Rabu, 19 Juni 2013

Pemkab Aceh Barat Targetkan Wilayahnya Jadi Sentral Pemasaran Karet Di Indonesia

* Di wilayah pantai barat Aceh, wilayah ini merupakan penghasil karet terbesar hingga mencapai 40,6 ton/minggu dengan jumlah ekspor Mencapai 25 ton/minggu

Meulaboh - Pemerintah Kabupaten Aceh Barat, Provinsi Aceh, menargetkan menjadi satu-satunya sentral pemasaran dan pengembangan karet di daerah paling ujung barat Indonesia.

"Tidak sulit menjadikan Aceh Barat ini sebagai sentral pemasaran karet basah apalagi akan ada investor dari Thailand yang akan menanamkan modalnya di daerah ini," kata Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan Aceh Barat Teuku Helmi di Meulaboh, Jumat.

Ia menjelaskan, pada pertemuan dengan Pemerintah Thailand pada tahun 2013, negara itu mengharapkan Aceh Barat dapat menjadi sentral pemasaran karet, sehingga investornya bersedia mendirikan pabrik pengolah karet berkelas internasional di bumi "Teuku Umar" ini.

"Harapan dari investor Thailand adalah Aceh Barat dapat menjadi sentral pemasaran karet sehingga pabrik pengolah karet nantinya akan menampung seluruh karet di Aceh untuk diekspor langsung ke negara mereka," imbuhnya.

Katanya, Pemkab Aceh Barat akan terus terfokus pada pengembangan perkebunan karet dan akan membentuk kerja sama lintas sektoral dengan kabupaten tetangga untuk mencapai target yang diharapkan investor luar

Di Laporkan Warga Memiliki Senjata Api, Rumah Eks Panglima GAM Digerebek Polisi Di Aceh Tamiang

Foto : Nostalgia Latihan GAM Lengkap Bersenjata Laras Panjang Di Masa Perjuangan Silam

* Aparat melakukan penggeledahan dan berhasil menemukanbarang bukti, berupa senjata api jenis FN dan ratusan amunisi. Benda ini terkubur di halaman belakang rumahnya.

ACEH TAMIANG-Petugas Polres Aceh Tamiang menggerebek kediaman Eks Panglima GAM Seruway, dinihari kemarin sekira pukul 03.00 WIB. Pasalnya, mantan petinggi separatis tersebut dilaporkan warga memiliki senjata api.

Sepasukan polisi tiba di TKP, tepatnya di Desa Muka Sungai Kuruk kecamatan Seruway kabupaten Aceh Tamiang. Sementara itu, Khaidir alias Tison ketika personil datang sudah menghilang dari tempat tinggalnya.

Dalam penggeledahan dirumah Khaidir yang akrab disapa Tison itu, petugas tidak menemukan apa-apa. Namun setelah petugas mendapat informasi dari warga, bahwa senjata baik senjata laras panjang maupun pendek dan ratusan amunisi dikubur atau disimpan oleh Tison dalam tanah dibelakang rumahnya.

Mendapat informasi berharga, petugas langsung melakukan penggalian pada beberapa titik yang dicurigai. Pada penggalian titik pertama, petugas belum berhasil menemukan baik senjata maupun amunisi. Begitu juga penggalian kedua dan ketiga tetap nihil.
Kendati sudah tiga titik penggalian tak berhasil. namun aparat Reskrim tidak putus asa. Baru pada penggalian titik keempat tidak jauh dari kuburan di seputaran rumah Tison, barulah ada temuan dicari. Senpi jenis FN bersama 124 peluru laras pendek dan panjang, tersimpan dalam kaleng kue.

Kasat Reskrim Polres Aceh Tamiang, Iptu Benny Cahyadi, SH keberhasilan petugas Polres Aceh Tamiang dalam membuka tabir penyimpanan senjata oleh Mantan Panglima GAM tersebut berkat hasil penyelidikan dan info dari masyarakat."Barang bukti berupa 1 pucuk FN rakitan dan 124 butir berbagai jenis amunisi, saat ini telah kita amankan di Mapolres Aceh Tamiang. Selain akan mencari keberadaan senjata yang masih tersisa, petugas Polres akan memburu Tison yang pada saat penggeledahan telah melarikan diri dari rumahnya di desa Muka Sungai Kuruk, kecamatan Seruway," tandasnya

Deni dan Nadia, Terpilih Jadi Duta Wisata Aceh Jaya 2013

Aceh Jaya – Deni Setio Hadi dari Kecamatan Setia Bakti dan Nadia Ardani dari Kecamatan Teunom, akhirnya terpilih sebagai Duta Wisata Aceh Jaya, pada malam penobatan Duta Wisata AcehJaya, (19/6/2013).

