHapus