Kamis, 27 Juni 2013

Pria Stres Tebas 5 Orang, 2 Meningal Dunia , 3 Orang Luka Kritis

* Seorang pria yang diyakini mengalami gangguan jiwa membantai ibu kandung, kakak, dua keponakan, dan seorang tetangga dalam satu insiden yang dilaporkan paling mengerikan diGampong Arongan kawasan Trieng Pantang, Kecamatan Lhoksukon, Aceh Utara, Rabu (26/6) pagi. Insiden itu menewaskan dua orang dan tiga lainnya kritis.

fOTO : Petugas medis mengevakuasai korban yang dibacok orang gila di Puskesmas Lhoksukon, Aceh Utara, Rabu (26/6).

Lhoksukon -Pelaku bernama Munazir alias Nyak Di (28). Menurut seorang anggota keluarganya, M Ali (25), Nyak Di memang mengalami gangguan jiwa. “Dia baru pulang dari rumah sakit jiwa di Banda Aceh, Selasa 25 Juni 2013. Tiba-tiba dia mengamuk sambil menebas ibu kandung, kakak, keponakan, dan tetangga dengan pedang,” kata M Ali yang ditemui di Puskesmas Lhoksukon. Tiga korban kritis sempat dirawat di Puskesmas Lhoksukon sebelum akhirnya dirujuk ke RSUCM Buket Rata, Aceh Utara.

Korban tewas akibat keganasan Nyak Di yaitu Juarah (40) bersama anaknya, Maizar (22). Juarah adalah kakak kandung pelaku sedangkan Maizar adalah keponakannya. Seorang anak Juarah yang lain yaitu Zalzahbari (20) tak luput dari tebasan pedang Nyak Di, kondisinya kritis. Korban kritis lainnya adalah Maimunah (60) ibu kandung pelaku dan seorang tetangganya bernama Nurjanah (60).

Pagi itu, sekitar pukul 09.00 WIB, Nyak Di pulang ke rumah setelah pada malamnya tidur di meunasah kampung. Dia membawa sebungkus mi instan dan meminta ibunya memasak mi tersebut.

Sekitar pukul 10.00 WIB, Nyak Di menemui ibunya di dapur sambil menanyakan apakah mi sudah masak. Sang ibu menjawab belum dan minta Nyak Di bersabar.

Entah karena kesal dengan jawaban sang ibu atau disebabkan faktor-faktor lain, Nyak Di langsung mengamuk dan mencabut pedang dari dalam sarungnya kemudian membacok leher sang ibu dari belakang. Waktu itu perempuan tua tersebut sedang memasak di dapur.

Kapolres Aceh Utara, AKBP Gatot Sujono mengatakan pelaku bernama Munazir alias Nyak Di (28) yang membacok ibu, kakak, keponakan, dan seorang tetangganya sudah diamankan di Mapolres Aceh Utara.

Ketua Gerindra Aceh TA Khalid Bicara Tentang Afiliasi Prabowo Subianto Dengan Muzakir Manaf

* Penasehat Partai Gerindra Aceh, Aiyub ben Abbas mengatakan TA Khalid merupakan orang kepercayaan mendiang Teungku Hasan Muhammad di Tiro-Proklamator Gerakan Aceh Merdeka (GAM)--untuk memperjuangkan kepentingan Aceh di Jakarta usai kesepakatan damai.

Foto : Pimpinan Partai Gerindra Aceh T A Khalid

Sigli - Ketua Partai Gerindra Aceh TA Khalid menceritakan proses terjadinya kesepakatan afiliasi politik antara Partai Aceh dengan partai Prabowo Subianto tersebut. Hal itu disampaikannya kepada ATJEHPOSTcom di salah satu warung kopi di Meureudu,

“Saya ada di Gerindra karena deal politik yang disepakati Muzakir Manaf (Partai Aceh) terhadap tawaran afiliasi politik Prabowo Subianto (Partai Gerindra),” kata Khalid yang ditemani Ketua Komite Peralihan Aceh (KPA)/ Partai Aceh (PA) Pidie Jaya, Aiyub ben Abbas. Seperti diketahui, Aiyub juga tercatat sebagai penasihat pusat dalam struktur pengurus Gerindra Aceh.

Prabowo, kata Khalid, tertarik dengan Partai Aceh karena dinilai mampu menguasai basis massa di Aceh. Kerja gemilang PA memenangkan Partai Demokrat pada pemilu 2009 merupakan alasan kuat keinginan politik Prabowo.

“Muzakkir Manaf saat itu tidak serta-merta menerima tawaran Prabowo. Banyak pertimbangan, termasuk masa lalu Prabowo saat konflik Aceh,” kata Khalid.

Dalam dunia politik, kata Khalid, harus cerdas membaca situasi. “Berpolitik itu adalah bagaimana menempatkan kepentingan kita, di atas kepentingan orang lain,” ujar mantan Ketua DPRK Lhokseumawe tersebut.

“Ampon Khalid sidroe ureung nanggroe yang geubi peunotoh le Wali Teuku Hasan Tiro untuk jaga kepentingan Aceh di Jakarta,” ujar Aiyub tentang sosok Khalid. Aiyub membenarkan, sosok Khalid merupakan deal politik Partai Aceh terhadap tawaran afiliasi Partai Gerindra

Martunis, Korban Tsunami 2004 Silam Asal Aceh, Kembali Bertemu Pesepakbola Asal Portugal Cristiano Ronaldo Di Bali

"Saya sudah bertemu Ronaldo tadi pagi," ujar Martunis polos via telepon seluler yang ditemani Camat Syiah Kuala, Mustafa Dari Bali

BANDA ACEH - Martunis mungkin salah satu remaja yang paling beruntung yang bisa bertemu megabintang Real Madrid, Cristiano Ronaldo. Remaja Aceh yang selamat oleh hempasan tsunami 26 Desember 2004 kembali bertemu pesepakbola asal Portugal di Bali, Rabu (26/6/2013) pagi. Mantan bintang Manchester United itu datang ke Bali dalam rangka kampanye penyelamatan bakau (mangrove) yang dihadiri Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan sejumlah menteri.

Lahir di Banda Aceh 10 Oktober 1997 silam, Martunis yang dihubungi Serambinews.com kemarin mengaku sudah bertemu dengan Cristiano Ronaldo, di Bali. Penduduk Desa Tibang, Kecamatan Syiah Kuala, Banda Aceh yang kini tinggal bersama ayahnya Sarbini, mengaku sangat senang bisa bertemu bintang berjuluk CR7. "Saya sudah bertemu Ronaldo tadi pagi," ujar Martunis polos via telepon seluler yang ditemani Camat Syiah Kuala, Mustafa.

Kisah hubungan Martunis dengan pemain timnas Portugal dimulai setelah ia bertahan hidup 19 hari usai tsunami hingga ditemukan warga pada 15 Januari 2005. Saat itu Martunis dititipkan pada kru televisi Inggris, dan dalam sekejap gambar dan kisah Martunis yang masih mengenakan kaus timnas Portugal beredar luas di sejumlah stasiun televisi Eropa dan namanya terkenal di Benua Biru itu.

Disinilah nasibnya berubah hingga diundang Federasi Sepak Bola Portugal pada Juni 2005. Ia pun bertemu Cristiano Ronaldo dan selanjutnya bertemu sejumlah bintang lapangan hingga selebritis terkenal, Madonna. Tapi kisah indahnya tetap membuat Martunis tak bisa melupakan ibunya Salwa, kakanya Nurul Ala (12) dan adiknya Annisa yang baru berumur dua tahun, yang hilang usai mobil pikap yang ditumpanginya digulung dasyatnya tsunami.

Kompensasi BBM Salah Sasaran dan Bukan Untuk Warga Miskin, Bupati Aceh Timur Minta PT. Pos Indonesia Hentikan Pembagian KPS

“Tidak ada alasan, pembagian KPS harus dihentikan dan yang sudah terlanjur dibagi harus ditarik ulang. Kita akan telusuri data warga miskin yang keliru tersebut karena tidak sedikit calon penerima sudah almarhum dan almarhumah,” katanya

Aceh Timur - “Kita sudah minta kepada pihak PT Pos (Persero) di seluruh wilayah Kabupaten Aceh Timur untuk menghentikan pembagian KPS,” ujar Bupati Aceh Timur Hasballah M Thaib , di sela-sela kunjungannya di Kantor PT Pos Idi Rayeuk, Rabu 26 Juni 2013.

Kebijakan tersebut diambil menyusul laporan masyarakat di sejumlah kecamatan. Seperti Kecamatan Darul Ihsan dan Idi Rayeuk serta beberapa kecamatan lain di wilayah barat.

“Banyak penerima KPS ini merupakan kalangan mampu, seperti toke boat, PNS, Kontraktor dan orang-orang yang tak berhak. Sementara ureung gasien (orang miskin-red) tidak mendapatkan. Jika kita biarkan, maka imbasnya juga ke Pemkab Aceh Timur yaitu ke bupati,” katanya.

Study Banding Tentang Sistem Transportasi dan Perhubungan Untuk Aceh, 16 Delegasi Anggota DPRA Melancong Ke Belanda

Banda Aceh - Setelah Rombongan Gubernur Aceh Bertolak Ke Eropa Selama 17 Hari Lamanya, Untuk Membahas Investasi Di Aceh dan Ikut Annual Meeting Di Belgia, Delegasi Anggota DPRA Aceh Juga Melakukan Study Banding Ke Luar Negeri, Tepatnya Di Negara Belanda Selama 3 hari, 27 Juni s.d 29 Juni 2013.

Perwakilan Delegasi Anggota DPRA Aceh Tersebut hendak bertemu beberapa pihak disana, termasuk Departemen Perhubungan Belanda.

Diantara nama-nama Anggota DPRA Aceh yang berkunjung ke Belanda, antara lain:
1. Sulaiman Abda, wakil ketua DPRA
2. Tgk. Anwar Ramli, ketua komisi D. DPRA
3. H. Firmandez, wakil ketua Komisi D
4. Tgk. H. Muharuddin, sek. komisi D
5. Muslim Usman
6. Muslim Ayub
7. Muhammad Tanwier Mahdi,
8. Ibnu Rusdi,
11. Umuruddin Desky,
12. Irmawan,
13. Anwar Ishak,
14. Hamid Zein,
15. Mahyar,
16. Yasir Putra Utama

Forum Ekonomi Aceh : Ekonomi Aceh Lemah, Akibat Pemerintah dan Anggota DPRA Aceh Permainkan Anggaran APBA Aceh

* Lemahnya perekonomian Aceh saat ini, dinilai karena adanya 'permainan' anggaran oleh eksekutif dan legislatif dalam menyusun dan membahas anggaran setiap tahunnya.

BANDA ACEH - Hal tersebut tercuat dalam Diskusi mengenai Analisa Belanja Publik Aceh 2012 bertajuk Fiskal Berlimpah dan Distorsi Pembangunan di 3 in 1 Cafe, Banda Aceh Rabu (26/06).

Tudingan tersebut dibantah langsung oleh Anggota Komisi A Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) Yunus Ilyas.

"Ekonomi di Aceh sekarang jalan dengan sendirinya, tidak ada peningkatan yang dilakukan pemerintah. Selain itu, kontraktor di Aceh juga tumbuh bak jamur di musim hujan, sehingga ekonomi Aceh terhenti ketika anggaran belum disahkan karena perputaran uang hanya mengandalkan anggaran dari pemerintah," kata jelas Yunus Ilyas dalam diskusi tersebut.

