Abdullah Saleh : Pelantikan Wali Nanggroe Aceh Batal, Jadi Rencananya Bergeser Pada Tanggal 4 Desember 2013
* “Benar Pengukuhan Wali Nanggroe batal dilakukan, karena dalam buku agenda SBY datang ke Aceh tidak dijadwalkan untuk hadir dalam acara prosesi Pelantikan Wali Nanggroe,” kata anggota DPR Aceh, Abdullah Saleh, Selasa (17/9/2013) saat diminta tanggapan mengenai hal itu.
Banda Aceh - Pemerintah Aceh semula pada tanggal 20 September 2013 berbarengan kedatangan Presiden Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ke Aceh berencana melakukan penabalan kepada Wali Nanggroe, Malek Mahmud Al haytar.
Akan tetapi Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) secara tiba-tiba menggelar rapat Badan Musyawarah (Banmus), Senin (16/9/2013) dan melahirkan rekomendasi untuk membatalkan penabalan Wali Nanggroe pada tanggal tersebut.
Pembatalan pengukuhan Wali Nanggroe tersebut mengingat saat dilakukan konfirmasi pada kesekretariat kepresidenan, ternyata mereka belum memasukkan jadwal tersebut dalam agenda SBY berkujung ke Aceh. SBY hanya datang untuk membuka Pekan Kebudayaan Aceh (PKA) dan menerima penganugerahan DR (HC) yang diberikan oleh Universitas Syiah Kuala (Unsyiah).
Kendatipun demikian, Banmus telah memutuskan untuk menjadwalkan kembali untuk pengukuhan Wali Nanggroe. Rencananya akan dilakukan pada tanggal 4 Desember 2013. “Rencananya 4 Desember 2013 kita lakukan penabalan,” tukasnya.
Bahkan, Abadullah Saleh mengatakan, rencana sebelumnya penabalan Wali Nanggroe dalam sidang paripurna DPR Aceh. Akan tetapi, kedepan akan dilakukan di Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh. Termasuk akan mengundang siapapun yang mau hadir, termasuk sejumlah keturunan raja yang ada di Aceh.
“Penabalan Wali nanti rencana kita akan panggil seluruh duta besar Negara serta pihak-pihak terkait lainnya yang memiliki andil dalam perdamaian di Aceh,” pungkasnya
Tampilkan postingan dengan label Adat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Adat. Tampilkan semua postingan
Rabu, 18 September 2013
Kepala Satpol PP Aceh Jadi Tersangka Korupsi Pemotongan Gaji Honor Anggota Satpol PP
Kepala Satpol PP Aceh Jadi Tersangka Korupsi Pemotongan Gaji Honor Anggota Satpol PP, Gubernur Aceh Diminta Segera Pecat Bawahannya Tersebut
* Polresta Banda Aceh telah menetapkan Kepala Satpol PP dan WH Aceh berinisial KL sebagai tersangka terkait indikasi dugaan tindak pidana korupsi atas kasus pemotongan honor terhadap 1000 honorer instasi itu.
Foto : Petugas Honor Satpol PP Aceh Yang Menjadi Korban Pemotongan Gaji Oleh Atasannya
BANDA ACEH – Gubernur Aceh diminta pegiat antikorupsi mencopot Kepala Satuan polisi Pamong Praja dan Wilayatul Hisbah (Satpol PP dan WH) provinsi itu menyusul telah ditetapkan sebagai tersangka oleh Polresta Banda Aceh terkait kasus dugaan korupsi.
“Kami minta Gubernur Aceh segera mencopot Kepala Satpol PP dan WH Aceh yang telah ditetapkan sebagai tersangka oleh polisi,” kata Koordinator Gerakan Antikorupsi (Gerak) Aceh Askhalani di Banda Aceh, Selasa 17 September 2013.
Menurut dia, penetapan tersangka oleh pihak Polresta sekaligus merupakan sinyal kuat bahwa potensi dugaan tindak pidana korupsi terbukti terjadi dalam kasus yang disangkakan kepada pejabat Satpol PP dan WH tersebut.
“Pencopotan harus dilakukan mengingat bahwa kasus dugaan korupsi dilingkungan Satpol PP dan WH Aceh merupakan bagian dari upaya terselubung yang dilakukan terstruktur dan terencana,” katanya menambahkan.
Untuk itu, Gerak Aceh mendesak gubernur dapat mengambil langkah-langkah kongkrit terutama mencopot kepala dinas dan pihak-pihak tertentu yang ditengerai ikut melakukan praktek dalam kasus tersebut.
Pencopotan dan pemberian sanksi tegas harus dilakukan terutama untuk menjaga wibawa Pemerintah Aceh.
Dipihak lain, Gerak Aceh memberi apresiasi atas kinerja pihak Polresta Banda Aceh. Keberhasilan menuntaskan kasus di tubuh Satpol PP dan WH Aceh merupakan bagian terpenting untuk menumbuhkan rasa kepercayaan publik atas kinerja kepolisian dalam memberantas korupsi.
“Itu merupakan kasus kedua dibongkar oleh Polresta dalam rentan waktu 2013,” kata Askhalani
* Polresta Banda Aceh telah menetapkan Kepala Satpol PP dan WH Aceh berinisial KL sebagai tersangka terkait indikasi dugaan tindak pidana korupsi atas kasus pemotongan honor terhadap 1000 honorer instasi itu.
Foto : Petugas Honor Satpol PP Aceh Yang Menjadi Korban Pemotongan Gaji Oleh Atasannya
BANDA ACEH – Gubernur Aceh diminta pegiat antikorupsi mencopot Kepala Satuan polisi Pamong Praja dan Wilayatul Hisbah (Satpol PP dan WH) provinsi itu menyusul telah ditetapkan sebagai tersangka oleh Polresta Banda Aceh terkait kasus dugaan korupsi.
“Kami minta Gubernur Aceh segera mencopot Kepala Satpol PP dan WH Aceh yang telah ditetapkan sebagai tersangka oleh polisi,” kata Koordinator Gerakan Antikorupsi (Gerak) Aceh Askhalani di Banda Aceh, Selasa 17 September 2013.
Menurut dia, penetapan tersangka oleh pihak Polresta sekaligus merupakan sinyal kuat bahwa potensi dugaan tindak pidana korupsi terbukti terjadi dalam kasus yang disangkakan kepada pejabat Satpol PP dan WH tersebut.
“Pencopotan harus dilakukan mengingat bahwa kasus dugaan korupsi dilingkungan Satpol PP dan WH Aceh merupakan bagian dari upaya terselubung yang dilakukan terstruktur dan terencana,” katanya menambahkan.
Untuk itu, Gerak Aceh mendesak gubernur dapat mengambil langkah-langkah kongkrit terutama mencopot kepala dinas dan pihak-pihak tertentu yang ditengerai ikut melakukan praktek dalam kasus tersebut.
Pencopotan dan pemberian sanksi tegas harus dilakukan terutama untuk menjaga wibawa Pemerintah Aceh.
Dipihak lain, Gerak Aceh memberi apresiasi atas kinerja pihak Polresta Banda Aceh. Keberhasilan menuntaskan kasus di tubuh Satpol PP dan WH Aceh merupakan bagian terpenting untuk menumbuhkan rasa kepercayaan publik atas kinerja kepolisian dalam memberantas korupsi.
“Itu merupakan kasus kedua dibongkar oleh Polresta dalam rentan waktu 2013,” kata Askhalani
Persiapan Fisik PKA Ke ( VI ) Telah Rampung 90 Persen
BANDA ACEH - Persiapan pesta akbar Pekan Kebudayaan Aceh (PKA) ke VI yang akan dilangsungkan 20 September- 29 September 2013, persiapan fisik sejauh ini telah rampung hingga 90 persen. Kepala Dinas Kebudayaan Aceh Adami Umar mengatakan, persiapan fisik ini sepenuhnya siap pada tanggal 17 September mendatang.
Mengenai persiapan peserta dari kabupaten/kota, kesiapan para peserta sudah mencapai 100 persen dan siap untuk mengikuti festival seni dan kebudayaan yang berpusat di Lampriet Banda Aceh.
