Banda Aceh - Kepolisian Daerah Aceh menggelar pasukan untuk Operasi Ketupat di Markas Besar Polda Aceh hari ini, sekitar pukul 09.00 Wib pada Kamis, 1 Agustus 2013. Hadir dalam apel tersebut Sekretaris Daerah Aceh, T Setia Budi dan Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Aceh, M Tanwier Mahdi.
Dalam sambutannya Irjen Pol Herman Effendi menyampaikan agar pasukan yang turun dapat benar-benar melayani masyarakat.
"Kita melibatkan 1.770 personil yang kita libatkan yaitu personil gabungan," katanya.
Menurutnya semua personil ditempatkan dari Singkil sampai Banda Aceh dan membuat pos di Aceh Timur, Seulawah serta Saree.
Dia mengatakan ada perintah pengawasan dimana satu pos ditempatkan personil 25 hingga 30 orang. Polda Aceh juga mengawasi potensi kejahatan di jalur mudik.
Rabu, 31 Juli 2013
Polda Aceh Gelar Pasukan Untuk Operasi Ketupat 2013 Di Aceh
Label:
Adat,
Budaya,
Dunia,
Ekonomi,
Info Aceh,
Info Artis,
Info Kriminal,
Info Nanggroe,
Info Umum,
KPK,
Manca Negara,
Pemerintah,
Polisi,
Seputar Indonesia,
Sosial Budaya,
TNI
Bendera Aceh Di Pastikan Molor Lagi
endera Aceh Di Pastikan Molor Lagi, Karena Pemerintah Pusat dan Aceh Sepakat Cooling Down Lagi Sampai 15 Oktober 2013
"Persoalan bendera Aceh cooling down lagi. Tadi kita sepakat untuk memperpanjang masa cooling down ini selama dua bulan.Dari 15 Agutus ke 15 Oktober 2013," ujar Ketua Komisi A Dewan Perwakilan Rakyat (DR) Aceh, Adnan Buransyah saat ditanyai hasil pertemuan Pemerintah Aceh dengan Mendagri di Jakarta, Rabu, 31 Juli 2013.
Jakarta - Persoalan bendera Aceh akan kembali dibahas bulan Oktober mendatang. Pemerintah Pusat bersama Pemerintah Aceh kembali menyepakati perpanjangan masa cooling down terhadap persoalan itu.
Masa cooling down itu dimulai sejak 15 Agutus 2013 atau setelah berakhir masa cooling down kedua pada 14 Agustus 2013 nanti.
Kesepakatan Cooling down untuk ketiga kalinya ini berlaku selama dua bulan atau sampai dengan 15 Oktober 2013.
Kata dia, selama masa cooling down, kedua belah pihak juga diwajibkan melakukan komunikasi intensif, berkompromi untuk menyelesaikan persoalan tersebut.
"Seperti kata Pak JK waktu itu, dibutuhkan kompromi dan pembicaraan intensif. Tidak ada yang tidak bisa diselesaikan. Oleh karena itu, masa tersebut diharapkan mampu membuat persoalan ini (bendera) selesai," katanya.
"Persoalan bendera Aceh cooling down lagi. Tadi kita sepakat untuk memperpanjang masa cooling down ini selama dua bulan.Dari 15 Agutus ke 15 Oktober 2013," ujar Ketua Komisi A Dewan Perwakilan Rakyat (DR) Aceh, Adnan Buransyah saat ditanyai hasil pertemuan Pemerintah Aceh dengan Mendagri di Jakarta, Rabu, 31 Juli 2013.
Jakarta - Persoalan bendera Aceh akan kembali dibahas bulan Oktober mendatang. Pemerintah Pusat bersama Pemerintah Aceh kembali menyepakati perpanjangan masa cooling down terhadap persoalan itu.
Masa cooling down itu dimulai sejak 15 Agutus 2013 atau setelah berakhir masa cooling down kedua pada 14 Agustus 2013 nanti.
Kesepakatan Cooling down untuk ketiga kalinya ini berlaku selama dua bulan atau sampai dengan 15 Oktober 2013.
Kata dia, selama masa cooling down, kedua belah pihak juga diwajibkan melakukan komunikasi intensif, berkompromi untuk menyelesaikan persoalan tersebut.
"Seperti kata Pak JK waktu itu, dibutuhkan kompromi dan pembicaraan intensif. Tidak ada yang tidak bisa diselesaikan. Oleh karena itu, masa tersebut diharapkan mampu membuat persoalan ini (bendera) selesai," katanya.
Label:
Adat,
Budaya,
Dunia,
Ekonomi,
Info Aceh,
Info Artis,
Info Kriminal,
Info Nanggroe,
Info Umum,
KPK,
Manca Negara,
Pemerintah,
Polisi,
Seputar Indonesia,
Sosial Budaya,
TNI
Lebaran Harga Emas di Aceh Kembali Naik
Jelang Lebaran Harga Emas di Aceh Kembali Naik Menjadi Rp. 1,5 Juta Per Mayam
Harga emas di Banda Aceh hari ini kembali naik di angka Rp 441.500 per gram, Rabu, 31 Juli 2013. Kenaikan harga emas hari ini adalah untuk kedua kalinya selama bulan Ramadan.
"10 pertama bulan Ramadan harga mas Rp430 ribu per gram. Terus naik lagi menjadi Rp435 ribu pada 15 puasa kemarin dan hari ini, harganya menjadi Rp441.500," kata Bobby, pemilik Toko Mas Paris di Jalan Idi atau di belakang Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh.
Bobby menjual emas di tempatnya seharga Rp 1.470.000 per mayam. Namun harga ini belum termasuk biaya penempahan, di mana setiap mayamnya dikenakan ongkos Rp30 ribu.
"Kalau sudah termasuk ongkos, emas hari ini seharga Rp1,5 juta per mayam. Kita memprediksikan harga ini akan terus naik. Hanya saja kita tidak bisa memprediksi naiknya sampai berapa persen dan kapan waktu naiknya," kata Bobby.
Sementara menjelang Lebaran, Bobby juga mengatakan transaksi di tokonya lebih didominasi oleh banyaknya warga yang menjual harga emasnya daripada membeli. Hal senada disampaikan oleh Nasrol di Toko Mas Intan Permata di Jalan Teungku Chik Di Pante Kulu Pasar Aceh.
"Jelang lebaran banyak pelanggan yang datang menjual harga emasnya. Mungkin ini karena untuk memenuhi kebutuhan Lebaran dan juga berbarengan masuknya tahun ajaran baru untuk anak-anak yang mau masuk kampus," ujar Nasrol.
Harga emas di Banda Aceh hari ini kembali naik di angka Rp 441.500 per gram, Rabu, 31 Juli 2013. Kenaikan harga emas hari ini adalah untuk kedua kalinya selama bulan Ramadan.
"10 pertama bulan Ramadan harga mas Rp430 ribu per gram. Terus naik lagi menjadi Rp435 ribu pada 15 puasa kemarin dan hari ini, harganya menjadi Rp441.500," kata Bobby, pemilik Toko Mas Paris di Jalan Idi atau di belakang Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh.
Bobby menjual emas di tempatnya seharga Rp 1.470.000 per mayam. Namun harga ini belum termasuk biaya penempahan, di mana setiap mayamnya dikenakan ongkos Rp30 ribu.
"Kalau sudah termasuk ongkos, emas hari ini seharga Rp1,5 juta per mayam. Kita memprediksikan harga ini akan terus naik. Hanya saja kita tidak bisa memprediksi naiknya sampai berapa persen dan kapan waktu naiknya," kata Bobby.
Sementara menjelang Lebaran, Bobby juga mengatakan transaksi di tokonya lebih didominasi oleh banyaknya warga yang menjual harga emasnya daripada membeli. Hal senada disampaikan oleh Nasrol di Toko Mas Intan Permata di Jalan Teungku Chik Di Pante Kulu Pasar Aceh.
"Jelang lebaran banyak pelanggan yang datang menjual harga emasnya. Mungkin ini karena untuk memenuhi kebutuhan Lebaran dan juga berbarengan masuknya tahun ajaran baru untuk anak-anak yang mau masuk kampus," ujar Nasrol.
Label:
Adat,
Budaya,
Dunia,
Ekonomi,
Info Aceh,
Info Artis,
Info Kriminal,
Info Nanggroe,
Info Umum,
KPK,
Manca Negara,
Pemerintah,
Polisi,
Seputar Indonesia,
Sosial Budaya,
TNI
Membuat Tampilan Iklan Google Adsense Responsif (CSS Media Queries)
Masih bicara masalah responsive nih, ceritanya. Karena sekarang sudah jamannya responsif, maka Google akhirnya secara resmi mengeluarkan satu fitur baru lagi sebagai salah satu opsi/pilihan kode yang bisa di set di dashboard Google Adsense. Beberapa waktu lalu, Google meluncurkan asynchronous code untuk memperbaiki performa website yang menampilkan iklan Adsense, iklan tampil lebih cepat dan
Wali Nanggroe, Kok Hilang Selama Ramadhan ? Kemanakah Anda ?
Pengamat Aceh Muhajir : Wali Nanggroe, Kok Hilang Selama Ramadhan ? Kemanakah Anda ?
* Malik Mahmud yang telah dinobatkan sebagai Wali Nanggroe Aceh oleh mayoritas kekuatan politik lokal yang sekarang sedang leading di Aceh. Kemana gerangan Wali Nanggroe selama Ramadhan. kok tidak pernah menjadi penceramah? Kok tidak menjadi imam shalat? sakitkah beliau? Atau ada apa? Tegar Muhajir Juli.
Saya hampir lupa bila Aceh sudah punya Wali Nanggroe yang aturan hukumnya sudah dibuat dalam bentuk Qanun Aceh Nomor 8 Tahun 2012 Tentang Lembaga Wali Nanggroe.
Pertanyaan itu menucul karena sejatinya sebagai seorang yang telah dinobatkan sebagai “Wali” bagi Aceh, sosok Malik Mahmud merupakan manusia yang layak ditempatkan melebihi wibawa gubernur, Wabup, ketua DPR Aceh, bahkan alim ulama sekalipun. Sebab pangkat kewalian yang disandang oleh yang mulia Malik Mahmud merupakan sebuah gelar yang sangat luar biasa sekali.
Sebagai pribadi, saya juga berharap bila dalam Bulan Ramadhan ini, Malik Mahmud lebih banyak menghabiskan waktunya ditengah-tengah rakyat Aceh. Baik itu sebagai imam shalat, penceramah maupun pemberi ketenangan dan berperan sebagai refrigerator ditengah polemik bendera Bintang Bulan yang semakin tidak sehat saja.
Bahkan saya pernah berjanji dengan diri sendiri, bila pada suatu hari panitia tarawih atau Jumat Mesjid Raya Baiturrahman memberikan kesempatan kepada yang Mulia Malik Mahmud untuk menjadi imam atau penceramah/pengkhotbah, maka selama saya di Aceh, saya akan menyempatkan diri untuk datang ke mesjid yang bersejarah itu.
Dari lubuk hati yang paling dalam, saya tetap menghormati Malik Mahmud sebagai orang Aceh dan sebagai yang dimuliakan oleh dunia sebagai Walinya orang Aceh. Saya tidak memandang remeh ilmu pengetahuan beliau. Termasuk pengetahuan tentang agama.
Nah, untuk membuktikan bahwa Malik Mahmud bukanlah orang yang bodoh dalam ilmu agama, sudah sepatutnya beliau show ke publik tentang kemampuannya itu. Juga untuk mengobati rasa rindu rakyat seperti saya agar mendapatkan bimbingan dari wali yang selama ini telah membaktikan diri kepada rakyat Aceh.
Mungkin momentum Ramadhan ini perlu dipergunakan dengan sebaik-baiknya oleh Malik Mahmud untuk lebih dekat dengan rakyatnya. sehingga tidak ada lagi syak wasangka dan duga-duga yang salah dari rakyat kecil.
Diakhir tulisan ini saya kembali tegaskan, bahwa apa yang saya tulis tidaklah bermaksud untuk mengejek atau menggugat Yang Mulia. Namun anggaplah ini sebagai instrumen pengingat, agar saya dan rakyat lainnya yang peduli, tidak lagi bertanya, kemana Wali Nanggroe selama Ramadhan? Kami rindu beliau
Label:
Adat,
Budaya,
Dunia,
Ekonomi,
Info Aceh,
Info Artis,
Info Kriminal,
Info Nanggroe,
Info Umum,
KPK,
Manca Negara,
Pemerintah,
Polisi,
Seputar Indonesia,
Sosial Budaya,
TNI
Pangdam Iskandar Muda Secara Tegas Melarang Pengibaran Bendera GAM Di Aceh
"Kata Gubernur waktu itu di depan Polda Aceh juga, tidak ada perintah dari Pemerintah Aceh menaikkan bendera bulan bintang, kalau pun ada yang menaikkan itu oknum tertentu yang mengatasnamakan Pemerintah Aceh," tegas Mayor Jenderal TNI Zahari Siregar
Foto : Pangdam IM Aceh Mayor Jenderal TNI Zahari Siregar
Banda Aceh - Rencana pengibaran bendera Bulan Bintang pada tanggal 15 Agustus 2013 di Aceh ditentang keras oleh Pangdam Iskandar Muda.