Tak Lulus PLPG Sertifikasi, 1.500 Guru Di Aceh Tuntut Segera Disertifikasi Dalam Tahun Ini Juga

* Mereka menuntut disertifikasi langsung sehingga bisa mendapat tunjangan Sertifikasi dari pemerintah.

BANDA ACEH - Perwakilan Dari 1.500 guru yang dinyatakan tidak lulus Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) 2012, Selasa (25/6) kemarin berdelegasi ke Biro Rektorat Unsyiah.

Sekretaris Asosiasi Guru (Asgu) Aceh, Cut Aklima Hamid yang memimpin delegasi tersebut mengatakan, selama 10 hari mengikuti PLPG di Unsyiah semua peserta dites ujian negara dan hanya di Aceh yang ditambah ujian standar provinsi. Hal itu, menurut Cut Aklima Hamid mengakibatkan banyak guru tak lulus program tersebut.

“Sebanyak 1.500 guru tak lulus program ini, banyak gagal karena tak lulus salah satu ujian ini, meski sudah tiga kali mengikuti ujian saat PLPG 2012 itu,” ujarnya.

14 Kepala Daerah Termasuk Provinsi Aceh Siap Tampung Transmigran Dari (Jabar, Jateng, DIY, Jatim dan Bali)

* Dengan Program Transmigrasi Ini Muhaimin Iskandar Optimis Mampu Memicu Percepatan Pembangunan Daerah Aceh dan Provinsi Lainnya Sekaligus Peningkatan Kesejahteraan Rakyat Setempat

Foto : Menakertrans Muhaimin Iskandar

Jakarta - Sebanyak 14 Kepala Daerah yang terdiri dari 14 Gubernur memberikan dukungan terhadap program transmigrasi yang diselenggrakan Kementerian Tenaga Kerja dan Tramsigrasi tahun 2013.

Dukungan ini dilakukan secara resmi setelah ditanda tanganinya Nota Kesepakatan Bersama (MoU) bidang ketransmigrasian dalam lingkup Kerja Sama Antar Daerah (KSAD) privinsi/kabupaten daerah asal dengan daerah tujuan transmigrasi di Padang, Sumatera Barat hari ini. Rabu, 26/06/2013.

19 Gubernur yang menyatakan dukungannya terdiri dari 5 (lima) provinsi pengirim transmigran (Jabar, Jateng, DIY, Jatim dan Bali) dan 14 (empat belas) provinsi penerima tansmigran (Aceh, Sumbar, Bengkulu, Sumsel, Kalbar, Kaltim, Gorontalo, Sulbar, Sulut, Sulteng, Sulsel, Sultera, Maluku dan Maluku Utara).

Harga Emas Makin Terpuruk, Harga Emas Hari Ini Rp 1.387.360 per mayam

“Di pasar emas Banda Aceh, pembelian emas oleh masyarakat tidak meningkat signifikan karena pengaruh penurunan harga ini,” tutur Analis Emas Muhammad

BANDA ACEH - Tren penurunan harga emas belum jelas kapan akan berhenti. Informasi yang diperoleh Serambi dari analis emas Bank Syariah Mandiri (BSM) Banda Aceh, Muhammad, harga emas di pasaran Banda Aceh Selasa kemarin diperdagangkan Rp 416.500 per gram atau Rp 1.387.360 per mayam.

Harga tersebut melampaui rekor harga terendah pada Jumat kemarin yang sebesar Rp 418.000 per gram, atau Rp 1.394.030 per mayam. “Setelah bertahan beberapa hari, harga emas sekarang turun lagi sebesar Rp 1.500, menjadi Rp 416.500 per gram. Penurunan ini mengikuti gejala penurunan emas dunia,” katanya, Selasa (25/6).

Anehnya, masyarakat justeru tidak terlalu antusia membeli emas ditengah harga yang makin terperosok dalam.

Kemungkinan, sambung Muhammad, kondisi tersebut terjadi karena pengaruh pertumbuhan ekonomi Aceh yang mengalami stagnasi akibat lemahnya serapan APBA sehingga membuat daya beli masyarakat menurun.

Satpol PP Dan WH Aceh Barat Bina 49 Perempuan Yang Kena Jaring Razia Syariat Di Meulaboh

MEULABOH – Satuan Polisi Pamong Parja/Wilayatul Hisbah (Satpol dan WH) Kabupaten Aceh Barat, Selasa (25/6) sore membina sebanyak 49 perempuan yang tidak memakai busana muslim.
“Sebanyak 49 perempuan kita bina, mereka kedapatan tidak memakai pakaian Islami saat razia yang dilaksanakan tim gabungan petugas Wilayathul Hisbah di jalan Teuku Umar,” kata Kepala Satpol PP dan WH Kabupaten Aceh Barat Khairuzzadi.

Pembinaan itu dilakukan salah satu upaya penerapan syariat Islam di Bumi Teuku Umar, sesuai dengan Qanun Nomor 11 tahun 2002 tentang Pelaksanaan Syariat Islam bidang kewajiban menggunakan busana muslimah.

“Para wanita yang terjaring tidak menggunakan penutup kepala (jilbab) dan memakai celana serta baju ketat di data dan diberikan pembinaan,” katanya menambahkan.

Khairuzzadi menilai, masyarakat Aceh Barat, khusunya kaum hawa kesadaran terhadap syariat Islam masih kurang, seperti masih maraknya tidak menggunakan jilbab dan memakai celana serta baju ketat.

Mendag RI : Sapi Aceh Terbaik Di Indonesia, Saya Ingin Ekspor Daging Sapi Aceh Ke Arab Saudi Untuk Kebutuhan Daging Di Sana

“Aceh terkenal dengan kota Serambi Mekah yang bisa memaksimalkan segala potensi untuk membibitkan sapi terbaik di Indonesia hingga memotong hewan ternak dengan cara halal. Dan akhirnya bisa dikirim ke Mekkah,” kata dia di Jakarta, Rabu (26/6/2013).

JAKARTA – Meski kerap impor daging sapi setiap tahun, ternyata Indonesia berpeluang mengekspor daging kurban ke Mekkah, Arab Saudi. Pasalnya kebutuhan daging di negara tersebut saat hari Raya Idul Adha (Hari Raya Qurban) mencapai 4 juta ton.

Wakil Menteri Perdagangan Bayu Khrisnamurti mengungkapkan, ekspor daging kurban ke Arab Saudi bisa melalui Daerah Istimewa Aceh.

Bayu mengatakan, kebutuhan daging di Arab Saudi (Mekkah) pada hari Raya Qurban sekitar 3,5 juta-4 juta ton, jadi sangat dibutuhkan sapi Aceh di Arab Saudi.

Indonesia Akan Produksi Makanan Sapi Low Grade Dari Aceh

“ Juga nantinya Indonesia juga punya makanan olahan dari sapi aceh low grade bisa diekspor ke Bangladesh, Pakistan dan Myanmar. Sedangkan kualitas terbaik ada pasar yang siap untuk dimasuki yakni Singapura dan Malaysia,” ucapnya.

Sudah Masuk Tahun Ajaran Baru Sekolah, Beasiswa Yatim Di Aceh Sejumlah Rp. 117.738 Miliar Belum Di Cairkan

* Kadisdik Aceh: Masih dalam Proses, Mohon Bersabar Untuk Anak Yatim dan Piatu Di Aceh

BANDA ACEH - Hinga 24 Juni 2013, bantuan pendidikan (beasiswa) Rp 1,8 juta/tahun/orang untuk 116.604 anak yatim, piatu, dan yatim piatu yang sudah dialokasikan dalam APBA 2013 sebesar Rp 117.738 miliar belum disalurkan kepada calon penerima. Pihak Dinas Pendidikan (Disdik) Aceh berdalih penyaluran beasiswa tersebut masih dalam proses penyiapan administrasi pengamprahan.

Kadisdik Aceh, Drs Anas M Adam MPd melalui Pengelola Dana Bantuan Pendidikan Anak Yatim Disdik Aceh, Abdul Manaf yang ditanyai Serambi, Senin (24/6) menjelaskan, tahapan penyaluran beasiswa untuk anak yatim, piatu, dan yatim piatu di Aceh yang menjadi korban konflik, bencana tsunami, dan lainnya sudah sampai tahap verifikasi kedua.

Pada verifikasi pertama, menurut Abdul Manaf, pihaknya melekukan seleksi usulan data calon penerima yang disampaikan Disdik Kabupaten/Kota. “Tahapan itu sudah dilakukan bulan lalu. Data calon penerima sudah diserahkan kembali ke masing-masing kabupaten/kota untuk dicek ulang,” kata Manaf.

Tahapan yang sedang dilakukan sekarang ini, lanjut Manaf adalah menyiapkan daftar nama-nama calon penerima bantuan per kabupaten/kota dan per sekolah yang akan diserahkan ke Bank Aceh untuk penyaluran. Sedangkan untuk usulan pengamprahan anggarannya ke Dinas Keuangan Aceh, penyiapan datanya akan dilakukan setelah penyiapan data nama calon penerima bantuan untuk Bank Aceh selesai.

Tahapan berikut dari proses penyaluran dana bantuan pendidikan bagi anak yatim ini, menurutnya adalah menunggu pergub. Draf pergub sudah dibuat dan juga sudah diserahkan ke Biro Hukum Setda Aceh untuk ditelaah.

Dari pihak Biro Hukum Setda didapat informasi draf pergub tersebut sedang ditelaah dan dijadwalkan Kamis (27/6) diserahkan ke Gubernur Zaini Abdullah untuk ditandatangani.
Wakil Ketua DPRA, Sulaiman Abda mengatakan dana bantuan pendidikan untuk anak yatim, piatu, dan yatim piatu harus segera direalisasikan karena menyangkut kelanjutan pendidikan anak-anak mulai tingkat SD/SDLB/MIN, SMP/MTSN, sampai SMA/SMK/MAN dan dayah. “Bantuan Rp 1,8 juta/orang/tahun atau Rp 900.000/semester itu sangat membantu pendidikan anak-anak yatim, piatu, dan yatim piatu. Ini harus menjadi perhatian kita bersama,” demikian Sulaiman Abda

Peraturan Baru Pemerintah RI Berlaku Mulai Tahun Ini ( 2013 ), Anggota Dewan Juga Mendapat Gaji 13

* Sehubungan itu, Sulaiman Abda (DPRA Aceh) mengingatkan para bupati/wali kota untuk segera mengurus usulan pengamprahan gaji ke-13 tepat waktu, sedapat mungkin bisa dibayar bulan Juni atau paling lambat awal Juli,”

Foto : Anggota Dewan DPRA Aceh Masih Banyak Yang Bolos Ikut Rapat Di Gedung DPRA Aceh

Banda Aceh - Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 48 Tahun 2013 yang mengatur tentang pemberian gaji ke-13 ternyata juga berlaku untuk pimpinan dan anggota dewan.