"Untuk persiapan kabupaten/kota sudah selesai, cuma Bener Meriah dan Takengon yang tidak bisa mengikuti penuh acara ini, tapi anjungan mereka tetap ada dan tetap memamerkan seluruh budaya yang ada disana," kata Adami Umar kepada Acehonline.info, Senin (16/9) di Banda Aceh.
Ketika ditanyakan menyangkut kendala yang dihadapi dalam persiapan PKA VI, kata Adami sampai saat ini belum mendapat kendala yang sangat berat untuk persiapan, karena seluruh kendala yang dihadapi saat ini bisa diatasi semua.
"Semua acara yang dibuat pasti ada kendala, tapi itu semua pasti ada jalan keluarnya, jadi bagi kami tidak ada kendala yang berarti dalam persiapan PKA ini,"katanya
Mengenai persiapan peserta dari kabupaten/kota, kesiapan para peserta sudah mencapai 100 persen dan siap untuk mengikuti festival seni dan kebudayaan yang berpusat di Lampriet Banda Aceh.
"Untuk persiapan kabupaten/kota sudah selesai, cuma Bener Meriah dan Takengon yang tidak bisa mengikuti penuh acara ini, tapi anjungan mereka tetap ada dan tetap memamerkan seluruh budaya yang ada disana," kata Adami Umar kepada Acehonline.info, Senin (16/9) di Banda Aceh.
Ketika ditanyakan menyangkut kendala yang dihadapi dalam persiapan PKA VI, kata Adami sampai saat ini belum mendapat kendala yang sangat berat untuk persiapan, karena seluruh kendala yang dihadapi saat ini bisa diatasi semua.
"Semua acara yang dibuat pasti ada kendala, tapi itu semua pasti ada jalan keluarnya, jadi bagi kami tidak ada kendala yang berarti dalam persiapan PKA ini,"katanya
2.500 TNI/Polri Amankan Kunjungan Presiden SBY Selama Dua Hari Di Aceh
Banda Aceh - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang akan berkunjung ke Aceh selama dua hari, mendapat pengamanan ekstra ketat. TNI/Polri menyiapkan 2.500 pasukanuntuk mengamankan kedatangan kepala negara.
"Untuk pengamanan disiapkan seluruh personel, lebih kurang ada 2.500 orang," kata Pangdam Iskandar Muda, Mayjen Pandu Wibowo di Banda Aceh, Rabu (18/9/2013).
SBY dijadwalkan bertandang ke Banda Aceh besok untuk membuka Pekan Kebudayaan Aceh ke-enam di Taman Ratu Safiatuddin dan menerima gelar doktor kehormatan (doctor honoris causa) dari Universitas Syiah Kuala.
TNI/Polri sudah menggelar apel gabungan untuk operasi khusus pengamanan presiden di Lapangan Blang Padang, Banda Aceh, kemarin. Operasi dilakukan selama dua hari atau dari hari pertama kedatangan SBY. "Sementara dua hari, tapi bisa saja berubah nanti," ujar Pandu.
Pandu menyebutkan pihaknya akan menutup beberapa ruas jalan selama presiden menjalankan agenda resminya. Ia tak merincikan jalan mana saja yang akan ditutup untuk umum.
Pantauan Okezone sejak kemarin beberapa lokasi yang akan dilalui presiden sudah mulai dijaga-jaga oleh aparat keamanan. Tadi malam polisi juga menggelar razia kendaraan di kawasan Simpang Mesra, Banda Aceh
"Untuk pengamanan disiapkan seluruh personel, lebih kurang ada 2.500 orang," kata Pangdam Iskandar Muda, Mayjen Pandu Wibowo di Banda Aceh, Rabu (18/9/2013).
SBY dijadwalkan bertandang ke Banda Aceh besok untuk membuka Pekan Kebudayaan Aceh ke-enam di Taman Ratu Safiatuddin dan menerima gelar doktor kehormatan (doctor honoris causa) dari Universitas Syiah Kuala.
TNI/Polri sudah menggelar apel gabungan untuk operasi khusus pengamanan presiden di Lapangan Blang Padang, Banda Aceh, kemarin. Operasi dilakukan selama dua hari atau dari hari pertama kedatangan SBY. "Sementara dua hari, tapi bisa saja berubah nanti," ujar Pandu.
Pandu menyebutkan pihaknya akan menutup beberapa ruas jalan selama presiden menjalankan agenda resminya. Ia tak merincikan jalan mana saja yang akan ditutup untuk umum.
Pantauan Okezone sejak kemarin beberapa lokasi yang akan dilalui presiden sudah mulai dijaga-jaga oleh aparat keamanan. Tadi malam polisi juga menggelar razia kendaraan di kawasan Simpang Mesra, Banda Aceh
Banyaknya Praktik Pajak Nanggroe ( Fee Proyek/Uang)
Kapolda Aceh : Banyaknya Praktik Pajak Nanggroe ( Fee Proyek/Uang) Oleh Mantan Kombatan GAM Akan Menghambat Pembangunan Aceh
* Kapolda menambahkan, pungutan liar (illegal tax) yang dapat menghambat pembangunan Aceh itu sulit diungkap polisi, karena korban enggan melapor.” kata Kapolda Aceh
Foto : Kapolda Aceh, Irjen Pol Herman Effendi menerima rombongan pejabat atase militer dari berbagai negara saat berkunjung ke Mapolda Aceh
BANDA ACEH - Kapolda Aceh, Irjen Pol Herman Effendi mengungkapkan, kutipan liar yang biasa disebut “pajak nanggroe” masih saja dikutip oleh sebagian eks kombatan GAM yang belum memiliki pekerjaan, sehingga hal ini dapat menghambat pembangunan Aceh. Oleh karena itu, Polda dan Pemerintah Aceh kini bekerja sama agar pemerintah dapat memfasilitasi pekerjaan tetap untuk para pengutip pajak nanggroe tersebut.
Kapolda menyampaikan hal itu menjawab pertanyaan seorang pejabat atase militer Australia saat menerima kunjungan 14 pejabat atase militer negara sahabat yang bermarkas di Jakarta, Selasa (17/9), di Aula Mapolda Aceh, Banda Aceh. Kedatangan mereka dalam rangka military atache tour (Milat) itu untuk mengetahui situasi terkini Aceh.
“Memang betul masih ada mantan GAM yang belum mendapat pekerjaan sehingga berperilaku layaknya preman, seperti saudara sampaikan tadi. Misalnya, kalau ada proyek pembangunan jembatan, mereka meminta uang dengan dalih pajak nanggroe. Tetapi itu terjadi bukan di seluruh Aceh, melainkan di lintas timur, mulai Aceh Tamiang hingga Banda Aceh,” beber Kapolda.
* Kapolda menambahkan, pungutan liar (illegal tax) yang dapat menghambat pembangunan Aceh itu sulit diungkap polisi, karena korban enggan melapor.” kata Kapolda Aceh
Foto : Kapolda Aceh, Irjen Pol Herman Effendi menerima rombongan pejabat atase militer dari berbagai negara saat berkunjung ke Mapolda Aceh
BANDA ACEH - Kapolda Aceh, Irjen Pol Herman Effendi mengungkapkan, kutipan liar yang biasa disebut “pajak nanggroe” masih saja dikutip oleh sebagian eks kombatan GAM yang belum memiliki pekerjaan, sehingga hal ini dapat menghambat pembangunan Aceh. Oleh karena itu, Polda dan Pemerintah Aceh kini bekerja sama agar pemerintah dapat memfasilitasi pekerjaan tetap untuk para pengutip pajak nanggroe tersebut.
Kapolda menyampaikan hal itu menjawab pertanyaan seorang pejabat atase militer Australia saat menerima kunjungan 14 pejabat atase militer negara sahabat yang bermarkas di Jakarta, Selasa (17/9), di Aula Mapolda Aceh, Banda Aceh. Kedatangan mereka dalam rangka military atache tour (Milat) itu untuk mengetahui situasi terkini Aceh.