Mayor Jenderal TNI Zahari Siregar secara tegas mengatakan, di Aceh tidak perlu adanya pengibaran bendera yang mirip dengan bendera separtis GAM tersebut.
"Tidak perlu dikibarkan sejak mulai 15 Agustus sampai setelah itu, apa lagi 17 Agustus," kata Mayjen Zahari Siregar, usai buka puasa bersama di Pendopo Gubernur Aceh di Banda Aceh.
Aceh merupakan bagian dari NKRI, maka hanya ada satu bendera yang boleh berkibar di Aceh menjelang peringatan kemerdekaan RI yaitu bendera Merah Putih.
Bahkan katanya, sejak tanggal 1 Agustus 2013 akan memperbanyak mengibarkan bendera Merah Putih di seluruh Aceh. "Jadi saya mengimbau kepada seluruh masyarakat Aceh agar menaikkan bendera merah putih saja, tidak boleh ada berkibar bendera selain merah putih," tukasnya.
Saat dipertegas tindakan apa yang akan diambil bila ada bendera bulan bintang berkibar. Zahari mengatakan akan memerintahkan pasukan untuk menurunkan bendera tersebut. "Kalau ada yang berkibar, akan kita turunkan," tukasnya.
Zahari menambahkan, persoalan ini sudah disampaikan pada Gubernur Aceh agar di Aceh hanya bendera merah putih yang berkibar menjelang peringatan kemerdekaan RI. Gubernur Aceh juga telah menyanggupi persoalan itu dan bahkan Gubernur menampik telah memerintahkan untuk mengibarkan bendera tersebut.
Oleh karena itu, ia mengimbau kepada seluruh rakyat Aceh agar tidak menaikkan bendera bulan bintang. Akan tetapi, rakyat Aceh menjelang peringatan hari kemerdekaan Indonesia dibolehkan hanya mengibarkan bendera merah putih.
Lanjutnya, hargailah pengorbanan pahlawan kita dulu yang telah merelakan nyawa untuk mempertahankan tanah air ini. Kemerdekaan pun bukan hadiah dari negara lain, akan tetapi ini hasil perjuangan rakyat Indonesia untuk merebut kemerdekaan dari tangan penjajah di masa itu.
Label:
Adat,
Budaya,
Dunia,
Ekonomi,
Info Aceh,
Info Artis,
Info Kriminal,
Info Nanggroe,
Info Umum,
KPK,
Manca Negara,
Pemerintah,
Polisi,
Seputar Indonesia,
Sosial Budaya,
TNI
Setelah Terjadi Insiden Pengrusakan Atribut Partai Aceh Oleh PETA, Akhirnya Pihak PA dan PETA Damai
Setelah Terjadi Insiden Pengrusakan Atribut Partai Aceh Oleh PETA, Akhirnya Pihak PA dan PETA Damai
* Insiden pengrusakan atribut Partai Aceh (PA) yang dilakukan oknum Pembela Tanah Air (PETA), akhirnya tidak diperpanjang dan berakhir dengan damai.
Aceh Tengah -Insiden pengrusakan atribut Partai Aceh (PA) yang dilakukan oknum Pembela Tanah Air (PETA), akhirnya tidak diperpanjang dan berakhir dengan damai. Peritiwa pengrusakan Bendera PA yang dipajang disejumlah tempat di Kota Takengon bermula saat pihak PETA mendengar adanya pemasangan Bendera Bulan Bintang di Simpang Lima Takengon.Diketahui, polemik Bendera Aceh saat ini masih dalam proses pembahasan di tingkat Nasional.
Pada saat mendengar adanya pengibaran Bendera Bulan Bintang, pihak PETA panik dan tidak terima terhadap pengibaran atribut tersebut, sehingga pihak PETA Aceh Tengah bersama anggota Laskar Merah Putih (LMP) dan Forum Komunikasi Anak Bangsa (FORKAB) melakukan penurunan Bendera Bulan Bintang dengan paksa, lalu membakarnya hingga ludes.Namun ditengah rasa emosi yang tidak terkendali terpancing juga teriakakan-teriakan dari orang-orang disekeliling, sehingga pihak PETA mengaku tidak lagi bisa membedakan mana Bendera Partai dengan Bendera Bulan Bintang yang pada saat itu pemasangan atribut PA dengan Bendera Bulan Bintang berdekatan. Disampaikan, secara reflek yang oknum PETA turut memcopot puluhan atribut PA dan membakar sebuah bendera PA.
"Oknum anggota PETA telah mengakui kesalahan mereka. Dan juga telah meminta maaf kepada pihak kami," ujar Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PA Kabupaten Aceh Tengah, Ismuddin alias Renggali, kepada Rakyat Aceh, Minggu (28/7) di Takengon, usai melakukan pertemuan Pimpinan PETA Aceh Tengah dan Laskar Merah Putih (LMP), membahas persoalan tersebut."Yang melakukan pengrusakan atribut kami adalah perbuatan oknun PETA yang berasal dari Bener Meriah. Kawan-kawan tersebut telah mengakui bahwa mereka khilaf. Kita juga mengambil sikap bijaksana ini dan merasa tidak perlu lagi memperpanjang persoalan ini, dengan pertimbangan untuk kepentingan seluruh warga Aceh Tengah," kata Ketua Komite Peralihan Aceh (KPA) Tanah Gayo ini. Begitu pula dengan rencana pihak PA setempat akan melaporkan kepada pihak Kepolisian, dipastikan batal setelah melakukan musyawarah diantara para pihak.
Kesepakatan tidak memperkeruh suasana ini, juga tertuang didalam Surat Perjanjian Perdamaian yang diperoleh Rakyat Aceh. Didalam surat MoU tersebut, mewakili dari pihak PETA Aceh Tengah, adalah salah seorang anggota PETA, Yusuf Cibro. Sedangkan dari pihak PA, langsung diwakili oleh Renggali. Didalami surat tersebut, juga diterakan para saksi, yakni Ketua PETA Aceh Tengah, Bambang Irawan, Panglima Perang PETA, Zainuddin Cibro, FORKAB, M. Safi'i, Ketua LMP, Hamzah Tun MR alias Jon sera Ketua Forum LSM Aceh Tengah, Agustino.
Surat MoU tersebut juga ditembuskan kepada Bupati, Kapolres, Dandim 0106/Aceh Tengah, Kajari dan Ketua DPRK Ace Tengah, serta masing-masing pihak. Amatan Rakyat Aceh hingga kemarin, sejumlah Bendera PA banyak terpajang dibeberapa tempat diseputaran Kota Takengon.
* Insiden pengrusakan atribut Partai Aceh (PA) yang dilakukan oknum Pembela Tanah Air (PETA), akhirnya tidak diperpanjang dan berakhir dengan damai.
Aceh Tengah -Insiden pengrusakan atribut Partai Aceh (PA) yang dilakukan oknum Pembela Tanah Air (PETA), akhirnya tidak diperpanjang dan berakhir dengan damai. Peritiwa pengrusakan Bendera PA yang dipajang disejumlah tempat di Kota Takengon bermula saat pihak PETA mendengar adanya pemasangan Bendera Bulan Bintang di Simpang Lima Takengon.Diketahui, polemik Bendera Aceh saat ini masih dalam proses pembahasan di tingkat Nasional.
Pada saat mendengar adanya pengibaran Bendera Bulan Bintang, pihak PETA panik dan tidak terima terhadap pengibaran atribut tersebut, sehingga pihak PETA Aceh Tengah bersama anggota Laskar Merah Putih (LMP) dan Forum Komunikasi Anak Bangsa (FORKAB) melakukan penurunan Bendera Bulan Bintang dengan paksa, lalu membakarnya hingga ludes.Namun ditengah rasa emosi yang tidak terkendali terpancing juga teriakakan-teriakan dari orang-orang disekeliling, sehingga pihak PETA mengaku tidak lagi bisa membedakan mana Bendera Partai dengan Bendera Bulan Bintang yang pada saat itu pemasangan atribut PA dengan Bendera Bulan Bintang berdekatan. Disampaikan, secara reflek yang oknum PETA turut memcopot puluhan atribut PA dan membakar sebuah bendera PA.
"Oknum anggota PETA telah mengakui kesalahan mereka. Dan juga telah meminta maaf kepada pihak kami," ujar Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PA Kabupaten Aceh Tengah, Ismuddin alias Renggali, kepada Rakyat Aceh, Minggu (28/7) di Takengon, usai melakukan pertemuan Pimpinan PETA Aceh Tengah dan Laskar Merah Putih (LMP), membahas persoalan tersebut."Yang melakukan pengrusakan atribut kami adalah perbuatan oknun PETA yang berasal dari Bener Meriah. Kawan-kawan tersebut telah mengakui bahwa mereka khilaf. Kita juga mengambil sikap bijaksana ini dan merasa tidak perlu lagi memperpanjang persoalan ini, dengan pertimbangan untuk kepentingan seluruh warga Aceh Tengah," kata Ketua Komite Peralihan Aceh (KPA) Tanah Gayo ini. Begitu pula dengan rencana pihak PA setempat akan melaporkan kepada pihak Kepolisian, dipastikan batal setelah melakukan musyawarah diantara para pihak.
Kesepakatan tidak memperkeruh suasana ini, juga tertuang didalam Surat Perjanjian Perdamaian yang diperoleh Rakyat Aceh. Didalam surat MoU tersebut, mewakili dari pihak PETA Aceh Tengah, adalah salah seorang anggota PETA, Yusuf Cibro. Sedangkan dari pihak PA, langsung diwakili oleh Renggali. Didalami surat tersebut, juga diterakan para saksi, yakni Ketua PETA Aceh Tengah, Bambang Irawan, Panglima Perang PETA, Zainuddin Cibro, FORKAB, M. Safi'i, Ketua LMP, Hamzah Tun MR alias Jon sera Ketua Forum LSM Aceh Tengah, Agustino.
Surat MoU tersebut juga ditembuskan kepada Bupati, Kapolres, Dandim 0106/Aceh Tengah, Kajari dan Ketua DPRK Ace Tengah, serta masing-masing pihak. Amatan Rakyat Aceh hingga kemarin, sejumlah Bendera PA banyak terpajang dibeberapa tempat diseputaran Kota Takengon.
Label:
Adat,
Budaya,
Dunia,
Ekonomi,
Info Aceh,
Info Artis,
Info Kriminal,
Info Nanggroe,
Info Umum,
KPK,
Manca Negara,
Pemerintah,
Polisi,
Seputar Indonesia,
Sosial Budaya,
TNI
Wakil Bupati Aceh Timur Syahrul Syamuan (LINUD) Dari PA, Copot dan Robek Bendera PNA Di Depan Polisi dan Pengawalnya
Wakil Bupati Aceh Timur Syahrul Syamuan (LINUD) Dari PA, Copot dan Robek Bendera PNA Di Depan Polisi dan Pengawalnya Di Gampong Punti, Peureulak Aceh Timur
Foto : Syahrul Syamuan
Aceh Timur - TGK Jauhari Abu Bakar (37) kader PNA di Gampong Punti, yang melihat langsung kejadian tersebut mengatakan, peristiwa pencopotan dan perobekan bendera PNA oleh Wabup Aceh Timur Syahrul Syamaun terjadi pada, Sabtu (27/7) pukul 18.10 WIB.
Menurut dia, peristiwa ini berawal saat satu mobil rombongan Wakil Bupati Aceh Timur menuju Gampong Punti Kecamatan Peureulak. Tiba-tiba mobil CRV gelap yang ditumpangi Wakil Bupati berhenti di pinggir jalan, lokasi bendera PNA berkibar.
Sejurus kemudian, Wabup turun dari mobil, tanpa basa-basi ia langsung menuju tempat enam bendera PNA berkibar. Bendera orange dengan nomor 12 tersebut lalu dicopot, dengan cara merobek dan mematahkan tiangnya. Bendera-bendera itu kemudian dimasukkan ke dalam mobil.
Setelah itu, kata Jauhari Abu Bakar, rombongan Wabup berangkat kembali menuju Peureulak. Dalam perjalanan pulang, mobil Wabup sempat berhenti di Meunasah Gampong Punti dan membuang tiang bendera yang dicopotnya
Label:
Adat,
Budaya,
Dunia,
Ekonomi,
Info Aceh,
Info Artis,
Info Kriminal,
Info Nanggroe,
Info Umum,
KPK,
Manca Negara,
Pemerintah,
Polisi,
Seputar Indonesia,
Sosial Budaya,
TNI
Minggu, 28 Juli 2013
Wakil Ketua PA Abu Razak Dipukul Lagi di Pendopo Gubernur Aceh Saat Acara Buka Puasa Bersama
* Hadir dalam acara tersebut Gubernur Zaini Abdullah dan Wali Nanggroe Malik Mahmud.