“Ya, ketentuan (PP Nomor 48 Tahun 2013) itu juga berlaku untuk Ketua, Wakil Ketua, dan Anggota DPRA maupun pejabat lainnya yang hak keuangan/administrasinya disetarakan, setingkat menteri dan wakil menteri. Sumber dananya dari APBN bagi pegawai vertikal dan APBD (dana alokasi umum/DAU) bagi PNS daerah, gubernur, dan wakil gubernur, bupati/wakil bupati, wali kota/wakil wali kota,” kata Plt Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Aceh, Bakhtaruddin SE MM

Tak Tahan Intimidasi Dan Ancaman Preman Proyek, Razali, S. Pd Kadisdikpora Aceh Utara Mengundurkan Diri

Menjabat sebagai kepala dinas di Aceh Utara penuh resiko yang sangat tinggi. Hal itu dikarenakan banyaknya mafia proyek yang mencari saya dengan maksud untuk meminta proyek. Namun jika tidak diberikan proyek, maka mereka meminta dengan cara memaksa dan terkadang juga mengancam,” keluhnya, Senin (24/06/2013).

Lhoksukon - Banyaknya oknum mafia proyek yang selalu memaksa minta proyek di sejumlah dinas, membuat Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Aceh Utara, Razali SPd ingin berhenti menjabat sebagai Kepala Dinas. Malah ia meminta kepada Bupati untuk segera menurunkan jabatannya menjadi sebagai staf biasa.

Padahal sambung dia, tidak ada proyek di Disdikpora yang ada hanya tempat mengajar dan belajar. “Akan tetapi jika mau belajar pasti akan saya terima. Bahkan, saya sendiri sudah melayangkan surat pengunduran diri ke bupati, namun belum juga dikabulkan,” ucapnya.

Orang Meninggal dan PNS Terima Jatah Bantuan BLSM

Di Aceh, Orang Meninggal dan PNS Terima Jatah Bantuan BLSM, Padahal BLSM Jatah Untuk Warga Miskin dan Kurang Mampu

* Tidak tepatnya penerima KPS sebagai syarat pengambilan BLSM terjadi di Aceh Besar dan Aceh Barat. Ada Penyalahgunaan Penetapan Warga Miskin oleh Dinas Sosial terkait. kata Zainal, Keuchik, Ajee Rayeuk, Kecamatan Ingin Jaya, Kabupaten Aceh Besar,

Banda Aceh - Bantuan Langsung Sementara Masyarakat (BLSM) tidak tepat sasaran. Ada warga tergolong mapan secara ekonomi seperti pegawai negeri sipil (PNS) juga mendapatkannya. Lebih anehnya lagi ada warga telah meninggal, juga menerima Kartu Perlindungan Sosial (KPS ).

"Di daerah saya terdapat 101 Kepala Keluarga (KK). Namun yang terdata sebagai penerima KPS ada 40 KK, anehnya tidak semua mereka adalah orang miskin, " kata Zainal, Keuchik, Ajee Rayeuk, Kecamatan Ingin Jaya, Kabupaten Aceh Besar, Senin (24/6) saat di temui di Kantor Pos, Lambaro.

"Kan lucu, kalau kejadiannya seperti ini. Kita yang kenal dengan masyarakat. Padahal kita baru beberapa bulan menjabat sebagai aparatur desa,"sebutnya.

”Aneh, di Desa Kreung Beukah dan Desa Lhok Geuci, Kecamatan Pante Cereumen ada warga telah meninggal tiga tahun lalu, masih tercatat sebagai penerima BLSM,” ungkap Zaini,

Sekretaris Mukim Gunung Emas, Kecamatan Pante Cereumen, Aceh Barat, kepada Koran Rakyat Aceh.

Selain itu, warga juga komplain, karena pada Desa Teuladan, Kecamatan Kaway XVI, juga ditemukan penerima tidak berhak, yakni, warga berstatus sebagai PNS memperoleh kartu perlindungan social sebagai penerima BLSM.

Atraksi Top Dabouh Yang Menjadi Budaya Yang Mengakar Pada Masyarakat Simeulue

* Rata-rata warga Simeulue mendalami ilmu besi secara turun temurun yang diwariskan orang tua kepada anaknya sendiri,
"Semua benda yang tajam itu sama termasuk peluru, jadi tidak perlu ragu, hanya saja tingkatan ilmu kebalnya sejauh mana didalaminya", ungkap Basiruddin.

Foto : Pementasan seni debus di Simeulue

Simeuleu - Sejumlah pria dewasa, dengan peralatan rapai dan benda tajam dan rantai, duduk melingkar di salah satu halaman rumah warga Simeulue, yang sedang melangsungkan hajatan

Dikerumumi ratusan penonton pria dan wanita, anak-anak hingga lanjut usia, tanpa merasa takut dan kengerian menyaksikan atraksi kesenian ilmu kebal, yang sering disebut seni debus.

Sesaat kemudian, rapai mulai ditabuh secara perlahan dan makin lama, semakin kencang, dengan lantunan seperti hikayat heroik bernuansa Islam, dalam bahasa Aceh.

Salah seorang pria dewasa, tampil ke depan, tak lupa menyalami para penabuh rapai, langsung memilih dan meraup sejumlah benda tajam. Dengan khusyuk dia menatap benda tajam terbuat dari besi, bisa mengoyak kulit, daging dan menebus tulang.

Beberapa detik kemudian, benda tajam itu dengan kekuatan penuh dan konsentrasi langsung dihujamkan sekuat tanaga pada lengan tangan, paha dan pada bagian tubuh lainnya.

Seni debus, (dabui, bahasa lokal Simeulue-red), dipergunakan pada saat acara-acara resmi atau acara perhelatan adat istiadat dalam gampong di kabupaten Simeulue.

Debus atau ilmu kebal, atau sering disebut ilmu besi sudah digunakan sejak zaman revolusi fisik kemerdekaan, saat menghadapi penjajahan Belanda dan Jepang, yang pernah singgah di pulau Simuelue.

Sesorang yang memiliki ilmu kebal tidak mudah dan gampang memperlihatkan kemampuannya. Hal itu diungkapkan Sabil, 55 tahun, warga Kota Sinabang, yang mampu menahan dan kebal terhadap rantai gergaji mesin (chainsaw) yang sedang hidup.

Senin, 24 Juni 2013

tari Saman kian diminati di Australia

Ketika Aceh Mendunia Melalui Seninya, Tari Saman Meriahkan Festival Seni Di Australia

* Syaifullah menyebutkan, tari Saman kian diminati di Australia. Setelah festival berlangsung, banyak kaum ibu datang menemui pengurus ASWA meminta anaknya dilatih dan dilibatkan agar bisa tampil pada event-event selanjutnya.

Foto : Penari Saman di Konsulat Jenderal RI Perth Western Australia

Perth - Tari Saman diiringi tabuhan Rapai memeriahkan pagelaran seni di Australia. Acara yang dibuka Kepala Konsulat Jenderal RI di Perth, Dede Syarief Syamsuri, di Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Perth Western Australia, dihadiri lebih 500 pengunjung, Minggu, 23 Juni 2013, kemarin.

Pada acara tersebut, Aceh Society of Western Australia (ASWA) bekerja sama dengan Taman Pendidikan Alquran Lenora Victoria Park Western Australia, menampilkan tari Saman yang telah menjadi warisan dunia.

Ketua ASWA, Syaifullah Muhammad, Senin, 24 Juni 2013, mengatakan, penari Saman dan penabuh Rapai yang tampil pada acara itu gabungan anak-anak dari berbagai daerah di Indonesia yang menetap di Perth Western Australia.

Penampilan mereka, kata Syaifullah, sangat maksimal karena selama dua bulan telah mengikuti pelatihan yang dibimbing para pelatih asal Aceh, seperti Cut Aja, Teuku Emi dan Jalal Bayar.

“Ini adalah kontribusi ASWA untuk komunitas Indonesia di Western Australia khususnya dalam upaya melestarikan budaya nasional sekaligus mengembangkan syiar Islam,” ujar putra Aceh yang juga Dosen Jurusan Teknik Kimia Universitas Syiah Kuala Banda Aceh itu. Ia juga baru saja menamatkan program Ph.D (doktor) di Curtin University of Technology Western Australia

Masyarakat Aceh Masih Banyak Yang Belum Mengambil Kartu Konpensasi Kenaikan BBM Yaitu BLSM

Hingga Hari Ini, Masyarakat Aceh Masih Banyak Yang Belum Mengambil Kartu Konpensasi Kenaikan BBM Yaitu BLSM

* Pengambilan Kartu Perlindungan Sosial (KPS) sebagai syarat untuk mendapatkan dana Bantuan Langsung Sementara Masyarakat (BLSM) di Aceh masih sepi dan Tak Ada Peminat

Foto : Ilustrasi Pengambilan Kartu BLSM Di Kantor Pos

Banda Aceh - Pantauan di Kantor Pos Pembantu Lambaro, Kabupaten Ingin Jaya, Kabupaten Aceh Besar, tak terlihat sama sekali antrian penerima BLSM, padahal perkiraan sebelumnya warga penerima bantuan kompensasi kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) itu bisa membludak setelah BBM resmi naik.

Kecamatan Ingin Jaya terdapat 1.536 kepala keluarga penerima BLSM, mereka terbagi dalam 48 desa yang harus di layani Kantor Pos Pembantu Lambaro. Kantor Pos itu sendiri sebenarnya sudah menarget hanya melayani 200 kepala keluarga dalam sehari, namun hingga kini baru 40 orang yang mengambil kartu tersebut.

Padahal pembagian KPS sudah dibuka sejak tiga hari lalu. “Masih sedikit orang yang mengambil KPS," kata Kepala Kantor Pos Pembantu Lambaro, Ruslan kepada wartawan, Senin (24/6/2013).


Partai Aceh Milik Masyarakat Aceh

Mualem : Partai Aceh Milik Masyarakat Aceh, Dan Partai Aceh Hanya Ingin Meningkatkan Kesejahteraan Ekonomi Bagi Rakyat Aceh

"PA milik masyarakat dalam naungan NKRI. Kehadirannya, menjadi energi penting bagi bangsa guna menjaga perdamaian Aceh," ujar Mualem saat melantik pengurus Dewan Pengurus Wilayah Partai Aceh Kota Subulussalam, Senin 24 Juni 2013.

Foto : Mualem memberikan sambutan pada pelantikan pengurus Partai Aceh Subulussalam

Subulussalam - Ketua Dewan Pimpinan Aceh (DPA) Partai Aceh Muzakir Manaf atau Mualem meyakinkan masyarakat Indonesia, bahwa kehadiran Partai Aceh merupakan amanah undang undang dan tidak perlu ditakuti oleh siapapun.

Partai Aceh, kata Mualem, hanya menginginkan kemerdekaan ekonomi yang penuh bagi rakyat, semua kelompok, suku, dan komponen manapun. "Karena Partai Aceh sudah menjadi milik masyarakat," ujar Mualem.

Artis Asal Aceh Teuku Wisnu AKan Menikah dengan Adat Aceh

Artis Asal Aceh Teuku Wisnu dan Calon Mempelai Istrinya Shireen Sungkar AKan Menikah dengan Adat Aceh

JAKARTA - Artis sinetron Shireen Sungkar berencana melangsungkan pernikahan dengan kekasihnya, Teuku Wisnu, pada November 2013. Meski usianya terbilang muda, yakni 21 tahun, namun Shireen tak ragu mengambil langkah ke pelaminan.

"Menikah dini yang penting dari kesiapan. Jangan sampai dipaksakan karena suatu hal. Karena emang udah siap, udah matang," kata pemeran Fitri dalam sinetron Cinta Fitri ini kala ditemui di kawasan Sudirman, Jakarta pada Senin, 24 Juni 2013.

