Kamis, 30 Mei 2013

Badan Eksekutif Mahasiswa Se-Aceh Tenggara Tuntut Pemekaran Provinsi ALA

Badan Eksekutif Mahasiswa Se-Aceh Tenggara Tuntut Pemekaran Provinsi ALA dan Tolak Qanun WN Yang Di Anggap Otoriter

Taufik Koordinator Aksi menegaskan, “apabila tuntutan kami tidak diindahkan, kami akan menggelar aksi besar-besaran ke Istana Negara di Jakarta.”

Foto ; Aksi BEM Se Aceh Tenggara Di Depan Gedung DPRK Aceh Tenggara

KUTACANE - Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Aceh Tenggara (Agara), Rabu (29/5) demo menuntut percepatan terbentuknya Provinsi Aceh Leuser Antara (ALA) dan menolak Qanun Wali Nanggroe (WN).

Pantauan Serambi, sejak menjelang siang kemarin, ratusan mahasiswa long march dari Kampus UGL Kutacane di Babussalam ke Gedung DPRK sejauh lebih kurang lima kilometer. Mahasiswa mengusung poster dan spanduk bertuliskan menolak Qanun WN dan menuntut percepatan Provinsi ALA. Dalam perjalanan itu, mereka berorasi secara bergantian melalui pengeras suara (sound system) yang diangkut dengan mobil pikap.

Di depan Gedung DPRK Agara, mahasiswa yang berusaha mendobrak pagar terlibat saling dorong dengan polisi.

Taufik, mengatakan, mereka akan terus memperjuangkan terwujudnya Provinsi ALA. Mereka mendesak Pemerintah RI menerbitkan peraturan pengganti undang-undang (Perpu) Pemekaran Aceh.

Terkait pemekaran tersebut, menurut Taufik, Gubernur Aceh maupun DPRA hanya untuk dikonsultasikan dan dimintai pertimbangan. “Apabila dalam 30 hari tidak dipenuhi, maka soal pemekaran ALA biar kami yang teruskan ke Pemerintah Pusat, karena sudah diatur dalam UUPA yang dijabarkan dalam PP Nomor 78 Tahun 2008 tentang Tata Konsultasi dan Pemberian Pertimbangan dan Kebijakan Administratif,” kata Taufik.

Anggota DPRK, Bukhari Selian, di hadapan mahasiswa mengatakan, pada prinsipnya, secara pribadi dirinya sangat setuju dan mendukung terwujudnya Provinsi ALA dan dewan harus terlibat untuk mendukung Provinsi ALA.

“Meski kami sependapat, tetapi kami bertiga tidak bisa memberikan keputusan. Banyak anggota dewan lainnya yang sedang tidak masuk kantor, sedangkan pimpinan sedang di Banda Aceh,” kata Bukhari.

Pernyataan setuju juga disampaikan Hj Syamsiar. Menurutnya, untuk menyetujui Provinsi ALA secara kelembagaan, minimal disetujui 17 dari 25 anggota dewan.

Dikeroyok Preman Pemalak Proyek, Kepala Bidang Dinas Olahraga Aceh Utara Remuk dan Masuk Rumah Sakit

Dikeroyok Preman Pemalak Proyek, Kepala Bidang Dinas Olahraga Aceh Utara Remuk dan Masuk Rumah Sakit,

- Polisi Belum Menangkap Tersangka Hingga Saat Ini

“Mereka minta proyek itu, saya bilang saya tidak bisa buat keputusan. Kemudian mereka saya suruh jumpai pak kepala dinas atau Kuasa Pengguna Anggaran, tapi mereka tetap ngotot minta pada saya, ” kata Korban Sulaiman.

Foto : Ilustrasi

Lhokseumawe- Kepala Bidang Olahraga Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Aceh Utara, M. Sulaiman, dilaporkan dikeroyok sejumlah preman yang meminta proyek pemerintah,

Rabu kemarin. Kini Sulaiman menjalani perawatan di Rumah Sakit Kesrem Lhokseumawe lantaran mengalami nyeri di bagian dada.
Kepada ATJEHPOSTcom, Kamis, 30 Mei 2013, Sulaiman mengaku dikeroyok para preman di depan ruangan kantor tempat ia bekerja, kemarin sekitar pukul 10.30 WIB. “Saya dikeroyok sekitar enam orang preman,” ujarnya.

