Sabtu, 17 Agustus 2013

8 Anggota Komisi D DPRA Aceh Jalan - Jalan ke Eropa

8 Anggota Komisi D DPRA Aceh Jalan - Jalan ke Eropa, Amsterdam, (Belanda), Marcelli (Prancis), dan Madrid, (Spanyol)

* Tujuan Lawatan Ke Eropa Untuk menambah wawasan dan meningkatkan pengetahuan terhadap berbagai kemajuan pembangunan infrastruktur di negara-negara Eropa, untuk dijadikan bahan pengusulan berbagai program pembangunan dalam RAPBA 2014, Ungkap Sekretaris DPRA, A Hamid Zein

Foto : Panorama Menara Eiffel Di Paris, Prancis

BANDA ACEH - Sejumlah anggota Komisi D DPRA sejak Rabu (14/8) hingga Selasa (20/8) depan dikabarkan melawat ke negara-negara Eropa, seperti Amsterdam, (Belanda), Marcelli (Prancis), dan Madrid, (Spanyol). Lawatan sepuluh anggota Komisi D DPRA yang membidangi pembangunan infrastruktur itu ke luar negeri, dibagi ke dalam dua gelombang, masing-masing lima orang.

Disebutkan bahwa pada minggu ini ada lima anggota Komisi DPRA D yang melakukan perjalanan dinas ke luar negeri.

Sepulang lima orang itu nanti, akan dilanjutkan lima orang lagi untuk tujuan yang berbeda, tapi masih dalam kawasan negara-negara Eropa. Misalnya ke Italia. Misinya sama, yakni untuk menambah wawasan dan pengetahuan demi pepeningkatan kinerja komisinya ke depan.

Sebuah sumber menyebutkan, biaya perjalanan yang diberikan per orang di atas Rp 20 juta atau sekitar Rp 30 jutaan. Tapi Sekwan DPRA yang dikonfirmasi menyatakan biayanya tak lebih dari Rp 20 juta/orang. “Untuk menambah stok biaya melancong ke luar negeri, anggota Komisi D DPRA mengajak SKPA mitra kerjanya,” ujar sumber tadi.

LSM MAta : Program Pemborosan Uang Rakyat

Koordinator Masyarakat Transparansi Aceh (MaTA), Alfian mengatakan, sangat tidak tepat kunjungan kerja anggota Komisi D ke luar negeri pada bulan Agustus ini. Misi mereka melakukan pertemuan dengan sejumlah lembaga di negera-negara Eropa, tidak akan terlayani dengan baik, karena saat ini para dubes RI di Belanda, Prancis, dan Spanyol maupun Italia, sedang mengurus persiapan pelaksanaan HUT RI.

Kabarnya ada dua anggota Komisi D DPRA yang takkan menggunakan fasilitas perjalanan dinas ke luar negeri, yaitu Muhibussubri dan Irmawan. Delapan orang lagi, jutstru akan menggunakan fasilitas tersebut untuk melawat ke luar negeri.
Anggota Komisi D DPRA sepuluh orang, yaitu Ketua Tgk Anwar Ramli, Wakil Ketua Firmandez, Sekretaris Muharuddin, sedangkan anggotanya Muslim Usman, Muhibussabri bin Abdul Wahab, M Tanwier Mahdi, Ibnu Rusdi, Umuruddin Deski, Irmawan, dan Muhibussubri.


Sumber : Fb Kabar Aceh

masyarakat menyerbu Koramil Minta Ganti Rugi Bendera aceh

Tuntut Ganti Rugi Bendera Bulan Bintang yang Diambil TNI, KPA Aceh Utara dan Warga Datangi Markas Koramil Samudera, Aceh Utara

“Penurunan bendera bulan bintang sudah kedua kali dilakukan secara paksa sampai bendera robek. Kami tidak bisa memaafkan lagi, makanya kami meminta ganti rugi dan mereka berjanji akan ganti rugi sebanyak Rp 1,5 juta. Kemudian kita minta untuk dinaikan kembali,” kata Bahagia (KPA) seusai pertemuan.

Foto : Massa Datangi Koramil Samudera, Aceh Utara

Aceh Utara – Ratusan warga bersama anggota Komite Peralihan Aceh (KPA) mendatangi kantor Koramil Samudera, Aceh Utara, Kamis (15/8/2013) sekitar pukul 12.00 WIB.

Mereka menuntut pengembalian sekaligus ganti rugi atas Bendera Bulan Bintang yang sudah rusak dan tiangnya patah saat diturunkan paksa oleh anggota TNI pada Rabu (14/8/2013) malam lalu.

Setelah beberapa menit berkumpul di pintu gerbang kantor Koramil, kemudian beberara orang mewakili massa diterima oleh Danramil Samudera Kapten Inf Syofyandri, Camat Samudera Dayan Albar dan turut hadir pula Kapolsek Samudera Ipda Syofyan. Tak lama kemudian, bendera yang sempat diturunkan oleh TNI lansung diserahkan kembali ke simpatisan Partai Aceh (PA).

Seorang kader PA wilayah Guedong, Samudera, Bahagia, meyebutkan massa mendatangi Kantor Koramil Samudera untuk meminta ganti rugi kepada pihak TNI yang telah menurunkan sebanyak 16 lembar Bendera Bulan Bintang dan sebagiannya sudah rusak dan tiangnya dipatahkan.