“Memang betul masih ada mantan GAM yang belum mendapat pekerjaan sehingga berperilaku layaknya preman, seperti saudara sampaikan tadi. Misalnya, kalau ada proyek pembangunan jembatan, mereka meminta uang dengan dalih pajak nanggroe. Tetapi itu terjadi bukan di seluruh Aceh, melainkan di lintas timur, mulai Aceh Tamiang hingga Banda Aceh,” beber Kapolda.
Selasa, 17 September 2013
Ratusan Penari Laksanakan Gladi Jelang Pembukaan PKA-6
Ratusan Penari Laksanakan Gladi Jelang Pembukaan PKA-6, Jumat 20 September 2013
Foto : Sejumlah 377 penari tampil pada gladi kotor PKA-6, Selasa (17/9) petang di Taman Ratu Shafiatuddi
BANDA ACEH - Sebanyak 377 penari, Selasa (17/9) petang nelaksanakan gladi kotor pembukaan Pekan Kebudayaan Aceh (PKA) ke-6 di Taman Ratu Shafiatuddin, Banda Aceh.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh, Adami Umar mengatakan penampilan pada gladi kotor sudah cukup padu. "Hal ini juga kita harapkan bisa tampil pada acara puncak, Jumat (20/9) petang, di hadapan Presiden SBY," katanya.
Koreografer tari massal pembukaan PKA-6, Kaka Zafana pada saat gladi kotor mengatakan pihaknya sangaja mencoba baju untuk penari sehingga terlihat lebih apik.
Diberitakan sebelumnya, Pekan Kebudayaan Aceh (PKA) 6 dijadwalkan akan dibuka Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Jumat (20/9) petang di Taman Ratu Shafiatuddin, Banda Aceh.
Foto : Sejumlah 377 penari tampil pada gladi kotor PKA-6, Selasa (17/9) petang di Taman Ratu Shafiatuddi
BANDA ACEH - Sebanyak 377 penari, Selasa (17/9) petang nelaksanakan gladi kotor pembukaan Pekan Kebudayaan Aceh (PKA) ke-6 di Taman Ratu Shafiatuddin, Banda Aceh.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh, Adami Umar mengatakan penampilan pada gladi kotor sudah cukup padu. "Hal ini juga kita harapkan bisa tampil pada acara puncak, Jumat (20/9) petang, di hadapan Presiden SBY," katanya.
Koreografer tari massal pembukaan PKA-6, Kaka Zafana pada saat gladi kotor mengatakan pihaknya sangaja mencoba baju untuk penari sehingga terlihat lebih apik.
Diberitakan sebelumnya, Pekan Kebudayaan Aceh (PKA) 6 dijadwalkan akan dibuka Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Jumat (20/9) petang di Taman Ratu Shafiatuddin, Banda Aceh.
Pangdam Iskandar Muda Pimpin Apel Pasukan Pengamanan
Jelang Kedatangan SBY Pada Saat Pembukaan PKA 2013, Pangdam Iskandar Muda Pimpin Apel Pasukan Pengamanan
Foto : Pangdam Iskandar Muda Mayjen TNI Pandu Wibowo mengecek kesiapan pasukan
Banda Aceh - Panglima Kodam Iskandar Muda Mayjen TNI Pandu Wibowo didampingi Kepala Staf Kodam Purwadi Mukson, memeriksa persiapan pasukan TNI dan Polri serta dinas terkait dalam rangka pengamanan kunjungan kerja Presiden SBY ke Aceh, di lapangan Blang Padang Banda Aceh, Selasa 17 September 2013.
Pangdam meminta seluruh personil pengamanan bertugas dengan penuh tanggung jawab.
"Karena keamanan, keselamatan, kenyamanan, harga diri dan kehormatan lambang negara RI berada di tangan kita semua, yaitu seluruh masyarakat Aceh pada umumnya dan personil apel pengamanan RI saat ini pada khususnya," ujar Pandu Wibowo dalam rilis yang diterima ATJEHPOSTcom.
Jenderal dua bintang ini juga sangat berharap segenap elemen bekerja secara totalitas.
"Waspadai ancaman atau aksi teror dan sabotase yang ingin menggagalkan kunjungan ini, agar segala rangkaian kegiatan yang akan dilaksanakan nanti bisa berjalan aman dan damai,” ujarnya.
Presiden SBY bakal berkunjung ke Aceh pada 19 hingga 20 September 2013. Presiden dijadwalkan membuka Pekan Kebudayaan Aceh keenam di Taman Ratu Safiatuddin, Lampriet
Foto : Pangdam Iskandar Muda Mayjen TNI Pandu Wibowo mengecek kesiapan pasukan
Banda Aceh - Panglima Kodam Iskandar Muda Mayjen TNI Pandu Wibowo didampingi Kepala Staf Kodam Purwadi Mukson, memeriksa persiapan pasukan TNI dan Polri serta dinas terkait dalam rangka pengamanan kunjungan kerja Presiden SBY ke Aceh, di lapangan Blang Padang Banda Aceh, Selasa 17 September 2013.
Pangdam meminta seluruh personil pengamanan bertugas dengan penuh tanggung jawab.
"Karena keamanan, keselamatan, kenyamanan, harga diri dan kehormatan lambang negara RI berada di tangan kita semua, yaitu seluruh masyarakat Aceh pada umumnya dan personil apel pengamanan RI saat ini pada khususnya," ujar Pandu Wibowo dalam rilis yang diterima ATJEHPOSTcom.
Jenderal dua bintang ini juga sangat berharap segenap elemen bekerja secara totalitas.
"Waspadai ancaman atau aksi teror dan sabotase yang ingin menggagalkan kunjungan ini, agar segala rangkaian kegiatan yang akan dilaksanakan nanti bisa berjalan aman dan damai,” ujarnya.
Presiden SBY bakal berkunjung ke Aceh pada 19 hingga 20 September 2013. Presiden dijadwalkan membuka Pekan Kebudayaan Aceh keenam di Taman Ratu Safiatuddin, Lampriet
PNS Di Aceh Barat Daya Tak Dispilin
PNS Di Aceh Barat Daya Tak Dispilin, Wabup Abdya : Kajak Kajak, Hana Kajak Kakeuh ! ( Kamu Pergi Atau Tidak Saya Tidak Mau Peduli ! )
* Kalau begini-begini terus (tidak disiplin), maka Aceh Barat Daya tidak bisa maju. Undangan jam sembilan tetapi datang tidak tepat waktu,” ujar Yusrizal.
Foto : Wakil Bupati Aceh Barat Daya Yusrizal Razali
Abdya - Wakil Bupati Aceh Barat Daya, Yusrizal Razali, mengatakan bahwa sejak awal kepemimpinan pihaknya mengajak aparatur pemerintahan selalu disiplin dalam mengikuti setiap kegiatan.
Ia mengemukakan hal itu pada saat membuka sosialisasi hasil survei Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM), di Aula Dinas Kesehatan, Abdya, Selasa, 17 Sepetember 2013.
Entah karena melihat peserta dari unsur kantor camat, puskesmas dan sekolah tidak semuanya hadir pada acara tersebut, Wabup Yusrizal Razali lantas berkata, “Untuk tahun kedua ini, kajak kajak, hana kajak kakeuh”.
“Kami (bupati-wakil bupati) hanya jabatan politik, bisa saja besok kami tidak lagi menjabat. Tetapi saudara yang pegawai, tetap. Kecuali memasuki masa pensiun. Kalau begini-begini terus (tidak disiplin), maka Aceh Barat Daya tidak bisa maju. Undangan jam sembilan tetapi datang tidak tepat waktu,” ujar Yusrizal.
— bersama Djamal Mja.
* Kalau begini-begini terus (tidak disiplin), maka Aceh Barat Daya tidak bisa maju. Undangan jam sembilan tetapi datang tidak tepat waktu,” ujar Yusrizal.
Foto : Wakil Bupati Aceh Barat Daya Yusrizal Razali
Abdya - Wakil Bupati Aceh Barat Daya, Yusrizal Razali, mengatakan bahwa sejak awal kepemimpinan pihaknya mengajak aparatur pemerintahan selalu disiplin dalam mengikuti setiap kegiatan.