Foto : Abu Razak
Banda Aceh - Pemukulan terhadap Wakil Ketua Partai Aceh (PA), Kamaruddin alias Abu Razak oleh teman sendiri kembali terjadi. Insiden tersebut terjadi di dalam pendopo Gubernur Aceh yang dilakukan oleh Kader Partai Aceh wilayah Pidie Jaya.
Informasi yang diperoleh The Globe Journal dari kepolisian menjelaskan, kejadian itu berawal setelah buka puasa bersama dengan Muspida di Pendopo Gubernur Aceh, sekitar pukul 20.20 WIB. Hadir dalam acara tersebut Gubernur Zaini Abdullah dan Wali Nanggroe Malik Mahmud.
Ketika Abu Razak hendak menaiki mobil, dirinya langsung dihadang oleh Kader PA wilyah Pidie Jaya, berinisial SM.
Pelaku tiba-tiba menonjok korban mengenai wajahnya hingga memar. Melihat kejadian tersebut, pengawal Abu Razak pun tidak tinggal diam langsung membalas perlakuan SM sehingga petugas pengawal pendopo dari kepolisian pun langsung mengeluarkan pistolnya untuk mengamankan pelaku.
Secara kongkrit pihak kepolisian belum mengetahui motif pemukulan tersebut. Namun isu yang berkembang adanya ketidakpuasan terhadap pelaku terhadap kepemimpinan Abu Razak.
"Besok saja yang kita jelaskan karena masih dalam proses pemeriksaan, belum jelas nanti setelah ada hasil saya sampaikan," ujar Kasat Reskrim Poltabes Banda Aceh, Erlingtang Jaya kepada The Globe Journal, Minggu malam (28/07/2013).
Saat ini pelaku telah diamankan oleh kepolisian di Guest House Pendopo. Sedangkan Abu Razak langsung meninggalkan pendopo
Foto : Abu Razak
Banda Aceh - Pemukulan terhadap Wakil Ketua Partai Aceh (PA), Kamaruddin alias Abu Razak oleh teman sendiri kembali terjadi. Insiden tersebut terjadi di dalam pendopo Gubernur Aceh yang dilakukan oleh Kader Partai Aceh wilayah Pidie Jaya.
Informasi yang diperoleh The Globe Journal dari kepolisian menjelaskan, kejadian itu berawal setelah buka puasa bersama dengan Muspida di Pendopo Gubernur Aceh, sekitar pukul 20.20 WIB. Hadir dalam acara tersebut Gubernur Zaini Abdullah dan Wali Nanggroe Malik Mahmud.
Ketika Abu Razak hendak menaiki mobil, dirinya langsung dihadang oleh Kader PA wilyah Pidie Jaya, berinisial SM.
Pelaku tiba-tiba menonjok korban mengenai wajahnya hingga memar. Melihat kejadian tersebut, pengawal Abu Razak pun tidak tinggal diam langsung membalas perlakuan SM sehingga petugas pengawal pendopo dari kepolisian pun langsung mengeluarkan pistolnya untuk mengamankan pelaku.
Secara kongkrit pihak kepolisian belum mengetahui motif pemukulan tersebut. Namun isu yang berkembang adanya ketidakpuasan terhadap pelaku terhadap kepemimpinan Abu Razak.
"Besok saja yang kita jelaskan karena masih dalam proses pemeriksaan, belum jelas nanti setelah ada hasil saya sampaikan," ujar Kasat Reskrim Poltabes Banda Aceh, Erlingtang Jaya kepada The Globe Journal, Minggu malam (28/07/2013).
Saat ini pelaku telah diamankan oleh kepolisian di Guest House Pendopo. Sedangkan Abu Razak langsung meninggalkan pendopo
Label:
Adat,
Budaya,
Dunia,
Ekonomi,
Info Aceh,
Info Artis,
Info Kriminal,
Info Nanggroe,
Info Umum,
KPK,
Manca Negara,
Pemerintah,
Polisi,
Seputar Indonesia,
Sosial Budaya,
TNI
Nurasyidah : Yusniar Main Layangan di ‘Eumpang Breuh 11’ Dan Siap Launching Jelang Lebaran Idul Fitri 1434 Hijriah ini
Nurasyidah : Yusniar Main Layangan di ‘Eumpang Breuh 11’ Dan Siap Launching Jelang Lebaran Idul Fitri 1434 Hijriah ini
Sinopsis Singkat ‘Eumpang Breuh 11’
SORE itu, Yusniar bersama Bang Joni sedang bermain balon sebagai layangan di kawasan perbukitan kawasan Alue Awe, Kecamatan Muara Dua, Lhokseumawe. Bang Joni tertawa lepas, senang sekali bisa bermain layangan berdua dengan Yusniar, tunangannya yang cantik itu. Namun, rasa senang kedua anak manusia berlainan jenis itu tak berlangsung lama.
Pasalnya, Bang Joni melihat seorang pria bermuka tirus berpeci putih mendayung sepeda ontel, mengarah ke lokasi tempat mereka bermain. Perasaan Bang Joni dan kekasihnya itu mendadak ‘pucat’, melihat pria kurus kering yang selalu membawa parang tersebut. Semakin lama semakin lama dekat. Pria itu adalah Haji Uma, ayah Yusniar atau calon mertua Bang Joni.
Demikian satu adegan film serial komedi Aceh Eumpang Breueh episode 11, yang disutradarai Ayah Doe. Film tersebut sekarang dalam proses finishing dan segera dipasarkan sebelum Hari Raya Idul Fitri 1434 Hijriah ini. “Cerita Eumpang Breuh 11 ini lebih seru dan lebih lucu dari sebelumnya. Saya sendiri merasa beda saat menghafal teks ceritanya,” ujar Nurasyidah yang memerankan tokoh Yusniar itu, kepada Serambi, Sabtu (27/7) sore.
Pengambilan gambar untuk adegan Yusniar dilakukan di kawasan Lhokseumawe dan sekitarnya. “Lokasi kawasan Alue Awe, dan juga Blang Mangat. Karena saya sekarang bekerja jadi saya minta bantu pengambilan untuk saya Sabtu dan Minggu saja. Sebab kalau hari lain, saya harus kerja di kantor,” kata Yusniar, yang sudah sejak tiga tahun terakhir menjadi seorang karyawan Bank Aceh.
Senada dengan Nurasyidah, Ayah Doe selaku sutradara Eumpang Breuh 11, juga mengungkapkan bahwa meskipun proses syuting atau pengambilan gambarnya agak terburu-buru, tapi secara keseluruhan cerita film tersebut cukup seru. “Sebagian memang pengambilan gambar film tersebut di Lhokseumawe,” jelas Ayah Doe.
Sekarang proses produksi film tersebut sudah masuk tahap akhir dan ditargetkan film tersebut bisa dipasarkan sebelum lebaran Idul Fitri. “Film ini memang kita produksi jelang lebaran, sehingga bisa menjadi tontonan yang menghiburkan selama Lebaran Idul Fitri nanti,” katanya
Sinopsis Singkat ‘Eumpang Breuh 11’
SORE itu, Yusniar bersama Bang Joni sedang bermain balon sebagai layangan di kawasan perbukitan kawasan Alue Awe, Kecamatan Muara Dua, Lhokseumawe. Bang Joni tertawa lepas, senang sekali bisa bermain layangan berdua dengan Yusniar, tunangannya yang cantik itu. Namun, rasa senang kedua anak manusia berlainan jenis itu tak berlangsung lama.
Pasalnya, Bang Joni melihat seorang pria bermuka tirus berpeci putih mendayung sepeda ontel, mengarah ke lokasi tempat mereka bermain. Perasaan Bang Joni dan kekasihnya itu mendadak ‘pucat’, melihat pria kurus kering yang selalu membawa parang tersebut. Semakin lama semakin lama dekat. Pria itu adalah Haji Uma, ayah Yusniar atau calon mertua Bang Joni.
Demikian satu adegan film serial komedi Aceh Eumpang Breueh episode 11, yang disutradarai Ayah Doe. Film tersebut sekarang dalam proses finishing dan segera dipasarkan sebelum Hari Raya Idul Fitri 1434 Hijriah ini. “Cerita Eumpang Breuh 11 ini lebih seru dan lebih lucu dari sebelumnya. Saya sendiri merasa beda saat menghafal teks ceritanya,” ujar Nurasyidah yang memerankan tokoh Yusniar itu, kepada Serambi, Sabtu (27/7) sore.
Pengambilan gambar untuk adegan Yusniar dilakukan di kawasan Lhokseumawe dan sekitarnya. “Lokasi kawasan Alue Awe, dan juga Blang Mangat. Karena saya sekarang bekerja jadi saya minta bantu pengambilan untuk saya Sabtu dan Minggu saja. Sebab kalau hari lain, saya harus kerja di kantor,” kata Yusniar, yang sudah sejak tiga tahun terakhir menjadi seorang karyawan Bank Aceh.
Senada dengan Nurasyidah, Ayah Doe selaku sutradara Eumpang Breuh 11, juga mengungkapkan bahwa meskipun proses syuting atau pengambilan gambarnya agak terburu-buru, tapi secara keseluruhan cerita film tersebut cukup seru. “Sebagian memang pengambilan gambar film tersebut di Lhokseumawe,” jelas Ayah Doe.
Sekarang proses produksi film tersebut sudah masuk tahap akhir dan ditargetkan film tersebut bisa dipasarkan sebelum lebaran Idul Fitri. “Film ini memang kita produksi jelang lebaran, sehingga bisa menjadi tontonan yang menghiburkan selama Lebaran Idul Fitri nanti,” katanya
Label:
Adat,
Budaya,
Dunia,
Ekonomi,
Info Aceh,
Info Artis,
Info Kriminal,
Info Nanggroe,
Info Umum,
KPK,
Manca Negara,
Pemerintah,
Polisi,
Seputar Indonesia,
Sosial Budaya,
TNI
Solidaritas Pemuda Peduli Aceh : Abdullah Saleh Sibuk Provokasi Rakyat Kibarkan Bendera Aceh Untuk Mendulang Suara Partai Aceh 2014, Sedangkan Beasiswa Yatim Konflik Terabaikan
Solidaritas Pemuda Peduli Aceh : Abdullah Saleh Sibuk Provokasi Rakyat Kibarkan Bendera Aceh Untuk Mendulang Suara Partai Aceh 2014, Sedangkan Beasiswa Yatim Konflik Terabaikan
* juru bicara DPP SOPPA Aceh Abdul Halim yang menyayangkan sikap pemerintah Aceh yang cenderung apatis (tidak peduli) dari persoalan yang dihadapi oleh bangsa Aceh hari ini, kehidupan bangsa Aceh yang sangat prihatin dan ditambah lagi dengan kebijakan pemerintah Aceh yang tidak pro rakyat
Banda Aceh - Abdullah Saleh dari pada sibuk provokasi rakyat untuk ngibarin bendera bintang bulan -sementara di DPRA dan di rumah anggota dewan sendiri bendera bintang bulan itu tidak berani mereka kibarkan-, lebih baik mikirin nasib anak yatim korban konflik yang sudah 2 lebaran tidak mendapatkan bantuan dari Pemerintah Aceh.
Beasiswa sebesar Rp 1,8 juta/tahun/anak untuk 116.604 anak yatim piatu yang telah dialokasikan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Aceh (APBA) 2013 sebesar Rp 117.738 miliar hingga saat ini belum tersalurkan kepada penerima. Sementara itu, rumor yang saat ini tengah beredar di kalangan masyarakat Aceh menyebutkan bahwa dana yang sedianya diperuntukkan bagi beasiswa anak yatim, piatu, dan yatim piatu korban konflik Aceh dan bencana tsunami, dikabarkan telah raib untuk keperluan pemerintah Aceh dan partai berkuasa menjelang pesta demokrasi 2014.
Solidaritas Pemuda Peduli Aceh (SOPPA) menyatakan hal ini melalui juru bicara DPP SOPPA Aceh Abdul Halim yang menyayangkan sikap pemerintah Aceh yang cenderung apatis (tidak peduli) dari persoalan yang dihadapi oleh bangsa Aceh hari ini, kehidupan bangsa Aceh yang sangat prihatin dan ditambah lagi dengan kebijakan pemerintah Aceh yang tidak pro rakyat namun lebih mengedepankan kepentingan golongan dan kelompoknya sehingga kepentingan rakyat Aceh terabaikan.
