Tampilkan postingan dengan label Blogging Ethics. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Blogging Ethics. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 14 September 2013

Cara Cek Artikel yang Dicopas (Duplikat) Dengan Kueri Google




Sebagai seorang blogger sekaligus pencipta konten (artikel blog), anda memiliki berbagai resiko atas konten tersebut, salah satunya adalah duplikasi atau penggandaan artikel anda ke halaman web/blog lain (dengan kata lain: copas [copy-paste]). Banyak sobat blogger yang bertanya tentang cara saya menemukan blog yang memuat ulang artikel saya. Apakah ada alat khusus? Apakah ada alat otomatis? Ya

Kamis, 27 Juni 2013

Orang Meninggal dan PNS Terima Jatah Bantuan BLSM

Di Aceh, Orang Meninggal dan PNS Terima Jatah Bantuan BLSM, Padahal BLSM Jatah Untuk Warga Miskin dan Kurang Mampu

* Tidak tepatnya penerima KPS sebagai syarat pengambilan BLSM terjadi di Aceh Besar dan Aceh Barat. Ada Penyalahgunaan Penetapan Warga Miskin oleh Dinas Sosial terkait. kata Zainal, Keuchik, Ajee Rayeuk, Kecamatan Ingin Jaya, Kabupaten Aceh Besar,

Banda Aceh - Bantuan Langsung Sementara Masyarakat (BLSM) tidak tepat sasaran. Ada warga tergolong mapan secara ekonomi seperti pegawai negeri sipil (PNS) juga mendapatkannya. Lebih anehnya lagi ada warga telah meninggal, juga menerima Kartu Perlindungan Sosial (KPS ).

"Di daerah saya terdapat 101 Kepala Keluarga (KK). Namun yang terdata sebagai penerima KPS ada 40 KK, anehnya tidak semua mereka adalah orang miskin, " kata Zainal, Keuchik, Ajee Rayeuk, Kecamatan Ingin Jaya, Kabupaten Aceh Besar, Senin (24/6) saat di temui di Kantor Pos, Lambaro.

"Kan lucu, kalau kejadiannya seperti ini. Kita yang kenal dengan masyarakat. Padahal kita baru beberapa bulan menjabat sebagai aparatur desa,"sebutnya.

”Aneh, di Desa Kreung Beukah dan Desa Lhok Geuci, Kecamatan Pante Cereumen ada warga telah meninggal tiga tahun lalu, masih tercatat sebagai penerima BLSM,” ungkap Zaini,

Sekretaris Mukim Gunung Emas, Kecamatan Pante Cereumen, Aceh Barat, kepada Koran Rakyat Aceh.

Selain itu, warga juga komplain, karena pada Desa Teuladan, Kecamatan Kaway XVI, juga ditemukan penerima tidak berhak, yakni, warga berstatus sebagai PNS memperoleh kartu perlindungan social sebagai penerima BLSM.

Atraksi Top Dabouh Yang Menjadi Budaya Yang Mengakar Pada Masyarakat Simeulue

* Rata-rata warga Simeulue mendalami ilmu besi secara turun temurun yang diwariskan orang tua kepada anaknya sendiri,
"Semua benda yang tajam itu sama termasuk peluru, jadi tidak perlu ragu, hanya saja tingkatan ilmu kebalnya sejauh mana didalaminya", ungkap Basiruddin.

Foto : Pementasan seni debus di Simeulue

Simeuleu - Sejumlah pria dewasa, dengan peralatan rapai dan benda tajam dan rantai, duduk melingkar di salah satu halaman rumah warga Simeulue, yang sedang melangsungkan hajatan

Dikerumumi ratusan penonton pria dan wanita, anak-anak hingga lanjut usia, tanpa merasa takut dan kengerian menyaksikan atraksi kesenian ilmu kebal, yang sering disebut seni debus.

Sesaat kemudian, rapai mulai ditabuh secara perlahan dan makin lama, semakin kencang, dengan lantunan seperti hikayat heroik bernuansa Islam, dalam bahasa Aceh.

Salah seorang pria dewasa, tampil ke depan, tak lupa menyalami para penabuh rapai, langsung memilih dan meraup sejumlah benda tajam. Dengan khusyuk dia menatap benda tajam terbuat dari besi, bisa mengoyak kulit, daging dan menebus tulang.