Ia mengemukakan hal itu pada saat membuka sosialisasi hasil survei Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM), di Aula Dinas Kesehatan, Abdya, Selasa, 17 Sepetember 2013.
Entah karena melihat peserta dari unsur kantor camat, puskesmas dan sekolah tidak semuanya hadir pada acara tersebut, Wabup Yusrizal Razali lantas berkata, “Untuk tahun kedua ini, kajak kajak, hana kajak kakeuh”.
“Kami (bupati-wakil bupati) hanya jabatan politik, bisa saja besok kami tidak lagi menjabat. Tetapi saudara yang pegawai, tetap. Kecuali memasuki masa pensiun. Kalau begini-begini terus (tidak disiplin), maka Aceh Barat Daya tidak bisa maju. Undangan jam sembilan tetapi datang tidak tepat waktu,” ujar Yusrizal.
Siswa Aceh Selatan Mogok Belajar Karena Dibebani Uang Fotocopy Buku
Foto : Ilustrasi Siswa Mogok
TAPAKTUAN - Para siswa Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Sawang, Kabupaten Aceh Selatan, dilaporkan mogok belajar karena dibebani fotocopy buku setiap mata pelajaran.
Selain dibebani Fotocopy Buku pelajaran, para siswa kepada DiliputNews.com juga mengaku mendapat perlakuan kasar oleh kepala Sekolah tersebut, sehingga membuat para siswa tidak mau lagi masuk sekolah.
Sekretaris Organisasi Siswa Madrasah (Osim) MAN Sawang, Novi mengatakan aksi mogok sekolah yang mereka lakukan merupakan sebagai bentuk protes karena peraturan siswa wajib harus memfoto copy seluruh buku mata pelajaran sangat membani para siswa.
“Kami merasa terbebani sebagai orang tidak mampu, dan kami merasa tak nyaman dengan prilaku kasar kepala sekolah selama ini, kami mengancam tidak akan masuk sekolah sebelum kepala sekolah itu di copot,” katanya.
Kata Novi, peraturan siswa harus Fotocopy Buku mata pelajaran ini sudah terjadi dua tahun terakhir, aksi ini adalah bentuk perlawanan yang di lakukan oleh para siswa.
Sementara itu, kepala Sekolah Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Sawang, Zainal mengaku tidak mengetahui kenapa para siswa tersebut tak masuk sekolah lagi, dan selama ini kita menjalani tugas sesuai dengan prosudur.
“Selama ini tidak ada terjadi masalah, saya tidak tau duduk permasalahannya dimana, dan saya tidak pernah menzalami siswa, apalagi melakukan pelanggaran-pelanggaran disekolah,” tuturnya
— bersama Anja Imran.
TAPAKTUAN - Para siswa Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Sawang, Kabupaten Aceh Selatan, dilaporkan mogok belajar karena dibebani fotocopy buku setiap mata pelajaran.
Selain dibebani Fotocopy Buku pelajaran, para siswa kepada DiliputNews.com juga mengaku mendapat perlakuan kasar oleh kepala Sekolah tersebut, sehingga membuat para siswa tidak mau lagi masuk sekolah.
Sekretaris Organisasi Siswa Madrasah (Osim) MAN Sawang, Novi mengatakan aksi mogok sekolah yang mereka lakukan merupakan sebagai bentuk protes karena peraturan siswa wajib harus memfoto copy seluruh buku mata pelajaran sangat membani para siswa.
“Kami merasa terbebani sebagai orang tidak mampu, dan kami merasa tak nyaman dengan prilaku kasar kepala sekolah selama ini, kami mengancam tidak akan masuk sekolah sebelum kepala sekolah itu di copot,” katanya.
Kata Novi, peraturan siswa harus Fotocopy Buku mata pelajaran ini sudah terjadi dua tahun terakhir, aksi ini adalah bentuk perlawanan yang di lakukan oleh para siswa.
Sementara itu, kepala Sekolah Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Sawang, Zainal mengaku tidak mengetahui kenapa para siswa tersebut tak masuk sekolah lagi, dan selama ini kita menjalani tugas sesuai dengan prosudur.
“Selama ini tidak ada terjadi masalah, saya tidak tau duduk permasalahannya dimana, dan saya tidak pernah menzalami siswa, apalagi melakukan pelanggaran-pelanggaran disekolah,” tuturnya
Demo Tolak Wali Nanggroe Meluas
Demo Tolak Wali Nanggroe Meluas, Wali Nanggroe Diharuskan Lulus Tes Baca Quran
Foto : Warga tiga kabupaten yang mengatasnamakan Masyarakat Aceh Tamiang, Aceh Timur, dan Kota Langsa (kutilang) melakukan aksi demo menolak qanun Wali Nanggroe ke gedung dewan setempat. Kordinator demo menyerahkan pernyataan sikap kepada Wakil Ketua DPRK Tamiang Drs Armand Muis, Senin (16/9).
TAPAKTUAN - Aksi penolakan terhadap Wali Nanggroe (WN) meluas. Bila Kamis (12/9) lalu ratusan warga Aceh Barat yang mengatasnamakan Aliansi Masyarakat Peduli NKRI membakar dua poster Pemangku Wali Nanggroe, Malik Mahmud dan dua lembar bendera Bintang Bulan, Senin (16/9) kemarin aksi penolakan terhadap WN terjadi pula di Aceh Tamiang dan Aceh Selatan.
Menguatnya kembali penolakan terhadap WN karena tanggal 20 September sudah semakin dekat. Berdasarkan informasi yang dilansir Wakil Ketua DPRA, Sulaiman Abda seusai Rapat Badan Musyawarah DPRA Selasa (13/8) lalu bahwa Malik Mahmud akan dikukuhkan sebagai Wali Nanggroe Ke-9 pada 20 September 2013 bersamaan dengan pembukaan Pekan Kebudayaan Aceh (PKA) 6. Karena Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang membuka resmi PKA tersebut, maka SBY juga diskenariokan akan hadir dalam pengukuhan WN. Tapi pekan lalu, Mendagri Gamawan Fauzi menyatakan WN belum saatnya dikukuhkan, karena isi qanunnya perlu dibenahi supaya tak bertentangan dengan Undang-Undang Pemerintahan Aceh (UUPA).
Dalam suasana seperti itu, massa yang tergabung dalam Gerakan Aliansi Masyarakat–Aceh Selatan (GAM-AS), Senin (16/9) sekira pukul 11.00 WIB berunjuk rasa di gedung DPRK setempat. Mereka meminta Presiden SBY tidak melantik atau menghadiri pengukuhan Malik Mahmud sebagai WN Ke-9, sebagaimana direncanakan DPRA.
Ratusan massa menggunakan sepeda motor, truk colt, dan mobil Kijang mendatangi gedung dewan pukul 10.00 WIB sembari menggelar spanduk penolakan terhadap Qanun Lembaga Wali Nanggroe.
“Padahal di Aceh, untuk jadi keuchik saja harus dipilih oleh rakyat, dites baca Quran, sementara untuk Wali Nanggroe tak ada tes mengaji. Kalau memang mampu mengaji kenapa takut dites baca Quran?” ujarnya berlogika.Seusai demo, mereka menyerahkan pernyatan sikap yang berisi delapan poin kepada pimpinan DPRK setempat.
Foto : Warga tiga kabupaten yang mengatasnamakan Masyarakat Aceh Tamiang, Aceh Timur, dan Kota Langsa (kutilang) melakukan aksi demo menolak qanun Wali Nanggroe ke gedung dewan setempat. Kordinator demo menyerahkan pernyataan sikap kepada Wakil Ketua DPRK Tamiang Drs Armand Muis, Senin (16/9).
TAPAKTUAN - Aksi penolakan terhadap Wali Nanggroe (WN) meluas. Bila Kamis (12/9) lalu ratusan warga Aceh Barat yang mengatasnamakan Aliansi Masyarakat Peduli NKRI membakar dua poster Pemangku Wali Nanggroe, Malik Mahmud dan dua lembar bendera Bintang Bulan, Senin (16/9) kemarin aksi penolakan terhadap WN terjadi pula di Aceh Tamiang dan Aceh Selatan.