* juru bicara DPP SOPPA Aceh Abdul Halim yang menyayangkan sikap pemerintah Aceh yang cenderung apatis (tidak peduli) dari persoalan yang dihadapi oleh bangsa Aceh hari ini, kehidupan bangsa Aceh yang sangat prihatin dan ditambah lagi dengan kebijakan pemerintah Aceh yang tidak pro rakyat
Banda Aceh - Abdullah Saleh dari pada sibuk provokasi rakyat untuk ngibarin bendera bintang bulan -sementara di DPRA dan di rumah anggota dewan sendiri bendera bintang bulan itu tidak berani mereka kibarkan-, lebih baik mikirin nasib anak yatim korban konflik yang sudah 2 lebaran tidak mendapatkan bantuan dari Pemerintah Aceh.
Beasiswa sebesar Rp 1,8 juta/tahun/anak untuk 116.604 anak yatim piatu yang telah dialokasikan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Aceh (APBA) 2013 sebesar Rp 117.738 miliar hingga saat ini belum tersalurkan kepada penerima. Sementara itu, rumor yang saat ini tengah beredar di kalangan masyarakat Aceh menyebutkan bahwa dana yang sedianya diperuntukkan bagi beasiswa anak yatim, piatu, dan yatim piatu korban konflik Aceh dan bencana tsunami, dikabarkan telah raib untuk keperluan pemerintah Aceh dan partai berkuasa menjelang pesta demokrasi 2014.
Solidaritas Pemuda Peduli Aceh (SOPPA) menyatakan hal ini melalui juru bicara DPP SOPPA Aceh Abdul Halim yang menyayangkan sikap pemerintah Aceh yang cenderung apatis (tidak peduli) dari persoalan yang dihadapi oleh bangsa Aceh hari ini, kehidupan bangsa Aceh yang sangat prihatin dan ditambah lagi dengan kebijakan pemerintah Aceh yang tidak pro rakyat namun lebih mengedepankan kepentingan golongan dan kelompoknya sehingga kepentingan rakyat Aceh terabaikan.
Label:
Adat,
Budaya,
Dunia,
Ekonomi,
Info Aceh,
Info Artis,
Info Kriminal,
Info Nanggroe,
Info Umum,
KPK,
Manca Negara,
Pemerintah,
Polisi,
Seputar Indonesia,
Sosial Budaya,
TNI
68 Warga Rohingya Myanmar Terdampar Di Perairan, Teunom Aceh Jaya
* Hasil pengakuan sementara dari salah seorang pengungsi Myanmar bernama Kasim, sebelum mereka terdampar di peraiaran Aceh, para pencari suaka itu berangkat dari Negara Malaysia dan sudah empat hari berada di tengah laut.
Foto : Warga Rohingya Myanmar
Calang - Sejumlah 68 orang WN Myanmar dari etnis Rohingya terdampar di peraiaran Kecamatan Teunom Aceh Jaya, Aceh. Dari 68 orang itu, terdapat dua orang anak anak dan dua orang wanita. Saat ini mereka sudah diamankan di penampungan pantai Asuhan Calang, Aceh Jaya.
Kapolres Aceh Jaya AKBP Drs Galih Sayudo menjelaskan, WN asing Myanmar itu terdampar sekitar pukul 01.00 WIN dinihari, Minggu (28/7/2013) tadi di Desa Lueng Gayo, Kecamatan Teunom, Aceh Jaya.
"Dari 70 orang WN Myanmar yang terdanmpar, 68 orang di antaranya berhasil kita amankan saat ini. 2 orang terdapat anak anak dan 2 orang wanita," kata Galih Sayudo
"GPS dan kompas di dalam boat yang mereka tumpangi mengalami kerusakan sehingga mereka tersesat dan tidak tahu arah lagi menuju ke Negara Australia," kata Galih.
Begitu mereka mendengar ada suara mengaji di salah satu masjid di desa setempat, boat langsung mereka tepikan ke pesisir pantai. Mereka kemudian meminta bantuan masyarakat. Setelah itu masyarakat melaporkan kejadian ini ke polisi.
"Saat itu juga kita membentuk tim untuk langsung membantu penyelamatan dan mengamankan 68 orang dari etnis Rohingya itu. Kondisi mereka alhamdulillah sehat," sebutnya.
Galih mengakui, saat ini pihaknya sudah berkordinasi dengan petugas Imigrasi Meulaboh, Aceh Barat, untuk menunggu petunjuk selanjutnya. "Para pengungsi Asing itu saat ini dijaga ketat oleh aparat keamanan," pungkasnya.
Foto : Warga Rohingya Myanmar
Calang - Sejumlah 68 orang WN Myanmar dari etnis Rohingya terdampar di peraiaran Kecamatan Teunom Aceh Jaya, Aceh. Dari 68 orang itu, terdapat dua orang anak anak dan dua orang wanita. Saat ini mereka sudah diamankan di penampungan pantai Asuhan Calang, Aceh Jaya.
Kapolres Aceh Jaya AKBP Drs Galih Sayudo menjelaskan, WN asing Myanmar itu terdampar sekitar pukul 01.00 WIN dinihari, Minggu (28/7/2013) tadi di Desa Lueng Gayo, Kecamatan Teunom, Aceh Jaya.
"Dari 70 orang WN Myanmar yang terdanmpar, 68 orang di antaranya berhasil kita amankan saat ini. 2 orang terdapat anak anak dan 2 orang wanita," kata Galih Sayudo
"GPS dan kompas di dalam boat yang mereka tumpangi mengalami kerusakan sehingga mereka tersesat dan tidak tahu arah lagi menuju ke Negara Australia," kata Galih.
Begitu mereka mendengar ada suara mengaji di salah satu masjid di desa setempat, boat langsung mereka tepikan ke pesisir pantai. Mereka kemudian meminta bantuan masyarakat. Setelah itu masyarakat melaporkan kejadian ini ke polisi.
"Saat itu juga kita membentuk tim untuk langsung membantu penyelamatan dan mengamankan 68 orang dari etnis Rohingya itu. Kondisi mereka alhamdulillah sehat," sebutnya.
Galih mengakui, saat ini pihaknya sudah berkordinasi dengan petugas Imigrasi Meulaboh, Aceh Barat, untuk menunggu petunjuk selanjutnya. "Para pengungsi Asing itu saat ini dijaga ketat oleh aparat keamanan," pungkasnya.
Label:
Adat,
Budaya,
Dunia,
Ekonomi,
Info Aceh,
Info Artis,
Info Kriminal,
Info Nanggroe,
Info Umum,
KPK,
Manca Negara,
Pemerintah,
Polisi,
Seputar Indonesia,
Sosial Budaya,
TNI
Dinas Tenaga Kerja Aceh Buka Posko Pengaduan THR ( Tunjangan Hari Raya ) Bagi Pekerja/ Karyawan Yang Tidak Menerima THR
Banda Aceh - Dinas Tenaga Kerja, Transmigasi dan Mobilitas Penduduk Aceh memantau perusahaan yang tidak membayar Tunjangan Hari Raya (THR) kepada karyawannya.
“Kita terus pantau dan kita juga buka posko pengaduan serta layanan SMS bagi karyawan yang tidak menerima THR,” Kepala Disnakertrans dan Mobduk Aceh Zulkifli kepada ATJEHPOSTcom, Jumat 26 Juli 2013.
Dia mengimbau agar perusahaan membayar THR sesuai dengan ketentuan Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2013. Jika nantinya ada perusahaan yang melanggar UU tersebut pihaknya akan mengambil tindakan sesuai aturan yang berlaku.
Sementara untuk pembukaan posko, kata dia, akan dilakukan pada H-7 menjelang hari raya Idul Fitri atau 29 Juli hingga 5 Agustus mendatang.
Meski posko baru dibuka jelang Lebaran, namun dia memastikan Dinaskertrans dan Mobduk Aceh terus memantau dan mensosialisasikan agar perusahaan membayar THR karyawan. Dia juga merincikan karyawan yang bekerja selama satu tahun, baik tetap atau pun kontrak berhak menerima THR dari perusahaannya
“Kita terus pantau dan kita juga buka posko pengaduan serta layanan SMS bagi karyawan yang tidak menerima THR,” Kepala Disnakertrans dan Mobduk Aceh Zulkifli kepada ATJEHPOSTcom, Jumat 26 Juli 2013.
Dia mengimbau agar perusahaan membayar THR sesuai dengan ketentuan Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2013. Jika nantinya ada perusahaan yang melanggar UU tersebut pihaknya akan mengambil tindakan sesuai aturan yang berlaku.
Sementara untuk pembukaan posko, kata dia, akan dilakukan pada H-7 menjelang hari raya Idul Fitri atau 29 Juli hingga 5 Agustus mendatang.
Meski posko baru dibuka jelang Lebaran, namun dia memastikan Dinaskertrans dan Mobduk Aceh terus memantau dan mensosialisasikan agar perusahaan membayar THR karyawan. Dia juga merincikan karyawan yang bekerja selama satu tahun, baik tetap atau pun kontrak berhak menerima THR dari perusahaannya
Label:
Adat,
Budaya,
Dunia,
Ekonomi,
Info Aceh,
Info Artis,
Info Kriminal,
Info Nanggroe,
Info Umum,
KPK,
Manca Negara,
Pemerintah,
Polisi,
Seputar Indonesia,
Sosial Budaya,
TNI
Warga Aceh Barat Tangkap Sepasang Remaja Mesum di Semak-Semak Pohon Di Desa Tumpuk Ladang, Kecamatan Kaway XVI, Aceh Barat
Foto : MT (20), kepada DiliputNews.com mengaku menyesali perbuatannya, apalagi dibulan suci ramadhan, dan ia bersedia nikah dengan pasangannya. “Saya menyesal, dan saya siap dinikahi,” tuturnya sambil menundukkan kepala.
MEULABOH – Warga Desa Tumpuk Ladang, Kecamatan Kaway XVI, Aceh Barat, sekitar pukul 00:00 WIB dini hari, menangkap basah pasangan bukan muhrim yang tengah berbuat mesum di semak-semak.
“Pasangan remaja itu ditangkap kedapatan dengan warga sedang melakukan mesum layaknya suami istri di semak-semak, tepatnya dibawah pohon kuini,” kata Kasatpol PP dan WH Aceh Barat, Khairuzzadi, Selasa (23/7) kepada DiliputNews.com.
Setelah ditangkap, kata dia, kedua pasangan itu yakni MT (20), Warga Desa Pu’uk Kecamatan Kaway XVI dan SF (25), tercatat sebagai warga Gunung Kleng, Kecamatan Meurebo Aceh Barat.
Dari keterangan, Khairuzzadi menjelaskan, warga menangkapnya pada Senin (22/7) malam sekitar pukul 00:00 WIB dini hari, warga menyerahkan ke WH itu sekitar pukul 03:00 pagi, dan hingga sekarang belum ada penyelesaikan terhadap dua orang yang tertangkap berbuat mesum itu.
“Untuk sementara pasangan ini masih diamankan di kantor WH Aceh Barat, untuk diproses sesuai hukum yang berlaku, sebab belum ada penyelesai dari pihak desa setempat,” jelasnya.
Lebih lanjut, jika belum ditemukan penyelesaian di tingkat Desa, kata Khairuzzadi pasangan ini akan dikenakan Qanun nomor 14 Tahun 2003 Tentang Khalwat (Mesum)
MEULABOH – Warga Desa Tumpuk Ladang, Kecamatan Kaway XVI, Aceh Barat, sekitar pukul 00:00 WIB dini hari, menangkap basah pasangan bukan muhrim yang tengah berbuat mesum di semak-semak.
“Pasangan remaja itu ditangkap kedapatan dengan warga sedang melakukan mesum layaknya suami istri di semak-semak, tepatnya dibawah pohon kuini,” kata Kasatpol PP dan WH Aceh Barat, Khairuzzadi, Selasa (23/7) kepada DiliputNews.com.
Setelah ditangkap, kata dia, kedua pasangan itu yakni MT (20), Warga Desa Pu’uk Kecamatan Kaway XVI dan SF (25), tercatat sebagai warga Gunung Kleng, Kecamatan Meurebo Aceh Barat.
Dari keterangan, Khairuzzadi menjelaskan, warga menangkapnya pada Senin (22/7) malam sekitar pukul 00:00 WIB dini hari, warga menyerahkan ke WH itu sekitar pukul 03:00 pagi, dan hingga sekarang belum ada penyelesaikan terhadap dua orang yang tertangkap berbuat mesum itu.
“Untuk sementara pasangan ini masih diamankan di kantor WH Aceh Barat, untuk diproses sesuai hukum yang berlaku, sebab belum ada penyelesai dari pihak desa setempat,” jelasnya.