Beberapa detik kemudian, benda tajam itu dengan kekuatan penuh dan konsentrasi langsung dihujamkan sekuat tanaga pada lengan tangan, paha dan pada bagian tubuh lainnya.

Seni debus, (dabui, bahasa lokal Simeulue-red), dipergunakan pada saat acara-acara resmi atau acara perhelatan adat istiadat dalam gampong di kabupaten Simeulue.

Debus atau ilmu kebal, atau sering disebut ilmu besi sudah digunakan sejak zaman revolusi fisik kemerdekaan, saat menghadapi penjajahan Belanda dan Jepang, yang pernah singgah di pulau Simuelue.

Sesorang yang memiliki ilmu kebal tidak mudah dan gampang memperlihatkan kemampuannya. Hal itu diungkapkan Sabil, 55 tahun, warga Kota Sinabang, yang mampu menahan dan kebal terhadap rantai gergaji mesin (chainsaw) yang sedang hidup.

Senin, 24 Juni 2013

tari Saman kian diminati di Australia

Ketika Aceh Mendunia Melalui Seninya, Tari Saman Meriahkan Festival Seni Di Australia

* Syaifullah menyebutkan, tari Saman kian diminati di Australia. Setelah festival berlangsung, banyak kaum ibu datang menemui pengurus ASWA meminta anaknya dilatih dan dilibatkan agar bisa tampil pada event-event selanjutnya.

Foto : Penari Saman di Konsulat Jenderal RI Perth Western Australia

Perth - Tari Saman diiringi tabuhan Rapai memeriahkan pagelaran seni di Australia. Acara yang dibuka Kepala Konsulat Jenderal RI di Perth, Dede Syarief Syamsuri, di Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Perth Western Australia, dihadiri lebih 500 pengunjung, Minggu, 23 Juni 2013, kemarin.

Pada acara tersebut, Aceh Society of Western Australia (ASWA) bekerja sama dengan Taman Pendidikan Alquran Lenora Victoria Park Western Australia, menampilkan tari Saman yang telah menjadi warisan dunia.

Ketua ASWA, Syaifullah Muhammad, Senin, 24 Juni 2013, mengatakan, penari Saman dan penabuh Rapai yang tampil pada acara itu gabungan anak-anak dari berbagai daerah di Indonesia yang menetap di Perth Western Australia.

Penampilan mereka, kata Syaifullah, sangat maksimal karena selama dua bulan telah mengikuti pelatihan yang dibimbing para pelatih asal Aceh, seperti Cut Aja, Teuku Emi dan Jalal Bayar.

“Ini adalah kontribusi ASWA untuk komunitas Indonesia di Western Australia khususnya dalam upaya melestarikan budaya nasional sekaligus mengembangkan syiar Islam,” ujar putra Aceh yang juga Dosen Jurusan Teknik Kimia Universitas Syiah Kuala Banda Aceh itu. Ia juga baru saja menamatkan program Ph.D (doktor) di Curtin University of Technology Western Australia

Masyarakat Aceh Masih Banyak Yang Belum Mengambil Kartu Konpensasi Kenaikan BBM Yaitu BLSM

Hingga Hari Ini, Masyarakat Aceh Masih Banyak Yang Belum Mengambil Kartu Konpensasi Kenaikan BBM Yaitu BLSM

* Pengambilan Kartu Perlindungan Sosial (KPS) sebagai syarat untuk mendapatkan dana Bantuan Langsung Sementara Masyarakat (BLSM) di Aceh masih sepi dan Tak Ada Peminat

Foto : Ilustrasi Pengambilan Kartu BLSM Di Kantor Pos

Banda Aceh - Pantauan di Kantor Pos Pembantu Lambaro, Kabupaten Ingin Jaya, Kabupaten Aceh Besar, tak terlihat sama sekali antrian penerima BLSM, padahal perkiraan sebelumnya warga penerima bantuan kompensasi kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) itu bisa membludak setelah BBM resmi naik.

Kecamatan Ingin Jaya terdapat 1.536 kepala keluarga penerima BLSM, mereka terbagi dalam 48 desa yang harus di layani Kantor Pos Pembantu Lambaro. Kantor Pos itu sendiri sebenarnya sudah menarget hanya melayani 200 kepala keluarga dalam sehari, namun hingga kini baru 40 orang yang mengambil kartu tersebut.