Rencana pernikahannya dengan Teuku Wisnu rupanya sudah matang. Keluarga besarnya turut membantu persiapan pernikahan dengan berbagi tugas teknis. Tak lupa, kakak semata wayangnya, Zaskia Sungkar juga memberi masukan perihal pernikahan untuk Shireen. "Nanti pakai adat Aceh ," katanya.

Shireen mulai menjalin cinta dengan Teuku Wisnu sejak putus dengan Adly Fairuz pada 2010. Shireen merupakan lawan main Wisnu dalam sinetron Cinta Fitri. Selain menggeluti dunia seni peran, putri aktor Mark Sungkar ini juga bermusik. Bersama sang kakak, Zaskia Sungkar, Shireen membentuk grup vokal The Sister.

10 Wanita Berpakaian Ketat dan Tidak Berjilbab di Nagan Raya Terjaring Razia WH

NAGAN RAYA | – Puluhan wanita di Kabupaten Nagan Raya terjaring razia Satuan Wilayahtul Hisbah (WH) di Desa Ule Jalan, Kecamatan Beutong Bawah, Nagan Raya

“Dalam razia busana tersebut petugas berhasil menjaring 10 wanita tidak memakai busana muslim, ini sesuai dengan Qanun Nomor 11 tahun 2002 tentang Pelaksanaan Syariat Islam bidang kewajiban menggunakan busana muslimah,” ungkap Kepala Satpol/PP Drs Muhajir Hasballah.

Pelanggar tersebut, katanya akan diberikan peringatan dan bimbingan serta nasehat agar tidak melakukan perbuatannya lagi, “Kaum hawa berkewajiban menggunakan busana muslimah jika keluar rumah,” katanya menambahkan.

Jika 10 wanita ini nantinya kedepatan lagi melanggar Qanun Nomor 11 tahun 2002 ini, Muhajir Hasballah secara tegas akan memberikan sanksi sesuai dengan aturan yang sudah ditentukan dalam Qanun No 11 tersebut.

Ia mengaku, razia gabungan ini terus dilakukan hingga memasuki bulan suci Ramahdan yang jatuh pada bulan juli 2013 mendatang.

“Kita melakukan razia ini hingga memasuki bulan ramadhan, yang melibatkan Satuan Polisi Pramong Praja, WH, Polisi/TNI serta LLAJ, Pegawai Camat Betong Bawah dan MPU Nagan Raya,” pungkasnya.

Minggu, 23 Juni 2013

Di Gampong Juli Cot Meurak, Muslim Penganut Ahlusunnah Wal Jamaah dan Muhammadiyah Hidup Rukun Dalam Perbedaan Mazhab

“Perbedaan hanya terletak di ibadah sunnah saja, sedangkan ibadah wajib sama.” Ujar Geuchik Gampong Juli Meurak, yang ditemui usai salat magrib di meunasah gampong. “Untuk apa kita perdebatkan mengenai hal yang sunnah, seperti baca qunut, do’a dan bershalawat secara bersama,” katanya lagi.

Foto : Plank nama Gampong Juli Cut Meurak

Bireueun - Terletak di kilometer 1 jalan Bireuen-Takengon, gampong ini berpenduduk 1.021 jiwa. Beragam etnis juga hidup rukun di perkampungan seluas 42 hektare ini, di antaranya Aceh, Padang, Jawa, Batak, China dan Tamil.

Beragam etnik di kampung ini tentu ada perbedaan keyakinan dalam beragama. Bahkan di Juli Cot Meurak ini, penganut Islampun hidup berdampingan dengan mazhab yang berbeda, yaitu Muhammaddiyah dan Ahlusunnah Waljama’ah.

Masyarakat setempat rutin melaksanakan pengajian selama seminggu sekali. Uniknya pengajian ini dibagi dua, untuk Ahlul Sunnah pada Minggu malam dan untuk Muhammadiyah pada Rabu malam.

Siti menambahkan, pada Ramadhan salat tarawih dilaksanakan secara bersamaan walaupun Muhammadiyah dan Ahlul Sunnah berbeda pendapat mengenai jumlah rakaat. Pengikut Muhammadiyah dan Ahlul Sunnah Waljamaah akan memulai taraweh bersamaan. Setelah 8 rakaat, pengikut Muhammadiyah segera meninggalkan meunasah dan memberikan ruang kepada pengikut Ahlul Sunnah Waljamaah untuk menyelesaikan tarawehnya hingga 20 rakaat.

* Taufik, Z. A adalah peserta pelatihan menulis jurnalistik bersama ATJEHPOSTcom di Universitas Almuslim, Bireuen-Aceh

Aceh Tetap Satu Tidak Terpecah Belah Dan Selalu Berada Di Bawah NKRI

Muzakir Manaf : Aceh Tetap Satu Tidak Terpecah Belah Dan Selalu Berada Di Bawah NKRI

“Aceh tetap satu dan tetap NKRI, Benarkan pak Kapolres?” kata Wakil Gubernur yang biasa dipanggil Mualem ini di hadapan para perwakilan kafilah dan bupati yang hadir di acara tersebut, Sabtu malam, 22 Juni 2013.

Subulussalam - Wakil Gubernur Aceh Muzakir Manaf, saat mengukuhkan Dewan Hakim Musabaqah Tilawatil Quran ke-31 di Subulussalam malam tadi mengatakan Aceh tetap satu.

Menurut Mualem, Aceh memiliki peran yang sangat besar dalam memperjuangkan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Salah satunya kata Mualem saat Presiden Soekarno datang menemui Teungku Daud Beureueh di Aceh untuk meminta bantuan mengusir penjajah.

“Jadi Aceh akan tetap satu,” ujarnya.

MTQ ke-31 tingkat Provinsi Aceh digelar di Kota Subulussalam, diikuti oleh para kafilah dari seluruh kabupaten kota di Aceh. Beberapa cabang yang akan dilombakan dalam MTQ tersebut adalah Tilawatil Quran, Hifzil Quran, Fahmil Quran, Syarhil Quran, Khatil Quran, Tafsir Quran, dan Ilmiah Quran

Warga Lhoknga Kecam Bau Busuk Polusi Batubara Milik PT Lafarge Cement Indonesia

Warga Lhoknga Kecam Bau Busuk Polusi Batubara Milik PT Lafarge Cement Indonesia Di Lhoknga, Aceh Besar

“Rasanya mual-mual dan mau muntah saja, bahkan kami hampir tak bisa tidur malam,” Tak hanya itu, kata Nuzul juga banyak jalan-jalan di lingkungan mereka yang sudah becek tanpa diatasi. “Ini sangat merugikan kami sebagai warga di lingkungan di sini,” ungkap Nuzul, Sabtu (22/06/2013).

Banda Aceh – Bau tak sedap kembali tercium warga sekitar Moen Ikeun, Lhoknga, Aceh Besar. Menurut laporan warga, bau amoniak menyengat tersebut bersumber dari PT Lafarge Cement Indonesia (LCI) akibat kebakaran batu bara. Kejadian serupa sudah pernah terjadi sehingga masyarakat memastikan bau tersebut bersumber dari PT LCI.

Nuzul salah seorang warga di lingkungan Gumbak Meualon, Moeng Ikeun, Lhoknga kepada The Globe Journal mengatakan, sudah dua hari mereka mencium bau tersebut. Ia mengakui bau sangat menganggu karena sangat menyengat.

Hal senada juga dibenarkan Andri yang juga warga sekitar. Mereka berharap ada tindakan dari pihak perusahaan menanggulagi permasalahan ini, karena ini menyangkut kesehatan masyarakat sekitar

Korupsi dosa besar dalam Islam

Kepala Kejaksaan Tinggi Aceh : Korupsi dosa besar dalam Islam

BANDA ACEH - Kepala Kejaksaan Tinggi Aceh TM Syahrizal SH mengemukakan korupsi termasuk dosa besar dalam agama Islam, karena sangat merugikan rakyat, perekonomian dan keuangan negara.

Korupsi dikatagorikan sebagai tindak kriminal (ma'siat) dalam kontek "risywah" (suap), "saraqah" (pencurian), "al-ghasysy" (penipuan) dan "khiyana" (pengkhianatan).

Mengutip pendapat SH Alatas, korupsi mengandung dua unsur penting, yaitu penipuan dan pencurian. Apabila bentuknya pemerasan itu berarti pencurian melalui pemaksaan terhadap korban. Apabila berbentuk penyuapan terhadap pejabat itu berarti membantu terjadinya pencurian.

Dalam hadist Riwayat Abu Daud, Rasulullah SAW bersabda, "Barang siapa yang kami pekerjakan pada suatu jabatan, kemudian kami beri gaji, maka yang diambilnya selebih dari itu, berarti suatu penipuan."

Selanjutnya Rasulullah juga mengingatkan lewat sabdanya, "Rasulullah SAW melaknat orang yang menyuap dan yang menerima suap serta yang menjadi perantaranya."

"Hakim yang paling jujur dan tidak bisa disuap di dunia ini adalah hati nurani. Nabi memerintahkan kita minta fatwa kepada hati nurani. Karena itu, setiap kita harus bertanya kepada hati nurani masing-masing," kata Kajati Syahrizal.

Aneh, Tak Di Proses Secara Hukum Syariat, Pempabtis Yang Di Tangkap Polres Bireuen Dilepas Begitu Saja Setelah Buat Pernyataan

* Onekesyi Zega bersama seorang stafnya, Edy Prasetyo (43), penganut Kristen yang berprofesi sebagai sales mobil, warga Medan Sunggal, Sumatera Utara dilepas setelah membuat surat pernyataan di MPU di hadapan aparat Polres Bireuen dan saksi-saksi lainnya.

BIREUEN – Pendeta asal Nias, Sumatera Utara, Onekesyi Zega (40) yang ditangkap Polres Bireuen karena dugaan membaptis sejumlah pemeluk Islam di Bener Meriah dan wilayah lainnya, diserahkan ke Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Bireuen, Jumat (21/6) dini hari. Selanjutnya, setelah membuat dan meneken surat pernyataan, Onekesyi Zega bersama seorang stafnya dibebaskan.

Polres Bireuen juga menyerahkan sejumlah barang bukti ke MPU Bireuen, yaitu satu kitab Injil berbahasa Aceh sampul hijau dengan ketebalan 442 halaman, tujuh kitab suci Injil sampul merah, tiga buku catatan struktur organisasi, program serta target pembaptisan, dan sebuah buku catatan kecil milik Onekesyi dan rekannya Edy Prasetyo.

“Pendeta dan pengikutnya, termasuk sejumlah barang bukti sudah kami serahkan ke MPU. Jika mengulangi lagi aktivitasnya akan kami tindak sesuai dengan hukum yang berlaku,” tegas Kasat Reskrim Polres Bireuen.

Injil Bahasa Aceh

Sekretaris MPU Bireuen, Amiruddin yang dikonfirmasi terpisah membenarkan pihaknya telah mengamankan kitab Injil dalam bahasa Aceh dan kitab Injil berbahasa Indonesia serta beberapa barang bukti lainnya. “Sedangkan Onekesyi dan rekannya Edy Prasetyo sudah dilepas setelah membuat surat pernyataan,” kata Amiruddin.