Lebih lanjut, jika belum ditemukan penyelesaian di tingkat Desa, kata Khairuzzadi pasangan ini akan dikenakan Qanun nomor 14 Tahun 2003 Tentang Khalwat (Mesum)
Label:
Adat,
Budaya,
Dunia,
Ekonomi,
Info Aceh,
Info Artis,
Info Kriminal,
Info Nanggroe,
Info Umum,
KPK,
Manca Negara,
Pemerintah,
Polisi,
Seputar Indonesia,
Sosial Budaya,
TNI
Rabu, 24 Juli 2013
Keasyikan Ngopi, Mobil Pick-up Carry Warga Banda Aceh Lenyap Digasak Maling
"Yang sudah ada tiga kasus, dimana kejadiannya saat tarawih, setelah tarawih dan usai shalat subuh. Rata-raa kendaraan yang hilang jenis mio. Ungkap Kasat Reskrim Kompol Erling Tangjaya
Foto : Ilustrasi Mobil Carry Pick Up
BANDA ACEH - Nasib sial menimpa SB (37) warga Banda Aceh ketika sedang mencicipi nikmatnya secangkir kopi. Betapa tidak, ia tidak menyangka mobil pickup carry miliknya raib digasak maling, saat sedang bersantai di Warkop Zakir Lampriet-Banda Aceh, Rabu (24/7) dinihari pukul 00.00 WIB.
"Identitias pelaku sudah ada, dan saat ini kami sedang melakukan penyelidikan untuk menangkap pelaku," kata Kapolresta Banda Aceh Kombes Pol Moffan melalui Kasat Reskrim Kompol Erling Tangjaya kepada acehonline.info, Rabu Pagi di Mapolresta.
Ketika ditanyai apakah telah ada peningkatan kasus kejahatan dari maling motor ke mobil, Kasat menyatakan saat ini di Banda Aceh telah ada pencuri khusus spesialis mobil pick-up.
"Kalau maling mobil khusus mobil sudah ada di Banda Aceh, mereka orang Banda Aceh juga. Namun aksinya baru terjadi sekarang ini," ujar Kompol Erlin.
Selain pencurian mobil, Kasat menambahkan, kasus pecurian kendaraan bermotor (Curanmor) pada Ramadhan ini terus terjadi.
Diperkirakan kasus kiriminal khususnya pencurian akan terus meningkat menjelang lebaran nanti, untuk itu kami minta masyarakat dapat meningkatkan kewaspadaannya," imbuh Kompol Erlin
Foto : Ilustrasi Mobil Carry Pick Up
BANDA ACEH - Nasib sial menimpa SB (37) warga Banda Aceh ketika sedang mencicipi nikmatnya secangkir kopi. Betapa tidak, ia tidak menyangka mobil pickup carry miliknya raib digasak maling, saat sedang bersantai di Warkop Zakir Lampriet-Banda Aceh, Rabu (24/7) dinihari pukul 00.00 WIB.
"Identitias pelaku sudah ada, dan saat ini kami sedang melakukan penyelidikan untuk menangkap pelaku," kata Kapolresta Banda Aceh Kombes Pol Moffan melalui Kasat Reskrim Kompol Erling Tangjaya kepada acehonline.info, Rabu Pagi di Mapolresta.
Ketika ditanyai apakah telah ada peningkatan kasus kejahatan dari maling motor ke mobil, Kasat menyatakan saat ini di Banda Aceh telah ada pencuri khusus spesialis mobil pick-up.
"Kalau maling mobil khusus mobil sudah ada di Banda Aceh, mereka orang Banda Aceh juga. Namun aksinya baru terjadi sekarang ini," ujar Kompol Erlin.
Selain pencurian mobil, Kasat menambahkan, kasus pecurian kendaraan bermotor (Curanmor) pada Ramadhan ini terus terjadi.
Diperkirakan kasus kiriminal khususnya pencurian akan terus meningkat menjelang lebaran nanti, untuk itu kami minta masyarakat dapat meningkatkan kewaspadaannya," imbuh Kompol Erlin
Label:
Adat,
Budaya,
Dunia,
Ekonomi,
Info Aceh,
Info Artis,
Info Kriminal,
Info Nanggroe,
Info Umum,
KPK,
Manca Negara,
Pemerintah,
Polisi,
Seputar Indonesia,
Sosial Budaya,
TNI
Kue Seupet, Diserbu Pengunjung Ramadan Fair Di Banda Aceh
Banda Aceh – Selama Ramadan Fair 2013 ini dibuka, beraneka ragam kue khas Aceh tersedia disana. Di antara banyak jenis kue, kue kapit atau di Aceh sebut kue seupet merupakan kue yang terlaris beberapa hari ini.
“Kue seupet ini adalah kue yang terlaris, terlebih karena kue yang identik India ini, sudah sangat langka,” ujar pedagang makanan Khas Aceh, Yumaril.
Kata Yumaril, Sehari-harinya khusus kue kapit ini bisa terjual hampir 20 toples. Harga kue kapit dijual dengan harga Rp40.000 per toplesnya, sama seperti Kue Khas Aceh lainnya.
“Selain bisa dibeli langsung di stan ini, kami juga melayani pembelian dalam bentuk pesanan, baik dalam jumlah kecil maupun besar,”ucap Yumaril.
Selain kue kapit, banyak kue khas Aceh lain hasil produksi ibu-ibu rumah tangga dari Lhoknga, Aceh Besar dipamerkan di sana, seperti kue keukarah, nyab dan kue bhoi.
“Ini adalah bentuk perwujudan dari upaya pelestarian kue khas daerah Aceh, yang sebenarnya mempunyai cita rasa dan kualitas gizi yang mampu bersaing dengan kuliner-kuliner "pendatang". Tutupnya.
Kue kapit ini memiliki ragam bentuk ada yang lipatan dan juga ada yang berbentuk gulungan. Kue ini memiliki kelezatan tersendiri di lidah. Rasanya manis, sangat cocok untuk hidangan tamu special.
Label:
Adat,
Budaya,
Dunia,
Ekonomi,
Info Aceh,
Info Artis,
Info Kriminal,
Info Nanggroe,
Info Umum,
KPK,
Manca Negara,
Pemerintah,
Polisi,
Seputar Indonesia,
Sosial Budaya,
TNI
Tuntut Janji Pembangunan Jalan, Warga Blokir Jalan dan Hadang Rombongan Bupati Cek Mat di Aceh Utara
* Foto : Bupati Aceh Utara, H. Muhammad Thaib ( Cek Mat ) Dari PA
Lhoksukon - Puluhan warga di gampong Simpang Paya, Nibong, Aceh Utara sejak tadi malam, Selasa (23/07/2013) menggelar aksi pemblokiran jalan di gampong setempat. Bahkan, puluhan massa pun sempat menghadang rombongan mobil Bupati Aceh Utara, H. Muhammad Thaib saat melintasi jalan tersebut yang baru saja pulang dari gampong Alue Ie Mierah dalam acara safari Ramadhan.
Informasi yang diperoleh The Globe Journal di lapangan, bahwa pemblokiran itu dilakukan massa sebagai bentuk permintaan mereka agar jalan yang dimaksud sejauh 15 km segera diaspal. "Pemblokiran terjadi karena massa meminta jalan segera diaspal. Jalan yang dimaksud adalah jalan gampong Teupin Jok menuju gampong Alue Ngom, yang jaraknya sejauh 15 km. Akibatnya, rombongan bupati terpaksa cari jalan lain," jelas Camat Nibong, T. Bustamam S.Sos Rabu (24/07/2013).
Jalan tersebut, sambung Bustamam yakni melintasi beberapa gampong, meliputi gampong Simpang Mamplam, Simpang Paya, Meunye Tiga, Ranto, Leubok, Tanjong Putoh, Alue Mirah dan Gampong Madi. Jalan itupun disebut-sebut sebagai jalur alternatif penghubung Kecamatan Nibong ke Kecamatan Tanah Luas
Lhoksukon - Puluhan warga di gampong Simpang Paya, Nibong, Aceh Utara sejak tadi malam, Selasa (23/07/2013) menggelar aksi pemblokiran jalan di gampong setempat. Bahkan, puluhan massa pun sempat menghadang rombongan mobil Bupati Aceh Utara, H. Muhammad Thaib saat melintasi jalan tersebut yang baru saja pulang dari gampong Alue Ie Mierah dalam acara safari Ramadhan.
Informasi yang diperoleh The Globe Journal di lapangan, bahwa pemblokiran itu dilakukan massa sebagai bentuk permintaan mereka agar jalan yang dimaksud sejauh 15 km segera diaspal. "Pemblokiran terjadi karena massa meminta jalan segera diaspal. Jalan yang dimaksud adalah jalan gampong Teupin Jok menuju gampong Alue Ngom, yang jaraknya sejauh 15 km. Akibatnya, rombongan bupati terpaksa cari jalan lain," jelas Camat Nibong, T. Bustamam S.Sos Rabu (24/07/2013).
Jalan tersebut, sambung Bustamam yakni melintasi beberapa gampong, meliputi gampong Simpang Mamplam, Simpang Paya, Meunye Tiga, Ranto, Leubok, Tanjong Putoh, Alue Mirah dan Gampong Madi. Jalan itupun disebut-sebut sebagai jalur alternatif penghubung Kecamatan Nibong ke Kecamatan Tanah Luas
Label:
Adat,
Budaya,
Dunia,
Ekonomi,
Info Aceh,
Info Artis,
Info Kriminal,
Info Nanggroe,
Info Umum,
KPK,
Manca Negara,
Pemerintah,
Polisi,
Seputar Indonesia,
Sosial Budaya,
TNI
Habib Rizieq FPI : SBY Pecundang, 10 Tahun Kami Berjuang Memberantas Maksiat, Tapi Prestasi Pak SBY 9 Tahun Membela Koruptor !
" Kasihan, ternyata SBY bukan seorang negarawan yang cermat dan teliti dalam menyoroti berita, tapi hanya seorang pecundang yang suka sebar fitnah dan bungkam terhadap maksiat. Tentu seorang presiden muslim menyebar fitnah dan membiarkan maksiat, ditambah melindungi ahmadiyah dan aneka skandal korupsi sangatlah menciderai ajaran Islam," tegas Rizieq.
Jakarta - Ketua Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Syihab protes keras dengan pernyataan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang menyatakan lembaganya telah menciderai agama Islam. Rizieq pun tak segan menyebut orang nomor satu di Indonesia sebagai pecundang.
SBY dalam acara buka puasa yang digelar di Pertamina pada Minggu 21 Juli kemarin, menyatakan kericuhan di Kendal yang melibatkan FPI telah menciderai Islam.
"Justru, FPI yang di-sweeping oleh ratusan preman pelacuran bersenjata. Di Kendal, FPI tidak melakukan perusakan, justru beberapa kendaraan FPI yang dirusak dan dibakar preman," kata Rizieq.
Menurutnya, FPI sudah meminta kepolisian Kendal agar menutup tempat pelacuran, terutama di bulan Ramadan. Bahkan Kapolres Kendal sudah menyatakan FPI sudah berkoordinasi.
"Jadi, dasar tuduhan SBY itu apa? Dan kenapa dalam soal Kendal, SBY begitu semangat bicara tentang FPI yang jadi korban, dan bungkam terhadap sikap pelaku preman pelacuran bersenjata dan tempat pelacuran yang buka siang malam di bulan Ramadan?" ujarnya.
Label:
Adat,
Budaya,
Dunia,
Ekonomi,
Info Aceh,
Info Artis,
Info Kriminal,
Info Nanggroe,
Info Umum,
KPK,
Manca Negara,
Pemerintah,
Polisi,
Seputar Indonesia,
Sosial Budaya,
TNI
BENDERA ACEH BERKIBAR TANGGAL 15 AGUSTUS
Abdullah Saleh : Bendera GAM Akan Berkibar Bersama Merah Putih
Pada 15 Agustus 2013 Mendatang Di Iringi Azan Saat Pengibarannya
* Pengibaran bendera Aceh yang mirip simbol GAM itu akan diawali dengan penaikan bendera merah putih. Tegas Politisi Dari PA Ini ( Abdullah Saleh)
Foto : Ilustrasi Pengibaran Bendera Bulan Bintang dan Bendera Merah Putih
Banda Aceh- Pemprov Aceh berencana meluncurkan bendera bintang bulan sebagai bendera daerah pada upacara peringatan delapan tahun perdamaian RI-GAM, 15 Agustus mendatang.
"Seusai ketentuan qanun, kita naikkan bendera RI dulu, kemudian baru bendera Aceh," kata Anggota Komisi A Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) Abdullah Saleh kepada wartawan di sela rapat tertutup Pemprov Aceh dengan tim Kemendagri di Meuligoe Gubernur Aceh, Kamis (24/7/2013).
Karena sifatnya peluncuran, lanjut dia, pengibaran bendera bulan bintang akan dipusatkan pada satu lokasi saat puncak peringatan penandatanganan MoU Helsinki yang direncanakan di Kantor Gubernur Aceh.
Pengibaran bendera bulan bintang akan diiringi azan, karena belum adanya himne. Melalui pengibaran bendera merah putih-bendera Aceh ini, Abdullah berharap akan muncul lagi semangat nasionalisme Indonesia dan kecintaan rakyat terhadap Aceh paskakonflik.