Padahal pembagian KPS sudah dibuka sejak tiga hari lalu. “Masih sedikit orang yang mengambil KPS," kata Kepala Kantor Pos Pembantu Lambaro, Ruslan kepada wartawan, Senin (24/6/2013).


Partai Aceh Milik Masyarakat Aceh

Mualem : Partai Aceh Milik Masyarakat Aceh, Dan Partai Aceh Hanya Ingin Meningkatkan Kesejahteraan Ekonomi Bagi Rakyat Aceh

"PA milik masyarakat dalam naungan NKRI. Kehadirannya, menjadi energi penting bagi bangsa guna menjaga perdamaian Aceh," ujar Mualem saat melantik pengurus Dewan Pengurus Wilayah Partai Aceh Kota Subulussalam, Senin 24 Juni 2013.

Foto : Mualem memberikan sambutan pada pelantikan pengurus Partai Aceh Subulussalam

Subulussalam - Ketua Dewan Pimpinan Aceh (DPA) Partai Aceh Muzakir Manaf atau Mualem meyakinkan masyarakat Indonesia, bahwa kehadiran Partai Aceh merupakan amanah undang undang dan tidak perlu ditakuti oleh siapapun.

Partai Aceh, kata Mualem, hanya menginginkan kemerdekaan ekonomi yang penuh bagi rakyat, semua kelompok, suku, dan komponen manapun. "Karena Partai Aceh sudah menjadi milik masyarakat," ujar Mualem.

Artis Asal Aceh Teuku Wisnu AKan Menikah dengan Adat Aceh

Artis Asal Aceh Teuku Wisnu dan Calon Mempelai Istrinya Shireen Sungkar AKan Menikah dengan Adat Aceh

JAKARTA - Artis sinetron Shireen Sungkar berencana melangsungkan pernikahan dengan kekasihnya, Teuku Wisnu, pada November 2013. Meski usianya terbilang muda, yakni 21 tahun, namun Shireen tak ragu mengambil langkah ke pelaminan.

"Menikah dini yang penting dari kesiapan. Jangan sampai dipaksakan karena suatu hal. Karena emang udah siap, udah matang," kata pemeran Fitri dalam sinetron Cinta Fitri ini kala ditemui di kawasan Sudirman, Jakarta pada Senin, 24 Juni 2013.

Rencana pernikahannya dengan Teuku Wisnu rupanya sudah matang. Keluarga besarnya turut membantu persiapan pernikahan dengan berbagi tugas teknis. Tak lupa, kakak semata wayangnya, Zaskia Sungkar juga memberi masukan perihal pernikahan untuk Shireen. "Nanti pakai adat Aceh ," katanya.

Shireen mulai menjalin cinta dengan Teuku Wisnu sejak putus dengan Adly Fairuz pada 2010. Shireen merupakan lawan main Wisnu dalam sinetron Cinta Fitri. Selain menggeluti dunia seni peran, putri aktor Mark Sungkar ini juga bermusik. Bersama sang kakak, Zaskia Sungkar, Shireen membentuk grup vokal The Sister.

10 Wanita Berpakaian Ketat dan Tidak Berjilbab di Nagan Raya Terjaring Razia WH

NAGAN RAYA | – Puluhan wanita di Kabupaten Nagan Raya terjaring razia Satuan Wilayahtul Hisbah (WH) di Desa Ule Jalan, Kecamatan Beutong Bawah, Nagan Raya

“Dalam razia busana tersebut petugas berhasil menjaring 10 wanita tidak memakai busana muslim, ini sesuai dengan Qanun Nomor 11 tahun 2002 tentang Pelaksanaan Syariat Islam bidang kewajiban menggunakan busana muslimah,” ungkap Kepala Satpol/PP Drs Muhajir Hasballah.

Pelanggar tersebut, katanya akan diberikan peringatan dan bimbingan serta nasehat agar tidak melakukan perbuatannya lagi, “Kaum hawa berkewajiban menggunakan busana muslimah jika keluar rumah,” katanya menambahkan.

Jika 10 wanita ini nantinya kedepatan lagi melanggar Qanun Nomor 11 tahun 2002 ini, Muhajir Hasballah secara tegas akan memberikan sanksi sesuai dengan aturan yang sudah ditentukan dalam Qanun No 11 tersebut.

