Foto : Gunung SeulawahJantho - Status Gunung Seulawah Agam di Aceh Besar yang hampir enam bulan terakhir masuk level waspada sudah diturunkan menjadi normal.
Kepala Seksi Geologi Bidang Energi Sumber Daya Mineral di Dinas Pertambangan Aceh, Teuku Mukhlis, mengatakan, status waspada Seulawah Agam dicabut oleh Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi atau PVMBG Pusat.
Pencabutan status, kata dia, dilakukan setelah memantau pergerakan dorongan magma di gunung. Saat dikembalikan ke status normal, kata Mukhlis, dorongan magma telah menurun.
Status waspada, kata dia, diturunkan PVMBG pada 8 Mei 2013 lalu. Sejak berubah menjadi kondisi normal, diperkirakan suhu Seulawah Agam relatif stabil.
Dengan dicabutnya status waspada, masyarakat sekitar yang selama ini bertani di sekitar lereng gunung sudah dibolehkan beraktivitas kembali.
"Namun untuk menuju kawah saat ini diharapkan berhati-hati, karena gas yang disemburkan kawah belum bisa diketahui secara pasti tekanannya, lantaran tim dari Geologi, ESDM Distamben Aceh belum melakukan pemantauan secara langsung," ujar Mukhlis.
“Akan tetapi kondisinya sudah aman, karena statusnya sudah normal kembali.”
Foto : Pembalap di Kejurda Grasstrack di Gampong Ujung Padang, Susoh, Aceh Barat Daya, Sabtu 1 Juni 2013. Abdya - Ikatan Motor Indonesia Provinsi Aceh menggelar Seri I Kejuaraan Daerah Grasstrack di Gampong Ujung Padang, Susoh, Aceh Barat Daya, Sabtu 1 Juni 2013. Kejuaraan yang digelar sekitar pukul 16.00 WIB itu, memperebutkan piala Komite Peralihan Aceh 013 Wilayah Blangpidie.
Sekitar 60 pembalap dari sembilan kabupaten mengikuti kejuaraan, di antaranya Banda Aceh, Langsa, Aceh Tamiang, Bener Meriah, Aceh Barat, Aceh Barat Daya, Aceh Selatan, Subulussalam dan Aceh Singkil.
Ketua KPA 013 Wilayah Blangpidie, Teungku Am Nasir mengharapkan para pembalap mengutamakan sportivitas dan tidak melakukan kecurangan selama lomba. “Pelaksanaan Kejurda Grasstrack ini tertunda tiga kali karena bencana alam," ujar Am Nasir.
KPA 013 Wilayah Blangpidie mengapresiasi IMI Aceh selama terpilihnya Ibnu Rusdi sebagai ketua, ini pertama kali digelar event grasstrack.
Pada pembukaan acara itu hadir Wakil Bupati Aceh Barat Daya Yusrizal Razali, Dandim 0110 Abdya Letkol Arm E Dwi Karyono AS, Ketua IMI Aceh Ibnu Rusdi, dan beberapa pejabat lainnya. Kepanitiaan lomba itu terdiri dari KPA 013, IMI Abdya dan Pemuda Ujung Padang
DPA Partai Aceh : Kasus Pembunuhan Cek Gu Tidak Terkait Politik, Jangan Jelekkan Citra Partai Aceh Jelang Pemilu 2014, Itu Murni Atas Tindakan Oknum PA- Dewan Pimpinan Aceh Partai Aceh, Mariati, mengatakan kasus dugaan pembunuhan Cek Gu di Pidie, tidak terkait dengan institusi atau partai.
- Ada 3 Tersangka Di Tetapkan Statusnya DPO (Daftar Pencarian Orang) Oleh Polisi : 1. Ilyas (Anggota DPRK Pidie Fraksi PA), 2. Bang Sen (Pemilik senjata FN untuk membunuh Cekgu) dan 3. Takbir
Foto : WAKIL Ketua IV Dewan Pimpinan Aceh Partai Aceh, Mariati
Banda Aceh - Menurut Mariati, pertanggungjawaban hukum dalam kasus Cek Gu bersifat individual bukan institusional.