Pada 15 Agustus 2013 Mendatang Di Iringi Azan Saat Pengibarannya
* Pengibaran bendera Aceh yang mirip simbol GAM itu akan diawali dengan penaikan bendera merah putih. Tegas Politisi Dari PA Ini ( Abdullah Saleh)
Foto : Ilustrasi Pengibaran Bendera Bulan Bintang dan Bendera Merah Putih
Banda Aceh- Pemprov Aceh berencana meluncurkan bendera bintang bulan sebagai bendera daerah pada upacara peringatan delapan tahun perdamaian RI-GAM, 15 Agustus mendatang.
"Seusai ketentuan qanun, kita naikkan bendera RI dulu, kemudian baru bendera Aceh," kata Anggota Komisi A Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) Abdullah Saleh kepada wartawan di sela rapat tertutup Pemprov Aceh dengan tim Kemendagri di Meuligoe Gubernur Aceh, Kamis (24/7/2013).
Karena sifatnya peluncuran, lanjut dia, pengibaran bendera bulan bintang akan dipusatkan pada satu lokasi saat puncak peringatan penandatanganan MoU Helsinki yang direncanakan di Kantor Gubernur Aceh.
Pengibaran bendera bulan bintang akan diiringi azan, karena belum adanya himne. Melalui pengibaran bendera merah putih-bendera Aceh ini, Abdullah berharap akan muncul lagi semangat nasionalisme Indonesia dan kecintaan rakyat terhadap Aceh paskakonflik.
Label:
Adat,
Budaya,
Dunia,
Ekonomi,
Info Aceh,
Info Artis,
Info Kriminal,
Info Nanggroe,
Info Umum,
KPK,
Manca Negara,
Pemerintah,
Polisi,
Seputar Indonesia,
Sosial Budaya,
TNI
Selasa, 23 Juli 2013
Setelah Melakukan Aksi Beberapa Kali, Polisi Akhirnya Berhasil Tangkap Pelempar Bus
* Selain itu, polisi akan menyamar sebagai penumpang bus dan truk untuk menjebak dan menyergap pelempar maupun ‘bajing loncat’. Kemudian, menjelang Lebaran dan seminggu pasca-Idul Fitri akan diterjunkan para penembak jitu (sniper)
Foto : Kapolsek Langsa Barat Iptu Budi WN, bersama dua tersangka pelempar kaca bus kurnia, di Mapolsek setempat, Selasa (23/7). Dua dari tiga pelaku yang dudah ditangkap berstatus masih di bawah umur serta pelajar SMP dan SMA.
LANGSA – Di tengah semakin gusarnya pengusaha bus angkutan umum akibat aksi pelemparan yang terjadi di pesisir timur Aceh, yaitu Langsa, Peureulak, Idi, Aceh Utara, bahkan Lhokseumawe, tiba-tiba diperoleh kabar keberhasilan polisi menangkap dua pelaku pelemparan kaca bus yang bisa berujung maut itu. Kedua pelaku yang masih berusia remaja tersebut tercatat sebagai warga Gampong Alue Dua, Kecamatan Langsa Barat.
Jajaran Polsek Langsa Barat Polres Langsa, Selasa (23/7) menangkap dua dari tiga tersangka pelempar kaca bus angkutan
antarprovinsi. Kedua pelaku yang kini diamankan berinisial AF (14) pelajar SMP dan FP (16) siswa SMA. Keduanya tercatat sebagai warga Gampong Alue Dua, Kecamatan Langsa Barat.
Kedua pelaku ditangkap berselang beberapa jam pada hari yang sama setelah melempar Bus Kurnia BL 7454 PB dari Medan ke Banda Aceh di Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum), tepatnya di Gampong Alue Dua, Selasa (23/7) sekitar pukul 02.30 WIB dini hari.
Kapolres Langsa, AKBP Hariadi SH SIK melalui Kapolsek Langsa Barat Iptu Budi Waruwu Nasuha SH kepada Serambi mengatakan, pada dini hari itu tiba-tiba berhenti Bus Kurnia BL 7454 PB di depan Mapolsek Langsa Barat. Awak bus melaporkan menjadi korban pelemparan batu mengakibatkan tiga kaca samping kanan bagian tengah pecah.
Sopir bus nahas tersebut, Adnan Saleh mengatakan, bus sengaja dilempar sejumlah pelaku, saat melintas di gundukan box culver persisnya di
sekitar tikungan Jalinsum, Gampong Alue Dua. Pelaku diyakini sengaja memilih melakukan aksinya di sana karena setiap bus atau mobil apapun yang melintas di gundukan itu pasti memperlambat laju kendaraan.
Meski insiden itu tidak menyebabkan jatuh korban, tetapi awak bus maupun penumpang trauma dan merasa tidak nyaman dalam menggunakan jasa angkutan umum.
Label:
Adat,
Budaya,
Dunia,
Ekonomi,
Info Aceh,
Info Artis,
Info Kriminal,
Info Nanggroe,
Info Umum,
KPK,
Manca Negara,
Pemerintah,
Polisi,
Seputar Indonesia,
Sosial Budaya,
TNI
Tolak Qanun Bendera dan Wali Nanggro, Massa Gema NKRI Bakar Bendera Aceh di Jakarta
* GEMA NKRI menilai bendera yang digunakan Aceh tersebut adalah bendera separatis yang digunakan oleh Gerakan Aceh Merdeka (GAM).
Foto : Massa Gema NKRI Bakar Bendera Aceh di Jakarta
Jakarta - Puluhan pemuda Gerakan Masyarakat Negara Kesatuan Republik Indonesia (GEMA NKRI) membakar bendera Aceh di depan Kementerian Dalam Negeri, Jakarta Selasa (23/7/2013).
Aksi pembakaran bendera Aceh tersebut merupakan bentuk protes GEMA NKRI atas pengesahan Qanun Nomor 3 Tahun 2013 tentang Bendera dan Lambang Aceh.
"Kita berharap pemerintah pusat mencabut Qanun Bendera Aceh. Kita mau pemerintah pusat berusaha seseriuas mungkin bendera separatis dipakai menjadi lambang aceh. Bendera Aceh tidak universal. Tidak semua suku Aceh setuju bendera tersebut," ujar Harlans M. Fachra, saat berorasi di depan Kemendagri, Jakarta.
Menurut Harlans lambang dan bendera yang diputuskan DPRA bertentangan dengan UU nomor 11 Tahun 2006 jo peraturan Pemerintah No 77 Tahun 2007 tentang bendera dan lambang daerah.
"Akhir-akhir ini Aceh sulit melupakan pikirannya lepas dari NKRI. Apa yang menjadi ideologi bertahun-tahun. Contoh pemerintah Aceh telah keluarkan Qanun dan bendera Aceh dan menggunakan bendera GAM," tegas dia.
Selain membakar bendera Aceh tersebut, GEMA NKRI juga menampilkan tari Saman yang menandakan penolakan terhadap penggunaan Qanun tersebut.
Foto : Massa Gema NKRI Bakar Bendera Aceh di Jakarta
Jakarta - Puluhan pemuda Gerakan Masyarakat Negara Kesatuan Republik Indonesia (GEMA NKRI) membakar bendera Aceh di depan Kementerian Dalam Negeri, Jakarta Selasa (23/7/2013).
Aksi pembakaran bendera Aceh tersebut merupakan bentuk protes GEMA NKRI atas pengesahan Qanun Nomor 3 Tahun 2013 tentang Bendera dan Lambang Aceh.
"Kita berharap pemerintah pusat mencabut Qanun Bendera Aceh. Kita mau pemerintah pusat berusaha seseriuas mungkin bendera separatis dipakai menjadi lambang aceh. Bendera Aceh tidak universal. Tidak semua suku Aceh setuju bendera tersebut," ujar Harlans M. Fachra, saat berorasi di depan Kemendagri, Jakarta.
Menurut Harlans lambang dan bendera yang diputuskan DPRA bertentangan dengan UU nomor 11 Tahun 2006 jo peraturan Pemerintah No 77 Tahun 2007 tentang bendera dan lambang daerah.
"Akhir-akhir ini Aceh sulit melupakan pikirannya lepas dari NKRI. Apa yang menjadi ideologi bertahun-tahun. Contoh pemerintah Aceh telah keluarkan Qanun dan bendera Aceh dan menggunakan bendera GAM," tegas dia.
Selain membakar bendera Aceh tersebut, GEMA NKRI juga menampilkan tari Saman yang menandakan penolakan terhadap penggunaan Qanun tersebut.
Label:
Adat,
Budaya,
Dunia,
Ekonomi,
Info Aceh,
Info Artis,
Info Kriminal,
Info Nanggroe,
Info Umum,
KPK,
Manca Negara,
Pemerintah,
Polisi,
Seputar Indonesia,
Sosial Budaya,
TNI
Jelang Lebaran, Warga Aceh Berburu Kain Untuk Baju Baru
Foto : Warga yang ingin membeli kain
TRADISI di Aceh, lebaran terasa tidak lengkap tanpa baju baru. Banyak warga saat ini “menyerbu” toko pakaian dan toko kain, padahal bulan puasa baru memasuk hari ke-14.
Pantauan ATJEHPOSTcom di Lhokseumawe, Selasa, 23 Juli 2013, sejak pagi warga sudah memadati toko-toko kain. Warga terlihat memilih kain yang cocok untuk dijadikan baju lebaran. “Cepat belinya biar sempat dijahit,” ujar Kak Nah, salah seorang pembeli kain di toko kain Jalan Gudang, Lhokseumawe.
Menurut Kak Nah, jika kain dibeli ketika seminggu menjelang hari raya atau lebaran, tukang jahit pasti sibuk karena lebih dahulu melayani pelanggan lain. “Memang biasanya mereka tidak mau terima lagi kain kita kalau telat,” katanya.
Tidak hanya berburu kain-kain cantik, sebagian warga juga memilih pakaian jadi. Mulai dari pakaian anak-anak sampai orang dewasa.
Salah seorang penjaga toko kain JC Textile, mengatakan, ramai warga sudah belanja kain sejak minggu pertama puasa. “Rata-rata kain yang dipilih jenis batik, kebaya, dan ada juga beberapa jenis lainnya. Dan juga kadang ada yang beli baju jadi. Namun banyak yang beli kain saja,” kata dia.
Dia menyebutkan, harga kain yang dijual bervariasi, Rp10.000 hingga Rp50.000 per meter. Ia mengaku terkadang kewalahan melayani pembeli yang semakin banyak. Namun hal tersebut suatu berkah baginya karena banyak barang dagangannya laku
Label:
Adat,
Budaya,
Dunia,
Ekonomi,
Info Aceh,
Info Artis,
Info Kriminal,
Info Nanggroe,
Info Umum,
KPK,
Manca Negara,
Pemerintah,
Polisi,
Seputar Indonesia,
Sosial Budaya,
TNI
Ada Bom Aktif di Jalan H Dimoerthala, Lampineung Banda Aceh, Akhirnya Bom Tersebut Berhasil Di Jinakkan Tim Gegana Brimob
Foto : Tim Gegana Polda Aceh saat berupaya menjinakkan Bom aktif di Jalan H Dimoerthala Banda Aceh, Selasa (23/7/2013).
Banda Aceh - Kepolisian Daerah (Polda) Aceh melalui Satuan Gegana pagi tadi Selasa (23/7/2013) melakukan upaya penjinakan bom berbentuk nenas yang ditemukan di Trotoar Jalan H Dimoerthala, Banda Aceh. Penemuan itu awalnya diinformasikan oleh Syahrul, salah satu instruktur mengemudi mobil yang beroperasi di wilayah setempat.
"Awalnya bom itu ada dibawah tenda. Khawatir, saya menghubungi pihak kepolisian," ujarnya.
Setelah Tim Gegana turun ke lokasi kejadian, mereka langsung membentang garis keamanan. Warga yang mulai berbondong-bondong menyaksikan kejadian itu diminta menjauhi lokasi penjinakan bom.
Dalam kondisi emergency tersebut, salah satu Tim Gegana yang dimintai keterangannya mengaku bom tersebut aktif dan bisa meledak kapan saja.
"Penemuan bom tanpa savety pennya membuat granat tersebut bisa meledak kapan saja," katanya.
Label:
Adat,
Budaya,
Dunia,
Ekonomi,
Info Aceh,
Info Artis,
Info Kriminal,
Info Nanggroe,
Info Umum,
KPK,
Manca Negara,
Pemerintah,
Polisi,
Seputar Indonesia,
Sosial Budaya,
TNI
Laporan Masyarakat, Dua Caleg PA Bermasalah Karena Pemalsuan Dokumen Dan Tindakan Amoral
KIP Aceh : Laporan Masyarakat, Dua Caleg PA Bermasalah Karena Pemalsuan Dokumen Dan Tindakan Amoral
* Partai Aceh membenarkan bahwa kedua caleg tersebut tidak memenuhi syarat sebagaimana masukan dan tanggapan masyarakat, yaitu berkaitan dengan hal pemalsuan dokumen dan tindakan amoral. Kedua caleg itu masing-masing adalah laki-laki berinisial UM dan perempuan berinisial AZ.