Ia mengaku, razia gabungan ini terus dilakukan hingga memasuki bulan suci Ramahdan yang jatuh pada bulan juli 2013 mendatang.

“Kita melakukan razia ini hingga memasuki bulan ramadhan, yang melibatkan Satuan Polisi Pramong Praja, WH, Polisi/TNI serta LLAJ, Pegawai Camat Betong Bawah dan MPU Nagan Raya,” pungkasnya.

Minggu, 23 Juni 2013

Di Gampong Juli Cot Meurak, Muslim Penganut Ahlusunnah Wal Jamaah dan Muhammadiyah Hidup Rukun Dalam Perbedaan Mazhab

“Perbedaan hanya terletak di ibadah sunnah saja, sedangkan ibadah wajib sama.” Ujar Geuchik Gampong Juli Meurak, yang ditemui usai salat magrib di meunasah gampong. “Untuk apa kita perdebatkan mengenai hal yang sunnah, seperti baca qunut, do’a dan bershalawat secara bersama,” katanya lagi.

Foto : Plank nama Gampong Juli Cut Meurak

Bireueun - Terletak di kilometer 1 jalan Bireuen-Takengon, gampong ini berpenduduk 1.021 jiwa. Beragam etnis juga hidup rukun di perkampungan seluas 42 hektare ini, di antaranya Aceh, Padang, Jawa, Batak, China dan Tamil.

Beragam etnik di kampung ini tentu ada perbedaan keyakinan dalam beragama. Bahkan di Juli Cot Meurak ini, penganut Islampun hidup berdampingan dengan mazhab yang berbeda, yaitu Muhammaddiyah dan Ahlusunnah Waljama’ah.

Masyarakat setempat rutin melaksanakan pengajian selama seminggu sekali. Uniknya pengajian ini dibagi dua, untuk Ahlul Sunnah pada Minggu malam dan untuk Muhammadiyah pada Rabu malam.

Siti menambahkan, pada Ramadhan salat tarawih dilaksanakan secara bersamaan walaupun Muhammadiyah dan Ahlul Sunnah berbeda pendapat mengenai jumlah rakaat. Pengikut Muhammadiyah dan Ahlul Sunnah Waljamaah akan memulai taraweh bersamaan. Setelah 8 rakaat, pengikut Muhammadiyah segera meninggalkan meunasah dan memberikan ruang kepada pengikut Ahlul Sunnah Waljamaah untuk menyelesaikan tarawehnya hingga 20 rakaat.

* Taufik, Z. A adalah peserta pelatihan menulis jurnalistik bersama ATJEHPOSTcom di Universitas Almuslim, Bireuen-Aceh

Aceh Tetap Satu Tidak Terpecah Belah Dan Selalu Berada Di Bawah NKRI

Muzakir Manaf : Aceh Tetap Satu Tidak Terpecah Belah Dan Selalu Berada Di Bawah NKRI

“Aceh tetap satu dan tetap NKRI, Benarkan pak Kapolres?” kata Wakil Gubernur yang biasa dipanggil Mualem ini di hadapan para perwakilan kafilah dan bupati yang hadir di acara tersebut, Sabtu malam, 22 Juni 2013.

Subulussalam - Wakil Gubernur Aceh Muzakir Manaf, saat mengukuhkan Dewan Hakim Musabaqah Tilawatil Quran ke-31 di Subulussalam malam tadi mengatakan Aceh tetap satu.

Menurut Mualem, Aceh memiliki peran yang sangat besar dalam memperjuangkan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Salah satunya kata Mualem saat Presiden Soekarno datang menemui Teungku Daud Beureueh di Aceh untuk meminta bantuan mengusir penjajah.

“Jadi Aceh akan tetap satu,” ujarnya.

MTQ ke-31 tingkat Provinsi Aceh digelar di Kota Subulussalam, diikuti oleh para kafilah dari seluruh kabupaten kota di Aceh. Beberapa cabang yang akan dilombakan dalam MTQ tersebut adalah Tilawatil Quran, Hifzil Quran, Fahmil Quran, Syarhil Quran, Khatil Quran, Tafsir Quran, dan Ilmiah Quran

Warga Lhoknga Kecam Bau Busuk Polusi Batubara Milik PT Lafarge Cement Indonesia

Warga Lhoknga Kecam Bau Busuk Polusi Batubara Milik PT Lafarge Cement Indonesia Di Lhoknga, Aceh Besar

“Rasanya mual-mual dan mau muntah saja, bahkan kami hampir tak bisa tidur malam,” Tak hanya itu, kata Nuzul juga banyak jalan-jalan di lingkungan mereka yang sudah becek tanpa diatasi. “Ini sangat merugikan kami sebagai warga di lingkungan di sini,” ungkap Nuzul, Sabtu (22/06/2013).