Seperti diberitakan, seorang pendeta asal Nias, Sumatera Utara, Onekesyi Zega (40), bersama tiga stafnya, ditangkap aparat Reserse dan Kriminal (Reskrim) Kepolisian Resor (Polres) Bireuen, di salah satu toko obat dalam kawasan Kota Juang, Bireuen, Kamis (20/6) sekira pukul 12.30 WIB. Pendeta dan tiga stafnya itu diduga telah membaptis sejumlah pemeluk Islam di Bener Meriah dan daerah lainnya di Aceh.

Pemkab Aceh Selatan Tahun Ini Buka Penerimaan CPNS Formasi Umum dan Guru

TAPAKTUAN - Dalam kurun waktu tiga tahun atau hingga 2015, sebanyak 5.000 lebih guru pegawai negeri sipil (PNS) di jajaran Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan akan pensiun. Mereka itu umumnya yang diangkat melalui jalur Instruksi Presiden (Inpres) sekitar tahun 1970-an.

Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Aceh Selatan, Said Junaidi SH melalui Kabid Pengembangan Pegawai,

Moeriadi, kepada wartawan di Tapaktuan, Minggu (9/6) mengatakan, dalam rangka menghadapi kondisi itu Pemkab Aceh Selatan mengambil kebijakan untuk membuka penerimaan guru baru secara bertahap untuk mengisi kekosongan guru di sejumlah sekolah khususnya yang berlokasi di daerah terpencil.

Pemkab Aceh Selatan akan mengambil kebijakan membuka penerimaan calon pegawai negeri sipil (CPNS) umum dan formasi guru di tahun ini.

“Ini juga sesuai Keputusan Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara yang membuka penerimaan CPNS jalur umum tahun ini sebanyak 60.000 orang di seluruh Indonesia,” katanya.

Berbagai Macam Lambang Salib

Berbagai macam Salib, untuk anda ketahui.

Ketika selesai shalat Dzuhur di Masjid Nurul Haq Jl. A. Yani, Bukittinggi bulan April lalu saya melihat 3 anak muda memasuki masjid untuk shalat, 2 orang diantaranya memakai kalung yang sama dengan gambar nomor 8 dan nomor 20. Ketika saya ingatkan baik-baik bahwa kalungnya itu adalah simbol bagi orang kristen, mereka kaget dan bingung serta langsung mencopotnya dan mengatakan akan menjualnya kembali.
Sekarang banyak anak muda Muslim yang memakai sesuatu (kalung, kaos dsb.) yang tidak dipahaminya, dalam pikiran mereka itu adalah gaya yang lagi ngetrend. Kewajiban kitalah untuk mengingatkannya.

-anshory- #repost [mg]

Harga Emas Kembali Cetak Rekor Baru, Turun Menjadi (Rp 1.394.030/ Per mayam)

* Terendah Sejak Tahun 2010

BANDA ACEH - Harga emas lagi-lagi terpuruk ke rekor terendah, Sabtu (22/6). Harga emas murni di pasaran Banda Aceh sudah mencapai Rp 418.000 per gram, atau sekitar Rp 1.394.030 per mayam, belum termasuk ongkos buat.

“Harga emas lokal hari ini Rp 418.000 per gram. Harga emas kembali cetak rekor terendah,” kata analis emas dari Bank Syariah Mandiri (BSM) Banda Aceh, Muhammad, kepada Serambi kemarin.

Penurunan harga yang terjadi itu cukup tajam dibandingkan sehari sebelumnya. Pada Jumat (21/6), harga emas masih Rp 434.500 per gram, atau Rp 1.449.058 per mayam. Ini berarti terjadi penurunan sebesar Rp 16.500 per gramnya.

Dengan demikian, sepanjang tahun ini (Januari-Juni) harga emas sudah tiga kali turun menembus ke rekor baru, dan kemarin tercatat sebagai penurunan yang terendah.

Rekor harga emas
- 16 April 2013, emas Rp 432.500/gram (Rp 1.442.400/mayam)
- 18 Mei 2013, emas Rp 430.000/gram (Rp 1.434.050/mayam)
- 22 Juni 2013, emas Rp 418.000/gram (Rp 1.394.030/mayam)

Lapangan Pekerjaan Yang Merata Penting Untuk Menjaga Perdamaian Di Aceh

Profesor Virasakdi : Lapangan Pekerjaan Yang Merata Penting Untuk Menjaga Perdamaian Di Aceh

Foto : Profesor Virasakdi ketika mengunjungi usaha pembuatan kupiah meukeutop di Pidie.

Sigli - Untuk memperkuat perdamaian Aceh, penyediaan lapangan pekerjaan bagi semua orang Aceh adalah salah satu hal penting yang mesti diperhatikan saat ini.

Hal itu disampaikan Profesor Virasakdi Chongsuvivatwong dari Prince of Songkla University (PSU) Thailand di Pendopo Bupati Pidie dalam rangka kunjungan kerja ke Kabupaten Pidie.

“Saya lihat Aceh sekarang sudah banyak perubahan,” kata Profesor Virasakdi yang sudah puluhan kali berkunjung ke Banda Aceh namun baru kali pertama ke Kabupaten Pidie.

Selain itu kata dia, hal penting lain yang mesti perhatikan adalah untuk tetap memperhatikan orang-orang yang saat ini masih hidup menderita akibat konflik puluhan tahun yang mendera Aceh. “Jangan pernah meninggalkan orang-orang yang masih menderita di belakang kita.”

Di Thailand Selatan, melalui sebuah lembaga yang berada di bawah PSU, Profesor Virasakdi bekerja menangani para korban konflik seperti di Patani dan Yala.

“Kami sangat ingin belajar kepada professor,” kata M Iriawan, Wakil Bupati Pidie saat berdiskusi dengan Profesor Virasakdi.
Menurutnya, di Thailand Selatan masih dalam situasi konflik, namun Profesor Virasakdi sukses melakukan kegiatan dalam rangka penanganan korban konflik. Di Aceh, konflik sudah selesai namun upaya penanganan korban konflik masih banyak kekurangan.

Jumat, 21 Juni 2013

Harga BBM Premium dan Solar Di Seluruh Indonesia Resmi Naik

Resmi : Menteri ESDM : Harga BBM Premium dan Solar Di Seluruh Indonesia Resmi Naik Mulai Jam 00.00 WIB Sabtu, 22 Juni 2013 (Share/ Bagikan)

Kabar ACEH Rakyat Miskin dan Keluarga Sederhana Akan Sangat Terpukul Kondisi Ekonominya

* Premium : Rp. 6.500 Per Liter (Naik 2000)
* Solar : Rp. 5.500 Per Liter (Naik 1000)

Dipastikan Biaya Transportasi di Aceh Naik 35%

BANDA ACEH - Ketua Umum DPD Organisasi Angkutan Darat (Organda) Provinsi Aceh Musni Haffas menegaskan, biaya transportasi di Aceh akan mengalami kenaikan sebesar 35 persen

Ia menjelaskan, kontribusi BBM dalam operasional kenderaan adalah sebesar 42 persen, sehingga jika kenaikan harga BBM secara signifikan, tentu akan berpengaruh pada perusahaan jasa angkutan.

"Perusahaan jasa angkutan tidak punya pilihan, jika BBM naik, maka secara otomatis biaya transportasi juga harus mengikuti," ujarnya.

Ia mengungkapkan, dampak langsung yang akan dirasakan oleh perusahan jasa angkutan darat dalam kenaikan BBM adalah naiknya harga spare part kenderaan bermotor. "Kalau BBM naik, maka suku cadang kenderaan bermotor akan alami kenaikan sebesar 5 persen -7 persen," ungkapnya.

Kami Minta Mabes Polri Menegur Polda Aceh

IPW : Kami Minta Mabes Polri Menegur Polda Aceh, Karena Polisi Gunakan Senjata Laras Panjang Saat Pembubaran Aksi Mahasiswa Di Banda Aceh

"Aceh merupakan daerah rawan konflik, tata cara dan prosedur penanganan dan pembubaran aksi massa seharusnya dapat dilakukan lebih elegan dan sesuai dengan standar dan prosedur yang ada," tandas Neta S Pane

Foto : Aksi Pembubaran Demo Tolak BBM Di Banda Aceh Oleh Anggota Polisi Bersenjata Laras Panjang

BANDA ACEH - Kordinator Indonesian Police Watch (IPW) Neta S Pane meminta Kapolri dapat menegur Kapolda Aceh terkait dengan aksi perwira Polri yang bertugas di jajaran Polresta Banda Aceh yang menenteng senjata laras panjang dan berpakaian sipil dalam pembubaran demonstrasi penolakan kenaikan harga BBM yang dilakukan oleh mahasiswa Unsyiah kemarin (17/6) di Banda Aceh.

"Terkadang Polri memang ceroboh membiarkan aparatnya berpakaian sipil menenteng senjata laras panjang dalam menjalankan tugas," katanya kepada Waspada Online, hari ini.

Menurutnya, penggunaan senjata laras panjang oleh personil Polri berpakaian bebas dapat menimbulkan kerancuan. "Dalam menjalankan tugas, personil Polri berpakain sipil hanya boleh menggunakan senjata, namun senjata laras pendek," ujarnya.

Sebagaimana diketahui, Kasat Intelkam Polresta Banda Aceh Kompol Ade Adriansyah Syahputra dalam pembubaran aksi demonstrasi yang dilakukan oleh Aliansi Mahasiswa Unsyiah Peduli Rakyat yang digelar di depan gedung DPR Aceh, turut serta dalam pembubaran aksi. Dan bahkan Kasat tersebut terlihat garang menenteng senjata laras panjang dan berpakai sipil dalam pembubaran aksi mahasiswa tersebut.

Zaini Muzakir Gagal Total Pedulikan Kesejahteraan Rakyat Aceh

Waladan Yoga (Aktivis Gayo Merdeka) : Zaini Muzakir Gagal Total Pedulikan Kesejahteraan Rakyat Aceh

“Gubernur dan Wagub Aceh tidak mampu mensejetahterakan Rakyat Aceh secara menyeluruh dan hanya mampu mensejehterakan keluarga dan kelompok sendiri,” kata aktifis Waladan Yoga kepada The Globe Journal dalam pernyataan tertulisnya Jumat (21/6/2013).

Banda Aceh – Dalam rangka memperingati satu tahun kepemimpinan Zaini Abdullah dan Muzakir Manaf sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh 2012-2017. Gayo Merdeka sebagai salah satu kelompok muda yang kritis di Aceh memberikan beberapa catatan untuk mengkritisi kinerja pemerintahan ZIKIR.

Sebasai bukti, aktifis Gayo Merdeka ini memberikan contoh bahwa selama satu tahun kepemimpinan Zaini Muzakir lebih mementingkan pemilihan pejabat berdasarkan sikap primordialisme, “Kabinet yang dibangun adalah kabinet keluarga dan kolega dan lebih mementingkan orang-orang yang berasal dari daerah Pidie dan Aceh Utara saja,” tambah Yoga.

Gayo Merdeka menyayangkan akibat proritas penyusunan kabinet hanya dari beberapa kabupaten kotamadya tertentunya saja. Akibatnya muncullah kegaduhan politik ALA- ABAS yang kian merusak kerukunan masyarakat Aceh.

“Kegaduhan politik yang terjadi selama kepemimpinan Zaini Abdullah dan Muzakir Manaf mutlak terjadi karena kesombongan dan keegoisan serta tidak mengakui keberadaan suku-suku minoritas di bumi Aceh,” tegas Yoga, sarjana lulusan Fakultas Hukum Unsyiah ini.