Acara malam penobatan yang diselenggarakan di Gedung Kesenian Aceh Jaya itu Deni dan Nadia berhasil menyisihkan lawan-lawannya. Tugas berat untuk mempromosikan dunia pariwisata Aceh Jaya pun secara otomatis berada di pundak mereka mulai kini.

Tolak Kenaikan BBM, Mobil Dinas Dari Aceh Disandera Mahasiswa Asal Medan Di Jln. Gedung Arca Medan

Foto : Ilustrasi Penyanderaan Mobil Dinas Oleh Mahasiswa

* Mobil Dinas Perhubungan Aceh BL 8072 A yang melintas di Jalan Gedung Arca, Medan Kota disandera mahasiswa pengunjuk rasa menolak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), Selasa (18/6/2013) petang.

SERAMBINEWS.COM, MEDAN, Penyanderaan itu berawal dari pemblokiran jalan oleh mahasiswa Institut Teknologi Medan (ITM) denga membakar ban bekas. Dalam orasinya mereka menolak keras kenaikan harga BBM karena semakin menyengsarakan rakyat miskin.

Selain menghadang mobil double cabin milik Pemprov Aceh itu, mahasiswa juga menyadera mobil dinas plat merah BK 9756 H milik Pemprov Sumut. Kedua pengemudi mobil itu dipaksa turun dan pulang menggunakan angkutan umum. Selanjutnya mobil itu diparkirkan di depan kampus ITM.

Pemkab Aceh Tengggara Salurkan Bantuan 2.041 Ternak Secara Gratis Untuk Masyarakatnya

* Ternak Tersebut Tidak Boleh Di Perjual Belikan, Karena Bantuan Untuk Ekonomi Masyarakat Aceh Tenggara

Aceh Tenggara : Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Tenggara (Agara) kembali lagi menyalurkan bantuan ternak sapi bali sebanyak 941 ekor dan kambing kacang 1.100 ekor kepada masyarakat Agara yang tersebar di 16 kecamatan secara gratis. Bantuan ternak sapi dan kambing Pemkab Agara yang disalurkan Dinas Kesehatan Hewan dan Peternakan (Diskeswannak) Aceh Tenggara.

Dari jumlah tersebut,untuk sapi betina sekitar 855 ekor dan jantan 86 ekor. Sementara itu untuk tahap awal telah diserahkan kepada warga di wilayah Kecamatan Darul Hasanah sebanyak 102 ekor, dan selanjutnya akan terus disalurkan secara bertahap hingga bulan Agustus 2013,kata Sekretaris Diskeswannak Agara,Juhari SP, kepada wartawan, diruang kerjanya.

Ternak tidak boleh diperjualbelikan kepada pihak lain karena akan dapat diproses sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku,jelas Juhari,seraya menegaskan bahwa dalam penyaluran bantuan ternak sapi dan kambing,pihaknya tidak ada memungut biaya apapun dari para calon penerima. Ketika disinggung besar anggaran untuk pembelian bantuan ternak tahun 2013 tersebut dan sumber pendanaanya dari mana serta juknis atau kriteria calon penerima bantuan ternak tahun ini,Sekretaris Diskeswannak Agara itu menyarankan agar ditanyakan saja langsung ke PPTK nya.

Selain itu,kata Arafik,pihaknya juga sudah menyurati Dinas Peternakan Aceh Tenggara untuk meminta data calon penerima bantuan ternak 2013,dengan tujuan agar LSM GAKAG juga dapat melakukan investigasi lapangan dalam mengecek kebenaran para calon penerima bantuan ternak tersebut,sehingga nantinya tidak ada lagi kita temukan penyaluran bantuan ternak yang tak tepat sasaran,”ujar Arafik