Banda Aceh – Bau tak sedap kembali tercium warga sekitar Moen Ikeun, Lhoknga, Aceh Besar. Menurut laporan warga, bau amoniak menyengat tersebut bersumber dari PT Lafarge Cement Indonesia (LCI) akibat kebakaran batu bara. Kejadian serupa sudah pernah terjadi sehingga masyarakat memastikan bau tersebut bersumber dari PT LCI.

Nuzul salah seorang warga di lingkungan Gumbak Meualon, Moeng Ikeun, Lhoknga kepada The Globe Journal mengatakan, sudah dua hari mereka mencium bau tersebut. Ia mengakui bau sangat menganggu karena sangat menyengat.

Hal senada juga dibenarkan Andri yang juga warga sekitar. Mereka berharap ada tindakan dari pihak perusahaan menanggulagi permasalahan ini, karena ini menyangkut kesehatan masyarakat sekitar

Korupsi dosa besar dalam Islam

Kepala Kejaksaan Tinggi Aceh : Korupsi dosa besar dalam Islam

BANDA ACEH - Kepala Kejaksaan Tinggi Aceh TM Syahrizal SH mengemukakan korupsi termasuk dosa besar dalam agama Islam, karena sangat merugikan rakyat, perekonomian dan keuangan negara.

Korupsi dikatagorikan sebagai tindak kriminal (ma'siat) dalam kontek "risywah" (suap), "saraqah" (pencurian), "al-ghasysy" (penipuan) dan "khiyana" (pengkhianatan).

Mengutip pendapat SH Alatas, korupsi mengandung dua unsur penting, yaitu penipuan dan pencurian. Apabila bentuknya pemerasan itu berarti pencurian melalui pemaksaan terhadap korban. Apabila berbentuk penyuapan terhadap pejabat itu berarti membantu terjadinya pencurian.

Dalam hadist Riwayat Abu Daud, Rasulullah SAW bersabda, "Barang siapa yang kami pekerjakan pada suatu jabatan, kemudian kami beri gaji, maka yang diambilnya selebih dari itu, berarti suatu penipuan."

Selanjutnya Rasulullah juga mengingatkan lewat sabdanya, "Rasulullah SAW melaknat orang yang menyuap dan yang menerima suap serta yang menjadi perantaranya."

"Hakim yang paling jujur dan tidak bisa disuap di dunia ini adalah hati nurani. Nabi memerintahkan kita minta fatwa kepada hati nurani. Karena itu, setiap kita harus bertanya kepada hati nurani masing-masing," kata Kajati Syahrizal.

Aneh, Tak Di Proses Secara Hukum Syariat, Pempabtis Yang Di Tangkap Polres Bireuen Dilepas Begitu Saja Setelah Buat Pernyataan

* Onekesyi Zega bersama seorang stafnya, Edy Prasetyo (43), penganut Kristen yang berprofesi sebagai sales mobil, warga Medan Sunggal, Sumatera Utara dilepas setelah membuat surat pernyataan di MPU di hadapan aparat Polres Bireuen dan saksi-saksi lainnya.

BIREUEN – Pendeta asal Nias, Sumatera Utara, Onekesyi Zega (40) yang ditangkap Polres Bireuen karena dugaan membaptis sejumlah pemeluk Islam di Bener Meriah dan wilayah lainnya, diserahkan ke Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Bireuen, Jumat (21/6) dini hari. Selanjutnya, setelah membuat dan meneken surat pernyataan, Onekesyi Zega bersama seorang stafnya dibebaskan.

Polres Bireuen juga menyerahkan sejumlah barang bukti ke MPU Bireuen, yaitu satu kitab Injil berbahasa Aceh sampul hijau dengan ketebalan 442 halaman, tujuh kitab suci Injil sampul merah, tiga buku catatan struktur organisasi, program serta target pembaptisan, dan sebuah buku catatan kecil milik Onekesyi dan rekannya Edy Prasetyo.