Menguatnya kembali penolakan terhadap WN karena tanggal 20 September sudah semakin dekat. Berdasarkan informasi yang dilansir Wakil Ketua DPRA, Sulaiman Abda seusai Rapat Badan Musyawarah DPRA Selasa (13/8) lalu bahwa Malik Mahmud akan dikukuhkan sebagai Wali Nanggroe Ke-9 pada 20 September 2013 bersamaan dengan pembukaan Pekan Kebudayaan Aceh (PKA) 6. Karena Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang membuka resmi PKA tersebut, maka SBY juga diskenariokan akan hadir dalam pengukuhan WN. Tapi pekan lalu, Mendagri Gamawan Fauzi menyatakan WN belum saatnya dikukuhkan, karena isi qanunnya perlu dibenahi supaya tak bertentangan dengan Undang-Undang Pemerintahan Aceh (UUPA).
Dalam suasana seperti itu, massa yang tergabung dalam Gerakan Aliansi Masyarakat–Aceh Selatan (GAM-AS), Senin (16/9) sekira pukul 11.00 WIB berunjuk rasa di gedung DPRK setempat. Mereka meminta Presiden SBY tidak melantik atau menghadiri pengukuhan Malik Mahmud sebagai WN Ke-9, sebagaimana direncanakan DPRA.
Ratusan massa menggunakan sepeda motor, truk colt, dan mobil Kijang mendatangi gedung dewan pukul 10.00 WIB sembari menggelar spanduk penolakan terhadap Qanun Lembaga Wali Nanggroe.
“Padahal di Aceh, untuk jadi keuchik saja harus dipilih oleh rakyat, dites baca Quran, sementara untuk Wali Nanggroe tak ada tes mengaji. Kalau memang mampu mengaji kenapa takut dites baca Quran?” ujarnya berlogika.Seusai demo, mereka menyerahkan pernyatan sikap yang berisi delapan poin kepada pimpinan DPRK setempat.
Video Dua Siswi Duel Rebutan Pacar Beredar
MUKOMUKO - Video perkelahian dua siswi di Kabupaten Mukomuko berjudul "Duel MTS VS SMP mukomuko Lupi" semakin terkenal. Hingga tadi malam, video yang diunggah di situs youtube tersebut sudah ditonton sebanyak 68.533 kali. Jumlah penonton video ini dipastikan bakal bertambah.
Video yang diunggah oleh akun bernama Reman man yang diunggah April 2013 ini, mendapat beragam tanggapan dari warga Mukomuko. Salah satunya Sekwan Mukomuko, Bustari Maler yang menyatakan prihatin dengan terunggahnya video kekerasan pelajar ke internet itu. "Kita prihatin dengan hal ini. Harusnya ada imbauan supaya tidak terjadi lagi," katanya.
Terpisah, Ketua Komisi III DPRD Mukomuko Hermansyah mengatakan video itu dibuat akhir tahun 2011 lalu oleh salah seorang yang menyaksikan siswi SMP dan MTs Lubuk Pinang itu berkelahi. Kemudian baru tersebar luas dan diketahui oleh masyarakat. Saat itu, menurutnya, Komisi III DPRD Mukomuko sudah melakukan penyelesaian. Perdamaian terjadi antar pelaku yang ada di dalam video tersebut.
"Saat itu sudah kita selesaikan. Saat tahu ada video itu kita langsung menghubungi Kepala SMP nya kemudian diurusi sehingga ada perdamaian," ungkapnya.
Saat itu, menurut Hermansyah, video tersebut belum diunggah ke internet. Hanya menyebar dari handphone ke handphone saja. Namun saat ini sudah tersebar luas. "Kalau sudah tersebar luas banyak yang menontonnya apalagi sudah masuk internet," ungkapnya.
Salah seorang warga Kecamatan Lubuk Pinang, Harun mengatakan kasus keributan siswi MTs dan SMP yang berkelahi di video itu karena rebutan pacar. Namun kasus ini sudah diselesaikan dengan baik. Bahkan siswi yang berkelahi itu sudah tidak lagi sekolah di SMP dan MTS di Lubuk Pinang karena sudah tamat. "Videonya sudah lama namun entah kapan mulai tersebar di internet," katanya.
Dalam video itu terlihat dua remaja putri sedang berkelahi melayangkan tinju dan jambak-jambakan. Satu diantaranya pingsan setelah berkelahi. Teman-teman mereka pun nampak menonton dengan seru duel antara kedua siswi ini.
Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Mukomuko, Nurhasni meminta kepada pelajar di Mukomuko menjadikan pelajaran video yang tersebar luas di internet itu, supaya tidak sembarang merekam kegiatan hingga akhirnya dimanfaatkan oleh oknum untuk diunggah ke internet. "Harus menjadi perhatian, agar tidak terulang kembali," ingatnya.(del)
Fathanah Pesan Dua Kamar Hotel untuk Vitalia
JAKARTA--Vitalia Sesha tidak sedikitpun menampik hubungan dekatnya dengan terdakwa kasus korupsi dan pencucian uang Ahmad Fathanah.
Ia bahkan mengaku Fathanah pernah memesankan kamar di Hotel Le Meridien, di pusat kota Jakarta untuk merayakan malam tahun baru 2013.
"Pesan dua kamar itu untuk saya, anak-anak dan manager saya. Kita mau ngerayain malam tahun baru di situ," ujar Vitalia di hadapan Majelis Hakim Pengadilan Tipikor, Jakarta, Senin, (16/9).
Meski memesan dua kamar, ibu dua anak ini mengaku Fathanah tidak ikut menginap di kamar itu. Ia pun menegaskan meski dekat, Fathanah tidak pernah menginap di rumahnya.
"Itu kamarnya dipesan buat dua sampai tiga malam. Saya lupa pastinya. Tapi dia enggak ikut datang," kilah Vitalia.
Vitalia mengaku dekat dengan Fathanah, tapi di sisi lain ia menyatakan tak banyak melakukan pertemuan dengan pria tersebut. Fathanah kadang hanya bertemu dengan anak-anaknya.
"Ketemunya enggak sering juga. Cuma dia sering ngasih uang. Kadang tiga juta, kadang lima juta," kata Vitalia. (flo/jpnn)
Lady Gaga Main Film Bareng David Beckham
LADY Gaga dikabarkan akan memerankan dirinya sendiri dalam film mata-mata berjudul "The Secret Service" garapan sutradara Inggris, Matthew Vaughn. Penyanyi eksentrik berjuluk "Mother Monster" itu bakal bergabung dengan beberapa selebriti papan atas lain seperti Adele, David Beckham, Elton John, dan Taylor Swift.
Keempatnya dikabarkan telah lebih dulu memastikan bakal tampil dalam film berdasarkan novel grafis karangan Mark Millar and Dave Gibbons. Peran yang akan dimainkan pelantun "Applause" tersebut diharapkan tak sekadar sebagai pemanis film (cameo), tapi lebih banyak menggambarkan sosok Lady Gaga sendiri.
Laman Femalefirst yang mengutip berita The Sun, Selasa (17/9) menyebut, mengingat kesibukan Gaga, proses pengambilan gambar diharapkan hanya dilakukan sehari saja. Sementara soal waktunya masih dirundingkan antara mananjemen penyanyi 27 tahun itu dengan sang sutradara. Yang pasti syuting dijadwalkan akan mulai dilakukan tahun depan.
Aktor Inggris, Colin Firth bakal berperan sebagai agen rahasia yang bertugas melatih trik mata-mata pada agen muda. Sedangkan aktor Samuel L Jackson akan berperan sebagai penjahat. Ini adalah peran kedua bagi Lady Gaga setelah sebelumnya dia bermain dalam film "Machete Kills" yang akan rilis akhir tahun ini. (pra/jpnn)
Senin, 16 September 2013
Pantai pribadi Ahok jadi sarang bertelur penyu
Belitung Timur (ANTARA News) - Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau yang akrab disapa Ahok menyebutkan bahwa pantai pribadinya, Pantai Bukit Batu, Belitong Timur sering disinggahi penyu untuk dijadikan sarang bertelur.