BANDA ACEH - Partai Aceh (PA) memastikan mencoret dua dari tiga bacaleg DPRA yang mendapat tanggapan dari masyarakat. Setelah melalui proses klarifikasi, PA mengakui kedua bacaleg itu bermasalah, sebagaimana masukan dan tanggapan masyarakat, yaitu berkaitan dengan hal pemalsuan dokumen dan tindakan amoral.
Ketua Pokja Pencalonan Anggota DPRA Junaidi yang dikonfirmasi Serambi Senin (22/7) mengatakan, dalam surat klarifikasinya, Partai Aceh membenarkan bahwa kedua caleg tersebut tidak memenuhi syarat sebagaimana masukan dan tanggapan masyarakat, yaitu berkaitan dengan hal pemalsuan dokumen dan tindakan amoral. Kedua caleg itu masing-masing adalah laki-laki berinisial UM dan perempuan berinisial AZ.
“Mereka adalah calon yang diajukan partainya untuk dapil satu dengan nomor urut delapan dan di dapil enam dengan nomor urut dua,” kata Junaidi seraya menolak menyebutkan nama kedua calon tersebut.
Label:
Adat,
Budaya,
Dunia,
Ekonomi,
Info Aceh,
Info Artis,
Info Kriminal,
Info Nanggroe,
Info Umum,
KPK,
Manca Negara,
Pemerintah,
Polisi,
Seputar Indonesia,
Sosial Budaya,
TNI
Kasus Pengeroyokan Dua Warga Nagan Raya, Akhirnya Polisi Bidik Juragan (Samsuardi Ketua DPRK Nagan Raya Dari PA)
Namun Juragan Membantah Ia Terlibat “Mereka sama sekali bukan pengawal atau anak buah saya. Mereka orang-orang yang sama sekali tak saya kenal. Saya juga terkejut saat mereka datang langsung ke rumah saya pada Senin sore (8 Juli 2013) menyerahkan Riki dan Fadil dalam kondisi babak belur. Menurut pelaku, salah satu anak muda itu kedapatan sedang berdua-duaan di pantai bersama istri saya. Tapi saya tidak percaya itu,” tandas Juragan.
Foto : Samsuardi Ketua DPRK Nagan Raya
SUKA MAKMUE - Kasus penculikan dan penyiksaan Riki dan Fadil oleh sekelompok orang karena disebut-sebut dekat dengan istri Samsuardi alias Juragan, Ketua DPRK Nagan Raya terus diusut oleh polisi. Bahkan, pihak Polres Nagan Raya sedang mengarahkan penyelidikan terhadap dugaan keterlibatan Juragan dalam kasus yang menyedot perhatian publik itu.
Kasus itu sendiri telah menyeret tiga tersangka yaitu Abdullah Basyah (Keuchik Alue Ie Mameh, Kecamatan Kuala), Din Abadi, dan Muhammad Jabar.
Dalam perkembangan terbaru, Polres Nagan Raya tampaknya sedang membidik Juragan kerana ada indikasi yang bersangkutan ikut terlibat penyiksaan dan penculikan terhadap Riki dan Fadil yang terjadi Senin, 8 Juli 2013 di kebun milik Ketua DPRK Nagan Raya tersebut.
“Ketika kedua korban mendapat penyiksaan (pemukulan) oleh 15 orang, Juragan berada di lokasi kejadian (di kebun miliknya). Inilah yang masih kita selidiki, apakah Samsuardi (Juragan) turut melakukan pemukulan atau tidak,” kata Kasubbag Humas Polres Nagan Raya Iptu Alamsyah menjawab Serambi, Senin (22/7) siang usai Peringatan HUT Ke-11 Kabupaten Nagan Raya di Suka Makmue.
Menurutnya, berdasarkan pemeriksaan yang dilakukan polisi terhadap dua tersangka, yaitu Din Abadi dan Muhammad Jabar yang kini ditahan di mapolres, keduanya belum mengakui apakah Juragan ikut memukul kedua korban.
Indikasi keterlibatan Juragan didasari pada pengakuan korban serta sejumlah saksi yang turut disampaikan ke media massa. Juragan disebut-sebut ikut memukul dan kemudian diramaikan oleh sekelompok orang yang lain di kebun sawit milik Juragan di Meulaboh Dua, Nagan Raya.
Indikasi berikutnya adalah, setelah disiksa, kedua korban (Riki dan Fadil) dibawa ke rumah Juragan di Desa Alue Ie Mameh, Kecamatan Kuala dan selanjutnya dilakukan perdamaian. Namun di rumah ini, kedua korban dikabarkan masih mengalami tindak kekerasan (pemukulan) yang justru dilakukan oknum keuchik yang kini juga sudah ditetapkan sebagai tersangka. “Masih terus kita selidiki dan kita kembangkan, karena kedua anak buah Juragan masih banyak menutup informasi kepada penyidik,” kata Iptu Alamsyah.
Iptu Alamsyah mengatakan, pengejaran terhadap 13 pelaku lainnya yang terlibat kasus ini terus dilakukan dengan harapan semua pelaku bisa tertangkap dan lebih memudahkan mengungkap motif yang sebenarnya termasuk dalang kasus itu.
Menurut polisi, tindakan yang dilakukan pelaku tergolong tindak pidana berat karena melakukan penyiksaan secara beramai-ramai dan korban nyaris dibunuh menggunakan senjata tajam. “Yang jelas kasus ini masih kita selidiki, meski sebagian besar masih buron, namun polisi tetap menyelidiki kasus ini untuk menungkap siapa aktor utamanya,” tandas Iptu Alamsyah.
Seperti diketahui, kasus penganiayaan yang menimpa dua pemuda yaitu Riki (20), warga Desa Meurandeh Suak, Kecamatan Seunagan Timur dan rekannya Fadil (20), warga Desa Kuta Baro, Jeuram, Kecamatan Seunagan, Kabupaten Nagan Raya menyedot perhatian masyarakat. Soalnya, penganiayaan itu sendiri diyakini terkait kedekatan kedua pemuda dengan Maya Purnama Sari (22), istri Samsuardi alias Juragan (Ketua DPRK Nagan Raya)
Label:
Adat,
Budaya,
Dunia,
Ekonomi,
Info Aceh,
Info Artis,
Info Kriminal,
Info Nanggroe,
Info Umum,
KPK,
Manca Negara,
Pemerintah,
Polisi,
Seputar Indonesia,
Sosial Budaya,
TNI
Senin, 22 Juli 2013
FPI : Siapa Berani Bubarkan Kami? Polisi dan Tentara Saja Tidak Berani Gerebek Tempat Maksiat ( Diskotik, Hotel dan Lainnya)
Jakarta - Banyak kalangan masyarakat meminta pemerintah membubarkan Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) Front Pembela Islam (FPI) pascabentrok dengan warga di Sukoharjo, Kendal, Jawa Tengah. FPI tak bergeming dengan adanya desakan itu.
Ketua FPI Jakarta, Habib Salim Alatas justru menantang pihak mana yang berani membubarkan Ormas yang memiliki ribuan anggota itu.
"Siapa yang mau bubarkan?, Siapa yang berani membubarkan FPI?," katanya yang dituliskan Selasa (23/7/2013).
Menurutnya, aksi yang dilakukan oleh FPI, semata untuk menumpas kemaksiatan terlebih pada Bulan Suci Ramadan. Dia menegaskan, FPI sudah berkoordinasi dengan aparat penegak hukum sebelum sweeping.
"Kami ingin memberantas kemaksiatan, kenapa harus takut. justru nanti 26 Juli, seluruh anggota FPI Jakarta akan turun dan melakukan monitoring tempat maksiat yang masih nekat buka di Bulan Ramadan," tegasnya.
Dikatakannya, pemerintah khususnya Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) juga para anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) sebaiknya tidak terlalu memusingkan aksi yang dilakukan FPI. Dia meminta pemerintah lebih memikirkan bagaimana memberantas korupsi yang kian merajalela di Indonesia.
"Kenapa harus membubarkan Ormas yang mencoba melawan kemaksiatan, kenapa tidak bubarkan partai yang korupsi," ungkapnya
Label:
Adat,
Budaya,
Dunia,
Ekonomi,
Info Aceh,
Info Artis,
Info Kriminal,
Info Nanggroe,
Info Umum,
KPK,
Manca Negara,
Pemerintah,
Polisi,
Seputar Indonesia,
Sosial Budaya,
TNI
LSM YARA : 8 Tahun MoU, Hanya PP Parlok Yang Disahkan Presiden SBY, Ini Pertanda Jakarta Tidak Serius Terhadap Nasib Aceh
* Terhitung 15 Agustus 2005 –15 Agustus 2013, maka usia MoU Helsinki yang ditandatangani Pemerintah RI–GAM genap 8 tahun. Tapi hanya PP partai lokal yang baru disahkan Presiden. Ini pertanda Jakarta secara terang-terangan mempermainkan Aceh. Kata kata Safaruddin, Direktur YARA
IDI ( Berita ): Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA) menilai Pemerintah Aceh terlalu lemah dalam memperjuangkan hak-hak kekhususan Aceh. Sebenarnya, banyak cara yang bisa dilakukan, mulai dari lobi hingga dengan aksi menggugat Presiden.
Jika Presiden melakukan wanprestasi (ingkar janji) ke Aceh,maka Aceh berpeluang menggugat Jakarta secara hukum,” kata Safaruddin, Direktur YARA, Minggu (21/7). Padahal dalam Undang-Undang Pemerintahan Aceh (UUPA), sambung Safaruddin, sudah jelas disebutkan beberapa aturan lanjutan dari UUPA harus segera dikeluarkan paling lambat tahun 2008.
“Tetapi kenyataannya sampai sekarang hanya PP tentang partai lokal saja yang baru keluar,” katanya. YARA juga menilai, pemerintah pusat telah mempermainkan Pemerintah Aceh dengan mengabaikan hak-hak kekhususan Aceh.
YARA mengkhawatirkan perdamaian Aceh akan gagal nantinya, jika Jakarta tidak konsisten dengan janjinya. “YARA mendesak Pemerintah Aceh lebih serius mengurus beberapa regulasi lanjutan UUPA, bila perlu menggugat pemerintah pusat secara hukum ke Mahkamah Agung (MA), karena telah melakukan pembohongan publik kepada masyarakat Aceh,” kata Safaruddin.
Jika Pemerintah Aceh tidak siap menggugat Jakarta, maka YARA siap dalam memperjuangkan hak-hak masyarakat Aceh. “Apalagi lembaga kita(YARA) memiliki legal standing (kedudukan hukum) untuk menggugat pemerintah pusat.
Label:
Adat,
Budaya,
Dunia,
Ekonomi,
Info Aceh,
Info Artis,
Info Kriminal,
Info Nanggroe,
Info Umum,
KPK,
Manca Negara,
Pemerintah,
Polisi,
Seputar Indonesia,
Sosial Budaya,
TNI
Kasat Narkoba Polres Aceh Besar : Walaupun Di Gerebek, Ladang Ganja Masih Banyak di Aceh Besar
"Meski sering dilakukan operasi, namun kita menduga masih banyak ladang dan tanaman ganja di Aceh Besar yang tumbuh subur," ujar Andi Cakra, saat dihubungi Metro Aceh via selularnya.
Aceh Besar-Kepolisian Resort (Polres) Aceh Besar menduga masih banyak ladang ganja yang tersebar di beberapa Kecamatan di wilayah tersebut. Demikian dikatakan Kapolres Aceh Besar AKBP Djajuli, melalui Kasat Narkoba Iptu Andi Cakra Putra.
Dikatakannya, munculnya dugaan basih banyaknya ladang ganja tersebut berdasarkan keberhasilan petugas Sat Narkoba Polres Aceh Timur menggagalkan penyulundupan ganja seberat 3 ton yang di angkut dari kawasan Seulimuem, Aceh Besar.Andi menyebutkan, pihaknya menduga ada beberapa Kecamatan di Aceh Besar yang menjadi kawasan penanaman ganja secara besar-besaran. Kecamatan tersebut diantaranya Kecamatan Seulimuem, Kecamatan Lembah Seulawah, Kecamatan Indrapuri dan beberapa Kecamatan lainnya.