“Pendeta dan pengikutnya, termasuk sejumlah barang bukti sudah kami serahkan ke MPU. Jika mengulangi lagi aktivitasnya akan kami tindak sesuai dengan hukum yang berlaku,” tegas Kasat Reskrim Polres Bireuen.

Injil Bahasa Aceh

Sekretaris MPU Bireuen, Amiruddin yang dikonfirmasi terpisah membenarkan pihaknya telah mengamankan kitab Injil dalam bahasa Aceh dan kitab Injil berbahasa Indonesia serta beberapa barang bukti lainnya. “Sedangkan Onekesyi dan rekannya Edy Prasetyo sudah dilepas setelah membuat surat pernyataan,” kata Amiruddin.

Seperti diberitakan, seorang pendeta asal Nias, Sumatera Utara, Onekesyi Zega (40), bersama tiga stafnya, ditangkap aparat Reserse dan Kriminal (Reskrim) Kepolisian Resor (Polres) Bireuen, di salah satu toko obat dalam kawasan Kota Juang, Bireuen, Kamis (20/6) sekira pukul 12.30 WIB. Pendeta dan tiga stafnya itu diduga telah membaptis sejumlah pemeluk Islam di Bener Meriah dan daerah lainnya di Aceh.

Pemkab Aceh Selatan Tahun Ini Buka Penerimaan CPNS Formasi Umum dan Guru

TAPAKTUAN - Dalam kurun waktu tiga tahun atau hingga 2015, sebanyak 5.000 lebih guru pegawai negeri sipil (PNS) di jajaran Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan akan pensiun. Mereka itu umumnya yang diangkat melalui jalur Instruksi Presiden (Inpres) sekitar tahun 1970-an.

Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Aceh Selatan, Said Junaidi SH melalui Kabid Pengembangan Pegawai,

Moeriadi, kepada wartawan di Tapaktuan, Minggu (9/6) mengatakan, dalam rangka menghadapi kondisi itu Pemkab Aceh Selatan mengambil kebijakan untuk membuka penerimaan guru baru secara bertahap untuk mengisi kekosongan guru di sejumlah sekolah khususnya yang berlokasi di daerah terpencil.

Pemkab Aceh Selatan akan mengambil kebijakan membuka penerimaan calon pegawai negeri sipil (CPNS) umum dan formasi guru di tahun ini.

“Ini juga sesuai Keputusan Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara yang membuka penerimaan CPNS jalur umum tahun ini sebanyak 60.000 orang di seluruh Indonesia,” katanya.

Berbagai Macam Lambang Salib

Berbagai macam Salib, untuk anda ketahui.

Ketika selesai shalat Dzuhur di Masjid Nurul Haq Jl. A. Yani, Bukittinggi bulan April lalu saya melihat 3 anak muda memasuki masjid untuk shalat, 2 orang diantaranya memakai kalung yang sama dengan gambar nomor 8 dan nomor 20. Ketika saya ingatkan baik-baik bahwa kalungnya itu adalah simbol bagi orang kristen, mereka kaget dan bingung serta langsung mencopotnya dan mengatakan akan menjualnya kembali.
Sekarang banyak anak muda Muslim yang memakai sesuatu (kalung, kaos dsb.) yang tidak dipahaminya, dalam pikiran mereka itu adalah gaya yang lagi ngetrend. Kewajiban kitalah untuk mengingatkannya.

-anshory- #repost [mg]

Harga Emas Kembali Cetak Rekor Baru, Turun Menjadi (Rp 1.394.030/ Per mayam)

* Terendah Sejak Tahun 2010

BANDA ACEH - Harga emas lagi-lagi terpuruk ke rekor terendah, Sabtu (22/6). Harga emas murni di pasaran Banda Aceh sudah mencapai Rp 418.000 per gram, atau sekitar Rp 1.394.030 per mayam, belum termasuk ongkos buat.

“Harga emas lokal hari ini Rp 418.000 per gram. Harga emas kembali cetak rekor terendah,” kata analis emas dari Bank Syariah Mandiri (BSM) Banda Aceh, Muhammad, kepada Serambi kemarin.

Penurunan harga yang terjadi itu cukup tajam dibandingkan sehari sebelumnya. Pada Jumat (21/6), harga emas masih Rp 434.500 per gram, atau Rp 1.449.058 per mayam. Ini berarti terjadi penurunan sebesar Rp 16.500 per gramnya.