Sementara itu, Danramil Samudera Kapten Inf Syofyandri di depan massa menyatakan permintaan maaf ke semua pihak khususnya kepada simpatisan PA atas kesalahan anggotanya di lapangan.

“Saya sudah gantikan bendera yang rusak dan tiang yang patah waktu penurunan dengan dengan jumlah ganti rugi yang akan kami bayar nantinya Rp 1,5 juta,” kata Danramil.

Setelah mendegarkan hal itu, ratusan massa PA langsung membubarkan diri dengan tertib dan tidak ada bentrokan yang terjadi dengan aparat keamanan. Sedangkan bendera bulan bintang yang dikembalikan TNI lansung dibawa pulang oleh massa sambil meneriakkan Allah Akbar

Jumat, 16 Agustus 2013

Jalan-Jalan Sore Ala buka-Rahasia.Blogspot.com via Umpan Facebook


Hehe, mungkin sobat blogger semua agak bingung dengan post yang satu ini. Apaaa sih maksud jalan-jalan sore ala buka-rahasia.blogspot.com? Saya sekedar ingin "melampiaskan" hobi lama yang sudah tidak bisa dilakukan secara rutin sekarang ini. Alasan klise, pekerjaan? Yah, memang. Tapi ternyata ada rasa jenuh juga kalo semua "berbau pekerjaan", bukankah ngeblog adalah "having fun"? Bersuka ria,

Pidato Kenegaraan, SBY Soroti Aceh

Pidato Kenegaraan, SBY Soroti Aceh : Aceh Adalah Provinsi Yang Paling Penting Bagi Indonesia, Jadi Kedaulatan Aceh Untuk NKRI Wajib Di Patuhi Bersama 

* Ia menegaskan, kedaulatan Indonesia atas Aceh tidak bisa ditawar dan bersifat fundamental. Karena itu, pemerintah akan bertindak tegas menghadapi setiap ancaman terhadap kedaulatan dan keutuhan NKRI, Tegas Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dalam pidato kenegaraannya di Kompleks Parlemen Senayan, Jumat (16/8). 

JAKARTA - Konflik yang terjadi di Aceh belum lama ini menjadi salah satu hal yang disoroti oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dalam pidato kenegaraannya di Kompleks Parlemen Senayan, Jumat (16/8). 

SBY meminta agar kondisi yang sudah tercapai di Aceh jangan sampai ternodai, apalagi sampai mengalami kemunduran. 

"Alhamdulillah, konflik Aceh telah berhasil kita akhiri secara damai. Kini saatnya, segenap elemen masyarakat di Aceh membangun masa depan yang lebih sejahtera, aman dan damai. Dalam kesempatan ini, saya mengajak kita semua untuk terus menghindari segala hal yang berpotensi menciptakan kemunduran, dan kembali ke situasi tidak aman seperti yang kita alami pada masa lalu," katanya. 

Ia meminta agar semua pihak, termasuk masyarakat di Aceh bisa memegang teguh pencapaian selama ini yakni perdamaian. Disarankan agar konflik di masa lalu dikubur dan mulai membangun Aceh baru dalam kerangka NKRI.

"Saya harapkan sungguh memegang teguh semangat dan ketulusan hati untuk mengubur konflik di masa lalu dan kemudian melangkah ke depan untuk membangun diri, dalam naungan Negara Kesatuan Republik Indonesia," lanjutnya.

Perdamaian dan Kesejahteraan Yang Di Miliki Aceh Sekarang Bukan Milik GAM Saja

Cek Mad ( Bupati Aceh Utara ) : Perdamaian dan Kesejahteraan Yang Di Miliki Aceh Sekarang Bukan Milik GAM Saja, Tapi Juga Milik Seluruh Rakyat Aceh

"Perdamaian adalah anugerah yang luar biasa untuk Aceh, dan kedamaian adalah keinginan seluruh rakyat Aceh untuk membangun Aceh dari keterpurukan. Tegas Bupati Aceh Utara Muhammad Thaib Dari Partai Aceh Ini.

Foto : Bupati Aceh Utara Muhammad Thaib

LHOKSEUMAWE - Bupati Aceh Utara Muhammad Thaib yang akrab disapa Cek Mad menegaskan perdamaian Aceh yang telah disepakati delapan tahun lalu antara Pemerintah Indonesia dengan Gerakan Aceh Merdeka (GAM), adalah milik seluruh rakyat Aceh, dan bukan hanya milik mantan kombatan GAM.

Maka dari itu, perdamaian Aceh harus dijaga oleh seluruh rakyat Aceh," kata Cek Mad disela-sela Doa Bersama dalam dalam rangka memperingati 8 Tahun Perdamaian Aceh oleh KPA/PA Lhokseumawe dan Aceh Utara, di Geudong Kecamatan Samudera, Aceh Utara.

Dengan menjaga dan memelihara perdamaian, kata Cekmad, diharapkan nantinya seluruh hak dan kewenangan Aceh yang tertuang dalam butir " butir MoU Helsinki bisa terealisasi untuk kemaslahatan masyarakat Aceh.

"Dengan adanya perdamaian, maka cita-cita masyarakat untuk mewujudkan Aceh yang makmur dan sejahtera akan terwujud. Untuk itu kami juga mengharapkan masyarakat untuk bersatu membangun basis pendidikan maupun ekonomi, demi terwujudnya kesejahteraan bersama," ujarnya.