Sebagai putra Gayo, Waldan Yoga juga mengkritisi selama satu tahun menjadi Gubernur dan Wakil, Zaini Abdullah dan Muzakir Manaf belum pernah sekalipun berkunjung ke tanah Gayo dan menginjakkan kaki mereka di sana.

“Rakyat Gayo masih bisa hidup bahagia tanpa seorang Gubernur dan Wakil Gubernur sekalipun,” tutup Yoga emosional.

Kitab Injil Yang Di Berhasil Temukan Warga Aceh

Inilah Kronologis Pembaptisan Warga Aceh Di Bener Meriah dan Bireueun

Foto : Kitab Injil Yang Di Berhasil Temukan Warga Aceh

Aceh - April 2013 lalu Aman Suharni (53) petani kopi, warga Desa Buket Tunyang, Kecamatan Timang Gajah, Bener Meriah, diajak Hasbi, saudaranya, ke Medan, Sumatera Utara, untuk ikut pelatihan pertanian. Sesampai di sana, Suharni dan Hasbi bertemu dengan Atek (40), warga Tionghoa yang beristrikan warga Ronga-Ronga, Bener Meriah. Atek disebut-sebut sebagai agen umat Nasrani yang bekerja di wilayah Aceh untuk merekrut pemeluk Islam agar pindah agama ke Kristen.

Polres Bireuen pun sudah mengorek informasi tentang Atek dari pendeta asal Nias Sumatera Utara, Onekesyi Zega (40) yang kini diamankan di Mapolres Bireuen. Menurutnya, Atek juga bertugas mencari agen-agen lainnya dari kalangan muslim di seluruh Aceh sampai ke Pulau Jawa untuk dikristenkan. Jaringannya luas. Ia juga memiliki daftar atau struktur organisasi dan rencana pembaptisan para pemeluk Islam.

Sementara itu, Isnadi Rasyid (38), menantu Aman Suharni, korban pembaptisan, saat ditemui Serambi di Mapolres Bireuen kemarin menerangkan, April lalu mertuanya diajak ke Medan oleh Hasbi untuk bertemu Atek dengan dalih untuk ikut pelatihan pertanian. Kepadanya dijanjikan uang serta jalan-jalan ke Singapura dan Bali.

Tapi sesampai di Medan, Aman Suharni diajak jalan-jalan ke Berastagi. Mereka pun menginap di sebuah hotel. Di hotel itulah Suharni dibaptis selama dua hari.

“Mertua saya itu merasa aneh saat berada di Berastagi, karena alasannya semula untuk ikut pelatihan pertanian, tapi saat di Berastagi malah diajari tentang ritual umat Nasrani. Karena curiga, mertua saya kabur dan pulang ke Bener Meriah. Beberapa hari di kampung, mertua saya pun menceritakan kejadian itu kepada keluarga. Karena diduga sudah khilaf, ia disyahadatkan kembali oleh MPU Bener Meriah,” kata Isnadi.

Setelah itu, Aman Suharni bersama keluarganya berniat untuk menangkap Atek selaku agen, di samping pendeta dan staf-stafnya supaya misi mereka tidak menyebar luas atau merugikan umat muslim lainnya, terutama di Aceh, nanggroe syariat Islam. Karena itulah Aman Suharni dan keluarga merancang siasat untuk menjebak Atek. Tapi Atek tak berhasil ditangkap, karena belum diketahui keberadaannya. Namun, seorang pendeta asal Nias bersama tiga stafnya berhasil ditangkap polisi pada sebuah toko obat di kawasan Kota Bireuen, Kamis (20/6/2013) siang

Dilarang Memotret Meuligoe Wali Nanggroe

Dilarang Memotret Meuligoe Wali Nanggroe Bagi Masyarakat Yang Ingin Mengabadikannya Dengan Kamera

Oleh : Nurlina

Jumat, 21 Juni 2013 10:22

Ini kisah lama yang masih mengganjal batin saya hingga kini. Alkisah, pada hari Rabu (20/3/2013) menjelang magrib saya kebetulan melintasi jalan raya di depan Lembaga Wali Nanggroe yang sedang dibangun dari arah Lambaro dengan mengendari mobil. Tiba-tiba terlintas keinginan untuk mengambil gambar gedung megah yang sedang dibangun itu dari arah depan.

Pada saat sedang mencari posisi yang pas untuk mengambil gambar (karena pagar yang menjulang tertutup tumbuhan merambat), tiba-tiba datang seorang petugas security dengan mengendari sepeda motor langsung menghampiri pintu mobil, lalu menanyakan saya dari mana. Ia juga mengatakan dilarang memotret gedung Lembaga Wali Nanggroe dan saya diminta masuk ke dalam pekarangan dan melapor ke Pak Jul di pos jaga.

Akhirnya, saya masuk ke pekarangan menuju pos jaga, disambut oleh seorang petugas polisi. Polisi tersebut mengatakan, memang semua orang dilarang memotret meskipun tak ada papan pemberitahuan resmi, dan itu atas perintah Wali. “Jangan sampai besok sudah beredar foto itu di media cetak, marah Wali. Kenapa harus memotret dari luar, apa takut masuk ke dalam dana minta izin padahal ada penjaga di situ? Muzakir Manaf sekalipun melapor kepada mereka kalau ke lokasi. Kalau mau memotret besok pagi balik kemari minta izin dengan yang punya proyek. Potret dari dalam saja,” kata si polisi.

Menurut saya aneh, baru kali ini saya mendengar gedung publik yang bukan merupakan gedung pertahanan dan keamanan, dibangun dengan uang rakyat, tidak boleh dipotret tanpa seizin Wali Nanggroe.

Beberapa orang di pos jaga senyum dan tertawa-tawa melihat saya diomeli. Salah seorang di antaranya merekam semua adegan dengan handphone yang diletakkan di atas kepala. Yah, begitulah nasib rakyat di depan Istana Wali Nanggroe. Belum apa-apa rakyat sudah diusir, entah bagaimana kalau Istana Wali Nanggroe itu sudah mulai terisi dan beroperasi. Mungkin lebih dari ini perlakuan semena-mena orang-orangnya terhadap rakyat Aceh. Sebagai rakyat Aceh saya merasa sedih, kecewa, dan dipermalukan seolah-olah tertangkap basah sedang melakukan perbuatan kriminal di depan Istana Wali Nanggroe yang katanya pemersatu rakyat itu.

Nurlina

Serambinews.com

Polres Bireuen Tangkap 4 Pembaptis Dari Nias

Polres Bireuen Tangkap 4 Pembaptis Dari Nias, Sumatera Utara (1 Pendeta dan 3 Orang Stafnya )

* Injil Berbahasa Aceh Ikut Disita

BIREUEN - Seorang pendeta asal Nias, Sumatera Utara, Onekesyi Zega (40), bersama tiga stafnya, ditangkap aparat Reserse dan Kriminal (Reskrim) Kepolisian Resor (Polres) Bireuen, di salah satu toko obat dalam kawasan Kota Juang, Bireuen, Kamis (20/6) sekira pukul 12.30 WIB. Pendeta dan tiga stafnya itu diduga telah membaptis sejumlah pemeluk Islam di Bener Meriah dan daerah lainnya di Aceh.

Berdasarkan keterangan yang dihimpun Serambi, Kamis (20/6) petang dari aparat Polres Bireuen maupun dari keluarga korban pembaptisan, awalnya ada warga Bener Meriah bernama Hasbi telah dibaptis dan resmi memeluk Kristen. Ia dibaptis di kawasan Berastagi, Sumatera Utara, tahun 2012. Namun, tidak dijelaskan apakah yang bersangkutan memeluk Kristen Katolik atau Kristen Protestan.

Hasbi kemudian menjadi agen untuk merekrut saudara-saudaranya di kawasan Bener Meriah agar pindah agama. Ia berhasil memengaruhi salah seorang saudaranya, Aman Suharni (53), petani kopi, warga Desa Buket Tunyang, Kecamatan Timang Gajah, Bener Meriah.

Namun, Hasbi dan Aman Suharni sejak beberapa hari lalu telah disyahadatkan kembali oleh Majelis Permusyarawatan Ulama (MPU) Bener Meriah.

Kapolres Bireuen, AKBP Yuri Karsono SIK melalui Kasat Reskrim AKP Jatmiko kepada Serambi kemarin petang mengatakan, awalnya polisi mendapat laporan dari Aman Suharni dan keluarganya bahwa seorang pendeta yang telah membaptis pemeluk Islam sedang berada di Bireuen. Mendapat laporan itu beberapa anggota Intelkam bersama anggota Reskrim Polres Bireuen pun bergerak.

Kasat Reskrim menambahkan, Aman Suharni bersama keluarga sebelumnya sudah merancang rencana penangkapan pendeta bersama stafnya itu. Ia bersama keluarganya pura-pura membuat janji untuk bertemu dengan sang pendeta pada salah satu toko obat di kawasan Kota Bireuen.

Polisi bersama keluarga Aman Suharni pun menyamar sebagai calon pengikut pendeta tersebut. “Nah, pada saat itulah pendeta bersama tiga stafnya ditangkap lalu diamankan ke Mapolres Bireuen,” terang Jatmiko.

Bersama pendeta itu polisi juga menyita satu kitab Injil dalam bahasa Aceh dan beberapa kitab Injil dalam bahasa Indonesia, serta buku catatan-catatan tentang umat Nasrani.

Kini pendeta asal Nias bersama tiga stafnya dan barang bukti itu diamankan di Mapolres Bireuen. Mereka masih dalam pemeriksaan aparat kepolisian setempat.

“Kami hanya menangkap mereka. Karena korban berasal dari Bener Meriah, maka pendeta dan stafnya itu akan kami serahkan ke aparat kepolisian Bener Meriah,” pungkas AKP Jatmiko

Kamis, 20 Juni 2013

Dari Tambang Raksasa Ini, Indonesia Hanya Dapat 1% Saja

Indonesia adalah negara dengan kekayaan alam yang sangat luar biasa. Baik kekayaan minyak bumi, tambang maupun kekayaan alam lainnya. Tentu saja kenyataan ini sangat ironis jika kitabandingkan dengan kondisi masyarakat Indonesia pada umumnya.

Salah satu kekayaan alam yang kita miliki adalah Emas. Coba kita telusuri salah satu tambang emas raksasa yang ada di Irian Jaya, Tambang Grasberg di Tembagapura.

Tambang ini adalah tambang emas terbesar di dunia, dan merupakan tambang tembaga ketiga terbesar di dunia. Wajar saja jika tambang ini merupakan tambang emas terbesar di dunia, dengan Luas eksplorasi tambang Grasberg sekitar 212,343 hektar. Luas kedalaman lubangnya melebihi 230 kilometer persegi. Bayangkan saja, lubangnya hingga bisa dilihat dari luar angkasa.

Belum lagi cadangan emas dan tembaga yang ada di
tambang ini. Tambang Grasberg memiliki cadangan 2,5 Milyar Ton Metrik. Berdasarkan produksi tahun 2008, tambang Grasberg dapat memproduksi EMAS 14,58 Ton per-hari, PERAK 55,00 Ton per-hari, dan TEMBAGA 14297,75 Ton per-hari.

Tambang Grasberg juga memiliki jalur bawah tanah yang berada jauh di bawah permukaan hingga kedalaman 1.785 meter, ini merupakan pertambangan bawah tanah terbesar di dunia. Dengan jalur terowongan sepanjang 90 kilometer, dan pekerja sekitar 9.127 orang karyawan.