Dengan demikian, sepanjang tahun ini (Januari-Juni) harga emas sudah tiga kali turun menembus ke rekor baru, dan kemarin tercatat sebagai penurunan yang terendah.

Rekor harga emas
- 16 April 2013, emas Rp 432.500/gram (Rp 1.442.400/mayam)
- 18 Mei 2013, emas Rp 430.000/gram (Rp 1.434.050/mayam)
- 22 Juni 2013, emas Rp 418.000/gram (Rp 1.394.030/mayam)

Lapangan Pekerjaan Yang Merata Penting Untuk Menjaga Perdamaian Di Aceh

Profesor Virasakdi : Lapangan Pekerjaan Yang Merata Penting Untuk Menjaga Perdamaian Di Aceh

Foto : Profesor Virasakdi ketika mengunjungi usaha pembuatan kupiah meukeutop di Pidie.

Sigli - Untuk memperkuat perdamaian Aceh, penyediaan lapangan pekerjaan bagi semua orang Aceh adalah salah satu hal penting yang mesti diperhatikan saat ini.

Hal itu disampaikan Profesor Virasakdi Chongsuvivatwong dari Prince of Songkla University (PSU) Thailand di Pendopo Bupati Pidie dalam rangka kunjungan kerja ke Kabupaten Pidie.

“Saya lihat Aceh sekarang sudah banyak perubahan,” kata Profesor Virasakdi yang sudah puluhan kali berkunjung ke Banda Aceh namun baru kali pertama ke Kabupaten Pidie.

Selain itu kata dia, hal penting lain yang mesti perhatikan adalah untuk tetap memperhatikan orang-orang yang saat ini masih hidup menderita akibat konflik puluhan tahun yang mendera Aceh. “Jangan pernah meninggalkan orang-orang yang masih menderita di belakang kita.”

Di Thailand Selatan, melalui sebuah lembaga yang berada di bawah PSU, Profesor Virasakdi bekerja menangani para korban konflik seperti di Patani dan Yala.

“Kami sangat ingin belajar kepada professor,” kata M Iriawan, Wakil Bupati Pidie saat berdiskusi dengan Profesor Virasakdi.
Menurutnya, di Thailand Selatan masih dalam situasi konflik, namun Profesor Virasakdi sukses melakukan kegiatan dalam rangka penanganan korban konflik. Di Aceh, konflik sudah selesai namun upaya penanganan korban konflik masih banyak kekurangan.

Jumat, 21 Juni 2013

Harga BBM Premium dan Solar Di Seluruh Indonesia Resmi Naik

Resmi : Menteri ESDM : Harga BBM Premium dan Solar Di Seluruh Indonesia Resmi Naik Mulai Jam 00.00 WIB Sabtu, 22 Juni 2013 (Share/ Bagikan)

Kabar ACEH Rakyat Miskin dan Keluarga Sederhana Akan Sangat Terpukul Kondisi Ekonominya

* Premium : Rp. 6.500 Per Liter (Naik 2000)
* Solar : Rp. 5.500 Per Liter (Naik 1000)

Dipastikan Biaya Transportasi di Aceh Naik 35%

BANDA ACEH - Ketua Umum DPD Organisasi Angkutan Darat (Organda) Provinsi Aceh Musni Haffas menegaskan, biaya transportasi di Aceh akan mengalami kenaikan sebesar 35 persen

Ia menjelaskan, kontribusi BBM dalam operasional kenderaan adalah sebesar 42 persen, sehingga jika kenaikan harga BBM secara signifikan, tentu akan berpengaruh pada perusahaan jasa angkutan.

"Perusahaan jasa angkutan tidak punya pilihan, jika BBM naik, maka secara otomatis biaya transportasi juga harus mengikuti," ujarnya.

Ia mengungkapkan, dampak langsung yang akan dirasakan oleh perusahan jasa angkutan darat dalam kenaikan BBM adalah naiknya harga spare part kenderaan bermotor. "Kalau BBM naik, maka suku cadang kenderaan bermotor akan alami kenaikan sebesar 5 persen -7 persen," ungkapnya.