"Di pantai itu sering ada penyu yang bertelur," katanya di Belitong, Minggu.
Dia menyebutkan bahwa mudah untuk 'mendeteksi' waktu penyu-penyu tersebut bertelur, yakni ketika musim bulan purnama serta keberadaan biawak. Biawak tersebut, lanjutnya, biasanya akan memburu telur-telur yang ditetaskan oleh induk penyu.
"Nanti tinggal dilihat saja, bulan purnama atau biawak tiba-tiba banyak berkeliaran," katanya.
Meski begitu, Ahok menyebutkan bahwa pihaknya tidak pernah mengurus secara resmi soal telur penyu tersebut. Hanya saja, jika biawak mulai 'memburu' telur, penjaga daerah tersebut datang untuk mengusir biawak.
"Pernah biawak itu makan sampai ratusan telur penyu," katanya.
Selain soal penyu, menurut Ahok pantainya tersebut memiliki arus yang tenang saat Januari dan Februari. "Jadi seperti danau," katanya.
Namun jika angin selatan sedang berhembus, ombak di pantai Bukit Batu tersebut terhitung cukup besar dan ganas.
Ahok membeli lahan tersebut saat dirinya masih menjadi pengusaha timah di Belitong Timur. Namun, fasilitas pantai seperti lounge dan akses jalan sudah mulai tak terurus terutama pasca Ahok pindah ke Jakarta. (Dny)
"Di pantai itu sering ada penyu yang bertelur," katanya di Belitong, Minggu.
Dia menyebutkan bahwa mudah untuk 'mendeteksi' waktu penyu-penyu tersebut bertelur, yakni ketika musim bulan purnama serta keberadaan biawak. Biawak tersebut, lanjutnya, biasanya akan memburu telur-telur yang ditetaskan oleh induk penyu.
"Nanti tinggal dilihat saja, bulan purnama atau biawak tiba-tiba banyak berkeliaran," katanya.
Meski begitu, Ahok menyebutkan bahwa pihaknya tidak pernah mengurus secara resmi soal telur penyu tersebut. Hanya saja, jika biawak mulai 'memburu' telur, penjaga daerah tersebut datang untuk mengusir biawak.
"Pernah biawak itu makan sampai ratusan telur penyu," katanya.
Selain soal penyu, menurut Ahok pantainya tersebut memiliki arus yang tenang saat Januari dan Februari. "Jadi seperti danau," katanya.
Namun jika angin selatan sedang berhembus, ombak di pantai Bukit Batu tersebut terhitung cukup besar dan ganas.
Ahok membeli lahan tersebut saat dirinya masih menjadi pengusaha timah di Belitong Timur. Namun, fasilitas pantai seperti lounge dan akses jalan sudah mulai tak terurus terutama pasca Ahok pindah ke Jakarta. (Dny)
Minggu, 15 September 2013
Puluhan Pendaki Selamat
MEDAN-Akibat gunung merapi Sinabung yang mengeluarkan lahar panas dan debu vulkanik, para wisatawan lokal yang melakukan pendakian di kawasan Gunung Sinabung dievakuasi oleh tim gabungan, Minggu (15/9) siang.
Para pendaki ini merupakan mahasiswa pencinta alam (Mapala) berasal dari sejumlah Universitas di Kota Medan, dengan berjumlah puluhan orang.
"Tentang pendaki Gunung Sinabung, sesuai data yang kami terima ada 2 tim, semuanya dalam keadaan selamat, hanya ada seorang pendaki atas nama Guntur mengalami dehidrasi"ucap Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol. Raden Heru Prakoso, kepada Sumutpos (Grup JPNN).
Perwira melati tiga ini menjelaskan, mahasiswa yang melakukan pendakian berjumlah dua tim, yakni tim pertama berjumlah 11 pendaki, sedangkan tim kedua sebanyak 10 orang.
"Sepuluh orang ini naik pada hari Sabtu (14/9) dini hari, sekitar pukul 00.30 WIB, bersama rombongan Pertama, dan info terakhir sedang turun dipandu oleh pengelola area gunung dan tim gabungan,"kata Heru tanpa menjelaskan secara detail identitas para pendaki ini.
Menurut penuturan dari seorang pendaki, Azmi yang berhasil diselamatkan tim evakuasi gabungan ini, bahwa letusan Gunung Sinabung ini tidak memberikan halangan mereka, untuk mendaki gunung tersebut.
"Sudah terasa atas letusan namun kami tetap melanjutkan pendakian, jam setengah enam (kemarin pagi,red) naik ke atas, hingga kepuncak gunung Sinabung jama tujuh pagi,"sebutnya.
Azmi mengungkapkan, letusan tidak memberikan dampak besar pada pendakian mereka, hanya pandangan untuk melihat dihalangi dengan kabut dan debu vulkanik.
"Tidak ada retakan pada struktur tanah, di Gunung Sinabung hanya kabut dan asap saja, kami turun kembali jam 9 pagi tadi, (kemarin pagi, red),"jelasnya. (gus/sam/jpnn)
Bunga Api Sebesar Keranjang
KARO - Selamat Sembiring, warga Desa Berastepu mengisahkan kepanikan ribuan warga saat menyelamatkan diri di gelapnya malam, menyusul meletusnya Gunung Sinabung, kemarin.
"Awal kami mengetahui Gunung Sinabung meletus setelah ada getaran sekira pukul dua pagi,” katanya membuka cerita. Getaran tersebut tak terlalu kuat, namun berlangsung beberapa menit hingga membangunkan warga yang tengah terlelap.
Berselang 10 menit kemudian, lanjut Selamat, dia keluar rumah mencari tahu apa yang terjadi. Saat melihat ke arah gunung, mata Selamat tiba-tiba terbelalak melihat pencaran api yang diperkirakan sebesar keranjang dan terpecah seperti bunga api, tepatnya tidak jauh dari lobang kawah pada letusan yang terjadi pada 2010 lalu.
"Kami langsung panik. Tanpa menunggu aba-aba lagi, seluruh warga Desa Berastepu saling menyelamatkan diri dengan kendaraan masing-masing. Situasinya paniklah,” ujar Selamat saat ditemui Posmetro Medan (Grup JPNN) di Ndokum Siroga, lokasi pengungsian warga Desa Berastepu.
Tak jauh beda dengan pengakuan Yusuf Tarigan. Sekira pukul tiga pagi mendengar suara letusan yang bunyinya seperti deru pesawat, dia sontak membangunkan keluarganya dan beranjak menyelamatkan diri. "Abunya memang banyak, tapi kami terus bergerak biar selamat,” kenang Tarigan di lokasi pengungsiannya di Jambur (balai pertemuan) Sempakata Kabanjahe.
“Semula kami ke rumah dinas Bupati Karo, di pendopo itu. Tapi diarahkan ke jambur sini, maka kami semua kemari,” sambung Tarigan menyebutkan tebalnya abu sempat mengganggu penglihatan warga saat menyelamatkan diri.
Meski hujan debu menyelimuti warga dan sempat menyesakkan nafas, namun usaha mereka menyelamatkan diri akhirnya berhasil. Warga melakukan evakuasi mandiri sebelum pertolongan dari Pemkab Karo tiba.
Warga Hilang Kepercayaan
Tak ada pemberitahuan mengenai status Gunung Sinabung jelas sangat mengecewakan warga, khususnya yang menetap di sekitar kaki gunung. Selain itu, warga juga mengaku tak percaya lagi dengan kinerja petugas pemantau.
Hal ini dikatakan Rata Sitepu (43), warga Desa Naman, Kec. Naman Teran saat ditemui di Bundaran Tugu Perjuangan Berastagi, satujam usai letusan.
“Kami minta sekali lagi ketelitian dan antisipasi tinggi dari pihak Pos Pengamatan Gunung Api Sinabung lebih ditingkatkan, agar tak lagi secara tiba tiba atau setelah meletusnya gunung baru kami diberitahu,” kesal Sitepu.
Seperti diketahui, setelah mengeluarkan rekomendasi evakuasi bagi warga di radius 3 kilometer, Pos Pengamatan Gunung Sinabung juga mengimbau warga menggunakan masker guna menjaga kesehatan diri dari dampak debu vulkanik yang belum juga berhenti keluar.