Luar biasa, dengan kekayaan alam sebesar ini tentu saja akan dapat menjamin kesejahteraan rakyatnya. Namun pertanyaan besarnya adalah, mengapa sebagian besar rakyat kita masih hidup di bawah garis kemiskinan, belum lagi utang Indonesia saat ini sudah mencapai tidak kurang dari Rp 2000 triliun.

Seharusnya dengan kekayaan alam sebanyak itu
negara akan mampu menyejahterakan rakyatnya
bahkan mampu membayar seluruh utang negara ini. Ternyata, dari tambang Grasberg bercadangan luar biasa ini, dari tambang emas terbesar di dunia ini, kepemilikan pemerintah RI hanya 1%, kepemilikan PT Indocopper Investama (swasta) 9% dan kepemilikan PT FREEPORT MCMORAN (Amerika) 90,64%.

Mengapa negara hany dapat 1%? Tambang ini berada di bumi Indonesia, berada di dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia yang merdeka dan berdaulat, bukan berada di sebuah negara yang terjajah.

Lalu dimana slogan Nasionalisme “NKRI HARGA MATI”? Mungkin itu hanya ada di lapangan sepak bola, ketika keluar lapangan, Nasionalisme itu Utopia (khayalan). Dan mengatakan Harga mati terhadap Nasionalisme adalah bentuk kebodohan berfikir yang memang sengaja ditanamkan Barat . Pada buktinya mereka sedang dijajah melalui sistem dan perundangan- undangan yang melegalkan penjajahan-penjarahan .

Sadar dan kini saksikanlah ternyata kita belum lepas dari penjajahan. Seharusnya dengan kekayaan alam sebesar ini kita tidak perlu ribut-ribut dengan mencabut subsidi BBM, kita bisa memenuhi semua kebutuhan rakyat kalau kekayaan alam bumi pertiwi ini dikelola dengan benar.

Kemenhub Rancang Ulang Proyek Kereta Api Aceh.Kemenhub Rancang Ulang Proyek Kereta Api Aceh.

* Gubernur Minta Dihubungkan ke Pelabuhan
BANDA ACEH - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) akan merancang ulang pembangunan jalur kereta api Aceh. Dana yang disediakan untuk penyusunan rencana tersebut mencapai Rp 10 miliar pada tahun ini.

Informasi tersebut diperoleh Serambi dari Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi, Informasi dan Telematika (Dishubkomintel) Aceh, Said Rasul, dan Kepala Satuan Kerja (Kasatker) Proyek Kereta Api Aceh pada Dishubkomintel Aceh, Faisal.

“Proyek merancang kembali kelanjutan pembangunan jalur Kereta Api Aceh itu telah ditender dan rekanan yang melaksanakan pekerjaan sedang melakukan survei awal untuk mencari jalur yang paling aman dan strategis,” kata Faisal, Rabu (19/6).

Tahun ini ia sebutkan, Pemerintah Pusat mengalokasikan anggaran sebsar Rp 10 miliar. Dana itu antara lain akan digunakan untuk untuk pemeliharaan jalur kereta api yang sudah selesai dikerjakan sepanjang 11,3 kilometer dan yang masih terputus-putus sepanjang 8 kilometer.

“Anggaran itu juga digunakan untuk pembuatan master plan ruas jalur baru. Master plan itu nanti akan memaparkan tahapan pembangunan dan besaran anggaran yang dibutuhkan untuk pelaksanaan pembangunannya secara detail,” ujar Faisal.

Namun dia memperkirakan, dengan alokasi dana yang hanya sekitar Rp 10 miliar per tahun, pembangunan dikhawatirkan akan memakan waktu sampai puluhan tahun. Sebab berdasarkan hasil studi Pemerintah Prancis tahun 2005 lalu di Aceh, perkiraan anggaran pembangunan jalur kereta api hingga sampai ke perbatasan Sumatera Utara mencapai Rp 10 triliun.

Sementara itu, Kadishubkomintel Aceh, Said Rasul, meminta perusahaan yang ditunjuk untuk membuat master plan kelanjutan pembangunan jalur kereta api agar membaca isi rancangan qanun (raqan) Rencana Tata Ruang dan Wilayah (RTRWA) Aceh yang kini sedang dalam pembahasan Pansus DPRA dan Tim Pemerintah Aceh. “Tujuannya agar jalur kereta api itu nanti tidak berseberangan arah dengan isi dari RTRW Aceh,” katanya.

Gubernur kata Said Rasul, menginginkan agar jalur kereta api Aceh itu nanti bisa menghubungan jalur sentra produksi dengan pelabuhan laut yang telah diprogramkan menjadi pelabuhan ekspor impor.

Dengan demikian akan memudahkan proses pengangkutan komoditas Aceh. “Jadi jika master plan kelanjutan pembangunan jalur kereta api yang sedang dibuat tahun ini difokuskan untuk pengangkutan barang, maka perlu dihindari melalui jalur pemukiman padat penduduk padat,” demikian Said Rasul.

Rabu, 19 Juni 2013

akhirnya Polri Restui Polwan Berjilbab

KEPOLISIAN akhirnya memastikan diri akan melegalkan penggunaan jilbab bagi anggotanya di seluruh Indonesia. Pernyataan tersebut langsung dituturkan oleh orang nomor satu di tubuh Korps Tri Bata Kapolri Jenderal Timur Pradopo.

Timur bahkan berujar sebetulnya dia sangat senang dengan permintaan sejumlah keinginan polwan berjilbab yang kini mengemuka. Dia berkata, permintaan tersebut sudah dengan senang hati Polri terima dan pertimbangkan.

"Saya justru berterima kasih kepada publik. Karena Polri diperhatikan bahkan sampai ke penggunaan pakaian," ujar Timur di Gedung DPR Jakarta Selatan Selasa (18/7).

Timur mengatakan, dalam waktu dekat segala tuntutan mengenai jilbab akan segera masuk ke dalam agenda diskusi internal Polri. Dia berujar, aturan mengenai jilbab ini amat perlu dikonsepkan dengan tepat. Sehingga nantinya aturan ini tidak menimbukan polemik baru di kemudian hari.

"Aturan pakaian polisi kan bukan jilbab saja. Pakaian dinasnya seperti apa harus kami sesuaikan dulu," ujarnya.

Ketika ditanya kapan peraturan baru terkait seragam ini akan ditelurkan, Kapolri berujar sesegara mungkin hal itu akan terwujud. Hanya saja, kata dia, satu komponen utama yang masih harus dilengkapi sebagai bahan pertimbangan dia dalam menentukan aturan baru.

"Kami masih perlu bicara lebih dalam dengan sejumlah tokoh masyarakat. Tentu kami memerlukan saran yang membangun demi aturan yang tepat. Intinya saya sangat merespons baik permintaan ini (polwan berjilbab)," ujar jenderal bintang empat ini.

Keputusan Polri Diapresiasi

Ketua Umum Pengurus Pusat Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) Ida Fauziyah sangat bersyukur Kapolri Jenderal Timur Pradopo akhirnya menyetujui penggunaan jilbab bagi polisi wanita (Polwan).

"Syukur alhamdulillah sudah ada respon positif di Polri bagi polisi perempuan yang ingin mengenakan jilbab," kata Ida saat dihubungi di Jakarta, Selasa (18/6).

Menurutnya, keputusan Polri mengizinkan anggotanya berjilbab perlu diapresiasi. Karena sudah seharusnya penggunaan jilbab tidak dilarang.

"Sungguh saya senang dan mengapresiasi langkah Polri sehingga ini tidak perlu menjadi polemik berkepanjangan," ujar Ida.

Sementara itu, Ikatan Dai Indonesia (Ikadi) berterima kasih atas keputusan Kepala Polisi Republik Indonesia (Kapolri), Timur Pradopo merestui polisi wanita (Polwan) mengenakan jilbab dalam menjalankan tugasnya.

Ketua Umum Ikadi, Prof. Satori Ismail bahkan menghimbau instansi lain yang masih memberlakukan aturan muslimah di lingkungan kerja mereka dilarang menggunakan jilbab, untuk mencontoh sikap yang telah diambil Kepolisian ini.

“Semoga ini menjadi ibroh dan contoh bagi pejabat atau instansi lain yang masih melarang penggunaan jilbab di lingkungan kerja mereka,” kata Satori kepada ROL, Selasa (18/6).

Ia yakin dengan dibolehkan jilbab oleh Kapolri itu, Kepolisian semakin tercerahkan dan mendapatkan kemudahan dalam segala urusan, karena ini adalah ajaran Tuhan yang tidak sepatutnya dilarang oleh manusia.

Polisi yang Bekingi Maksiat Akan Ditindak Tegas.

BANDA ACEH - Kapolda Aceh, Irjen Pol Herman Effendi menegaskan akan menindak siapa saja oknum polisi yang menbekingi perbuatan maksiat di Aceh. Ini untuk mendukung pelaksanaan Syariat Islam di bumi Serambi Mekkah.

Kapolda menyampaikan hal itu ketika menjawab keluhan Kadis Syariat Islam Pidie, Mukhtar Ahmad dalam pertemuan Kapolda dengan Kadis Syariat Islam se-Aceh di Aula Dinas Syariat Islam Aceh, Banda Aceh, Senin (17/6/2013).

Mukhtar melaporkan bahwa di Pidie, petugas Satpol PP dan WH kerab terhalangi ketika hendak merazia ke warung remang- remang yang diduga dimanfaatkan untuk berbuat maksiat, karena usaha itu turut dibekingi oknum polisi.

"Laporan bahwa ada oknum polisi menbekingi usaha maksiat juga sudah saya terima saat kunjungan ke Polres-polres beberapa waktu lalu, begitu juga ada laporan warga, namun ketika ditindaklanjuti tidak ada seperti itu. Saya akan menindak siapa saja yang menbekingi usaha maksiat, ya bisa saja dihukum pidana dan diberi sanksi disiplin, itu semua tergantung tingkat kesalahan mereka lakukan," tegas Kapolda.

Pemerintah bakal umumkan kenaikan BBM melalui SMS broadcast.

KENAIKAN harga BBM subsidi bakal dilakukan pemerintah dalam beberapa hari kedepan. Pemerintah akan mengirimkan SMS broadcast ke setiap nomor telepon masyarakat di Indonesia.

SMS Broadcast ini berisi sosialisasi pemerintah dalam rangka melakukan penyesuaian harga BBM subsidi. Program ini juga menggandeng seluruh perusahaan penyedia telekomunikasi seperti telkomsel, indosat dan lainnya yang tergabung dalam
Asosiasi Komunikasi Seluruh Indonesia.

Bertempat di Lobi Kementerian ESDM, acara Peluncuran Perdana Pengiriman SMS Broadcast ini juga dihadiri para pejabat Menteri ESDM dan para pejabat ESDM, Kominfo, direksi operator telekomunikasi, direksi Pertamina, UKP4, direksi PLN dan lainnya.

"Subsidi yang besar ini tidak tepat sasaran, dan dinikmati oleh para penyelundup BBM, orang kaya, lebih baik subsidi ini dialihkan ke masyarakat yang lebih berhak.

Apalagi kondisinya negara kita saat ini dalam kondisi prihatin," tegas Sekjen Kementerian ESDM, Waryono Karyo, dalam acara peluncuran
perdana Pengiriman SMS Broadcast, di Kantor Kementerian ESDM, Senin 17 Juni 2013.