Kejadian tersebut, kata Sulaiman, bermula ketika sejumlah preman mendatangi kantornya untuk meminta proyek rehabilitasi lapangan bolakaki di Desa Kubu, Sawang, Aceh Utara. Kata dia, selain sudah berulang kali ke kantornya, para preman itu pernah mendatangi rumah dan sering menghubunginya lewat telepon.

Sulaiman menyebutkan, salah satu dari preman tersebut menamakan dirinya Solar dan mengaku warga Nisam, Aceh Utara. “Kemarin, Solar dan kawan-kawannya datang dan mengoroyok saya,” ujarnya.

Pengeroyokan itu kemudian dilerai beberapa orang yang kebetulan berada di lokasi kejadian. Sulaiman lalu dilarikan ke Rumah Sakit Kesrem Lhokseumawe. Awalnya ia menolak rawat inap, setelah diperiksa kondisinya langsung pulang.

“Malam tadi saya muntah-muntah sehingga dibawa lagi ke rumah sakit ini tadi sekitar pukul sepuluh untuk rawat inap. Hasil pemeriksaan dokter, saya mengalami nyeri di bagian dada,” katanya.

Insiden pengeroyokan tersebut, kata Sulaiman, sudah dilaporkan ke Polres Lhokseumawe oleh pihak keluarganya

Rabu, 29 Mei 2013

Pepes Ikan Teri Basah

Menu Masakan Aceh Hari Ini :

Payeh Eungkot Bileih ( Pepes Ikan Teri Basah )

Bahan :

1. Ikan teri basah secukupnya
2. Daun pisang segar
3. Garam secukupnya
4. Daun kunyit 1 lembar,potong halus
5. Daun jeruk purut secukupnya,potong halus

Bumbu yang dihaluskan :
1. Cabai rawit 10 buah
2. Cabai merah besar 4 buah
3. Bawang merah 2 siung
4. Bawang putih 1 siung
5. Kunyit secukupnya
6. jahe secukupnya
7. Asam sunti secukupnya
8. Ketumbar 1 sendok teh

Cara membuat :
Campur ikan dan garam menjadi satu,kemudian masukkan bumbu yang telah di haluskan. Masukkan daun kunyit dan dan jeruk purut,setelah semuanya tercampur rata,bungkus di dalam daun pisang. Bakar di atas api sedang. Bakar hingga matang.

Note : Hidangan untuk 4 orang

Pepes Ikan Teri Basah

Menu Masakan Aceh Hari Ini :

Payeh Eungkot Bileih ( Pepes Ikan Teri Basah )

Bahan :

1. Ikan teri basah secukupnya
2. Daun pisang segar
3. Garam secukupnya
4. Daun kunyit 1 lembar,potong halus
5. Daun jeruk purut secukupnya,potong halus

Bumbu yang dihaluskan :
1. Cabai rawit 10 buah
2. Cabai merah besar 4 buah
3. Bawang merah 2 siung
4. Bawang putih 1 siung
5. Kunyit secukupnya
6. jahe secukupnya
7. Asam sunti secukupnya
8. Ketumbar 1 sendok teh

Cara membuat :
Campur ikan dan garam menjadi satu,kemudian masukkan bumbu yang telah di haluskan. Masukkan daun kunyit dan dan jeruk purut,setelah semuanya tercampur rata,bungkus di dalam daun pisang. Bakar di atas api sedang. Bakar hingga matang.

Note : Hidangan untuk 4 orang

Senin, 06 Mei 2013

Syarat dan Tips Mendapatkan Approval/Persetujuan Google Adsense (full 2000 kata)




Google Adsense adalah jaringan iklan terbesar milik Google yang saya yakin dan sangat pasti semua sobat Blogger telah mengetahuinya. Bahkan, beberapa di antara sobat sedang menikmati menjadi anggota publisher Adsense dan rutin menerima pembayaran. Sebagian lainnya mungkin masih gigit jari karena ditolak ketika melamar menjadi publisher; atau mungkin ada yang belum berani mendaftar Adsense.