Kami Minta Mabes Polri Menegur Polda Aceh

IPW : Kami Minta Mabes Polri Menegur Polda Aceh, Karena Polisi Gunakan Senjata Laras Panjang Saat Pembubaran Aksi Mahasiswa Di Banda Aceh

"Aceh merupakan daerah rawan konflik, tata cara dan prosedur penanganan dan pembubaran aksi massa seharusnya dapat dilakukan lebih elegan dan sesuai dengan standar dan prosedur yang ada," tandas Neta S Pane

Foto : Aksi Pembubaran Demo Tolak BBM Di Banda Aceh Oleh Anggota Polisi Bersenjata Laras Panjang

BANDA ACEH - Kordinator Indonesian Police Watch (IPW) Neta S Pane meminta Kapolri dapat menegur Kapolda Aceh terkait dengan aksi perwira Polri yang bertugas di jajaran Polresta Banda Aceh yang menenteng senjata laras panjang dan berpakaian sipil dalam pembubaran demonstrasi penolakan kenaikan harga BBM yang dilakukan oleh mahasiswa Unsyiah kemarin (17/6) di Banda Aceh.

"Terkadang Polri memang ceroboh membiarkan aparatnya berpakaian sipil menenteng senjata laras panjang dalam menjalankan tugas," katanya kepada Waspada Online, hari ini.

Menurutnya, penggunaan senjata laras panjang oleh personil Polri berpakaian bebas dapat menimbulkan kerancuan. "Dalam menjalankan tugas, personil Polri berpakain sipil hanya boleh menggunakan senjata, namun senjata laras pendek," ujarnya.

Sebagaimana diketahui, Kasat Intelkam Polresta Banda Aceh Kompol Ade Adriansyah Syahputra dalam pembubaran aksi demonstrasi yang dilakukan oleh Aliansi Mahasiswa Unsyiah Peduli Rakyat yang digelar di depan gedung DPR Aceh, turut serta dalam pembubaran aksi. Dan bahkan Kasat tersebut terlihat garang menenteng senjata laras panjang dan berpakai sipil dalam pembubaran aksi mahasiswa tersebut.

Zaini Muzakir Gagal Total Pedulikan Kesejahteraan Rakyat Aceh

Waladan Yoga (Aktivis Gayo Merdeka) : Zaini Muzakir Gagal Total Pedulikan Kesejahteraan Rakyat Aceh

“Gubernur dan Wagub Aceh tidak mampu mensejetahterakan Rakyat Aceh secara menyeluruh dan hanya mampu mensejehterakan keluarga dan kelompok sendiri,” kata aktifis Waladan Yoga kepada The Globe Journal dalam pernyataan tertulisnya Jumat (21/6/2013).

Banda Aceh – Dalam rangka memperingati satu tahun kepemimpinan Zaini Abdullah dan Muzakir Manaf sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh 2012-2017. Gayo Merdeka sebagai salah satu kelompok muda yang kritis di Aceh memberikan beberapa catatan untuk mengkritisi kinerja pemerintahan ZIKIR.

Sebasai bukti, aktifis Gayo Merdeka ini memberikan contoh bahwa selama satu tahun kepemimpinan Zaini Muzakir lebih mementingkan pemilihan pejabat berdasarkan sikap primordialisme, “Kabinet yang dibangun adalah kabinet keluarga dan kolega dan lebih mementingkan orang-orang yang berasal dari daerah Pidie dan Aceh Utara saja,” tambah Yoga.

Gayo Merdeka menyayangkan akibat proritas penyusunan kabinet hanya dari beberapa kabupaten kotamadya tertentunya saja. Akibatnya muncullah kegaduhan politik ALA- ABAS yang kian merusak kerukunan masyarakat Aceh.

“Kegaduhan politik yang terjadi selama kepemimpinan Zaini Abdullah dan Muzakir Manaf mutlak terjadi karena kesombongan dan keegoisan serta tidak mengakui keberadaan suku-suku minoritas di bumi Aceh,” tegas Yoga, sarjana lulusan Fakultas Hukum Unsyiah ini.

Sebagai putra Gayo, Waldan Yoga juga mengkritisi selama satu tahun menjadi Gubernur dan Wakil, Zaini Abdullah dan Muzakir Manaf belum pernah sekalipun berkunjung ke tanah Gayo dan menginjakkan kaki mereka di sana.

“Rakyat Gayo masih bisa hidup bahagia tanpa seorang Gubernur dan Wakil Gubernur sekalipun,” tutup Yoga emosional.