"Lahan terbanyak dan terluas kami perkirakan ada di kawasan Kecamatan Seulimuem yakni di kawasan Lamteuba," beber Andi.Lebih lanjut Andi mengatakan, dalam waktu dekat pihaknya akan melakukan operasi secara besar-besaran untuk memberantas tanaman ganja di wilayah Aceh Besar. "Usai lebaran nanti kita akan melaksanakan lagi operasi pemberantasan ganja. Ini kita lakukan untuk memberantas peredaran narkoba," tegasnya
Label:
Adat,
Budaya,
Dunia,
Ekonomi,
Info Aceh,
Info Artis,
Info Kriminal,
Info Nanggroe,
Info Umum,
KPK,
Manca Negara,
Pemerintah,
Polisi,
Seputar Indonesia,
Sosial Budaya,
TNI
Warga Paya Bujok ( Langsa ) Tutup Paksa Hiburan “Tong Setan’ Karena Terganggu Jamaah Tarawih
* Akhirnya Pada malam itu juga, kegiatan hiburan dari Sumatera Utara itu ditutup dan segera gulung lapak
Foto : Warga Gampong Paya Bujok, Kecamatan Langsa Baro, Sabtu (20/7) malam memaksa ditutupnya pertunjukan hiburan tong setan yang berlangsung di depan Stadion Langsa.
LANGSA - Warga Gampong Paya Bujok, Kecamatan Langsa Baro, bersama remaja masjid setempat, Sabtu (20/7) malam menutup paksa acara hiburan ‘Tong Setan’ yang digelar di depan Stadion Langsa. Warga merasa resah karena hiburan itu sangat terganggu jamaah shalat tarawih, serta tadarus yang ada di sekitar lokasi tersebut.
Puluhan warga seta remaja masjid malam itu langsung mendatangi lokasi pertunjukan tong setan yang terlihat cukup ramai pengunjungnya itu. Menurut keterangan warga sekitar, lokasi pertunjukan tong setan juga tumbuh pasar pasar penjualan pakaian dan lain sejenisnya secara dadakan. Kegiatan itu juga bau berlangsung dua malam.
Situasi mulai memanas dan nyaris timbulnya kerusuhan, ketika warga ramai datang ke lokasi tong setan, yang mendesak agar kegiatan itu segera ditutup.
Pada awalnya pemilik tong setan tak mau menutup acara hiburan itu. Tapi, akhirnya menyerah juga karena mereka tidak mengantongi izin.
Beberapa saat setelah itu aparat kepolisian yang dipimpin Kapolsek Langsa Barat, Iptu Budi Nasuha Waruwujuga tiba di lokasi mengamankan situasi. Pada malam itu juga, kegiatan hiburan dari Sumatera Utara itu ditutup dan segera gulung lapak
Label:
Adat,
Budaya,
Dunia,
Ekonomi,
Info Aceh,
Info Artis,
Info Kriminal,
Info Nanggroe,
Info Umum,
KPK,
Manca Negara,
Pemerintah,
Polisi,
Seputar Indonesia,
Sosial Budaya,
TNI
Sekjen PP Muhammadiyah : Kami Usulkan Azan Sebaiknya Hanya Dikumandangkan di Setiap Masjid Besar Saja
"Sekarang itu perlu ada kontekstualisasi syiar khususnya pada masyarakat modern seperti sekarang yang butuh istirahat dan kenyamanan khususnya dalam beribadah sehingga terlalu banyaknya masjid yang azan membuat beberapa orang merasa terganggu" kata Abdul Mukti
Foto : Menara Mesjid Dengan Pengeras Suara
Jakarta - Suara azan yang dikumandangkan saat waktu-waktu salat seringkali saling tumpang tindih karena lokasi masjid atau musala yang saling berdekatan. Diusulkan sebaiknya dibuat aturan agar tidak setiap masjid dan musala mengumandangkan azan, cukup di masjid besar.
"Saran saya, pengurus masjid musyawarahkan dengan masjid terdekat atau musala, dan buat kesepakatan masjid mana yang akan menjadi pusat mengumandangkan azan sehingga tidak terjadi tumpang tindih padahal dalam lingkungan yang sama," ujar Sekretaris PP Muhammadiyah, Abdul Mukti saat dihubungi detikramadan, Minggu (21/7/2013).
Dia mencontohkan negara seperti Arab Saudi yang mengatur dengan baik seruan azan sehingga terdengar merdu ke berbagai penjuru dan mewakili syiar Islam. Banyak masjid di sana yang berdekatan dengan musala atau masjid-masjid besar lainnya tapi mereka hanya memusatkan pada satu masjid yang mengumandangkan azan secara keras sampai terdengar ke berbagai penjuru kemerduannya.
Jika di Makkah pusatnya di Masjidil Haram. Madinah di Masjid Nabawi.
"Negara lain pun seperti di Malaysia, Brunei Darussalam, dan Turki, mereka menggunakan masjid besar sebagai pusat kumandang azan, masjid-masjid di sekitarnya menggunakan pengeras suara untuk di dalam masjid," pungkasnya.
Label:
Adat,
Budaya,
Dunia,
Ekonomi,
Info Aceh,
Info Artis,
Info Kriminal,
Info Nanggroe,
Info Umum,
KPK,
Manca Negara,
Pemerintah,
Polisi,
Seputar Indonesia,
Sosial Budaya,
TNI
Letusan Petasan Mercon Sangat Menganggu Shalat Tarawih dan Tadarrus, Warga Ingin Satpol PP dan Polisi Menertibkannya
"Letusan petasan sangat menganggu warga yang sedang shalat tarawih. Kita minta kepada pihak terkait dapat menertibkannya.Ataupun merazia pedagang yang jual petasan yang letusannya sangat tinggi," pinta salah seorang tokoh agama di Lhokseumawe, Tgk Armiadi (48), Minggu (21/07/2013).
Lhokseumawe - Jama'ah shalat tarawih di Kota Lhokseumawe, Aceh mulai diganggu dengan suara letusan petasan. Untuk itu, pihak terkait diminta dapat menertibkan persoalan tersebut.
Menanggapi persoalan tersebut, PJ Kasatpol PP & WH Kota Lhokseumawe, M. Irsyadi mengatakan, pihaknya sudah pernah terima laporan semacam itu. Dengan demikian, pihaknya juga akan menertibkan dan merazia pedagang petasan di wilayah hukumnya itu.
"Sudah kita tanggapi, dan akan segera kita turun tangan untuk tertibkan serta merazia pedagang petasan. Insyaallah dalam minggu ini kita tertibkan. Karena kita akan bekerjasama dengan pihak kepolisian untuk menggelar razia yang dimaksud," ucap M. Irsyadi.
Ditanyai soal jenis petasan yang akan ditertibkan, ia menjawab bahwa itu wewenang pihak kepolisian. "Itu wewenang Polisi. Kita lihat saja nanti petasan jenis apa yang akan dirazia, apakah suara ledakan yang sangat tinggi atau semua jenis petasan," tutur M. Irsyadi kepada The Globe Journal.
Label:
Adat,
Budaya,
Dunia,
Ekonomi,
Info Aceh,
Info Artis,
Info Kriminal,
Info Nanggroe,
Info Umum,
KPK,
Manca Negara,
Pemerintah,
Polisi,
Seputar Indonesia,
Sosial Budaya,
TNI
Tim Antimaksiat Gerebek Restoran Segar Langsa Karena Jualan Nasi Siang Hari
Foto : Di Saat Penggerebekan Restoran, Kasie Penegakan Kebijakan Daerah dan Syariat Islam WH Aceh Timur, Aminullah SE, (kiri) Juga memberi peringatan pada penjual makanan di kecamatan Peureulak Kota, Kamis (18/7) yang berjualan di bawah pukul 16.00 WIB. Pedagang dibolehkan berjualan setelah shalat Ashar.
LANGSA - Tim antimaksiat Kota Langsa yang terdiri petugas Dinas Syariat Islam (DSI) dan Polisi Wilayatul Hisbah (WH), selesai shalat Jumat (19/7) menggrebek Restoran Segar yang berada di kawasan toko belakang Jalan Iskandar Muda, karena menjual nasi siang hari. Pemilik restoran dminta membuat pernyataan tertulis.
Kepala DSI Kota Langsa, Drs H Ibrahim Latif MM, kepada Serambi Sabtu (20/7) mengatakan, penggerebekan ini berawal adanya laporan masyarakat bahwa ada salah satu restoran di kawasan toko belakang Kota Langsa, selama bulan Ramadhan ini ada menjual nasi dan jenis makan lainnya. Mendapat informasi itu, tim langsung bergerak ke Jalan Iskandar Muda tersebut.
Menurutnya, restoran yang menjual nasi siang hari itu hanya membuka pintu belakang, sehingga jika dilihat dari depan restoran itu tetap tutup. “Kalau tidak diperhatikan dengan baik, maka sulit untuk kita ketahui dan didapati barang bukti (BB) bahwa mereka menjual nasi. Kemarin saya tugaskan salah seorang anggota WH untuk membeli nasi,” katanya.
Ibrahim Latif menambahkan, setelah adanya BB nasi bungkus itu barulah tim antimaksiat menuju lokasi, dan pada Jumat (19/7) sore itu juga, pemilik Restoran Segar, Deni langsung dibawa ke DSI Kota Langsa. Awalnya Andi sempat berkilah tak menjual nasi itu, tetapi setelah ditunjukan BB, ia tak bisa mengelak atas perbuatannya tersebut.
Namun berhubung qanun jinayah atau hukum acara tentang itu belum ada atau belum disahkan, maka proses hukum tidak dapat dilanjutkan kepada Deni. Oleh karenanya pihak DSI hanya bisa memberikan peringatan keras dan membuat pernyataan di atas materai kepada pelaku, Deni, dan berjanji tidak mengulangi perbuatannya lagi. Dan apabila kedapatan lagi menjual nasi di siang hari, pemilik restoran itu juga mengaku bersedia dicambuk.
Label:
Adat,
Budaya,
Dunia,
Ekonomi,
Info Aceh,
Info Artis,
Info Kriminal,
Info Nanggroe,
Info Umum,
KPK,
Manca Negara,
Pemerintah,
Polisi,
Seputar Indonesia,
Sosial Budaya,
TNI
Indahnya Suasana Ramadhan Di Aceh
Foto : Sejumlah anak-anak belajar mengaji di Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh
Banda Aceh - Bulan suci Ramadhan 1434 H telah memasuki pekan kedua. Bulan penuh rahmat dan keberkatan ini diisi dengan berbagai kegiatan untuk menyemarakkan datangnya bulan pengampunan dosa ini.
Alunan suara merdu dari para hafidz atau hafidzah muda saat membacakan kitab suci Quran di dalam masjid, atau juga anak-anak yang sedang belajar membaca Quran makin menambah keagungan bulan ini yang memiliki satu malam sama dengan ibadah 1.000 bulan.
Anak-anak atau remaja yang datang ke masjid untuk belajar mengaji tidak kalah gemanya dengan orang dewasa. Keceriaan mereka, berlari ke sana-kemari seusai mengaji, ikut mengusik para orang dewasa yang berleha-leha di meunasah atau masjid seusai shalat Zuhur.
Kepenatan di siang hari dirasakan para orang dewasa atau remaja yang melakukan tadarus pada halam hari. Mereka mengisi keheningan malam dengan lantunan ayat-ayat suci Quran dari para qari lokal seusai shalat Tarawih di meunasah atau masjid desa.
Inilah bulan yang paling ditunggu-tunggu umat Muslim di seluruh dunia. Bahkan seusai Ramadhan, biasanya mereka berdoa, agar diberi kesempatan lagi untuk menemui Ramadhan tahun depan
Label:
Adat,
Budaya,
Dunia,
Ekonomi,
Info Aceh,
Info Artis,
Info Kriminal,
Info Nanggroe,
Info Umum,
KPK,
Manca Negara,
Pemerintah,
Polisi,
Seputar Indonesia,
Sosial Budaya,
TNI
Wali Nanggroe Aceh Malik Mahmud Akan Dikukuhkan Segera Pada September 2013
* Keadaan Malik Mahmud Al- Haytar Sedang Sakit, Saat Ini Di Malaysia Sedang Berobat Kata Abdullah Saleh,SH
Banda Aceh – Mengutip statement gubernur, Abdullah Saleh mengatakan Presiden SBY berkeinginan menghadiri pengukuhan Paduka Wali Nanggroe, Malik Mahmud Al-Haytar.
Pengukuhan Wali Nanggroe Aceh ini akan dilakukan saat pembukaan Pekan Kebudayaan Aceh (PKA) ke-VI pada September 2013 mendatang.
Malik Mahmud Sedang Sakit
“Keberadaan Wali Nanggroe saat ini masih di Malaysia sedang berobat,” kata Abdullah Saleh lagi.
“Saya tidak tahu sakit apa, tapi yang jelas Paduka Mulia Wali Nanggroe Aceh sedang berobat ke Malaysia,” ujarnya.
Label:
Adat,
Budaya,
Dunia,
Ekonomi,
Info Aceh,
Info Artis,
Info Kriminal,
Info Nanggroe,
Info Umum,
KPK,
Manca Negara,
Pemerintah,
Polisi,
Seputar Indonesia,
Sosial Budaya,
TNI
Langganan:
Komentar (Atom)