Seperti diketahui, setelah mengeluarkan rekomendasi evakuasi bagi warga di radius 3 kilometer, Pos Pengamatan Gunung Sinabung juga mengimbau warga menggunakan masker guna menjaga kesehatan diri dari dampak debu vulkanik yang belum juga berhenti keluar.
Bahkan, abu vulkanik telah sampai ke Berastagi dan sebagian wilayah Kec. Simpang Empat dan Merdeka. Sedang di daerah lain debu vulkanik tidak begitu banyak terlihat, bahkan yang berada dekat dengan areal kawah aktif Sinabung. Abu vulkanik juga telah membuat warga terserang penyakit ISPA. (nang/mar/win/deo)
IAIN Ar - Raniry Buka Lowngan Calon PNS Dosen 2013
RINCIAN TAMBAHAN ALOKASI FORMASI CPNS PUSAT DARI PELAMAR UMUM KEMENTERIAN AGAMA REPUBLIK INDONESA
TAHUN ANGGARAN 2013
1. Dosen Teknik Informatika S2 Teknik Informatika (III/b) 6 Orang Pada Fakultas Saint dan Teknologi
2. Dosen Sitem Informasi S2 Sistem Informasi ( III/b ) 6 Orang Pada Fakultas Saint dan Teknologi
3. Dosen Teknik Lingkungan S2 Ilmu Lingkungan, Teknik Lingkungan ( III/b) 6 Orang Pada Fakultas Saint dan Teknologi
4. Dosen Teknik Arsitektur S2 Teknik Arsitektur (III/b) 6 Orang Pada Fakultas Saint dan Teknologi
5. Dosen Teknik Fisika S2 Teknik Fisika, Fisika ( III/b) 6 Orang Pada Fakultas Saint dan Teknologi
6. Dosen Biologi S2 Biologi ( III/b ) 6 Orang Pada Fakultas Saint dan Teknologi
7. Dosen Kimia S2 Kimia (III/b) 6 Orang Pada Fakultas Saint dan Teknologi
8 Dosen Ekonomi Islam S2 Ekonomi Islam, Ekonomi Syari'ah (III/b) 3 Orang Pada Fakultas Syari'ah dan Ekonomi Islam
9. Dosen Perbankan Islam S2 Perbankan Syari'ah (III/b) 3 Orang Pada Fakultas Syari'ah dan Ekonomi Islam
10. Dosen Ilmu Hukum S2 Ilmu Hukum (III/b) 3 Orang Pada Fakultas Syari'ah dan Ekonomi Islam
11. Dosen Ilmu Politik / Fiqh Siyasah S2 Ilmu Politik (III/b) 1 Orang Pada Fakultas Syari'ah dan Ekonomi Islam
12. Laboran Sains S1 Matematika, MIPA (III/a) 1 Orang Pada IAIN Ar-Raniry Banda Aceh
13. Laboran Pendidikan/Bahasa S1 Bahasa Arab, Bahasa Inggris, Komunikasi ( III/a ) 1 Orang Pada IAIN Ar-Raniry Banda Aceh.
14. Laboran Komputer S1 Komputer (III/a) 1 Orang Pada IAIN Ar-Raniry Banda Aceh.
Info Selengkapnya Kunjungi Website Kemenag http://www.kemenag.go.id/index.php?a=artikel&id=21536
TAHUN ANGGARAN 2013
1. Dosen Teknik Informatika S2 Teknik Informatika (III/b) 6 Orang Pada Fakultas Saint dan Teknologi
2. Dosen Sitem Informasi S2 Sistem Informasi ( III/b ) 6 Orang Pada Fakultas Saint dan Teknologi
3. Dosen Teknik Lingkungan S2 Ilmu Lingkungan, Teknik Lingkungan ( III/b) 6 Orang Pada Fakultas Saint dan Teknologi
4. Dosen Teknik Arsitektur S2 Teknik Arsitektur (III/b) 6 Orang Pada Fakultas Saint dan Teknologi
5. Dosen Teknik Fisika S2 Teknik Fisika, Fisika ( III/b) 6 Orang Pada Fakultas Saint dan Teknologi
6. Dosen Biologi S2 Biologi ( III/b ) 6 Orang Pada Fakultas Saint dan Teknologi
7. Dosen Kimia S2 Kimia (III/b) 6 Orang Pada Fakultas Saint dan Teknologi
8 Dosen Ekonomi Islam S2 Ekonomi Islam, Ekonomi Syari'ah (III/b) 3 Orang Pada Fakultas Syari'ah dan Ekonomi Islam
9. Dosen Perbankan Islam S2 Perbankan Syari'ah (III/b) 3 Orang Pada Fakultas Syari'ah dan Ekonomi Islam
10. Dosen Ilmu Hukum S2 Ilmu Hukum (III/b) 3 Orang Pada Fakultas Syari'ah dan Ekonomi Islam
11. Dosen Ilmu Politik / Fiqh Siyasah S2 Ilmu Politik (III/b) 1 Orang Pada Fakultas Syari'ah dan Ekonomi Islam
12. Laboran Sains S1 Matematika, MIPA (III/a) 1 Orang Pada IAIN Ar-Raniry Banda Aceh
13. Laboran Pendidikan/Bahasa S1 Bahasa Arab, Bahasa Inggris, Komunikasi ( III/a ) 1 Orang Pada IAIN Ar-Raniry Banda Aceh.
14. Laboran Komputer S1 Komputer (III/a) 1 Orang Pada IAIN Ar-Raniry Banda Aceh.
Info Selengkapnya Kunjungi Website Kemenag http://www.kemenag.go.id/index.php?a=artikel&id=21536
Polri : Gaji Polisi Indonesia Terendah di Asean
Kepala Divisi Humas Polri Inspektur Jenderal Ronny Sompie mengatakan bahwa gaji anggota polisi di Indonesia paling kecil jika dibandingkan dengan polisi di negara Asia Tenggara. Bahkan, Ronny menjelaskan jika dibandingkan dengan gaji kepolisian di Jepang, nilainya bisa jauh diatas pegawai keuangan negara.
Jika dibandingkan dengan instansi penegak hukum di Indonesia seperti Komisi Pemberantasan Korupsi, Gaji pegawai polisi yang diperbantukan di KPK bisa naik sampai tiga kali lipat. "Kenapa harus beda begitu, kenapa kalau kerja di KPK bisa naik gajinya, padahal hampir sama kerjanya," ujar Ronny ketika dihubungi, Sabtu, 14 September 2013.
Menanggapi pernyataan Ketua Komisi Hukum, HAM dan Keamanan, Gede Pasek yang mengatakan bahwa anggaran kepolisian sudah besar, Ronny menjelaskan hampir 75 persen anggaran kepolisian yaitu sekitar Rp 34,2 trilliun terserap untuk membiayai total 400 ribu anggota kepolisian yang tersebar di seluruh Indonesia.
Ronny mengatakan untuk pengadaan barang dan biaya operasional hanya sebanyak 25 persen dari total anggaran atau sekitar Rp 11,4 trilliun. 'Untuk alokasi dana anggaran operasional dan pengadaan barang dari tahun ketahun tidak pernah naik," ujar Ronny.
Jika dibandingkan dengan instansi penegak hukum di Indonesia seperti Komisi Pemberantasan Korupsi, Gaji pegawai polisi yang diperbantukan di KPK bisa naik sampai tiga kali lipat. "Kenapa harus beda begitu, kenapa kalau kerja di KPK bisa naik gajinya, padahal hampir sama kerjanya," ujar Ronny ketika dihubungi, Sabtu, 14 September 2013.
Menanggapi pernyataan Ketua Komisi Hukum, HAM dan Keamanan, Gede Pasek yang mengatakan bahwa anggaran kepolisian sudah besar, Ronny menjelaskan hampir 75 persen anggaran kepolisian yaitu sekitar Rp 34,2 trilliun terserap untuk membiayai total 400 ribu anggota kepolisian yang tersebar di seluruh Indonesia.