"Kami menilai tindakan mencatut nama institusi politik pada tersangka juga pada dugaan motif kriminal merupakan tindakan adu domba antarkekuatan politik di Aceh untuk memanaskan suasana menjelang Pemilu 2014," ujar Mariati
Tindakan itu, kata dia, sangat bertentangan dengan semangat penegakan hukum bahkan berbahaya bagi kelangsungan perdamaian Aceh.
" Oleh karena itu kami mendukung penuh upaya aparat untuk menegakkan hukum atas kasus Cek Gu secara fair dan objektif sesuai dengan prosedur hukum yang berlaku," ujar Mariati.
Menurut dia, Aceh tak perlu diseret lagi dalam pusaran konflik kekerasan. "Semua pihak kami harapkan merespon kasus ini dalam konteks mendukung penegakan hukum semata," ujar Mariati
Foto : Wagub Mualem saat berada di kantor ESIT di Kota Chung Li, TaiwanTaiwan - Wakil Gubernur Aceh Muzakir Manaf atau Mualem berangkat ke Taiwan memenuhi undangan The Elite Study In Taiwan atau ESIT. Pertemuan itu untuk membahas perihal kerjasama bidang pendidikan antara Pemerintah Aceh dengan ESIT.
Dalam kunjungan itu Mualem didampingi didampingi staf khusus wakil gubernur, Syardani M Syarif atau Teungku Jamaica, Koordinator Lembaga Peningkatan Sumberdaya Manusia Aceh ((LPSDMA) Bukhari Daod, Wakil Koordinator LPSDMA Suraiya IT, dan person in charge LPSDMA untuk Taiwan, Ima.
Mualem dan rombongan tiba Sabtu 1 Juni 2013 pukul 07.00 waktu setempat. Mualem mendarat di Bandara Taoyuan International Airport Taiwan. Setelah itu ia dan rombongan menginap di China Trust Hotel.
Sekitar pukul 15.30 tadi, Mualem dan rombongan tiba di kantor ESIT di kota Chung Li, Taiwan. Pertemuan berlangsung sekitar dua setengah jam, membahas panjang lebar tentang kerjasama bidang pendidikan antara Pemerintah Aceh dengan ESIT.
ESIT adalah sebuah institusi di bawah Kementerian Pendidikan Taiwan. Mereka bekerjasama dengan pemerintah atau institusi international yang lebih luas dalan bidang pendidikan dan menjembatani mahasiswa luar negeri untuk belajar di Taiwan.
Kalau Anda berkunjung ke Aceh, ada satu jenis kue yang menjadi ciri khas daerah ini. Namanya adalah kue Bhoi. Kue ini dibuat dengan bahan-bahan sederhana. Dengan perbandingan takaran 1:1:1, Anda tinggal menyiapkan tepung terigu, telur, dan gula. Anda pun bisa membuatnya dengan beragam bentuk. Di Aceh sendiri, kue Bhoi sering ditemui dicetak dalam bentuk ikan, binatang, bunga, dan sebagainya.
Untuk mencicipi kue ini, Anda tinggal pergi ke toko atau pasar tradisional di Aceh. Kue Bhoi banyak ditemui di Pasar Aceh, Pasar Seutui, dan toko-toko di daerah Lhoknga, Aceh Besar, dan Lampisang.
Kue Bhoi memiliki tekstur bagian luar kering, namun cukup lembut di bagian dalamnya. Dan, kue Bhoi bisa tahan beberapa bulan. Makanan ini tahan lama dengan perantaraan gula sebagai pengawet. Seringkali, kue Bhoi disajikan dalam berbagai acara hajatan seperti kelahiran, pernikahan, atau sunatan. Tidak ketinggalan, masyarakat Aceh juha menggunakan kue ini sebagai oleh-oleh saat bertamu ke tempat orang lain.
Kalau Anda tidak sempat ke Aceh, Anda bisa membuatnya sendiri. Berikut ini resep untuk membuat kue Bhoi :
Bahan:
250 gram tepung terigu
250 gram gula pasir
5 butir telur ayam
2 bungkus vanili
¼ sendok soda
Cara membuat:
1. Masukkan telur dan tambahkan gula pada baskom atau wadah lain. Kocok sampai mengembang.
2. Masukkan vanili dan soda, kemudian kocok lagi sampai menyatu.
3.Setelah itu, masukkan tepung terigu dan aduk hingga rata.
4. Masukkan adonan ke dalam cetakan dan panggang sampai matang.