Tiga partai politik lokal di Provinsi Aceh ditetapkan sebagai peserta pemilihan umum legislatif tingkat provinsi dan kabupaten serta kota di daerah ACEH pada 2014.

Komisioner Komisi Independen Pemilihan (KIP) Provinsi Aceh Zainal Abidin di Banda Aceh mengatakan, ketiga partai politik lokal (parlok) tersebut, yakni Partai Nasional Aceh (PNA), Partai Damai Aceh (PDA) dan Partai Aceh (PA).

“Ketiga partai politik lokal tersebut sudah ditetapkan sebagai peserta pemilu 2014.

Dari ketiga parlok tersebut, kata dia, Partai Aceh (PA) dinyatakan lolos otomatis karena memenuhi “electoral threshold” atau ambang batas kursi di DPR Aceh minimal lima persen.

Sedangkan PNA dan PDA, kata Zainal Abidin, ditetapkan sebagai peserta pemilu setelah dinyatakan lulus verifikasi administrasi dan verifikasi faktual.

“Syarat lulus verifikasi faktual harus memiliki dua per tiga kepengurusan dari 23 kabupaten dan kota dan dua per tiga kepengurusan kecamatan di setiap kabupaten dan kota serta memiliki anggota dari seper seribu penduduk di setiap kecamatan,” katanya.

Berdasarkan syarat tersebut, lanjut dia, PNA mengajukan dokumen verifikasi faktual di 21 kabupaten dan kota dan PDA 19 kabupaten/kota.
Dokumen verifikasi faktual kedua partai tersebut melebihi syarat minimal, yakni 16 kabupaten dan kota.

Hasil verifikasi faktual tersebut, kata dia, kedua partai lokal itu dinyatakan memenuhi syarat, sehingga keduanya ditetapkan sebagai peserta Pemilu 2014.

“Ketiga partai politik lokal tersebut hanya bisa mengikuti pemilu legislatif DPR Aceh dan pemilihan anggota DPRK di 23 kabupaten dan kota di Provinsi Aceh,” kata Zinai Abidi.

KETUA Pengurus Wilayah Nahdatul Ulama atau PWNU Aceh Tengku H Faisal Ali meminta pejabat tidak melupakan janji politiknya saat mengharapkan dukungan ulama.

Hal ini disampaikannya dalam acara Malam Kebudayaan GP Ansor Aceh di Hermes Palace Hotel Banda Aceh, Jumat 14 Juni 2013.

Namun dia mengapresiasi Pemerintah Aceh karena melalui Badan Pembinaan Pendidikan Dayah (BPPD), mau mengucurkan anggaran sebesar Rp15 miliar untuk insentif guru-guru di dayah.

"Sebuah angka yang besar mengingat selama ini belum pernah ada," katanya. Sementara anggaran untuk pembangunan fisik dayah, kata dia, hanya berasal dari dana aspirasi anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh atau DPRA yang ditempatkan melalui BPPD.

"Untung masih ada dana aspirasi sekalipun kadang ada komisi," ujarnya. Namun dia mengajak semua pihak untuk tidak menggiring ulama ke sana ke mari, apalagi menjadikan ulama sebagai stempel, alat pendukung, apalagi alat propaganda. "Ulama meski
penurut jangan dianggap sangat penurut. Ulama jangan dianggap bisa dibeli. Apalagi dianggap komoditas politik yang bisa diperjualbelikan sesuai kebutuhan," katanya.

Dia mengingatkan agar pejabat yang memang mau mendorong kemandirian dayah juga penting didukung dengan anggaran. Jangan dayah didorong mandiri tapi tidak didukung dana padahal pada saat yang sama banyak lembaga lain yang terus bergantung pada Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Ace (APBA).

"Kurang sedikit saja anggarannya bisa ribut terus," katanya. Tgk Faisal Ali juga mengingatkan tentang kelakukan salah namun sudah dianggap wajar.

Dia mencontohkan ketidakjelasan perjuangan politisi, mahasiswa, pelajar dan guru besar yang berkelahi.
Selain itu, kata dia, saat ini juga banyak tengku tengku yang sibuk mengurusi kursi sehingga jika ada tengku yang tidak ikut sibuk jadi terasa ganjil, perangai-perangai tidak islami dari mereka yang merasa paling Islam sehingga wajah Islam yang rahmatan lil 'alamin terasa ganjil.

Hal itu terjadi, kata dia, karena rakyat hanya dijadikan sebagai permainan oleh orang-orang yang punya perasaan di luar batas kewajaran. Akibatnya, tambah Tgk Faisal Ali, koruptor tidak terusik lagi dengan suara ramai yang menuntut pemberantasan korupsi. Para pelaku khalwat tidak merasa perlu bertaubat, para penegak hukum tidak peka pada nasib hukum.

"Malah pemerintah yang seharusnya bisa berbuat banyak, mengapa tidak berbuat agak banyak," katanya.

Aksi Brigade Mesjid Menghadang Maksiat.

Banda Aceh – Puluhan Pemuda yang tergabung dalam Brigade Mesjid, Jum’at (14/06/2013) dini hari dengan mengendarai sepeda motor menggelar razia keliling Kota Banda Aceh untuk membantu Pemerintah Kota Banda Aceh dalam menegakkan Syarit Islam.

Lutfi anggota Brigade Mesjid At-Taqwa Seutui mengatakan apa yang dilakukan oleh pemuda Kota Banda Aceh ini semata-mata untuk menyelematkan
Kota Banda Aceh dari pengaruh maksiat yang sudah sangat meresahkan dan aksi nahi mungkar ini adalah intruksi dari Pemko Banda Aceh.

"Ke depan ini kami lakukan setiap malam Jum’at dan
untuk malam ini ketika bergerak kami hanya lima orang. Alhamdulillah setelah itu pemuda lain yang sadar juga mengikuti, hingga mencapai puluhan orang,” ujar pemuda bersorban ini.

Sumber lain yang enggan menyebutkan nama mengatakan, razia maksiat keliling Kota Banda Aceh ini sudah dilakukan selama empat malam berturut-turut.

“Dua malam kami hanya mengimbau saja dan dua malam setelahnya kami merazia,” jelasnya. Dari pantauan langsung, sembari meneriakkan Allahu Akbar pemuda Brigade Mesjid menyusuri kawasan yang diperkirakan rawan maksiat, seperti salon dan kawasan Goheng di Peunayong, Terminal Keudah, Merduati dan sekitarnya. Kemudian dilanjutkan ke kawasan Blang Padang, Ulee Lhee dan Gampong Deah Glumpang.

Dalam aksi ini, di kawasan Terminal Keudah mereka menemukan seorang oknum TNI bersama seorang wanita, namun sebelum sempat disergap oknum TNI tersebut berhasil kabur, walau teman wanitanya
terjatuh akibat tarikan dari anggota Brigade Mesjid.
Sejumlah warga yang berdomisili sekitar kawasan pun terbangun untuk menyaksikan pemberantasan maksiat ini.

Selain itu, beberapa waria yang sering mangkal di kawasan Merduati dan sekitarnya juga dikejutkan dengan aksi ini hingga para penjaja syahwat ini
berlarian ke arah perumahan penduduk. Bahkan seorang waria nekat meninggalkan sepeda motornya karena tidak sempat diambil.

Apakah didaerah anda hal yang demikian??

1 Penambang Emas Di Geumpang Meninggal Dunia Akibat Tertimbun Tanah Longsor

* Muhsin, 23 tahun, penambang mas di kawasan Gunung Geumpang yang juga warga Gampong Pulo Ie, Kecamatan Tangse, Kabupaten Pidie, dilaporkan meninggal dunia karenatertimbun tanah longsor di kilometer 12, Pulo Loih Kecamatan Geumpang, Rabu 19 Juni 2013, sekitar pukul 11.00 WIB.

Foto : Aktivitas Penambangan Emas Manual Oleh Warga

Pidiie - Saat longsor terjadi, Muksin yang berprofesi sebagai penggali lubang pada tambang emas milik Imparian bin Abdullah sedang berada dalam gubuk.

“Tiba tiba tanah pengunangan tersebut longsor dan menimbun Muksin bersama gubuk tersebut,” kata Keuchik Gampong Bangkeh, Kecamatan Geumpang, Syafruddin Rabu malam, 19 Juni 2013.

Korban yang sedang beristirahat dalam gubuk tersebut, kata Syafruddin, sempat melarikan diri. “Tapi karena ada sesuatu yang tinggal, korban balik lagi dan tidak bisa lagi menyelamatkan diri sehingga tertimbun tanah longsor,” ujarnya.

Menyangkut hal ini, Kasat Intelkam AKP Apriadi, mewakili Kapolres Pidie, AKBP Sunarya, yang dihubungi ATJEHPOSTcom, membenarkan kejadian tersebut. Menurutnya, cuaca di kawasan pegunungan Geumpang kala itu sedang turun hujan.

“Saat dievakuasi Muksin sudah meninggal dunia. Jenazah sempat dibawa ke Puskesmas Geumpang, sekitar pukul 18.30 WIB,” kata dia.

Hasil visum, ujarnya lagi, menyebutkan kondisi sekujur tubuh korban menderita luka merah, lembam dan mengeluarkan darah dari hidung dan telinga.

Selanjutnya. kata Kasat, jenazah Muhksin langsung diantar ke rumah duka di Desa Pulo Ie, Kecamatan Tangse, guna dikebumikan.

Ayah Diana Korban pemerkosaan dan pembunuhan tidak terima keputusan hakim

Ayah Diana ( Diana Adalah Korban Pemerkosaan dan Pembunuhan ) : Vonis 9,6 Tahun Penjara Untuk Pelaku Terlalu Ringan, Hakim Tidak Adil Menvonisnya

“Saya minta Pelaku dihukum mati. Tapi jaksa bilang tidak ada hukum mati Dalam Hukum Indonesia ,” ujar Mawardi Ayah Kandung Alm, Diana

Foto : Foto Hasbi Lara Reza Pelaku Pemerkosaan dan Pembunuhan (Juga Paman Diana)

BANDA ACEH — Mawardi, ayah Diana, mengaku tidak terima vonis hakim terhadap Hasbi hanya 9,6 tahun penjara. Vonis itu menurutnya tidak adil karena terlalu ringan. Diana merupakan bocah yang diduga diperkosa dan dibunuh oleh Amiruddin dan Hasbi.

“Saya tidak terima. Ini tidak adil,” kata Mawardi kepada acehkita.com, usai persidangan,

Mawardi mengungkapkan, sebelumnya ia meminta majelis hakim untuk menghukum kedua pelaku pembunuhan dan pemerkosaan anaknya dengan hukuman seberat-beratnya. Namun, jelasnya, Hasbi hanya bisa dituntut 10 tahun penjara karena masih di bawah umur.

“Saya minta keduanya apabila perlu dihukum mati,” jelasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, majelis hakim Pengadilan Negeri Banda Aceh menjatuhkan vonis 9,6 tahun penjara terhadap Hasbi Lara yang tak lain adalah paman Diana, Rabu (19/6/2013). Vonis itu lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang menuntut 10 tahun penjara.

Alasannya, jelas Mawardi, agar kasus serupa tidak terulang lagi terhadap anak-anak yang lain dan memberikan efek jera kepada kedua pelaku. “Ini yang kedua. Sehingga tidak terulang untuk yang ketiga,” pungkasnya