Ronny mengatakan untuk pengadaan barang dan biaya operasional hanya sebanyak 25 persen dari total anggaran atau sekitar Rp 11,4 trilliun. 'Untuk alokasi dana anggaran operasional dan pengadaan barang dari tahun ketahun tidak pernah naik," ujar Ronny.
Sabang Berupaya Tarik Wisatawan Kapal Pesiar Asing
Foto : Ilustrasi Kapal Pesiar Mewah
BANDA ACEH - Pemerintah Kota (Pemkot) Sabang terus berupaya menarik minat kunjungan wisatawan kapal pesiar mengunjungi sejumlah obyek wisata di wilayah kepulauan di Provinsi Aceh itu.
"Setiap tahunnya kunjungan kapal pesiar terus meningkat, karenanya kami terus berupaya menarik wisatawan dari kapal pesiar mengunjungi Sabang," kata Sekretaris Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sabang, M Ali Taufiq, di Banda Aceh.
Menurut Ali Taufiq, selama 2013 tercatat tujuh kapal pesiar yang mengangkut turis dari berbagai negara singgah di Sabang untuk menikmati keindahan alam di pulau berpenduduk berkisar 30 ribu jiwa tersebut.
Pemerintah telah menetapkan Sabang sebagai salah satu destinasi wisata nasional di provinsi ujung paling barat Indonesia itu.
"Hari ini, Jumat, akan tiba satu kapal pesiar dari Thailand yang mengangkut sebanyak 15 turis, dan 12 kru singgah di Sabang. Rencananya mereka akan menikmati penyelaman di laut Pantai Iboih dan Gapang," katanya.
Ali menjelaskan bahwa wisatawan kapal pesiar yang singgah di Sabang itu sebagian besar berasal dari Uni Eropa.
Oleh karena itu, dia menjelaskan pada pembukaan atau karnaval menyambut kegiatan Pekan Kebudayaan Aceh (PKA VI) di Kota Banda Aceh akhir September 2013, delegasi Sabang akan menampilkan kapal pesiar yang didesain dari truk mengangkut wisman.
"Kami terus melakukan promosi agar kunjungan wisatawan dari tahun ke tahun dapat meningkat ke Sabang," kata Ali Taufiq
BANDA ACEH - Pemerintah Kota (Pemkot) Sabang terus berupaya menarik minat kunjungan wisatawan kapal pesiar mengunjungi sejumlah obyek wisata di wilayah kepulauan di Provinsi Aceh itu.
"Setiap tahunnya kunjungan kapal pesiar terus meningkat, karenanya kami terus berupaya menarik wisatawan dari kapal pesiar mengunjungi Sabang," kata Sekretaris Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sabang, M Ali Taufiq, di Banda Aceh.
Menurut Ali Taufiq, selama 2013 tercatat tujuh kapal pesiar yang mengangkut turis dari berbagai negara singgah di Sabang untuk menikmati keindahan alam di pulau berpenduduk berkisar 30 ribu jiwa tersebut.
Pemerintah telah menetapkan Sabang sebagai salah satu destinasi wisata nasional di provinsi ujung paling barat Indonesia itu.
"Hari ini, Jumat, akan tiba satu kapal pesiar dari Thailand yang mengangkut sebanyak 15 turis, dan 12 kru singgah di Sabang. Rencananya mereka akan menikmati penyelaman di laut Pantai Iboih dan Gapang," katanya.
Ali menjelaskan bahwa wisatawan kapal pesiar yang singgah di Sabang itu sebagian besar berasal dari Uni Eropa.
Oleh karena itu, dia menjelaskan pada pembukaan atau karnaval menyambut kegiatan Pekan Kebudayaan Aceh (PKA VI) di Kota Banda Aceh akhir September 2013, delegasi Sabang akan menampilkan kapal pesiar yang didesain dari truk mengangkut wisman.
"Kami terus melakukan promosi agar kunjungan wisatawan dari tahun ke tahun dapat meningkat ke Sabang," kata Ali Taufiq
Jalan Lhoong Telan Korban, Ibu dan Anak Kritis Tabrak Kawanan Lembu
Lagi, Jalan Lhoong Telan Korban, Ibu dan Anak Kritis Tabrak Kawanan Lembu Yang Tidur Di Jalan USAID Banda Aceh - Calang
* Kapolsek Lhoong : “Kami minta bantuan keuchik menyampaikan kepada warganya, agar mengandangkan ternaknya pada malam hari. Tapi imbauan itu tak direspons para pemilik ternak,” Zulkifli.
Foto : Lembu Berkeliaran Bebas Di Jalan Banda Aceh - Calang
BANDA ACEH - Intan Kemala, perempuan paruh baya asal Blangpidie, Aceh Barat Daya (Abdya) bersama anak laki-laki yang diperkirakan berusia 23 tahun, Jumat (13/9) malam, ditemukan dalam kondisi kritis di Jalan Banda Aceh-Meulaboh, Gampong Cot, Kecamatan Lhoong, Aceh Besar. Belakangan terungkap ibu dan anak itu menabrak sekawanan lembu yang berkeliaran di jalan tersebut.
Informasi yang diperoleh Serambi, kecelakaan lalu lintas (laka lantas) yang menimpa Intan dan anaknya itu, terjadi sekira pukul 19.30 WIB. Keduanya saat itu melakukan perjalanan dari Banda Aceh menuju Aceh Barat. Setiba di Gampong Cot, sekawan lembu pun menyebrangi jalan, sehingga kecelakaan pun tak terelakkan.
“Kini ibu dan anaknya itu dirawat di Rumah Sakit Umum Zainoel Abidin, Banda Aceh, setelah sempat ditangani di Puskesmas Lhoong, sekitar pukul 20.10 WIB,” kata seorang warga Lhoong, kepada Serambi, kemarin.
Kapolsek Lhoong Ipda Zulkifli Daud, “Saya kataka bahwa kejadian ini sudah sering dan banyak memakan korban. Kami optimis dalam waktu dekat ini sudah keluar payung hukum dari Pemkab Aceh Besar, sehingga sudah ada dasar kuat saat muspika menertibkan lembu atau hewan ternak yang berkeliaran,” ujar Azhar.
* Kapolsek Lhoong : “Kami minta bantuan keuchik menyampaikan kepada warganya, agar mengandangkan ternaknya pada malam hari. Tapi imbauan itu tak direspons para pemilik ternak,” Zulkifli.
Foto : Lembu Berkeliaran Bebas Di Jalan Banda Aceh - Calang
BANDA ACEH - Intan Kemala, perempuan paruh baya asal Blangpidie, Aceh Barat Daya (Abdya) bersama anak laki-laki yang diperkirakan berusia 23 tahun, Jumat (13/9) malam, ditemukan dalam kondisi kritis di Jalan Banda Aceh-Meulaboh, Gampong Cot, Kecamatan Lhoong, Aceh Besar. Belakangan terungkap ibu dan anak itu menabrak sekawanan lembu yang berkeliaran di jalan tersebut.
Informasi yang diperoleh Serambi, kecelakaan lalu lintas (laka lantas) yang menimpa Intan dan anaknya itu, terjadi sekira pukul 19.30 WIB. Keduanya saat itu melakukan perjalanan dari Banda Aceh menuju Aceh Barat. Setiba di Gampong Cot, sekawan lembu pun menyebrangi jalan, sehingga kecelakaan pun tak terelakkan.
“Kini ibu dan anaknya itu dirawat di Rumah Sakit Umum Zainoel Abidin, Banda Aceh, setelah sempat ditangani di Puskesmas Lhoong, sekitar pukul 20.10 WIB,” kata seorang warga Lhoong, kepada Serambi, kemarin.
Kapolsek Lhoong Ipda Zulkifli Daud, “Saya kataka bahwa kejadian ini sudah sering dan banyak memakan korban. Kami optimis dalam waktu dekat ini sudah keluar payung hukum dari Pemkab Aceh Besar, sehingga sudah ada dasar kuat saat muspika menertibkan lembu atau hewan ternak yang berkeliaran,” ujar Azhar.
Langganan:
Postingan (Atom)













